Release info

70 Berat Sebuah Tekad
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2015-07-13
Downloads: 26
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

sudah agak lama kusadari betapa lemahnya diriku

yowai jibun nante tokku ni jikaku shiten da yo

ku tak ingin terlalu akrab dengan seseorang seperti itu

sonna mon ni nareaitakunai ne

walau kuputuskan benang kegalauan dunia yang tak ada baiknya ini

tatoeba zokuseken dame da to nageku doukasen

itu takkan nyalakan api di bawahku

jibun ni hi ga tsukanu you ni

kita berpegangan tangan selama ribuan tahun

iku sennen mo te wo toriatte teitaraku wo

urusan menyedihkan ini terkuak dan kita mendarat di tempat berbeda

sarashiatte zureta chakuchi ten

walau ku harusnya bisa tertawa dan melihatnya

waratte mieta tsumori na no ni

jarak jauhnya tampak begitu jauhnya

toonoku kyori ha So Far

walau bukan karena ku kesepian

sabishii wake ja nai no ni

walau ku terus mengejarnya

oikakeru no ni

bawalah cintaku, terus coba ambil cintaku dan buatku menggila

boku no ai wo kurae Love wo kuratte miro Drive Me Crazy

kau pasti tahu cita-cita seseorang

dareka no risou wo hoshitten darou nee

ku tak ingin lakukan hal seperti biarkan kesensitifan kedewasaanku

kansei no seijuku nante shitaku ha nain da

kau mengerti, 'kan?

wakaru deshou

inilah simpati sederhana, yang lenyap di depan mata

tanjun Sympathy kieta me no mae no

lebih menggelora dari

keshiki ha aseta

warna yang memudar

iro yori koi

ZainuddinAri

mempersembahkan

Akan aku perlihatkan sesuatu yang menarik!

Mana mungkin kubiarkan begi-

Aku tak bisa lompat?

Kenapa?

Empat jari, akan kuhentikan!

Cross-over!

Jangan-jangan...

Alley-oop!

Lompatan yang luar biasa!

Berat Sebuah Tekad

Quarter 70

Sesaat lagi, quarter ketiga akan dimulai.

Ayo!

Seirin, fight!

Ya!

Wah, semangat sekali mereka! Mereka tak menyerah sekalipun tertinggal jauh!

Bagaimana, ya?

Bagiku, mereka hanya terlihat seperti sedang berusaha lepas keraguan

dan juga bayangan keputusasaan, yang akan telan hati mereka.

Aku mengandalkanmu, Hyuuga, dan juga...

Kagami.

Tolong, ya.

Ya, serahkan padaku.

Screen!

Rakuzan

Seirin

Mereka langsung cetak angka!

Three-point Hyuuga!

Defense! Kita hentikan mereka!

Mengejutkan. Di situasi tanpa harapan ini, hati Seirin masih bisa tetap bertahan.

Dalam basket, mustahil bisa langsung balikkan keadaan.

Tapi,

selama belum menyerah, kemungkinan untuk menang takkan jatuh sampai nol persen.

Begini, maaf saja, ya.

Waktu kubilang mereka tak bisa menang, bukan hanya karena lihat situasinya.

Seirin sama sekali tak punya kemungkinan untuk menang?

Apa maksudnya, Aomine?

Bukannya tak punya, tapi bakal kehilangan.

Soalnya, lawan mereka adalah Akashi.

Dia itu, suka habisi lawannya sampai mereka sama sekali tak punya peluang untuk menang.

Jangan-jangan...

Pertandingan ini 90% sudah ditentukan. Tapi, Seirin masih belum mati sepenuhnya.

Penentu terakhirnya adalah shooter mereka, Hyuuga, dan ace mereka, Kagami.

Karena itu, serahkan saja Kagami padaku.

Sedangkan untuk Hyuuga, Reo.

Defense! Hitam nomor punggung 4!

Apa?

Hyuuga!

Pelanggaran yang ketiga. Gawat.

Meski hanya sebentar, tadi cukup menyenangkan, Junpei.

Dia gunakan Langit sebagai umpan, lalu gunakan Bumi!

Terlebih lagi, aku tak menyentuhnya!

Sial! Kenapa di saat seperti ini...

Padahal kami baru mulai mau mengejar. Kenapa?

Nomor punggung 4, cepat angkat tanganmu!

Kenapa tadi itu? Padahal kami tak bersentuhan!

Eh? Hyuuga?

Angkat tanganmu. Sekarang!

Dia sendiri yang sengaja kehilangan keseimbangan. Itu bukan salahku!

Hyuuga!

Kumohon! Aku...

Technical foul, hitam nomor punggung 4.

Ini yang keempat. Sekarang dia harus dicadangkan.

Ya ampun.

Padahal kita sudah buru-buru datang kemari setelah seseorang merengek tanpa henti,

kalau dia ingin lihat akhirnya secara langsung.

Aku tak merengek, lo.

Kau tak boleh lakukan hal seperti itu, Hyuuga!

Memang, tadi itu tindakan bodoh yang tak bisa ditoleransi.

