The Legendary Tycoon (传奇大亨)

The Legendary Tycoon (传奇大亨)

Download Indonesian Subtitle

Release info

传奇大亨 The Legendary Tycoon E 30
传奇大亨 The Legendary Tycoon E 32
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[Episode 30

Tags

other
Published on: 2018-02-17
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

~ Episode 30 ~

Kong Linjie jelas mengincar kita.

Pantas saja mereka bilang kondisi keuangan Satu Prestasi Hebat sangat bagus.

Ternyata ayah angkatnya, Wang Ting-en, yang membiayainya.

Tapi aneh, dulu sebelum perang kakinya baik-baik saja, kenapa sekarang cacat?

Xiaoyu, aku takut aku tidak bisa pulang bersamamu dan menelepon anak-anak kita.

Tidak apa. Pekerjaanmu penting. Aku akan jelaskan pada mereka.

Terima kasih.

San'ge,

apakah kau bisa memesankan penerbangan paling pagi untukku?

Kau mau kemana?

Kue ini

telah terlalu lama dimakan sendiri oleh keluarga Gu.

Sudah waktunya untuk membagi-bagikannya.

Da'ge, aku sudah melaksanakan perintahmu,

Kalau tidak ada yang lain lagi, aku izin kembali ke kamar.

Aku masih harus memeriksa rencana produksi baru.

Tidak perlu.

Hari ini hari yang membahagiakan jadi mari kita rayakan.

Periksa saja pekerjaanmu besok.

Paman Wang, Kakak selalu bilang kesempatan hanya ada untuk orang-orang yang siap.

Aku tidak pintar. Aku butuh waktu lebih lama untuk melakukan persiapan.

Kak, kalian berdua lanjutkan saja minum-minum. Aku kembali ke kamar dulu.

Oke, pergilah.

Adikmu jujur dan punya kemampuan.

- Dengan bantuannya, bebanmu bisa diringankan. - Ya.

Hari ini kita menang dengan cantik.

Tapi kelak antara Satu Prestasi Hebat dan keluarga Gu

akan ada peperangan yang panjang.

Kita akan bermain dengan baik di masa depan.

Tiga? Harusnya lebih banyak.

- Ya. - Menurut pendapatku,

hanya ada sisa tiga saja.

Ini film percintaan, jadi apa yang kalian bertiga tertawakan?

Kami menghitung berapa kali

aktor dan aktris dalam filmnya akan loncat untuk bekerja pada Satu Prestasi Hebat.

Aku jadi ingat,

Gu akan melawan gelombang pencaplokan dari Satu Prestasi Hebat.

Judul yang bagus untuk edisi berikutnya, kan?

Tidak, harusnya "5 Aktor dan 5 Aktris kabur ke Satu Prestasi Hebat, Gu menderita gempa bumi."

Kurasa yang terbaik adalah, "Satu Prestasi Hebat menang dan mencaplok,

Gu turun pamor dan harta."

Bos Gu!

Kurasa Satu Prestasi Hebat memang sengaja melawan Gu.

Mereka membeli dan mencaplok aktor dan aktris.

Untung saja aku mengubah jadwalku

dan meninggalkan Singapura lebih awal.

Sepertinya aku benar-benar sudah meremehkan Satu Prestasi Hebat.

Siapa yang punya uang, menang.

Aturan permainannya selalu seperti itu.

Bukankah itu "keadilan" yang kau maksud?

Tapi apa menurutmu mereka hanya bisa menghabiskan lebih banyak uang daripadamu?

Bagaimana menurutmu?

Kau ingin dengar kejujurannya atau yang baik-baik saja?

Apa ada bedanya?

Sejujurnya, kali ini, Satu Prestasi Hebat pantas mendapat penghargaan.

Tapi mereka baru mulai. Sementara Gu Bersaudara?

Gu Bersaudara memiliki sejarah yang panjang

dan kondisi yang lebih maju.

Sangat mungkin sekali kau akan memenangkan penghargaan lain kali.

Apa ini yang sebenarnya?

