Release info

바람과--구름과--비-Wind Clouds and Rain E06-NEXT-iQIYI
A Commentary by skysoultan
Ep. 6 iQiyi. Synced for NEXT version Runtime > 1:05:19. Follow @skysoultan on Instagram.

Tags

other
Published on: 2020-06-06
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tolong hentikan!

Tuan Muda Chun-jung berbeda.

Seolah-olah dia bersinar.

Kau ingat ucapan ibu?

Jangan sampai orang lain tahu.

Kau tidak boleh menunjukkan kemampuanmu kepada orang lain!

Kau yang akan mati!

Jadi, kau yang punya bakat asli, bukan ibumu?

Bong-ryun!

Ibu!

Sudah lima tahun sejak itu?

Apa kau masih ingat aku?

Aku sudah menunggu lima tahun, di bukit dengan pita diikat ke pohon.

Bong-ryun!

Beraninya kau menyentuhnya!

Kunang-kunang juga datang untuk menyambutmu.

Itu pasti kau, Bong-ryun-ku.

Raja!

Menurutmu kau bisa menemukan Tuan Muda dari Ganghwa berikutnya?

Anda mencari seseorang yang berpotensi menjadi raja?

Satu juta koin.

Kekayaan keluarga kitalah yang Choi Gyung sita

dan sembunyikan di kapal.

Masa depan keluarga kita bergantung pada misimu di Ganghwa.

Aku menyaksikan Choi Gyung dan anak buahnya memindahkan mesiu ke kapal.

Bong-ryun!

Tuan, kau bilang takdirku.

Di mana pun jalan itu berakhir, akan kubuat jalan sendiri.

Aku akan menunggu dengan sabar dan tidak pernah melupakan...

Aku akan membalas kematian ayahku.

Kau tergila-gila dengan wajahku?

Wajahmu mengagumkan.

Tapi masa depanmu hanyalah orang biasa yang suka bersenang-senang.

Kau meramal masa depanku atau mengejekku?

Tidak perlu marah.

Aku tidak meramal masa depanmu.

Tuan Chun-jung!

Ini benar-benar kau, Tuan Chun-jung.

Aku tidak ingin tahu kenapa kau mengkhianatiku.

Menemukan kebenaran tidak akan mengembalikan ayahku.

Aku berencana mewarisi mahkotanya kepada seorang kerabat.

Cari dan temukan kerabat dengan moral dan kebijaksanaan yang baik.

Ini Dinasti Joseon Keluarga Lee.

Jangan pernah lupakan itu!

Sekarang, kau tidak perlu mengkhawatirkan penerus.

Ha-jeon adalah pemuda baik-baik

yang akan memimpin negara ini sebagai raja baru.

Bagaimana menurutmu?

Maukah kau bergabung denganku dalam liga besar

dan meramal untuk lebih banyak bangsawan?

Panti asuhan diancam.

Mereka bilang akan menghancurkannya.

Tolong bantu.

Sebesar apa pun keinginanmu untuk meraih kesuksesan,

itu tidak mungkin jika dunia tidak memanggilmu.

Serta sekeras apa pun kau menyangkalnya,

jika dunia memanggilmu, kau harus keluar dan menyerahkan hidupmu.

Itu disebut

takdir.

Episode 6

Apa maksudnya ini?

Aku diperintahkan untuk menahanmu di dalam.

Apa? Siapa yang memberi perintah seperti itu?

Tuan Kim Byung-woon! Silakan masuk kembali.

Tuan Putri!

Haruskah aku mengingatkanmu siapa aku?

Ketidaksopanan akan membahayakan nyawamu!

- Bawakan aku kuda! - Baik, Nona!

Tuan Choi!

Tuan Choi!

Apa yang kau lakukan?

Raja telah memerintahkan agar pembongkaran dihentikan!

Ini perintah PM Kim Jwa-keun!

- Hancurkan! - Baik, Tuan.

Tidak!

Hentikan!

Tuan!

Tuan, bangun.

Tuan!

Tuan, kau harus sadar!

Tuan, kau bisa melihatku?

Kau harus bangun.

Minggir.

Kau!

Beraninya kau!

Aku akan membawa pria ini.

Semuanya mundur.

Pria ini penjahat.

Dia akan dibawa ke pengadilan, Tuan Putri.

Tidak sebelum kau membunuhku.

Baiklah, jika memang harus, bawa dia.

Tuan, bangun!

Kita harus pergi.

Tolong bangun.

Letnan.

Antar Tuan Putri pulang.

Baik, Tuan.

Pindahkan dia.

Apa?