Tapi, meski begitu, aku tak bisa salahkan perbuatannya.

Karena sebesar itulah keinginannya untuk menang.

Ada apa?

Habis, tak kusangka Shin bisa bicara seperti itu.

Memang apa maksudmu?

Mereka adalah rival yang sampai ke sini setelah kalahkan kita.

Sebenarnya aku ingin dukung Seirin. Tapi, apa sampai sini saja?

Tidak. Meski redup,

harapan mereka masih belum sirna seluruhnya.

Tapi...

Masih belum selesai, Seirin.

Aku baru akan buka rahangku, setelah kalian semua sudah berhenti bernapas.

Gerbang menuju Zone tak kenal ampun.

Pintunya takkan terbuka pada orang yang mengharapkannya.

Rakuzan

Seirin

Tim hitam, time out.

Babak final tak selalu berakhir dengan dramatis.

Ada juga babak final yang dimenangkan dengan mudah oleh tim yang diunggulkan.

Kini hati mereka sudah benar-benar remuk.

Semua cahaya harapan sudah padam. Seirin takkan bisa bangkit kembali.

Apa kau sudah temukan jawabannya?

Masih belum kutemukan. Tapi,

aku takkan lari lagi.

Hanya itulah yang sudah kuputuskan.

Tak mau. Aku ingin menang.

Kuroko?

Aku ingin menang!

Meski memaksa...

Meski mustahil...

Aku ingin

jadi nomor satu di Jepang bersama kalian!

Pelatih, kumohon.

Rakuzan

Seirin

Saat selisih angka dalam pertandingan terlalu besar,

pada saat itulah, basket jadi olahraga yang paling membosankan.

Tapi, hal itu

hanya berlaku kalau berakhir di sini!

Wah, turun juga, ahli pengecoh asli dari Seirin!

Nomor punggung 11, Tetsuya Kuroko!

Ha?

Apa yang mereka pikirkan?

Tak bakalan ubah apa-apa, 'kan?

Para penonton harusnya juga tak perlu seheboh itu.

Mereka juga menyebutnya ahli pengecoh asli. Jangan buatku tertawa.

Sekarang ini dia hanyalah pesulap yang semua triknya sudah terbongkar.

Kalau merasa masih punya kesempatan untuk menang, itu artinya kau terlalu optimis.

Aku tak berpikir begitu. Aku berjuang karena ingin menang. Hanya itu saja.

Apa pun hasilnya nanti,

aku takkan lari!

Begitu rupanya. Benar-benar tekad yang kosong.

Dasar, bisa-bisanya dia minta hal yang seenaknya.

Apa kau paham seberapa sulitnya untuk menang dari situasi kita saat ini?

Tapi, kalau anak kelas satu masih punya harapan, yang kelas dua mana boleh tetap muram, 'kan!

Masih terlalu cepat untuk menyerah!

Kita akan menang! Hanya itu yang perlu kupikirkan sambil berjuang!

Berjuanglah, teman-teman. Berjuanglah, Kuroko!

Celaka!

Bagus!

Dia memang lumayan andal dalam lakukan screen. Tapi, bukan hanya karena itu saja, 'kan?

Kuroko melawan Mayuzumi!

Jangan bersikap sok seolah siap hentikanku begitu.

Soalnya mustahil kau bisa hentikanku, 'kan!

Mayuzumi, jangan!

Takkan kubiarkan!

Kagami!

Rakuzan

Seirin

Meski sedikit, mereka perkecil selisih.

Mayuzumi lawan Kuroko lagi!

Aku takkan tertipu dua kali. Kagami ada di sebelah sana.

Asal bukan dia yang mencegat, aku bisa mengatasinya!

Berhasil lewat! Kiyoshi akan mencegat.

Lo, tidak?

Jangan-jangan...

Mereka sengaja biarkan Mayuzumi lakukan shoot?

Benar. Saat ini, Seirin tak bisa hentikan semua pola serangan dari Rakuzan.

Mereka juga tak berniat menghentikannya.

Kalau sampai ada yang lakukan shoot, lebih baik mereka biarkan orang yang paling mungkin meleset.

Kurasa seperti itu.

Begitu rupanya.

Jadi, mereka turunkan bocah tak berguna ini, untuk buatku melewatinya, dan lakukan shoot, ya?

Mereka meremehkanku.

Kalau begitu, akan kumanfaatkan kesempatan ini untuk berbuat sesukaku!

Lagi-lagi masuk! Nomor punggung 5 Rakuzan!

Biar kukatakan padamu, Pemain Keenam Versi Lama.

Kau takkan bisa kalahkanku.

Hoi, hoi, tembakannya sama sekali tak meleset. Apa taktik mereka salah?

Seirin membalasnya!

Sebenarnya aku teringat kata-kata Takao.

Maka dari itu, bagaimana menyebutnya, ya?

Mungkin, benci orang yang mirip?

Ha?

Gelar sebagai Pemain Keenam Bayangan...

More Indonesian subtitles for Kuroko's Basketball

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left