The first 200 lines.
Ada saat di mana aku secantik dia.
"Han Chae Young yang selalu cantik"
Halo.
Jang Hoon.
Lama tidak berjumpa.
Kami teman dekat.
Dahulu kami juga tinggal di apartemen yang sama.
- Dahulu kalian pasti dekat. - Pasti ada
sesuatu yang sangat mengejutkan.
Putra Chae Young...
Dia masih bayi. Dia bilang
Jin Young lebih cantik daripada Chae Young.
Sungguh? Dia bilang begitu padahal dia punya ibu yang cantik?
Dia bilang
Jin Young lebih cantik daripada ibunya.
Benarkah itu?
Jin Young memang cantik.
Jin Young dan aku
memulai acara bersama.
"Sister's Slam Dunk".
Di ponselku, ada banyak foto
yang kuambil bersama Jin Young.
Melihat itu,
putraku bilang,
"Gadis ini cantik."
Aku sangat terkejut.
"Gadis ini"?
"Dia jauh lebih tua daripada kamu."
- Dia sebaya bibi putranya. - Dia seperti seorang bibi.
Jin Young hanya
- beberapa tahun lebih muda. - Hanya beberapa tahun lebih muda.
Jin Young seperti bibi baginya,
tapi dia memanggilnya "gadis".
Berapa usianya saat itu?
- Usianya 5 tahun. - Usianya 5 tahun.
Saat ini berapa usianya?
Saat ini usianya 7 tahun.
Dia tahu sesuatu.
- Dia... - Dia dewasa.
Mata Jin Young besar.
Anak-anak menyukai orang yang seperti dia.
- Dia cantik. - Benar.
Tapi ibunya sangat cantik.
Usia putramu sudah tujuh tahun.
Kapan saat kamu begitu menyukainya?
Bisakah kamu menyombongkannya?
- Menyombongkannya? - Ya.
Dia penuh perhatian.
Itu tidak mudah bagi anak berusia 7 tahun.
- Dia benar. - Ya.
Apa dia sudah dewasa?
Usianya baru 7 tahun.
- Dia bukan bayi. - Bisa kamu beri contoh?
- Dia sangat perhatian padaku. - Dia seperti ibunya.
- Sebenarnya... - Dia perhatian padamu.
Suatu hari, aku memasak untuknya,
tapi dia pasti tidak begitu lapar. Dia tidak makan banyak.
Aku telah berusaha keras untuk memasak,
tapi makannya tidak banyak. Jadi, menurutku dia tidak lapar.
Tapi tepat sebelum tidur, dia bilang...
"Bu."
"Sejujurnya..."
"Bu, sejujurnya..."
"Makanan yang Ibu masak tidak enak".
"Makanan yang Ibu masak tidak enak"
"Bu, maaf." Dia bilang begitu.
Saat mengatakan itu,
dia tidak lupa mengucapkan maaf.
Saat dia makan masakanku,
- Dia berpura-pura... - dia berpura-pura menyukainya.
Aku tidak tahu, jadi, saat dia bilang begitu,
aku terkejut.
Tidak banyak anak yang seperti itu, bukan?
Dia dewasa untuk usianya.
Dia menunggu sampai waktu tidur.
Dia sangat bijak.
- Kamu suka memasak? - Aku pandai melakukannya.
Apa? Tapi putramu bilang masakanmu tidak enak.
Itu mungkin bukan untuk anak-anak.
Hidangan apa yang terbaik?
Ada beberapa.
"Ada beberapa"
Tentu saja, ada beberapa.
"Malu"
Aku tidak pernah dengar seseorang menjawab pertanyaan seperti itu.
Kamu mengatakan ada beberapa tanpa memberi detail.
- Pasta krim. - Pasta krim.
Mungkin karena dahulu kamu pernah tinggal di Amerika.
Pasta krim lebih mudah dibuat daripada masakan Korea, bukan?
"Pasta krim adalah hidangan keahlian Chae Young"
Aku juga pandai membuat tteokbokki kecap.
- Tteokbokki kecap. - Tteokbokki kecap.
Aku lebih baik daripada dugaanmu.
"Aku lebih baik daripada dugaanmu"
Sepertinya anak-anak mencoba perhatian pada orang tua mereka.
Saat dia bilang putranya perhatian padanya,
kucoba ingat saat di mana putraku perhatian padaku.