Yang sebenarnya?

Yang sebenarnya, film-film Gu Bersaudara payah.

Kalian sudah bertahun-tahun tidak mengalami kemajuan.

Tidak maju, artinya mundur. Apa kau tidak memahami prinsip itu?

Keuntungan dan kelarisan film

Gu Bersaudara

cukup kuat untuk mengalahkan mereka.

Itu dulu. Orang-orang tidak punya pilihan.

Mereka hanya bisa menonton film-film Gu.

Tapi apa kau tahu mereka menyukainya atau tidak?

Tapi mereka masih suka menonton film kami hingga sekarang.

Kalian bisa lihat ulasan film dari para wartawan. Semuanya memuji.

Kau membohongi dirimu sendiri.

Kau tahu sendiri kau sudah membayar mereka dengan uang.

Kau membuat mereka puas dengan uang

dan mereka menulis ulasan yang bagus sebagai gantinya.

Kau harus cari waktu untuk ke bioskop

dan memantau reaksi para penonton dengan serius.

Kau bisa mengkritisi film-film-mu dengan lebih baik.

Aku sudah membuat begitu banyak film. Aku lebih tahu apa yang diinginkan penoton daripadamu.

Meskipun angka kelarisan film Gu turun,

itu tidak ada hubungannya dengan kualitas film.

Itu karena masalah periklanan.

Ke depannya, aku harus mengeluarkan lebih banyak uang

untuk mengiklankan dengan lebih baik

maka aku sudah bisa menyelamatkan reputasi Gu.

Tidak akan mudah.

Kalau kau ingin mengalahkan Satu Prestasi Hebat,

kau harus membuat

strategi yang lebih baik.

Aku sangat setuju.

Aku perlu rekan, yang memiliki bakat menulis,

memahami film

dan bisa dipercaya.

Kenapa kau memandangku?

Aku dengan tulus mengundangmu lagi.

Maukah kau bergabung dengan Gu dan menjadi tangan kananku?

Ketulusanmu bagaikan orang sedang melamar untuk menikah.

Tapi aku sudah cukup jelas mengatakannya padamu.

Aku tidak akan menerimanya.

Pandangan kita tentang film terlalu berbeda.

Kita tidak memiliki visi yang sama. Bagaimana mungkin kita bisa berjuang bersama?

Kau hanya sekedar penyunting di kantor berita.

Hanya sekedar pegawai.

Kenapa kau begitu mencintai pekerjaanmu?

Kenapa kau tidak berikan saja aku harga?

Berapa bayaran yang kau inginkan agar mau bergabung dengan perusahaan kami?

Aku bisa memberikanmu penawaran khusus.

Caramu membujukku itu sama seperti caramu membuat film.

Pantas saja film-filmmu kualitasnya semakin buruk.

Biarlah aku terus menjadi orang luar.

Memberikan kritik pada film-filmmu, itu saja.

Baiklah!

Aku harus kembali ke kantorku untuk membuat ulasan.

Tapi tenanglah, aku tidak akan berkata keras.

Aku tidak akan terlalu kejam pada film-filmmu.

Sebagai teman, aku ingin mengingatkanmu.

Jangan lupa alasanmu memulainya.

Itulah kunci untuk mengalahkan para pesaingmu

dan menyelamatkan reputasi Gu.

Tidak kuduga Wenbin sudah lulus dan sekarang jadi asistenmu,

membantumu mengelola perusahaan. Filmmu memenangkan begitu banyak penghargaan.

Selamat, Linjie.

Apakah kau benar-benar berbahagia untukku?

Aku hanya bercanda.

Terima kasih. Tapi kurasa kau tidak mengunjungiku hanya untuk mengucapkan selamat, kan?

Sudah lama sekali sejak kita terakhir bertemu.

Jadi aku datang kesini untuk mengobrol denganmu.

Kau berubah banyak. Aku ingin tahu kenapa.

Ya, aku sudah berubah.

Aku bukan hanya menjadi pemilik perusahaan film, tapi juga orang cacat.

