The first 200 lines.
Catch .44
Menyedihkan, bukan?
7 tahun aku bekerja denganmu.
Tujuh tahun.
Aku menyukaimu.
Selalu memperhatikanmu.
Aku tak pernah percaya padamu.
,...dan itulah rahasianya.
Itu rahasianya?
Ya. / Ya, dia benar, Tes.
Semua orang sudah tahu itu.
Mengapa kau tidak memberitahu yang lain?
Baik.
Rahasia nomor dua: palsukan.
Itu pasti bukan rahasia.
Semacam itu.
Jadi apa hubungannya dengan apa yang akan kita lakukan sekarang?
Akan kuberitahu.
Kebanyakan wanita menerapkan rahasia nomor dua pada...,
Seks. Saat yang paling nyata.
Terlalu nyata, sebab itu sudah tuntutan alam.
Itu merupakan kelemahan wanita.
Tetapi memalsukannya, bisa membawamu hidup di alam pria.
Siapa yang mau hidup di alam pria?
Kita sudah hidup di alamnya, kawan.
Baiklah, kalau begitu aku mau tanya.
Apakah kau akan memalsukannya jika kau berkompromi?
Karena kau tidak bisa memalsukan kompromi.
Bisa sebagian.
Apa artinya?
Kompromi adalah setengah palsu. Sebab jika kau tak setuju,
kau akan memiliki semuanya, seandainya kau tak menyetujuinya.
Kau diuntungkan. Sebagai contoh,
Orang akan meninggalkan toilet yang sudah ada orangnya.
Mereka melakukan itu karena mereka tahu tak akan bisa menang.
Dan aku tak bisa berpura-pura tak memikirkannya...,
ketika mereka meninggalkan toilet karena diriku ada di dalam.
Lakukan perlahan. Begitukah kompromi di akhirnya?
Ya, apa aku harus bilang kita harus memalsukan hal itu?
Aku berkompromi karena aku memalsukan sesuatu untuk mendapat keinginanku.
Kalau tidak aku akan menolaknya.
Apa yang kau bicarakan?
Kukira kau bingung sendiri.
Tidak, mungkin hal ini terlalu rumit untuk kau pahami.
Tidak sama sekali.
Aku tahu maksudmu. Aku cuma tidak setuju denganmu.
Bagiku, kompromi bukanlah kepalsuan.
Baiklah. Kita sepakat untuk tidak setuju.
Atau kita setuju bahwa aku benar. Sebab itulah kompromi.
Begini saja,
aku akan memalsukannya. Dan kita bisa menyetujuinya.
Baik.
Tapi kau berkompromi untuk menyetujui pemalsuan itu.
Bisa kujelaskan, jika itu terlalu rumit.
Kali ini sepertinya kau kalah, Tes.
Terima kasih.
Hei.
Kara!
Apa? / Berhentilah menatap pria itu.
Aku tidak menatap. / Ya, kau menatapnya.
Kau tahu apa arti kata "mencolok"?
Atau perlu kujelaskan juga?
Kara, berhenti menatapnya. / Aku tidak mencolok.
Kita hanya gadis biasa di sini.
Kita mencolok sekali.
Baik, bagaimana kalau itu orang kita? Maksudku, bukankah Mel...,
Kau lihat mobil orange di luar?
Bagaimana pendapat kalian tentang Harry dan Sally?
Bagaimana mereka?
Aku tidak kuatir pada mereka. Mereka tidak berbahaya.
Bagaimana kalau kita kehilangan jejak? Kita menghabiskan 20 menit...,
bersama Deputi Elmore. Bagaimana jika ia datang lalu pergi?
Jadi, kita harus bagaimana?
Kau punya rencana?
Mel bilang pukul 2:30.
Baiklah.
Kutebak dia pemilik kedai ini. Tak mungkin...,
mereka datang ke sini tanpa menguntungkan baginya.
Jika ada yang tahu semuanya, itu dia.
Baik. Aku akan mengurusnya.
Kita cari tahu apa yang dia ketahui.
Aku menjaga pintu. / Aku mengurus pengemudi truk.
Aku tak akan mengatakannya.
Kalian pasti tahu apa ini.
Tenanglah, Billy Bob. / Siapa pengemudi truknya dan dimana itu?
Kubilang, siapa diantara kalian yang tahu dimana truk itu?
Kara?
Kara.
Kau baru selesai mandi?
Ya.
Apa yang kau lakukan satu jam lalu?
Aku sedang mandi. Apa yang kau lakukan?
Mobilnya sudah kuisi bensin. Kita bisa segera keluar dari sini.
