Leave Her to Heaven

Leave Her to Heaven

Download Indonesian Subtitle

Release info

Leave Her to Heaven 1945 1080p BluRay H264 AAC-RARBG
A Commentary by Chyrus

Tags

BluRay
1080
Published on: 2019-12-25
Downloads: 67
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Senang melihatmu, Dick.

Senang untuk kembali.

Semuanya sudah diurus. Dia di sana sedang menunggumu.

Terima kasih.

Orang yang malang.

Aku...aku rasa aku akan jalan sekarang.

Semoga baik saja kau, Dick.

Telah mengalami kemalangan dia, kan?

Buat orang seperti itu,

dua tahun di penjara itu lebih buruk dari kemalangan.

Bukankah itu Dick Harland,

orang yang dulunya tinggal di Back of the Moon?

Ya, aku rasa iya.

Dari seluruh tujuh dosa mematikan, kecemburuan itu yang paling mematikan.

Oh, bisa kau bawakan kami kopi, tolong?

- Kau dulu pengacaranya, kan? - Ya, aku membelanya.

Beberapa mungkin bilang aku kalah kasus karena dia.

Aku sudah baca surat kabar, tapi entah kenapa aku tak pernah bisa memahaminya sama sekali.

Ada sejumlah hal yang tak bisa diungkapkan di ruang sidang.

Akan tetapi, dari semua orang yang terlibat,

aku rasa aku satu-satunya yang tahu keseluruhan ceritanya.

Kau tahu, itu karena aku mereka awal kali berjumpa.

Dia telah bekerja keras demi sebuah buku baru.

Aku undang dia ke tempatku di New Mexico buat istirahat.

Mereka berjumpa di kereta.

- Terima kasih. - Kembali.

Oh, maafkan aku.

Aku lagi memandangmu, kan?

Aku tak bermaksud begitu, sungguh. Itu hanya karena...

karena kau terlihat begitu mirip ayahku.

Waktu dia lebih muda, tentu saja...seusiamu.

Kemiripan yang amat luar biasa.

Sejenak, kupikir...

Sungguh maafkan aku.

Beritahu yang sebenarnya, aku tadi sebenarnya memandangmu juga.

Dan aku pastikan itu bukan karena kau terlihat seperti ibuku.

Sebenarnya, aku tak bisa bilang kau seperti wanita lain yang pernah kujumpai sebelumnya.

- Lantas kenapa kau memandang? - Kau sungguh ingin tahu?

Bila itu bukan terlampau bukan pujian.

Kau tahu dengan baik sekali bahwa tak ada yang bisa kukatakan tentangmu...

caramu perhatikanku, maksudku...

bisa jadi apa saja selain pujian.

- Tentu saja, bila kau tak suka pujian... - Oh, tapi aku suka.

Setelah mempertimbangkan kembali, itu takkan jadi pujian.

Itu akan jadi kebenaran dan tak ada yang lain selain kebenaran.

Ada kemiripan dengan pujian akan jadi kebetulan semata.

- Bisa aku teruskan? - Teruskan.

Selagi aku melihatmu, kata-kata eksotis melintas di benakku,

- seperti awan musim panas melintasi langit. - Mmm.

- Tak bisa kau sedikit lebih spesifik? - Aku coba.

Melihatmu, aku memikirkan tentang kisah-kisah dalam pertunjukan orang Arab,

tentang dupa, kemenyan, dan...

- Dan nilam? - Nilam, itu dia.

Tunggu sebentar.

Aku tahu itu. Ini dia.

Aku mengutip: "Setelah dia melihatnya,

kata-kata eksotis melintas di benaknya.

Dia memikirkan tentang kisah-kisah dalam pertunjukan orang Arab,

tentang dupa, kemenyan, dan nilam."

Tanda kutip.

- Jadi dari situ asalnya. - Aku rasa begitu.

Tapi sungguh aku tidak...

Aku pastikan padamu. Itu berminggu-minggu sejak aku baca buku ini.

Itu pasti membuatmu terkesan sangat.

Bukunya? Tidak begitu.

Sedikit terlalu emosional, aku pikir.

