The first 200 lines.
noebot08 -
Shochiku Cinema Ltd
THE ONLY SON
Sebuah film karya Yasujiro Ozu
Produser : James Maki
Skenario : Tadao lkeda & Masao Arata
Sinematografi : Shojiro Sugimoto
Sound recording : Hideo Mohara & Eiichi Hasegawa
Sutradara : Yasujiro Ozu
Pemain :
Choko lida sebagai Otsune Nonomiya
Masao Hayama : Ryosuke kecil Shinichi Himori : Ryosuke dewasa
Yoshiko Tsubouchi : Sugiko Mitsuko Yoshikawa : Otaka
Chishu Ryu : Tn. Okubo Tomoko Naniwa : Ny. Okubo
Kozo Bakudan : Putera Okubo Kozo Tokkan : Tomi
Tragedi dalam kehidupan berawal karena belenggu orang tua dan anak
Sajak elegi oleh Ryunosuke Akutagawa
Shinshu, Jepang, 1923
Dibeli kepompong musim semi
Ibu, 4 murid akan melanjutkan pendidikan ke SMA tahun ini.
Benarkah?
Pak guru tadi bertanya apakah aku juga akan lanjut sekolah.
Kau jawab apa?
Aku diam saja.
Melanjutkan sekolah butuh banyak biaya.
Tak usah sekolah!
Akan ibu buatkan kue beras.
Selamat malam.
Senang bisa bertemu anda.
- Jangan repot-repot. - Silakan duduk.
Terima kasih atas semua bantuan yang telah anda berikan pada Ryosuke.
Tidak juga.
Ryosuke murid yang pandai, sebuah kebanggaan bisa mengajarnya.
Benarkah? Terima kasih.
Dia bilang bahwa anda akan meyekolahkannya ke SMP.
Aku senang mendengarnya.
Di jaman sekarang orang butuh pendidikan yang baik.
Sayang jika Ryosuke hanya tamat SD.
Terima kasih.
Aku senang anda memutuskan untuk mendukung sekolahnya.
Pendidikan yang tinggi sangat penting.
Aku sendiri ingin belajar lagi di Tokyo.
Aku tidak bisa berkembang di kota terpencil ini.
Aku senang dengan keputusan anda.
- Maaf telah mengganggu. - Tidak mengganggu.
Ryosuke? Ryosuke!
- Tn. Okubo mau pulang! - Tak perlu ganggu dia.
Sampai jumpa.
Ryosuke!
Kenapa kau berbohong?
Aku tidak mampu membiayai sekolahmu, bodoh!
Kapan Tn. Okubo pergi?
Besok siang. Naik kereta.
Oh, baiklah.
Dia guru yang bagus.
Sudah aku duga, cepat atau lambat dia akan pergi ke Tokyo.
Yang dia bicarakan cuma Tokyo, Tokyo...
Semoga sukses, Tn. Okubo!
Kau boleh melanjutkan sekolah.
Aku berubah pikiran.
Bila kau tidak bersekolah sementara anak lainnya bisa...
....aku akan menyesalinya.
Aku mau kau melanjutkan ke SMP. Mungkin sampai kuliah.
Belajar yang giat dan menjadi laki-laki sukses.
Jika kau berhasil, almarhum ayahmu pasti bangga.
Aku akan melakukan apapun demi sekolahmu. Mengerti?
Jangan pedulikan rumah. Belajarlah yang giat, paham?
Kau akan bersekolah.
Aku akan menyekolahkanmu ke SMP.
Hanya itu yang bisa aku lakukan untukmu.
Kau mengerti?
Aku semakin tua dan aku ingin kau menjagaku di sini.
Tapi seperti yang dikatakan Tn. Okubo, butuh pendidikan bagus untuk bisa maju.
Jangan kuatirkan ibu, belajar saja yang giat.
Paham?
Kau mengerti maksudku?
Aku akan jadi pria sukses, bu.
Shinshu, 1935
Anakku mendapat pekerjaan di Tokyo.
Benarkah? Hebat.
Waktu terasa cepat berlalu.
Menurutmu begitu? Bagiku, waktu terasa lambat.
Aku berencana berkunjung ke Tokyo musim panas ini.
Pasti menyenangkan.
Anakku sudah berumur 27 tahun.
Sudah waktunya menikah.
Tokyo, 1936
Lama tak berjumpa.
Ibu pasti kelelahan karena perjalanan ini.
Tidak, aku tidak lelah.
Ada penumpang yang baik padaku...
...dia bahkan mentraktirku makan di Takasaki.