Jangan buat masalah.
Berkemaslah. Tes akan marah.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Hai, aku sedang di luar. Nanti kuhubungi.
Permisi.
Kau sangat cantik.
Dengar, bukankah kau...,
Bukan. / Aku tadi melihatmu di sana.
Kukira mungkin...,
Maaf. Namaku David.
Dave. Temanku memanggilku Dave.
Sekarang aku tahu panggilanmu.
Kau butuh tumpangan? / Apa aku kelihatan butuh tumpangan?
Entahlah. Kau butuh tumpangan?
Kau tahu, Dave?
Ponselku kehabisan baterai.
Bisa kupinjam ponselmu?
Tentu. / Bagus.
Ini. / Terima kasih.
Aku lupa nomornya.
Terima kasih. Kau baik sekali.
Mungkin kita bisa jumpa lagi.
Kenapa tadi?
Pecundang itu mengira bisa membawaku.
Tidak. / Kita punya uang bensin.
45 dolar? Dasar pecundang.
Dia mencoba bercinta denganku hanya dengan 45 dolar?
Aku bisa membayar 40 kali lipat untuk bokongmu.
Aku bilang apa.
Apa rencana kita?
Kita akan mendatangi beberapa restoran pojok.
Dimana? / Di seberang sungai.
Mengapa Mel menyuruh kita ke sana?
Dia tak pernah menyuruh kita keluar dari Parish.
Karena sesuatu yang besar telah datang.
Ada seseorang yang memasuki rute mengiriman Mel.
Siapa?
Entah, tapi Mel tidak suka.
Ada truk yang bongkar muat di sepanjang Teluk.
Dia membawanya dan menyerahkan ke pengemudi lain
yang sudah menunggu dengan uang tunai.
Siapa pengemudinya? / Itulah tujuan kita ke sana.
Mel ingin menguasai pengiriman itu.
Dan mencari tahu siapa pengemudi itu.
Yang membuatku senang ikut operasi ini adalah
mereka tidak saling mengenal, mereka hanya singgah untuk makan.
Jadi mereka tak akan melakukan tindakan bodoh
dengan resiko tertangkap membawa muatan ganja.
Dia pasti akan pergi. Begitu juga untuk B.
Dia akan menangis di hadapan FBI
karena uang narkobanya dirampok.
Kita harus tiba di sana sebelum mereka melakukannya.
Tunggu mereka sampai muncul.
Hei!
Apa?
Aku dengar. Sisi seberang sungai. Baik.
Betul tak apa-apa? Ini masalah besar, Kara.
Jangan sampai dicurigai.
Mel tak tinggal diam jika kita mengacaukan ini.
Sekarang waktunya.
Ya? / Selatan di 140.
Seberang rawa.
Cari buaya yang merayap di punggung patung China.
2:30.
Ya?
Selatan 140, 40 mil.
Apa yang terjadi di sana.
Selamat malam.
Selamat malam.
Mobilnya bermasalah? / Ya.
Sepertinya bannya kempes.
Oh, ya. / Ya?
Pasti itu. / Tak baik berkeliaran...,
di malam seperti ini dengan ban kempis.
Tidak.
Ada tungku seukuran lapangan bola di sini.
Jika kau tak merasa panas,
yang ini pasti panas.
Itulah masalahnya di sini.
Pertama, kau harus mengganti ban. Kedua, kau tahu sendiri,
kau akan berbaring di sisi jalan, sekarat karena kepanasan.
Siapa namamu, bung?
Indicott.
Karena aku tidak berada dalam mobil.
Aku kepanasan.
Aku Indicott. Kau mengerti?
Aku ingin segera masuk sekarang,
sebab aku sangat lelah, udara juga panas di luar sini.
Panas sekali, bukan, Indicott?
Nah, Indicott, apa masalahnya?
Selangnya rusak atau apa?
Seperti itulah.
Aku..., aku..., / Ya?
Aku hanya..., Aku tidak bisa...,
aku tak bisa memperbaiki mesin ini.
Hmm. / Tampaknya...,
Aku tak tahu harus berbuat apa karena...,
Aku harus menjemput gadisku. Dan dia..., dia...,
Dia manis sekali, seperti bunga aster.
Dan ini..., ini...,
benda ini, ini hanya...,
ini hanya..., aku...,
Aku tidak tahu bagaimana memperbaiki motor.
Kau beruntung malam ini, Indicott.
Bisa menyingkir sebentar agar aku bisa memeriksanya?
Kau bisa? / Ya. / Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.