The first 200 lines.
Sub bY NETFLIX
Resynced == ANANG KASWANDI ==
LOKASI, KARAKTER, ORGANISASI, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
Aku…
Aku masih
mencintaimu.
- Kau tertawa? - Memangnya tak lucu?
Bagaimana bisa aku tak tertawa?
Konyol sekali.
Apa maksudmu?
Kau mengataiku wanita jahat, ingat?
Oh Dae-o yang hebat masih mencintai wanita jahat yang mematahkan hatinya?
Yang benar saja.
- Jangan bercanda. - Ae-jeong…
Karena kau suasananya menjadi canggung.
Joo A-rin pasti kesal.
Berikan tasku.
Jangan pernah lakukan ini lagi.
Tidak cocok.
EPISODE 7
Ae-jeong?
Ae-jeong?
Nak?
Astaga!
Yeon-woo, ini benar kau, 'kan?
Kau sangat tampan.
- Astaga. - Banyak orang.
Ibu akan memperkenalkanmu kepada semuanya. Akhirnya mereka bertemu kau.
- Ayo! - Tunggu.
Dia tertawa.
Apa perkataanku lucu?
Pak Cheon.
- A-rin? - Nona Noh baik-baik saja?
Mungkin.
Aku kaget karena dia terjatuh tadi.
Aku merasa bersalah karena dia jatuh di hadapan para tamu.
Dia hanya perlu mencuci bajunya.
Omong-omong, bagaimana denganmu? Kau tak apa-apa?
Kau harus hati-hati. Kau tak boleh terluka.
Kau mencemaskanku?
A-rin!
Ternyata kau di sini.
Aku mencarimu. Kenalkan, ini putraku.
Begitu rupanya.
Aku sedang mengobrol dengan sutradara.
Apa? Sutradara?
Jadi, apa berarti dia…
Sutradara Cheon Eok-man?
Ya, salam kenal. Aku Cheon Eok-man.
Halo. Senang bertemu denganmu.
Aku Joo Bo-hye, CEO Cheonmyeong Entertainment.
Lalu ini putraku, Oh Yeon-woo.
Halo. Aku Oh Yeon-woo.
Salam kenal.
Senang bisa bertemu orang penting di sini.
Jabat tangannya.
Sepertinya kalian akan sering bertemu.
Dia putra tunggalku.
Ibu…
Kau sudah bertemu produser film kami?
Produser Noh Ae-jeong.
Dia juga datang? Di mana dia?
Dia sedang pergi, tapi belum kembali.
- Benarkah? - Ibu,
aku permisi dahulu.
Apa? Kenapa?
Tunggu.
Aku permisi sebentar.
Ada apa dengan dia?
MALAM CHEONMYEONG
Aku masih mencintaimu.
Pria gila. Perkataannya konyol.
Lebih baik aku pulang.
Ae-jeong!
Yeon-woo?
Syukurlah. Hampir saja.
Kenapa kau di sini?
Apa?
Itu…
Aku ada janji dengan seseorang.
Tapi hari ini kau sangat tampan.
Benarkah?
Benar. Sangat tampan.
Apa sesuatu terjadi kepadamu?
Aku menumpahkan sesuatu.
Tunggu sebentar.
- Jangan… - Mari ikut denganku.
Aku baik-baik saja.
Percayalah kepadaku.
Yeon-woo?
- Aku baik-baik saja. - Ayo.
Siapa wanita yang bersamanya?
Astaga, tunggu.
- Yeon-woo? - Bu Joo!
- Bu Joo? - Halo, Bu.
Halo.
- Pakaianmu sangat mewah. - Kau sangat cantik, Bu.
Coba lihat.
Bukan yang ini.
Ini cocok denganmu.
Tak perlu. Kenapa kau belikan aku baju?
Aku sampai kemari untuk membelikanmu baju.
Aku mau kau ganti baju itu.
Aku bisa ganti baju di rumah.
Ayo pulang saja.
- Aduh. - Ae-jeong, tunggu.
Kakiku lecet karena sudah lama tak pakai sepatu tinggi.
Coba pakai ini.
Tak perlu, Yeon-woo.
Kau perlu sepatu agar bisa bekerja keras.
Kubilang tak perlu.
Ini hanya baju dan sepatu.
Astaga.
Kalau begitu…
Aku bayar dahulu.
Kau sudah setuju.
Halo.
- Aku mau beli ini. - Baik.
KANTOR CEO
JENNIFER SONG
Kau mencariku?
Kudengar Ryu pergi ke acara Malam Cheonmyeong.
Ya, dia juga ingin bertemu Joo A-rin.
Seberapa hebat film itu
sampai dia mau bekerja dengan Joo A-rin yang dia benci?
Bukan begitu.
Film ini adalah karya Cheon Eok-man.
- Hanya itu? - Apa?
Apakah ini?
Inikah hal yang kau rahasiakan dariku?
RYU JIN MENJADI PEMBICARA DI SMP HANBAK
KELAS SPESIAL BAGI PEMIMPI DI HANBAK
Halo. Lama tak bertemu, Joo A-rin.
Kau memang aktris yang hebat.
Kau tak lupa itu berkat siapa, 'kan?
Aku selalu mendukung…
dirimu…
Sial. Tak mungkin aku mendukungmu.
Aku bisa menyumpahimu terus dan itu belum cukup.
Astaga.
Haruskah aku bekerja dengan orang sombong itu?
Halo.
Kenapa dia tak jawab teleponnya?
Apa dia pergi dengan si berengsek itu?
Sedang apa kau?
Jin?
Kau aneh. Kenapa ada di depan toilet wanita?
Bukan begitu.
Ae-jeong tiba-tiba menghilang. Aku pikir dia ada di toilet wanita.
Aku harus pergi. Sampai jumpa.
Kenapa dia?
Jin.
Jika datang bersama, bukankah harus pulang bersama?
Bukan berarti aku mau pulang dengannya,
tapi harusnya tak begini.
Aku pulang dahulu.
Kenapa dia?
Menyebalkan sekali. Apa hanya perasaanku saja?
Mungkin hanya perasaanku.
Maafkan aku. Aku sungguh akan pergi.
- Tapi Jin… - Hei.
Sebenarnya kau akan di sini atau pergi?
Ayo kita pergi bersama.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Boleh aku berfoto denganmu?
Maaf, aku sedang bersama temanku.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Aku menyatakan cinta.
Kubilang kepada Ae-jeong
bahwa aku menyukainya.
Apa?
Tapi dia bilang itu konyol.
Astaga.
Apa perkataanku lucu?
Aku menyatakannya dengan serius.
Tapi dia bilang jangan bercanda dan pergi.
Apa aku ditolak?
Aku harus bagaimana?
Aku sangat berdebar waktu melihatnya,
cemas saat tak melihatnya,
dan aku tak bisa menguasai hatiku.
Aku tak bisa menyerah.
Bagaimana bisa aku berhenti saat baru mulai punya perasaan padanya?
Tidak bisa.
Kau tahu…
dia punya anak, 'kan?
Aku tahu.
Aku tahu dia punya anak.
Aku tak bercanda.
Aku serius.
Perasaanku benar-benar tulus.
Aku harus pergi. Orang-orang memperhatikanku.
Jin, mau ke mana?
Cepat duduk.
Jin?
Kau sungguh akan pergi?
Pak Koo, kenapa kau datang kemari selarut ini?
Nona Noh pergi ke acara Malam Cheonmyeong.
Kau datang sendiri hari ini?
No comments yet. Be the first to leave one.