A Turtle's Tale: Sammy's Adventures
The first 200 lines.
Menyingkirlah dari jalan ! Dasar penyu gila !
Lihat jalanmu !
Manusia...
Mereka selalu terlihat terburu - buru
Tapi mereka tak punya tempat tujuan.
Itu Ray, teman lamaku.
Dia selalu melakukan itu.
Kita berdua lahir di pantai ini, sekitar lima puluh tahun lalu.
Dan semenjak itu kita sudah berteman.
Hari ini adalah hari yang spesial.
Kita berdua akan menjadi kakek. Bayangkan hal itu.
Mungkin akan memakan waktu sebelum cucuku lahir.
Jadi akan kuceritakan masa laluku.
Dan perjumpaan pertama kali dengan manusia.
Dulu, pantai ini sangat sunyi.
Tak ada apapun kecuali penyu.
Dan suara ombak yang indah.
Hei,ayo cepatlah !
- Aku tak bisa keluar. - Cepatlah...
Menuju laut.
Jangan membuang waktu.
- Sampai jumpa tiga puluh tahun lagi. - Atau tidak.
Halo ? Halo... Apa ada orang diatas sana ?
Aku baru berusia lima menit dan mendapat perasaan bahwa aku ditinggalkan sendirian.
Tolong. Lepaskan aku !
Hai !
Awas !
Tadi keren sekali, dengan para burung itu.
Tadi kita serasa terbang.
Kau baik saja ?
Kau baru lahir ?
Kita harus terus bergerak. Ada ombak bagus yang datang.
Kita harus cepat pergi, Shelly. Ada banyak burung disini.
Tunggu, kita harus menolongnya.
Cepatlah... Shelly, kau tak bisa menolongnya.
Shelly ...
Ayolah, jangan menyerah ! Kau bisa melakukannya ! Bangunlah !
Lepaskan ! Tolong ! Tolong aku !
Shelly ?
Akhirnya, tibalah waktuku. Walau sedikit terlambat.
Tak kurang atau lebih, Aku melakukan perjalananku.
Hai, baru mengalami hal ini ?
Mm... Kemarin.
Kau terlalu muda untuk bepergian sendirian. Disini sangat menakutkan.
Menakutkan ?
Ini adalah kolam yang besar yang tak akan pernah kau bayangkan.
Ada banyak makhluk yang mau memakanmu.
Kau akan segera tahu.
Tahu hal apa ?
Darimana aku memulaninya ? Bagaimana dengan Barakuda ?
Bara... apa ?
...Kuda. Predator tercepat di lautan.
Berukuran besar dengan warna putih.
Putih ?
Ikan yang sangat sangat cepat. Dengan gigi tajamnya
Hiraukan mereka. Ikuti saja instingmu dan kau akan baik saja.
Tak ada alasan untuk takut.
Aku tak takut.
Kau pasti akan takut.
Kau pasti akan dijadikan camilan makhluk disini.
Ikuti saja instingmu. Semoga beruntung dalam perjalananmu.
Apa yang harus aku temukan ?
Jika kau sudah tahu, kabari kami. Jauhi jaring, jika kau tertangkap kau akan jadi sup penyu.
Dan jangan makan plastik. Rumput laut bagus. Plastik buruk.
Mengapa kau lakukan itu ?
Apa aku terlihat seperti makanan ?
Ikan gila.
Bukan awal bagus untuk memulai perjalananku.
Apa kabar, kalian semua ? Disini nyaman sekali.
Pergilah dari sini !
Mengapa kalian tak mau berbagi ?
Kita punya banyak makanan disini.
- Pergilah dari sini. - Kami tak memerlukanmu.
Aku juga tak memerlukan kalian,
Walaupun kalian penyu terakhir di lautan.
- Bagus. - Pergilah.
Hei, sobat !
- Hei, Hei, hei, jangan kesini. - Pergilah !
- Baiklah, aku tak akan kesana. - Benar sekali !
Hei, awas !
Ini bukan hari baikku.
Mengapa kau pukul kepalaku ?
Tapi aku ...
Untungnya, aku tak sampai pingsan.
Lihatlah ! Barang usang besar, jika lebih besar lagi, kepalaku pasti hancur.
Aku tak pikir seperti itu...
Kau tak pernah melihat seperti itu ? Jika sudah, kau pasti tak akan lupa.
Halo ? Selamat tinggal.
Benda apa itu ? Kau yang membuatnya ?
Aku mengambang bersamanya. Kisahnya panjang.
Bagaimana kepalamu ?
Jangan khawatir, kepalaku keras seperti batu.
Namaku, Ray.
Sammy, senang bertemu denganmu.
- Berapa lama kau melakukan perjalanan ? - Baru satu hari.
- Aku juga, aku lahir di utara. - Aku juga.
Kita banyak persamaan.
- Mau naik kesini ? - Tidak, tak usah.
- Oh, baiklah. - Itu cuma bercanda.
Mingu pertama kita, lebih banyak menghabiskan waktu di lautan lepas.
Jika ada benda mengapung seperti ini, pasti akan sangat membantu.
Ini tak buruk juga. Kau yakin dengan benda ini ?
