Release info

해피ㅡ선데이ㅡ1박2일ㅡ1N2DㅡS04 E36 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
RT 01:20:25.

Tags

other
Published on: 2020-08-10
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Mereka pergi berwisata untuk memperbaiki kekurangan"

"Kamp Kekurangan"

"Ini perang suku agar tidak harus tidur di tempat bersejarah"

Menakutkan sekali.

"Tim mana yang akan tidur di sini?"

"Tim Sedikit Tidak Cakap sangat percaya diri"

"Tim Tidak Cakap ingin membintangi drama baru"

"Perang suku dimulai di langit"

"Sungguh"

"Sangat"

"Tidak Cakap"

"Tim Tidak Cakap kalah dan harus tidur di luar ruangan!"

"Kami tahu"

"Kami punya kekurangan"

"Kami punya banyak kekurangan!"

"Lokasi tidurnya menanti mereka yang kalah"

"Mereka membuat kita tidur di sini"

"Bukankah ini kali pertamamu tidur di langit?"

"Mereka kehilangan kata-kata menghadapi kenyataan"

"Apa ini masuk akal?"

"Bisakah kita tidur di sini dengan selamat?"

"2 Days 1 Night"

"Malam itu dihabiskan 530 meter di atas daratan"

"Bahkan dengan angin kencang pun"

"Tim Tidak Cakap tidur dengan tenang"

"Kami merekam dengan aman di bawah pengawasan tim keamanan"

"Dalam sejarah acara ini"

"Mereka menyambut pagi di penginapan tertinggi"

"Tapi di sana berisik"

"Suara anginnya sangat kencang"

"Menggeliat"

"Se Yoon bangun"

"Seon Ho bangun setelah Se Yoon"

"Di tengah-tengah semua ini, Jong Min tidur nyenyak"

"Karena angin, mereka bangun sebelum alarm pagi menyala"

Kenapa lagunya tidak diputar?

"Kenapa lagu alarm pagi belum berbunyi?"

Mungkin saja kita tidak bisa mendengarnya.

Ayo turun.

Jong Min.

"Bangunlah"

"Ini sudah pagi?"

Astaga. Silau sekali. Astaga.

Aku butuh kacamata hitam.

"Semua orang di Tim Tidak Cakap bangun"

Aku tidak bisa membuka mataku.

Tidak menakutkan di pagi hari.

"Haruskah aku memotretnya?"

"Saat kegelapan menghilang, pagi hari di Seoul"

"Terungkap"

"Pemandangannya tidak terhalang"

"Pemandangan di menara tertinggi menyegarkan mata dan suasana hati"

"Foto oleh Seon Ho"

"Tingkat keberanian mereka meningkat"

"Sementara itu, bagaimana kabar Tim Sedikit Tidak Cakap?"

"Mereka masih tidur"

"Keluarlah"

"Siapa yang menyuruhku keluar?"

"Silakan keluar sekarang"

"Tertawa"

"Tim Sedikit Tidak Cakap bangun"

"Tim Tidak Cakap turun saat mendengarkan lagu itu"

"Selamat pagi"

"Mereka turun"

"Untuk menemui Tim Sedikit Tidak Cakap"

Kamu tahu lagu alarm paginya?

Apa itu dari "The Lion King"? Dari mana asal lagu itu?

Apa Haha yang menyanyikannya?

Kurasa itu lagu oleh suku sungguhan.

- Ya, itu benar. - Benarkah?

"'Na Wan Ray' oleh Sangrafu"

"Lagu oleh band dari Republik Suriname"

Tapi kedengarannya mereka bernyanyi dalam bahasa Korea.

- Sungguh? - Jadi, lagunya ramai dibicarakan.

"Lagunya bisa dilarang untuk peserta ujian karena melodi menariknya"

"Anggota tua juga bergabung"

"Silakan keluar sekarang"

"Dia terdengar seperti penyanyi lagu itu"

"Tim Tidak Cakap tiba di waktu yang tepat"

- Halo. - Hai.

- Hai. - Apa tidur kalian nyenyak?

Kalian tampak baik-baik saja.

- Astaga, itu menyenangkan. - Astaga.

Itu menyenangkan.

Pemandangannya luar biasa.

- Omong-omong, - Terima kasih banyak.

- itu suatu kehormatan. - Benar. 550 meter.

Kalian tidur di menara tertinggi di Korea.

Benar. Itu menara tinggi.

Apa ada kesulitan di malam hari?

"Tidak juga"

Itu...

Cukup nyaman, tapi juga tidak begitu nyaman, bukan?

Ya. Itu benar.

"Jawabannya tepat sasaran"

- Tidak senyaman itu. - Dia terlalu pintar.

Kurasa dia genius.

