Marry My Husband

Marry My Husband (내 남편과 결혼해줘)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

내남편과결혼해줘ㅡMarry My Husband S1EP11 AMZN-RT-01:09:42
A Commentary by DD_Movie

Tags

other
Published on: 2024-02-06
Downloads: 96
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bagaimanapun, yang tak terelakkan akan terjadi.

Setelah ayahku meninggal,

setiap hari rasanya seperti di atas perahu.

Aku ingin hidup bahagia.

Aku ingin kestabilan.

Aku ingin berdiri di atas tanah.

Aku bukan orang yang tepat untukmu.

Karena aku ingin kau bahagia.

Kau akan menyesalinya.

Tidak akan kusesali.

EPISODE 11

BERDASARKAN SERIAL WEBTOON NAVER MARRY MY HUSBAND KARYA SUNGSOJAK

Halo.

Astaga. Yang Ju-ran.

Kau baru sampai kantor?

Itu tidak baik.

Ju-ran, kau tidak bisa begini.

Kau sekarang bagian manajemen.

Kau harus datang lebih awal.

Komputermu harus menjadi yang pertama menyala.

Selain itu, aku tak ingin mengatakan ini,

tapi aku baca surel Jomart-mu. "Jika butuh apa pun, beri tahu aku"?

Apa kau akan melakukan permintaan semua orang? Begitu?

Ya, ampun, inilah masalahnya wanita.

Jika sikapmu begitu, seluruh tim kita bisa terlihat buruk.

Yang benar saja.

Pak Kim bahkan sudah bukan manajer.

Saat dia manajer, dia tak pernah datang awal dan menyalakan komputer.

Kurasa kau harus menegur sikapnya.

Ini sudah resmi diumumkan.

Tapi dalam posisinya...

Posisi apa? Dia sudah bukan manajer.

Kurasa kau harus menegaskan bahwa kau adalah bosnya.

Kau tak masalah, tapi karyawan baru bisa sulit beradaptasi dengan tim kita.

Permisi sebentar.

Aku sangat benci Kim Gyeong-uk.

- Ya. - Dia yang paling buruk.

Beraninya dia bersikap begitu?

Apa dia tidak punya malu?

Orang waras tidak akan begitu.

Jangan mengada-ada.

Aku sudah menjadi manajer.

Bagaimana bisa pulang pukul 17.00?

Pulang kerja pukul 18.00...

Kau mungkin tidak tahu,

tapi waktu kecil aku pemarah.

Kakekku selalu menekankan pentingnya kesabaran.

Itu pedoman hidupku...

Kapan aku merendahkanmu?

Apa aku gelandangan?

Apa ini enak?

Ya, rasanya seperti kopi.

- Ya. - Aku juga mau.

Aku tak boleh mengantuk.

Sepertinya aku harus pulang cepat dan kembali lagi nanti.

Orang tuamu tak bisa bantu?

Ini pasti berat bagimu.

Suamiku di rumah. Bagaimana bisa aku minta tolong orang tua?

Tapi kau mengerjakan semuanya.

- Mencemaskan soal... - Suamiku...

Aku merasa terekspos.

Kau sama seperti aku.

Aku juga mencemaskan suamiku...

Bukan, pacarku.

Pada akhirnya, akulah yang hancur.

Hei.

Aku banyak belajar. Kesabaran juga ada batasnya.

Orang jahat tak akan menghargai kesabaranmu pada mereka.

Apa Pak Yu tak datang ke kantor hari ini?

Tidak. Ada yang perlu kau laporkan?

Hari ini dia mengambil cuti sakit.

Kurasa dia masuk angin.

Belakangan ini dingin. Ini pertama kalinya dia cuti.

Buka mulut.

Hei, aku bilang tidak butuh.

Kau keras kepala sekali. Apa kau perlu membuatnya?

Kau bukannya kasihan padaku.

Ini demi memuaskan dirimu. Sudah kubilang, aku tak suka bubur.

Tapi satu suap saja.

Aku bilang tidak mau. Sialan.

Aku selalu begini.

Apa dia tidak ada?

Kodenya 20130419.

Kode sandiku.

Pang?

Pak Yu!

Pak Yu!

Pak Yu!

Bangunlah. Ayo ke rumah sakit.

Rupanya Kang Ji-won.

Kita tak bisa terus-menerus bertemu seperti ini.

Kau tak apa-apa?

Tadi dokter datang.

