Dear My Friends

Dear My Friends (디어 마이 프렌즈)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

Dear My Friends E05 160527 Do Not Be Lonely; I Am Beside You HDTV H264-SS
A Commentary by Artha Regina
Dear My Friends mengisahkan kehidupan orang berjiwa muda yang menjalani kehidupannya bersama dengan para orang tua yang sudah berusia senja. Drama ini mengingatkan kita bahwa hidup tidak akan berakhir hanya karena kau sudah tua. Thanks for using this subt

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2016-06-02
Downloads: 41
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kami...

Maksudku, aku.../ Bukan, aku.

Kami membunuh seseorang.

Apa?

Tabrak lari di persimpangan Hyeonchon?

Aku mengatakan ini... Aku menyuruhnya...

...injak pedal gasnya./ Itu tidak disengaja.

Kukira itu rem.

Aku yang menyuruhnya.

Tapi aku yang mengemudi.

Tahan mereka sementara ini.

Ya, Pak.

Aigoo.

Halo.

Kalian temannya Yeong Won, 'kan?

Bawa mereka ke ruang pemeriksaan...

...dan periksa apa benar ada kecelakaan di persimpangan Hyeonchon .

Ya, Pak.

Apa yang terjadi?

Saya akan memberitahunya di dalam.

Ikuti aku.

Baik.

Masuklah.

Kami berdua akan selalu bersama 'kan?

Kau bisa menempatkan kita dalam sel yang sama 'kan?

Duduklah.

Tolong pastikan ya.

Makan ini.

Hujan! Hujan!

Minggir.

Menakutkan, bukan?

Jika mereka tahu apa yang kita lakukan...,

...mereka malah lebih takut pada kita.

Benarkah?

Aku senang aku ada di sini bersamamu.

Aku senang kalau kau senang.

Kenapa kau ada di sini?

Jangan begitu.

Ini.

Terus?

Oke, Bibi Yeong Won. Aku lagi jalan.

Sudah ya,

Untungnya, ada cctv karena...

...ini merupakan wilayah rawan kecelakaan.

Lihat. Ini bukan mobil yang sama.

Kau lihat platnya?

Ini bukan mobilmu.

Tapi saat kami selidiki...,

...kau memang menabrak sesuatu.

Hei.

Kau membunuhnya.

Siapa?

Lega sekali.

Benarkah?

Sudah, banyak sekali.

Ayo, kau harus makan ini.

Kau harus makan tahu kalau keluar dari penjara.

Aku harus ke kamar kecil./ Sakit perut lagi?

Apa? Siapa yang sakit perut?

Inilah sebabnya kita tidak boleh hidup lama-lama.

Tunggu, Bibi.

Tunggu./ Sudah mau keluar.

Ayo kita cari toilet umum.

Bibi, ke toilet umum saja.

Aku mau meledak. Aku tidak bisa jalan cepat.

Sini./ Sudahlah, di dekat sini saja.

Kalian berdua bisa jatuh.

Hee Ja. Hee Ja.

Kenapa Bibi bilang di dekat sini?

Memangnya kenapa?

Bibi! Bibi!

My God. Aku tak sanggup.

Dia BAB sebelumnya, sekarang, buang air kecil.

Korban tabrak lari mereka...

...ternyata adalah rusa tua.

Aku tertawa memikirkan mereka berdua...

...merasa bersalah karena seekor rusa...,

...tapi bukan itu persoalan bagi mereka.

Bibi Hee Ja berdoa untuk rusa itu sepanjang malam.

Terima kasih sudah menciptakan rusa tua seperti aku...,

...yang tidak peduli untuk mati kapan pun.

Aku berdoa agar kasih karunia-Mu...

...akan jatuh pada si bayi rusa...

....atas apa yang terjadi pada rusa tua.

Bayi rusa...

Sekarang, aku tidak pernah bisa bilang...

...kalau aku tidak bersalah.

Bagaimana kau bisa kabur seperti itu...

...saat kau mengira ada orang yang sudah meninggal?

Aiyoo.

Bibi Jeong A tidak bisa memaafkan dirinya sendiri...

...karena melarikan diri pada saat genting setelah kejadian tabrak lari.

Dia selalu mengklaim bahwa dia menjalani hidup dengan baik...,

...tapi dia merasa seolah-olah kejadian itu telah merusak segala kebaikan yang dia perbuat.

Kau sedang apa?

Kau harus tahu diri.

Kenapa kau mengejekku?

Kau tidak masak beberapa hari ini selalu keluar.

Aku tidak bisa tenang.

Aku ini raja bagimu. Kau perlu melayaniku lebih baik.

Angkat lenganmu!

