The first 172 lines.
Astaga.
Aku sangat kepanasan.
Benar sekali.
Sekarang suhunya berapa?
Menurut Pear Pad-ku ...
... suhu di Hollywood ...
... 39,4 derajat Celsius.
- Aku benci berkeringat. - Aku juga.
Lenganku terasa seperti daging ham yang hangat dan lembap.
Hai! Aku kepanasan, tapi masih ceria.
Robbie, kau tak minum airmu?
- Jangan. - Berikan kepadaku.
Baiklah.
Ada apa?
Kau tidak berkeringat.
Kau menikmatinya?
Kenapa kau tidak berkeringat?
- Aku tidak berkeringat. - Semua orang berkeringat.
- Jade tak pernah. - Jade tak berkeringat.
Apa maksudmu dia tak berkeringat?
Berkeringat menjijikkan, jadi, aku tak melakukannya.
Lalu kau apa? Berdarah dingin?
Jade, berdarah dingin? Mengejutkan sekali.
Penyihir itu menyemprot tabir surya ke mataku!
Tolong aku, Rob.
Semua baik-baik saja. Kau tak apa-apa.
Sudah kubersihkan.
Kini warna kulit mukaku tak akan merata.
Apa kabar, Para Pria dan Wanita?
- Uang itu untuk siapa? - Untukku.
Aku memasang kolam anak kecil di sana, tarifnya lima dolar untuk lima menit.
- Sinjin, waktumu tersisa tiga menit! - Baiklah!
Apakah benar keringat dan air seni sama seperti saudara?
Apa?
Kapan gelombang panas ini akan berakhir?
Mereka bilang sampai hari Selasa.
Kenapa mereka bilang begitu?
Astaga, di Valley suhunya sampai 41 derajat Celsius.
- Periksa Pantai Venice. - Baik.
Suhu di Venice ...
... 33 derajat Celsius.
- Ayo kita ke Venice. - Kalian mau?
- Maksudmu bolos sekolah? - Aku setuju dengan itu.
Maksudku hari Sabtu. Aku bisa pinjam mobil pamanku ...
... dan sambungkan karavanku dan pergi ke pantai.
- Itu ide bagus. - Ayo kita pergi.
Pantai? Aku ikut!
- Bukan. - Pergilah!
Aku tak sabar!
Tak ada yang menyukaimu!
Hei.
Lihat Sinjin!
Dia menelungkup di kolam anak kecil.
- Benar. - Tak apa-apa.
Dia masih memiliki waktu dua menit.
Apa kau baik-baik saja?
Mungkin kau harus memberinya pernapasan buatan?
Sudahlah, dia tak apa-apa.
Menuju PANTAI! Saatnya MENYEJUKKAN diri! Seru!
Bersemangat
PANTAI VENICE TEMPAT PARKIR
Aku harus buang air kecil!
- Cepat kembali! - Baik!
Kandung kemihnya sebesar milik tupai.
- Siap untuk bersenang-senang di pantai? - Ya!
Beck, karavan ini keren sekali.
- Terima kasih. - Kau tinggal di sini?
Diparkir di halaman orang tuaku.
Setidaknya kau punya orang tua.
Hei. Itu urusan pribadi.
Aku tahu.
Hei. Kenapa semua jendela gelap?
Ayahku membeli karavan ini dari seorang penyanyi rap.
Semua jendela dilapisi dari kaca antipeluru.
- Siapa namanya? - Fat Biscuit.
- Fat Biscuit yang tenar itu? - Astaga!
Kabarnya, dia sudah kurus.
Ya, karena dia melakukan operasi perut.
Baguslah untuk Fat Biscuit.
- Hei. - Apa?
- Kau tak khawatir soal tak berkeringat? - Tidak.
Bagaimana jika kelak keringatmu terkumpul dalam tubuhmu lalu meledak?
Itu akan menyenangkan.
Baiklah, di sini mulai panas.
- Ya, ayo kita keluar. - Ayo, kita ke pantai!
- Lewat sini! - Baik.
Ada apa?
Entahlah, pintunya tak bisa dibuka.
Aku suka pantai!
Kau membawa tabir surya untuk Ayah?
Ayo.
- Buka pintunya! - Ada yang menghalangi pintu.
Astaga. Ada orang bodoh parkir karavan besar di sebelah.
Terserah, kita keluar dari pintu belakang saja?
Tak ada pintu belakang.
Itu bodoh sekali.
Aku mulai kepanasan.
Bisa buka jendelanya?
Kacanya antipeluru dan tak bisa dibuka.
- Terima kasih, Fat Biscuit. - Apa?
Maksudku penyanyi rap pemilik karavan ini dahulu.
- Aku makin kepanasan. - Dorong saja pintunya.
Aku tak bisa mendorong karavan seberat 3.175 kg.
- Dorong lebih keras! - Itu tidak masuk akal.
Sudahlah! Jangan panik.
Bung, tak ada yang tahu kita terperangkap di sini.
Cat baru saja ke toilet, dia akan segera kembali ...
... lalu dia bisa memajukan truk dan mengeluarkan kita.
- Benar juga. - Baiklah.
- Maafkan aku. - Semua akan baik-baik saja.
- Aku membawakan limun. - Terima kasih.
- Ya. Tak masalah, Bung. - Ya!
- Hai! - Halo.
- Apa kabar? - Lagu apa itu?
- Entahlah. - Menurutku keren.
Kau mau bergabung dengan kami?
Tak bisa. Aku harus kembali ke teman-temanku.
- Ayolah! - Beberapa menit saja.
- Kami mohon. - Ayolah.
- Baiklah. - Ya!
Di mana Cat?
Dia sudah pergi selama 20 menit.
Beratnya hanya 41 kg. Sebanyak apa air seninya?
Akan kutelepon dia. Berapa nomornya?
- Aku sudah mencoba. - Tak ada sinyal.
Sudah kubilang jangan membeli F-Mobile!
Lalu di mana ponselmu?
Tertinggal dalam celana. Nenekku mencucinya.
Semua kontak dalam ponselku hilang.
Bisakah kita nyalakan penyejuk?
Tak berfungsi jika mesin mobilnya tak menyala.
Nyalakan mobilnya.
Aku tak bisa keluar.
Kenapa kalian mengundangku kemari?
- Kami tak mengundangmu! - Kau datang sendiri!
Tak ada yang menyukaimu.
Aku mulai merasa sangat kepanasan.
Suhu di sini 39 derajat Celsius!
Aku perlu minuman dingin.
Aku juga.
Di mana minumannya?
Di dalam mobil.
Kita harus berbuat apa?
Cat!
- Cat! - Cat!
Cat!
Terima kasih sudah menolongku.
Awas!
Aku akan mengenaimu. Dia di belakangmu!
Dingin sekali!
Panas sekali!
Aku tak percaya Cat belum kembali juga.
Berapa suhunya sekarang?
41,6 derajat Celsius.
Selama ini aku berdoa setiap malam menjadi lebih seksi.
Bukan ini maksudku!
Ada bagian dari diriku yang kukira tak bisa berkeringat.
Astaga.
Aku lupa sesuatu.
Apa?
Aku membawa kipas.
- Kipas bertenaga baterai. - Keluarkan.
Cepat.
Ayo.
- Kipas? - Ini dia!
Yang benar saja.
Hanya itu?
Itu kipasmu?
Ya.
Itu tidak cukup besar.
Ini memalukan.
Kau mengejek kami.
No comments yet. Be the first to leave one.