Lihat kakiku yang menyedihkan ini, apakah kau masih mau mengucapkan selamat?

Apa yang sebetulnya terjadi?

Aku tidak mendengar kabar darimu setelah kau pergi.

Aku mencarikan dokter untukmu tapi sayang sekali aku bertemu segerombolan orang Jepang.

Mereka menghajarku

dan melemparku kedalam kamp konsentrasi.

Sudahlah, aku sekarang baik-baik saja.

Aku hanya berjalan lebih lambat dari sebelumnya.

Jangan memandangku seperti itu.

Ini tidak ada hubungannya denganmu.

Maafkan aku.

Kau pasti membenciku,

jadi kau ingin mengalahkan Yanmei.

Aku tahu apapun yang kulakukan saat ini tidak akan bisa menggantinya.

Kau kira aku masih sama seperti dulu?

Kau kira aku membuat film untuk balas dendam pada kalian berdua?

Ya, awalnya aku memang memutuskan untuk membuat film karena Gu Yanmei.

Karena film-filmnya buruk.

Aku terinsiprasi untuk menyelamatkan pasar yang semakin menurun.

Antara Satu Prestasi Hebat dan Gu Bersaudara hanyalah persaingan dagang.

Aku hanya ingin meningkatkan kualitas film-film Cina.

Jujur saja pada dirimu sendiri.

Apakah kau masih tahan menonton film-film yang dibuat oleh Gu Bersaudara saat ini?

Aku tadinya berpikir

bahwa kau sungguh-sungguh datang kesini untuk mengenang masa lalu bersamaku

dan ingin tahu tentang kawan lamamu ini.

Tapi sepertinya kau hanya memikirkan suamimu.

Jika kau datang menemuiku hanya untuk memintaku untuk berhenti bersaing dengan Gu Bersaudara,

tidak perlu repot-repot.

Lebih baik kau pulang dan yakinkan suamimu

untuk tidak membuat film-filim busuk itu lagi.

Karena kalau aku menang karenanya, maka tidaklah berarti.

Aku masih banyak pekerjaan. Permisi.

Kak.

Ada apa?

Kau memintaku untuk membicarakan film berikutnya denganmu saat aku tidak ada pekerjaan.

Itu benar.

Kak, kau kelihatan lelah. Bagaimana kalau kau istirahat lebih awal dan kita bicara besok?

Oke.

Kalau begitu, kita bicarakan saat rapat besok.

Kalau begitu aku tidak akan menggaggumu lagi.

Bos Gu, masalahnya adalah uang.

Zhang Wei,

kau bisa bertahan dalam posisimu saat ini dalam industri film

adalah karena Gu Bersaudara.

Aku sudah berjanji untuk menambah bayaranmu sebesar 10%.

Aku yakin Satu Prestasi Hebat

tidak akan memberimu lebih banyak dariku.

Bos Gu, aku sudah membuat banyak sekali film komersil bersamamu.

Aku ingin melakukan film yang memang ingin kubuat.

Dalam hal ini, pendapatku sama dengan Satu Prestasi Hebat.

Jangan membuat posisiku sulit.

Gelas ini untuk menunjukkan rasa terima kasihku padamu karena mengenali potensiku.

Kalau begitu, aku permisi dulu. Semoga kelak ada kesempatan untuk kita bekerjasama.

Terima kasih.

Hati-hati.

Tolong, berdansalah denganku.

Jangan lihat kesana; berdansalah denganku.

Jangan marah. Yang sedang berdansa dengannya adalah pemilik perusahaan film.

Hanya bersosialisasi saja. Setelah lagu ini selesai, dia akan kembali untuk menghiburmu.

Laki-laki di sebelah ibumu,

dia bukan ayahmu. Benar?

Kau juga mengira dia ayahku?

Ibuku memang seperti itu.

Dia selalu memaksaku untuk berdansa dengan laki-laki yang jauh lebih tua.

Aku kesal sekali kalau dia melakukan hal itu.

Tapi maksudku bukan kau.

Kau tidak kelihatan terlalu tua.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left