Saat kamu mau menonton kartun atau yang lainnya lagi,
terkadang kamu harus membayar.
Jika itu kartun,
satu episode bisa seharga 50 sen sampai satu dolar.
Terkadang, biayanya 1,5 dolar.
Putraku menyukainya, tapi harus masukkan sandi untuk menontonnya.
Kubilang padanya, "Baiklah, ayah izinkan kamu menontonnya."
Saat kumasukkan sandinya,
putraku mencoba melihatnya.
Dan aku tidak pernah membiarkan dia melihatnya.
Sebenarnya, sandinya adalah "0000".
Aku tidak pernah menunjukkan sandi padanya,
katanya, "Baiklah, aku tidak akan lihat." Kami selalu perebutkan itu.
Kupikir aku sudah pastikan agar dia tidak melihat sandinya.
Tapi begitu dia berlibur, saat aku pulang,
dia menonton video berbayar dengan sendirinya.
Dia sudah tahu sandinya sejak lama.
Dia hanya pura-pura ingin lihat.
Aku merasa bodoh karena mencoba tidak menunjukkan padanya.
Kenyataannya, dia menonton semuanya tanpa sepengetahuanku.
"Ayah tidak tahu"
Aku merasa dikhianati,
tapi dia mungkin mencoba untuk pengertian padaku.
- Benar. - Dia pengertian.
- Anak-anak lebih pintar. - Benar.
"Pria Maskulin Diundang"
"David mengundang Jung Nam ke rumahnya"
- Aku lapar. - Kamu lapar?
Baiklah.
Mereka pasti di rumah David.
Baiklah.
- Rumahku... - Astaga.
- Astaga. - Rumahku juga rumahmu.
Rumahmu indah.
"Apartemen David juga memiliki suasana yang menyenangkan"
Desain interiornya...
"Dinding bata di dapur memperindah apartemen"
Seperti apartemen Amerika.
"Apartemen David terlihat eksotis dan rapi"
Sangat bagus dan rapi.
"Semua fotonya ceriakan suasana di dinding bata"
Sangat rapi.
"Begitu kamu masuk..."
- Ada banyak foto. - Foto?
Foto.
Itu ayahku.
- Ayahmu? - Ya.
- Itu ayahku. - Dia tampan.
- Ayahku. - Dia tampan.
Mereka mirip.
Itu ibumu?
- Ya. - Belum?
- Belum? - Belum.
Ibunya orang Korea.
Ibunya orang Korea
dan ayahnya orang Amerika.
Terlihat sangat bagus. Ada lebih banyak foto di sini.
Bagus. Apartemenmu keren.
- Bagaimana pria bisa rapi? - Aku suka
dinding bata ini.
Begitu.
- Di apartemenku yang selanjutnya, - Sangat bagus.
aku akan buat seluruhnya dinding bata.
- Aku suka bata. - Bata.
- Bata... - Bagus.
Ayo kutunjukkan ruang proyektorku.
- Ruang proyektor? - Ini...
Anjingmu...
Ini.
- Di sini aku menonton TV. - Terlihat bagus.
- Ini ruang proyektor? - Ada proyektor.
Ini ruang proyektor.
- Kamu duduk di sini? - Ya.
"Terkesan"
Rasanya menyenangkan?
Aku menyukainya. Rumahmu bagus dan rapi.
Sangat rapi.
Baiklah. Pertama-tama...
Jung Nam, kamu lapar?
Ya, aku lapar.
- Ayo makan. - Aku akan memasak.
- Aku akan... - Masakan apa?
Aku akan memasak nasi.
- Apa? - Nasi.
- Nasi. - Hanya nasi.
- Baiklah. - Baiklah?
Baiklah. Kalau begitu...
Serta, doenjang jjigae.
- Benarkah? - Serta, doenjang jjigae.
"Nasi dan doenjang jjigae"
"Dia akan membuat doenjang jjigae?"
Doenjang jjigae?
Doenjang jjigae?
Ibunya orang Korea.
Aku yakin saat kecil dia makan masakan Korea.
- Doenjang jjigae. - Kamu bisa membuatnya?
- Ya. - Sungguh?
Tentu.
- Aku tidak bisa membuatnya. - Tidak bisa?
- Tidak bisa. - Kenapa tidak?
Aku tidak pandai masak.
- Benarkah? - Ya.
Kamu biasanya makan apa?
No comments yet. Be the first to leave one.