Aku sudah minum obat.

Apa kau masih...

cemas?

Apa terasa goyang?

Semoga kau tidak merasa seperti di atas perahu.

...setiap hari rasanya seperti di atas perahu.

Kakiku menjejak kuat, tapi perahunya terus bergoyang.

Aku merasa cemas.

Aku tak bisa jadi tanah pijakanmu.

Aku ingin kestabilan.

Aku ingin berdiri di atas tanah.

Aku ingin jadi tanah pijakan.

Semoga kau stabil dan bahagia.

Karena kau orang yang baik.

Apa kau pria itu?

Aku sangat kecewa.

Aku tahu itu kau begitu melihatmu lagi.

Kau selalu ada di hatiku.

Halo!

Kau sangat mirip kakakmu.

Apa? Aku mirip?

Itu penghinaan.

Kau kejam.

Aku mau membahas strategi.

Aku punya dua tiket musikal. Kalian harus pergi bersama...

Aku...

Ji-won...

Apa?

Kukira aku tidak apa-apa.

Aku bukan kalimat yang salah...

dalam novel Ji-won.

Apa? Kalimat salah? Apa artinya?

Hei. Kau tak apa-apa?

Demammu sudah turun. Baguslah.

Aku harus ke kantor!

Apa terjadi sesuatu tadi malam?

Tunggu.

Kau tak akan bilang semalam itu khilaf, bukan?

Bukan, itu tak pernah terjadi. Aku minum obat, jadi aku tak sadar.

Kupikir aku bermimpi melihatmu.

Berarti kau ingat.

Aku bilang apa tadi malam?

Kau punya sisi mengejutkan.

Kau bicara kasual kepadaku.

Maaf.

Kau mengharapkan aku stabil dan bahagia.

Kau mengenaliku saat kita bertemu lagi.

Juga...

kau terus menyukaiku.

Lalu kau ingin jadi tanah pijakan bagiku.

Ji-won, aku...

Maaf aku tidak mengenalimu.

Kita mungkin menyesalinya.

Tapi mari kita menyesalinya bersama.

Maka kita akan baik-baik saja.

Terus terang, saat kau menyatakan perasaanmu,

kupikir itulah alasan aku hidup kembali.

Agar bisa memercayai orang lagi,

menyukai seseorang,

dan hidup bahagia.

Aku bisa begitu, 'kan?

Apa acaramu akhir pekan depan?

Kita? Terserah yang kau mau.

"Kita"?

Mari bicara.

Di sini saja.

Kita harus bekerja bersama.

Tapi mengabaikanku membuat orang lain tidak nyaman.

Kau yang tidak nyaman.

Kalau begitu, jangan melakukan perbuatanmu itu.

Sialan!

Minggir! Minggir sana!

Aku minta putus

karena hubungan kita sudah tidak seperti dulu lagi.

Aku ingin hubungan yang membuat semua orang iri.

Sialan.

Di mana letak kesalahannya?

Apa kau cuma kenal wanita di timmu?

Kau buat masalah dengan wanita buruk itu,

wanita yang ini juga tak kelihatan lebih baik.

Aku akan jujur.

Tidak kukira putraku akan menikah seperti ini.

Tapi karena kau lulusan Universitas Hankuk.

Dia dari jurusan bisnis. Pintar dan ulet bekerja.

Dia juga akan bekerja habis melahirkan. Bagus, bukan?

Aku suka belajar, Bu.

Anak lelaki itu mirip dengan ibunya.

Jangan marah.

Ibuku juga tak mengira aku akan menikah seperti ini.

Tapi aku sudah meyakinkannya.

Selain itu, ibuku menyukai Kak Min-hwan.

Benar.

Jadi, ayahmu menjalankan bisnis di Busan?

Ibumu seorang guru?

Ya.

Sebelum ayahku meninggal,

keluarga kami sangat bahagia.

Aku hanya ingin hidup seperti orang tuaku dulu.

Mereka sangat saling mencintai

dan sangat menyayangi anak-anaknya.

Dari yang kulihat di kelas memasak, kau itu pintar.

Kekuranganku banyak. Semoga kau bisa mengajariku.

Awalnya, seorang wanita harus bertemu pria yang tepat.

Melihat seleramu memilih pria, kau itu sangat pintar.

- Makanlah. - Ya.

Kau benar. Anak lelaki itu mirip dengan ibunya.

Maka itu Min-hwan mirip denganku

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left