- Aku sependapat denganmu. - Sungguh?

Perhentian selanjutnya, Jacinto.

Perhentian selanjutnya, Jacinto!

Oh, itu aku.

Jacinto! Itu aku.

Oh! Kalian di sana! Halo!

Oh, senang lihat kalian.

- Halo, Mrs. Berent. - Halo.

- Halo! - Halo, sayang. Apa kabarmu?

- Halo, Glen. Apa kabarmu? - Dan bagaimana Louise?

- Oh, baik. - Dan anak-anak?

Baik. Sangat baik. Charlie, bawa koper-koper ini, tolong.

- Kami ingin sekali lihat peternakannya. - Bisa kalian tinggal lama?

Di sini! Kami di sini!

Halo!

- Halo, Glen. Apa kabarmu? Senang melihatmu. - Senang melihatmu, Dick.

Kau terlihat baik.

- Adikmu bagaimana? - Oh, Danny masih tak beranjak dari ranjangnya.

Dia ingin sekali datang, tapi...

dokter berpikir bepergian mungkin terlalu berat untuknya.

Oh, aku sedih.

Nyonya-nyonya, mari aku perkenalkan Mr. Harland.

Mrs. Berent.

- Apa kabar? - Apa kabar, Mrs. Berent?

- Ruth Berent. - Apa kabar?

- Halo. - Ellen Berent.

- Apa kabar? - Apa kabar?

Kami sudah ketemu di kereta, agak singkat.

Terlalu singkat.

Aku bawa mobil di sini, saudara-saudara. Kalian siap?

Ayo.

- Kau bilang "Harland"? - Richard Harland.

Oh, Mr. Harland, aku sungguh minta maaf.

Aku tak yakin apa aku bisa memaafkanmu.

- Ruth, tunggu sampai kau lihat kuda-kuda jantan muda barunya. - Oh, aku yakin itu menawan.

- Ellen, kami punya banyak kalkun liar tahun ini. - Bagus sekali!

Besarnya seperti unta, dua kali susahnya.

- Mudah-mudahan kalian semua baik dan lapar. - Mmm!

- Kami sampai. - Bu, mereka di sini! Mereka di sini!

- Selamat datang di Rancho Jacinto. - Terima kasih, Glen.

- Oh, bu, bukankah ini mengagumkan? - Oh, ini indah!

Ruth! Ruth! Oh, sayangku.

Margaret!

Oh, aku ingin sekali datang ke kereta jemput kalian,

tapi menurutku sebaiknya tetap di sini menyiapkan makan malam.

Halo, anak-anak.

- Ellen. - Apa kabarmu?

- Halo. Dick, senang sekali melihatmu, tapi Danny mana?

- Dia tak bisa usahakan kali ini, Louise. - Oh, aku sedih sekali.

- Dia masih di Warm Springs? - Ya. Dia berangsur membaik dengan baik sekali.

Oh, bagus! Kau kemungkinan mau ganti pakaian.

Ayo. Aku tunjukkan kamarmu.

Ikan-ikan trout itu ada di sungai beberapa jam lalu.

- Itu sesuatu yang tak bisa kau dapat di Boston. - Mungkin tidak.

- Tapi di samping itu, ikan kod kami... - Aku sendiri lahir dan besar di Boston,

- dan aku tak berikan ke orang lain karena kegemaranku itu pada ikan kod. - Aku benci ikan kod.

- Juga aku. - Anak-anak, itu ketidaksetujuan yang keterlaluan.

- Itu penentangan. - Mr. Harland, bagaimana menurutmu?

Mrs. Robie, aku seperti yang kau sebut pecinta salmon.

Fakta sebenarnya itu, ibu sebenarnya tak suka New Mexico.

Berhubung ini kunjungan pertama ibu ke New Mexico,

ibu tak mengerti bagaimana kau bisa berkata hal seperti itu.

Itu benar akan tetapi.

Ayah dan aku biasa datang kemari tiap musim semi, tahun ke tahun.

Dan sesekali Ruth ikut, tapi tak pernah ibu.

