Release info

ของแขก-The Djinns Curse NF-2024/RT-01:38:07
A Commentary by DD_Movie

Tags

other
Published on: 2024-04-19
Downloads: 95
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

RITUAL DALAM FILM INI BERDASARKAN

BEBERAPA KEPERCAYAAN YANG MUNGKIN

TIDAK SESUAI DENGAN ISLAM.

Berhenti! Kau mau ke mana?

Kau mau ke mana?

- Cukup! - Cukup!

Nee! Cukup!

Cukup.

Kembali!

Cukup!

Di mana benda itu?

Nee.

Cukup.

Berikan kepada Toh-Ma.

Tidak.

Ayah.

Tidak.

Tali! Cepat, ikat dia!

Di mana Jin itu?

Lepaskan aku! Lepaskan!

Jangan bergerak!

Cukup!

- Di mana Jinnya? - Tak ada padaku!

Di mana Jin Nenek Buyut itu?

Tidak ada.

Inikah dia?

- Ayo, bicara! - Ya, Toh-Ma.

- Ini dia? - Ayah!

Cukup!

Diam! Akan kuhancurkan! Jangan kau simpan!

Tidak! Tidak!

- Percayalah. - Tidak!

Lepaskan aku.

Tidak.

Tolong, biarkan aku pergi. Tolong aku.

Lepaskan aku.

Ayah.

Kenapa kau lakukan ini?

Kemari dan ambil talinya!

Cepat, kemari!

Aku akan membawa kalian semua…

ke neraka!

Aku takkan pergi!

Aku akan mencari pengganti wanita ini!

JIN DASIM NENEK BUYUT

PERSIMPANGAN NARATHIWAT 4 KM

SUNGAI-KOLOK 42 KM

Tolong buka bagasinya.

Ini lagu baru artis kita...

SEMUANYA TAHU KAU PERGI.

Tak bisa ditutup lagi? Katamu tadi sudah bisa.

seorang rapper dari Narathiwat…

AKU HARUS BILANG APA?

JANGAN UNGKIT KELUARGAKU

BILANG AKU KE LUAR NEGERI

Sampai di sini perjumpaan kita. Assalamualaikum.

Kalian mau kemana?

Maaf?

Ada apa?

Dari Bangkok?

- Ya. - Mau ke mana?

Narathiwat. Aku pejabat di sana.

Baiklah. Pergilah.

- Terima kasih. - Selamat datang.

Sial. Seharusnya dari awal dia berbahasa Thailand.

Apa kau yakin…

temanmu Chad punya pekerjaan dan rumah untukmu?

Kita tak bisa bayar perjalanan pulang.

Hei…

kau harus belajar memercayaiku.

Naik, dasar jendela sialan!

Setiap memikirkan momen itu, aku merindukannya.

Kita dulu sering bersenang-senang.

Benar.

Sebenarnya terlalu sering.

Wow.

Rumah yang besar.

Bagaimana, Sayang?

Cukup bagus?

Lumayan.

Lingkungannya juga bagus.

Benar.

Dan ada laut di belakang.

Benarkah?

Ini kuncinya.

Semoga kau bahagia dengan hidup barumu di sini.

Terima kasih banyak.

Kau ada waktu sore ini

untuk bahas pekerjaan?

Tentu. Sekarang pun bisa.

Hei.

Suratmu ada di sana.

Surat apa?

PERINTAH PENYITAAN

Jika bukan karena itu, kau tak akan membawa kami ke sini.

Ibu, ada obat?

Kram menstruasi.

Tentu, nanti Ibu ambilkan.

Bu, aku mau pulang.

Lin,

kita sudah bicara?

Begitu kita tiba di sini,

jangan bicara soal ingin pulang, oke?

Tapi aku tak mau di sini.

Tak ada teman.

Ke mana pun aku pergi dan bicara,

tak ada yang mengerti aku.

Aku ingin pulang. Paham?

Lin, kau tak dengar ucapan Ayah?

Ayahlah yang tak mengerti ucapan orang.

Ini, Sayang.

Pergilah.

Sebentar. Lin!

Bicara dengan Ayah dahulu.

Beri dia waktu beradaptasi.

Lin, Meena, turunlah ke sini.

CARA MENCEGAH ILMU HITAM

ILMU HITAM JIN

Lin, Sayang?

Meena, turunlah kemari. Ayo.

Bawa barang-barang ini ke gudang.

- Ruangan ini? - Di sana.

Apa isi kotak ini, Meena?

Entahlah. Mungkin beberapa barang dari rumah ini.

Harus kutaruh di mana?

Di sini.

Meena,

lihat ini.

Kalung ini bergaya vintage yang kau suka.

Coba kulihat.

Antik sekali.

Meena, di sini juga ada sesuatu.

Apa itu?

Lihatlah.

Coba kulihat.

Ini, pegang.

Di situ, lihat?

Benda apa ini?

Sepertinya tanduk binatang, ya?

Apa itu?

Mungkin tikus?

Lin, Meena, kemari.

Ya, Ibu.

Ibu memanggil, ayo.

Ayo.

Di sana. Ayo.

- Berat sekali. - Pelan-pelan.

Geser ke sana.

Berat sekali.

Kucing jadi-jadian, 'kan?

Itu pasti kucing Nenek Buyut.

Kucing jadi-jadian?

- Lihat? Yang muda. - Ya.

Pasti dirasuki oleh ilmu hitam.

Apa yang terjadi?

Kurasa cucu Toh kesurupan.

Ding, kau mau coba kali ini?

Ayah,

aku tak mau. Lihat. Sebaiknya Ayah saja.

Kau tak berguna.

Bagaimana kau bisa belajar?

Pergi dari tubuh ini.

Tidak, akan kuambil.

Ini bukan milikmu.

Akan kuambil!

Akan kuambil.

Aku berlindung pada Allah dari setan.

Berhenti berdoa!

Berhenti!

Pegang erat-erat dan angkat dia.

- Hai, Pak Win. - Hai, Toh-Imam.

Kapan kau tiba?

Baru hari ini.

Makanya bisa melihat insiden tadi.

Kaget?

Itu tak biasa di sini. Kadang-kadang saja terjadi.

Sedikit kaget.

Ngomong-ngomong,

gadis itu terkena 'kutukan Jin Arab'?

Hei!

Kau mengatakan itu untuk cari perkara?

Aku Muslim Thailand, bukan Arab.

Kau memprovokasi? Ayo berkelahi.

Tenang, Ding. Kau sudah gila?

Dia bilang kutukan Jin Arab,

bukan menyebutmu itu.

Ambil barang di mobil. Nanti kususul.

Dasar brengsek.

Maaf.

Bukannya memakai otak, anak itu cuma memakai emosinya.

Tidak apa-apa.

Kau akan bekerja untuk komunitas di sini?

- Ya. - Selamat datang.

Terima kasih.

Oh! Apa-apaan ini!

Ibu?

ILMU HITAM JIN

JIN DASIM MENYEBABKAN KEBENCIAN DAN PERANG

BAGAIMANA MENCEGAH KUTUKAN JIN?

MENGGUNAKAN JIN UNTUK MELAWAN JIN

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left