Panti asuhan dibongkar?

Yujobso, panti asuhan di Dinasti Joseon

Memperlakukan titah langsung Raja sebagai sampah.

Lihat saja nanti.

Kelak aku akan menghabisi Keluarga Kim-moon

Dengan...

Kurasa Tuan Choi tidak bisa membaca kematiannya sendiri.

Kau sudah sadar?

Ayah!

Ayah!

Tidak... Ayah!

Senang bertemu denganmu, Chun-jung.

Kenapa kau tidak melepas ini dahulu?

Aku mau minta maaf dahulu.

Maafkan aku

karena telah membunuh ayahmu.

Kau!

Berengsek!

Dasar bedebah!

Berhenti!

Dengar baik-baik! Kami telah menyiapkan pengakuanmu.

Putra Choi Gyung, pelaku kejahatan Choi Chun-jung,

bersekongkol dengan Lee Ha-jeon, Lee Ha-eung, dan Lee Hang-ro

untuk membunuh Raja dan menobatkan diri.

Jika aku menolak?

Aku mengagumi keberanianmu,

tapi kau pasti akan menurutiku.

Tidak ada yang bertahan dari tempat ini.

Bawa Choi Chun-jung ke ruang air dan jangan biarkan dia tidur.

Kita akan melanjutkan interogasi setelah menjinakkannya.

Baik, Tuan!

Bangun.

Kau ingat ruangan ini?

Seharusnya familier bagimu, Tuan Putri.

Ada apa

dengan ruangan ini?

Kau tidak tahu?

Ruangan ini adalah identitasmu.

Keberadaanmu!

Kau sudah lupa capmu? Tuan Putri.

Aku bisa menyeretmu ke ruangan ini

serta menutup mata dan telingamu selamanya.

Mungkin mematahkan kedua kakimu juga.

Tentu, lakukan itu sekarang juga.

Jika Anda berani membunuh putri Raja,

lakukan sekarang!

Raja hanyalah orang-orangan sawah

dan dia akan segera binasa.

Kau hanyalah binatang buas yang diikat.

Jangan pernah melupakan siapa dirimu.

Anda yang tidak boleh lupa!

Janji yang Anda buat.

Anda tidak boleh mencelakai Chun-jung, itu janji kita.

Jika Anda tidak menepati janji dan membunuh Chun-jung...

Alih-alih janji, aku akan memberi Anda ramalan.

Apa...

Dengar baik-baik.

Anak-anak Anda akan menerima akibatnya.

Sama seperti perbuatan Anda kepada Chun-jung dan ayahnya.

Anak-anak Anda akan menjadi penjahat dan diburu,

serta akhirnya mereka akan bunuh diri.

Dosa ayahnya akan dibayar oleh anak-anak!

Tutup mulutmu!

Jangan pernah lupa.

Anda tidak akan membunuh Choi Chun-jung.

Tidak akan pernah!

Sekarang, kau siap menulis pengakuanmu?

Diam, Berengsek.

Bagaimana Choi Chun-jung yang perkasa menyerah secepat itu?

Aku harus berusaha lebih keras untuk mengubah pikiranmu.

Kenapa? Kau berubah pikiran?

Ini baru permulaan. Tetaplah kuat.

Makanlah daging, isi perutmu.

Hei! Bagaimana kalian bisa makan di saat seperti ini?

Kami juga pelanggan yang bayar.

Beri aku nasi lagi, nasi!

Astaga, kenapa aku repot-repot?

Tapi rasanya enak.

Kakak, bagaimana? Apa kata Kapten?

Kapten Lim tidak bisa dihubungi sekarang.

Dia pergi untuk mengawal pejabat pemerintah.

Kapten lain tidak berguna. Mereka bahkan tidak mendengarkan.

Jadi, kau datang dengan tangan kosong? Pecundang!

Pecundang?

Apa yang bisa kulakukan di sana?

Menari telanjang?

Ya! Kau harus melakukan apa pun!

Lagi pula, hidupmu tidak sepenting itu.

- Apa katamu? - Apa?

Baiklah, ayo pergi.

Pergilah ke kantor polisi negara dan menari telanjang.

Mereka akan menghargai tubuhmu dan membebaskan Chun-jung!

Kau pikir aku tidak bisa? Menurutmu begitu?

Ayo! Menari?

- Menari! Ayo! - Di mana?

Kalian berdua, hentikan!

Kalian berdua tidak membantu!

Pergilah, kalian harus pergi.

Kenapa kau selalu menyuruhku pergi?

- Kenapa? - Kepalaku...

Kenapa?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left