"Inilah kelas kepala suku Tim Sedikit Tidak Cakap"

Baiklah. Berdasarkan misi pagi hari ini,

kalian mungkin bisa pulang.

- Pekan ini adalah Kamp Kekurangan. - Ya.

Sepanjang perjalanan ini,

kami terlalu menekankan kelemahan kalian.

Jadi, kami menyiapkan misi ini.

"Penasaran"

Misi pagi hari ini adalah

Kompetisi Nasional

Pamerkan Apa Saja.

"Pamerkan Apa Saja"?

- Kami bisa memamerkan apa pun? - Sesuatu yang kami kuasai?

"Misi pagi, Kompetisi Nasional Pamerkan Apa Saja"

Kalian bisa memilih bakat yang paling kalian yakini

- dan bertanding. - Astaga, dia menakutkan sekali.

Kalian baru bisa pulang saat memenangkan pertandingan

untuk bakat yang kalian pilih.

Jika ada anggota yang pulang, kalian harus menunggu 30 menit

lalu kalian bisa melanjutkan ke permainan berikutnya.

Waktu pulang akan ditunda

untuk anggota terakhir. Dan anggota terakhir

akan menunggu 30 menit untuk kali terakhir dan pulang.

Ini seperti perjalanan ke pulau terpencil.

Omong-omong, kalian menyiapkan benda itu?

Apa sebutannya? Produk itu?

- Apa maksudmu? - Produk apa?

- Apa yang kamu jual? - Kamu punya produk?

- Tentu. Produknya sudah disiapkan. - Ya.

- Kenapa dia bilang "produk"? - Mereka punya segalanya.

Ada produk yang menyenangkan dan membosankan.

Kami telah menyiapkan properti.

Lihatlah propertinya dan pikirkan bakat kalian.

Lalu, kalian akan berkumpul dan memulai kompetisinya.

Apa? Begitu rupanya. Aku pandai dalam hal itu.

Tunggu, ada properti untuk limbo.

"Semua orang menemukan properti mereka sendiri"

Kamu bisa memilih itu.

- Ayo kembali sekarang. - Aku tidak bisa.

Bisakah kita bersaing dengan itu?

"Siapa anggota yang bisa pulang lebih dahulu?"

"Urutan Kompetisi Pamerkan Apa Saja"

Seon Ho, beri tahu kami bakatmu.

"Apa bakat Seon Ho yang akan dia pamerkan?"

"Apa bakatnya"

"Yang akan mengatasi kekurangannya di masa lalu?"

Menghabiskan soda dan bersiul.

"Menghabiskan soda dan bersiul"

- Botol soda 1,5 liter? - Kita semua bisa minum satu.

Aku ingin melakukannya meski aku kalah.

Menghabiskan soda dan bersiul.

Astaga, aku harus minum soda dengan perut kosong.

Kita seharusnya melakukan hal seperti makan sup rumput laut.

"Itu akan menjadi santapan mengenyangkan"

"Kecewa"

Itu akan lama disiapkan.

Lalu kenapa? Aku tidak akan melakukannya.

"Tertawa"

- Baiklah. Mulai. - Ini dia.

"Bakatnya adalah dia bisa cepat meminum soda"

- Baiklah. - Bersiaplah.

"Bersiaplah"

"Jika Seon Ho menang, dia bisa pulang lebih dahulu"

"Pertandingan dimulai"

"Semua orang mulai meminumnya"

"Meneguk"

"Melirik"

"Dia sudah menyerah"

Astaga, perih.

"Dia meminumnya tanpa henti"

Apa?

"Tidak mungkin. Dia berhasil?"

Kita kalah.

"Dia berhasil bersiul setelah menghabiskannya"

"Bersiul"

- Apa yang kamu lakukan, Se Yoon? - Se Yoon.

- Se Yoon... - Tunggu.

"Tunggu"

Perutku sakit. Sakit sekali.

Serdawa.

- Perutku sakit. - Serdawa.

"Dia terlalu memaksakan diri"

Apa itu tadi?

Aku tahu bagaimana rasanya.

Aku sudah melakukannya di depan 500 hingga 600 orang.

Ada rumah sakit di dekat sini.

"Berdiri"

Cobalah beserdawa.

"Jung Hoon tiba-tiba mendekati Seon Ho"

Aku harus membantunya serdawa seperti membantu anak-anakku.

Duduklah. Luruskan punggungmu.

- Aku minum di depan banyak orang. - Terima kasih.

Kamu harus beserdawa.

- Kurasa aku baik-baik saja. - Bisakah Seon Ho melakukan ini?

"Ini sangat efektif"

Dia beserdawa. Dia berhasil.

"Seseorang baru saja datang"

- Apa itu tadi? - Ayah.

"Saling memandang"

Kamu lihat wajahnya tadi?

Tangannya hangat.

"Tangan Ayah adalah obatnya"

"Terharu"

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left