Aku pernah menaiki benda seperti ini dan suatu hari, aku didorong keluar.
Aku tak akan melakukan itu,
Lagipula, kita lahir di hari yang sama mungkin juga di pantai yang sama.
- Mungkin kita bersaudara. - Saudara ? Kedengarannya bagus.
Matahari rasanya nyaman. Aku mau berjemur disini, bagus untuk kulitku.
Kau tahu saat penyu terlalu lama berjemur, kulitnya akan mengering...
Begitulah aku bertemu Ray, Dia sangat berkarakter.
Selalu bergembira dan tak pernah berhenti bicara.
Selama sepuluh tahun di lautan lepas, kami selalu mengambang dan menunggu.
Kau harus mencobanya, rasanya enak.
Kau pasti bercanda. Aku akan mencari makanan yang lebih enak.
Ubur - ubur itu enak ?
Aku sangat menyukainya, tapi membuatku bersendawa.
Dari banyak cerita yang pernah kudengar. Ternyata laut ...
Tdak begitu menakutkan.
Saat rasanya sangat menyenangkan. Waktu terasa berjalan lambat.
Sebelum kita menyadarinya, kita...
Tumbuh besar.
Hampir tumbuh besar.
Ini hidup sebenarnya, sobat.
Tak bersendawa hari ini, Ray?
Tidak, hari ini sangat bagus
Kau tahu penyu yang tadi datang kemari ?
Tidak, aku tak melihat mereka.
Mereka kesini untuk melihatmu.
- Aku tak seperti itu. - Kenyataannya begitu.
- Menurutmu kita akan selalu bersahabat ? - Tentu saja, bersahabat selamanya. Menurutmu bagaimana ?
Tentu saja. Tapi aku selalu berpikir,
Dimasa depan, kita harus punya pasangan hidup 'kan ?
Ya, tentu saja.
Apa kau pernah memikirkan seseorang yang spesial ?
Mungkin.
- Jadi, apa tipemu ? - Aku tak tahu.
Ayolah, semua orang punya tipe.
Tipeku, dia harus periang dan suka ubur - ubur.
- Tentu saja. - Kau masih belum bilang gadis tipemu.
Sebenarnya, dulu aku bertemu seseorang yang mungkin tipeku.
Benarkah ?
Ayolah, itu alami, kau harus menceritakannya.
Kita bertemu sekali dan belum saling mengenal.
Ayolah, aku berharap lebih dari itu.
Baiklah, namanya Shelly.
Dia menyenangkan.
Dimana kau bertemu dengannya ?
Dia sangat penting di saat setelah kelahiranku.
Apa ? Kita bertemu sehari setelah kelahiran dan setelah itu selalu bersama.
Dan masih ada orang lebih penting dalam hidupmu ?
Ya, tapi itu sudah lama.
Aku mau cerita lengkapnya.
Tak ada cerita lengkap.
Teruslah bercerita atau kau akan terus kuganggu.
Baiklah.
Ayolah, aku mendengarkan.
Wow, itu cerita hebat, kau menyelamatkan hidupnya.
Itu tak sengaja, burung itu tertabrak sendiri.
Kau menyemburkan pasir ke wajah burungnya, kau menyelamatkan hidupnya.
Aku bahkan tak tahu dia disana.
Kau tak pernah tahu. Lautan ini sempit, suatu hari kau akan bertemu dengannya.
Mungkin.
Bukankah ini hebat ?
Teramat sangat hebat.
Ray adalah sahabat terbaik yang kupunya.
Dia menyenangkan, selalu punya humor bagus.
Dan selalu mencari petualangan baru.
Yang kutahu, dia masih menyukai ubur - ubur.
Ayolah, jangan menyerah ! Kau bisa melakukannya ! Bangunlah !
Ayolah, Sammy. Bangunlah ! Sekarang sudah pagi, tukang tidur !
Apa ? Apa yang mau kaulakukan ?
Menjelajah.
Aku berteman dengan gurita keren, kau harus melihatnya.
Mau makan ?
Akan kucari sesuatu di perjalanan.
Dasar pemilih, pemilih, pemilih ...
Kau membawaku kemana ?
Kau akan tahu.
Kita hampir sampai.
Hai, Slim.
Halo, beperganganlah yang erat.
Ayolah, Sammy. Kau tak takut 'kan ?
Tentu saja aku tak takut.
Ayolah, ini akan sangat fantastis.
Cepatlah, bepergangan yang erat.
Beperganganlah pada sabuk pengamanmu. Ini akan sangat cepat.
Jangan sampai terlempar.
Bukankah itu menyenangkan ?
Oh, wow, kepalaku masih pusing.
Hei, kemana semuanya pergi ?
Kita ada situasi disini.
Ada apa ?
Entahlah, sepeertinya tak bagus. Baunya tak enak.
Benda apa ini ?
Ini ada dimana - mana.
Kita harus berlindung.
Kita aman disini, sepertinya.
Kau pernah melihat sesuatu seperti ini, Slim?
Tak pernah, bahkan saat ada kapal dari utara ...
Menabrak karang dan lautan penuh pisang.
Tapi ini bukan pisang.
No comments yet. Be the first to leave one.