Sayang sekali Mr. Berent tidak ikut kali ini. Aku dibilang mirip dengannya.

- Siapa bilang padamu itu, Mr. Harland? - Aku.

Louise, tidakkah kau pikir begitu?

- Ya, sekarang, karena kau mengatakannya. - Glen?

- Dalam satu hal. - Dalam setiap hal.

Aku tahunya waktu kulihat dia di gerbong kereta...

wajahnya, suaranya, sikapnya.

Itu menakjubkan.

Aku harus akui kau telah bangkitkan rasa ingin tahuku.

Jika aku bisa dapat kesempatan bertemu ayahmu...

Itu hampir tidak mungkin, Mr. Harland.

- Suamiku... - Kami kemari untuk pemakaman ayahku.

Ya, Tuhan. Memang ada kemiripan.

Kemiripan yang sangat pasti.

Katakan padaku, apa maksud mereka soal kedatangan kemari untuk pemakaman?

Itu memang bahasa yang tak cukup jelas.

Sebenarnya, Profesor Berent meninggal beberapa waktu lalu di Timur,

dan jasadnya sudah dikremasi.

Mereka bawa abunya kemari. Mereka akan adakan upacara besok pagi.

- Di mana? - Di atas di gunung, semacam dataran tinggi.

Tempat favoritnya. Dia dulu ke sana sering sama Ellen.

Sekarang, bila kau perkenankan, aku mau pastikan apa anak-anak sudah tidur.

- Halo. - Halo.

- Ellen keluar jalan-jalan. - Kau tahu dari mana aku...

Oh, aku sebenarnya paranormal.

Dan kakakmu paranormal juga?

Oh, ya. Jauh lebih dariku.

- Tapi aku bukan adiknya. - Kau bukan?

Bukan, aku sepupunya.

Aku tinggal dengan keluarganya sejak aku kecil. Mrs. Berent mengadopsiku.

Selamat malam, Mr. Harland.

Oh. Selamat malam.

Dengan segenap kejujuran, aku harus akui...

malam di sini sepertinya lebih indah daripada malam di Beacon Hill.

Tak terhingga. Kupikir semuanya lebih indah di sini.

Ellen pergi jalan-jalan.

Terima kasih.

Halo.

Halo.

- Aku mengganggu? - Tidak sama sekali.

Aku...aku takut aku berutang permintaan maaf.

Itu agak ceroboh diriku di meja bicarakan tentang ayahmu.

Tak apa.

Kau mana bisa mengetahuinya.

Kau sangat dekat dengan ayahmu?

Ya, kami tak terpisahkan.

Sejak saat aku mampu berjalan, kami berdua sangat bahagia waktu kami bersama.

Cincin pertunangan?

Ya.

Sekarang, aku rasa sebaiknya masuk ke dalam sekarang.

Kami harus bangun pukul 5:00 pagi.

- Selamat malam. - Selamat malam.

- Kau tak berpikir harusnya ada yang pergi cari Ellen? - Buat apa?

Daerah sangat liar di atas sana. Barangkali dia tersesat.

Oh, Ellen tahu jalan untuk pulang.

Aku tahu, tapi ini sudah 12 jam. Seandainya ada sesuatu terjadi padanya.

Tak ada yang bakal terjadi pada Ellen.

Aku...aku pikir aku akan berkuda sebelum aku tidur.

- Kau tak apa? - Oh, ya. Sepenuhnya.

Aku hanya ingin ditinggal sendirian sementara waktu.

Terima kasih atas kedatangannya ke pemakaman tadi pagi.

- Kau tahu aku ke sana? - Ya, aku lihat kau setelah aku lewat.

Aku harap kau tak anggap itu hanya rasa ingin tahu.

Tidak, aku mengerti.

Aku senang kau ke sana.

Juga aku. Aku takkan pernah melupakannya.

Ayah dulu bilang itu seperti berkuda melewati depan padang rumput surga.

Kami buat perjanjian untuk bawa abu kami kemari ketika kami meninggal.

"Kalau ayah meninggal duluan," aku bilang padanya, "aku bawa abu ayah kemari.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left