Dia baik sekali.
Bagaimana kabar kota Shinsu?
- Musim dingin di sana sangat berat. - Benarkah?
Ini adalah jembatan sungai Sumida.
Sebelah sana adalah jembatan Kiyosu.
Astaga, jembatannya besar sekali.
Aku senang ibu datang.
Rumahku sudah dekat. Di seberang lapangan itu.
Tempatnya agak kumuh.
Ibu jangan kaget.
Kenapa? Kaget kenapa?
Aku sebenarnya telah menikah.
Mari, kita ke sana.
Ini rumahnya, bu.
Silakan masuk.
Hai, ibu sudah sampai.
Silakan masuk.
Selamat datang. Silakan masuk.
Senang berjumpa dengan anda.
Ini Sugiko.
Aku senang ibu datang.
Senang bisa bertemu denganmu. Terima kasih sudah merawat anakku.
Rumahnya berantakan.
Ibu, ke sini.
Dia lahir tahun lalu.
Sulit mencari nama yang bagus. Aku putuskas memberi nama Jiichi seperti ayah.
Dia banyak tidur.
Ini cucumu.
Bisa bicara sebentar?
Bagaimana dengan makan malamnya?
- Kau pegang uang? - Sedikit.
Mau makan malam apa, bu?
- Ibu mau makan apa? - Terserah.
Terserah?
Beli ayam saja.
Jangan lama-lama.
- Siapa dia? - Orang tuanya pemilik sebuah restoran.
Pemilik restoran?
Dia dulu tinggal dekat kosku saat aku masih sekolah.
Aku seharusnya mengabari ibu. Maaf.
Tak apa. Dia sudah jadi isterimu.
- Kenapa? - Aku sudah pesan makan.
Uangnya cukup?
- Baik-baiklah pada ibuku. - Ya.
- Aku dengar kau bekerja di balai kota. - Aku keluar pertengahan tahun lalu.
Keluar?
Aku cuma sebentar kerja di sana. Aku akan segera mencari pekerjaan.
Pak?
Aku tidak paham bagaimana sudut BFD dan BFA sama besar?
Kau paham kenapa sudut ini bisa sama besar?/ Ya, pak.
Sama seperti segitiga PBD dan PAE...
...keduanya sudutnya sama besar.
Di dalam persegi PBCA ada lingkaran...
...sehingga, ini dan ini besarnya sama.
Jadi, sudut berikutnya sama besar.
Aku mengerti, pak.
Kau mengerti?
Ini adalah teorema yang sangat terkenal.
Bisa pinjam 10 yen?
10 yen?
- Aku tidak punya 10 yen. - Kalau begitu 5 yen saja.
Maaf merepotkan.
Terima kasih.
Tn. Matsumura, bisa pinjam 5 yen?
Ibuku datang ke sini...
Tolong bantu aku.
Akan aku kembalikan saat gajian nanti.
Aku beri bunga 10%.
Maaf...
Maaf merepotkan... dadakan seperti ini.
Terima kasih.
Berapa banyak biaya sekolahnya?
Tinggal sedikit, tapi kami bisa mengaturnya.
Aku pulang!
Selamat datang.
- Malam. - Selamat datang.
Maaf lama menunggu. Guru tidak bisa pulang seenaknya.
Cicipi ini.
Buatkan teh.
Bantal untuk ibu.
Seandainya aku tahu kau telah berkeluarga, aku akan bawa oleh-oleh untuk mereka.
- Hari-hariku menyenangkan. - Itu bagus.
- Bagaimana kabarnya Tn. Okubo? - Dia baik-baik saja.
- Mau berkunjung ke sana besok? - Tentu saja.
Kita ke sana. Dia pasti akan terkejut.
Coba yang lainnya.
Isi kue yang ini berbeda.
Kita sudah sampai.
Pemotongan Babi
Halo.
Kejutan apa ini.
Silakan masuk.
Aku benar-benar terkejut.
Silakan, silakan...
Silakan...
Berikan alas duduk untuk ibumu.
Aku senang anda ke sini. Sudah lama tak berjumpa.
Kapan anda tiba?
Kemarin sore.
- Benarkah? - Lama tak bertemu.
Maaf sudah lama tak mengirimi anda surat.
Aku kadang mendengar kabar anda dari Ryosuke.
Tapi seperti yang anda lihat...
Bagaimanapun juga, aku senang anda mampir ke sini.
Maaf, Ryosuke, bisa ambilkan handuk?
Yang ini?
Terimakasih. Sabunnya kadang membuatku perih.
- Ini. - Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.