Sudah diangkat!

Ya ampun.

Mereka menabrak rusa dan bertingkah seperti itu.

Mereka itu lucu atau pikun? Lucu sekali.

Dasar keledai tua itu membuatku tertawa setengah mati.

Haruskah aku menulis tentang mereka?

Jika aku menulis, semuanya tentang Bibi Jeong A, Bibi Hee Ja...,

...Bibi Choong Nam, Bibi Yeong Won, Nenek, Ibu...,

...Paman Seok Gyun...

Ah sudahlah.

Padahal cuma rusa.

Mereka takut sekali seperti anak kecil. Astaga.

Satu, dua, tiga...,

...empat, lima, enam...,

...tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.

Ini 100 dolar untuk adik iparku yang ada di Jeolla-do Utara.

1500 dolar untuk biaya rumah sakit kakakku di Jeolla-do Selatan.

Biaya rumah sakit apa?

Dia sedang tanam sendi buatan di lututnya.

Dia sudah berusia lebih dari 80 tahun. Kenapa harus membutuhkannya?

Terlalu berlebihan.

Kenapa dia haru dioperasi saat setua itu?

Dia ingin berjalan. Seorang berusia 80 tahun ingin berjalan.

Dia menangis dan bilang dia ingin hidup seperti manusia.

Haruskah aku menyuruhnya merangkak padahal aku ini adiknya?

Bibi merugi lagi bulan ini.

Kau sudah menjual bangunan terakhirmu.

Semua yang tersisa adalah kafe ini...

...dan lukisan dan vas sampah itu.

Bilang saja padanya Bibi tidak bisa bantu lagi!

Jika Bibi bilang begitu, apa dia mau menerimanya?

Dia akan terus meneleponku siang dan malam.

Anak-anaknya akan datang memohon padaku.

Bukan aku saja. Kalian berdua juga akan terganggu.

Ibalah kepadanya.

Hei.

Nanti kalau Bibi sudah mati, putuskan hubungan kalian dengan para kerabat.

Fokuslah urus diri sendiri.

Sebentar. Mana uang untuk keponakan sulungku?

500 dolar untuk keponakan sulungku.

Untuk keponakan kecilku...,

...600 dolar.

Astaga.

Kenapa Bibi harus bayar sekolah mereka?

Bukan kau saja yang kesal. Aku?

Dia masuk kuliah lebih awal, tapi orang tuanya tak punya uang.

Hei. Joo Yeong. Jong Sik.

Astaga. Sampai mana tadi aku hitung.

Supir ini tidak ada GPS.

Katakan saja. Aku bakal mengerti.

Oke, lewat Jalan Teheran.

Lalu cari bangunan warna abu-abu?

Belok kiri waktu ada gedung...

...dan belok kanan di persimpangan pertama?

Aku tidak bisa baca sms. Aku lupa bawa kacamataku.

Pak Supir, kau dengar, 'kan?

Betul. Tepat di persimpangan.

Iya. Gedung putih? Itu saja? Apa aku turun ke sana?

Apa?

Balik lewat gedung putih...

...dan jalan sekitar 20 m? Lalu?

Belok kanan...

...kemudian ada sebuah gedung putih bertingkat tiga.

Oke, kalau aku sudah menemukannya...,

...aku harus berbalik dan berjalan sekitar 20 m.

Kenapa mereka tidak minum di dekat jalan raya saja?

Kenapa mereka harus minum di gang?

Apa karena mereka seniman?

Mereka pasti mengejekku kalau aku tersesat.

Apa ini tempatnya?

Apa-apaan ini?

Kenapa kasar sekali sama orang tua?

Umur berapa kau?

Ayo pergi.

Tak perlu bicara dengan seorang keledai tua.

Yang muda harusnya kasih jalan untuk orang tua.

Kenapa mereka menghalangi jalan?

Beraninya mereka?

Siapa lagi kali ini?

Ya ampun./ Maaf.

Kau harusnya tak boleh menghalangi jalan.

Kau harus berjalan di pinggir.

Tunggu, Kek.

Ini jatuh. Tunggu.

Kau harus mengikatnya yang benar.

Seperti ini.

Ini alasannya.../ Terima kasih.

...kau masih bekerja seperti ini.

Selesai./ Terima kasih.

Hei.

Hei, kenapa kau langsung pulang?

Halo.

Kenapa kalian mabuk sekali? Ini baru lewat jam 8.

Kami tadi minum dari tadi.

Terima kasih sudah peduli pada seniman malang seperti kami, Choong Nam.

Kau manis dan murah hati.

Choong Nam.

Ayo kita bernyanyi.

Boleh juga.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left