Release info

Work Later Hike Now E01 WEB-DL
Work Later Hike Now E01 NEXT
A Commentary by _ch_911_
Time : 01:45:18 (NEXT) | 01:45:37 (WEB-DL)

Tags

other
Published on: 2022-02-12
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Sekarang pukul 6 petang"

"Sebuah restoran di dekat Stasiun Gangnam"

Para gadis kota dari "Work Later, Drink Now" bertemu hari ini.

"Para gadis kota dari 'Work Later, Drink Now' berkumpul hari ini"

Seperti apa jadinya saat gadis kota berkumpul?

"Transformasi gadis kota"

Halo.

Halo.

Untuk berapa orang? - Tiga.

"Melihat sekeliling"

"Aku yang pertama tiba?"

Poni keritingnya menggemaskan.

Kapan mereka akan datang?

Dia Lee Sun Bin. Anggota termuda di "Work Later, Drink Now".

"Dia memerankan An So Hee"

"Si penulis acara ragam yang ramah dan manusiawi"

"Mari minum"

"Aku sudah sampai. Kamu di mana?"

"Dalam perjalanan ke sana. Tunggu sebentar"

"Baik. Cepatlah"

"Aku lapar"

"Apa yang disajikan meja lain?"

Kamu sudah datang!

"Gadis kota berikutnya dari 'Work Later, Drink Now' tiba"

Halo.

Cepatlah.

Selanjutnya, gadis yang bahkan tetap cantik saat memakai masker

Aku lapar. - juga tiba.

"Anggota termuda senang melihatnya"

Kita bertemu kemarin. - Ya. Kami bertemu kemarin.

Kami sering bertemu.

Jadi, aku senang melihatnya, tapi tidak terlalu.

"Jadi, aku senang melihatnya, tapi tidak terlalu"

Kemarin sangat sulit. Mari kita bergembira hari ini.

Han Seon Hwa adalah anggota tertua dari "Work Later, Drink Now".

Konyol, tapi menawan,

dia adalah orang yang energinya tidak pernah habis.

"Dia memerankan Han Ji Yeon"

"Si instruktur yoga yang cantik, tapi gila"

Isi penuh gelasmu.

Aku lapar. Aku belum makan apa pun.

Dia datang. - Dia datang.

Gadis kota terakhir tiba dengan aura luar biasa.

Dia anggota tertua kedua, Jung Eun Ji.

Dia gadis karismatik yang mengutamakan kesetiaan.

"Dia memerankan Kang Ji Goo"

"Si Youtuber origami yang keren dan karismatik"

"Dia bersikap seperti anjing saat mabuk"

Kamu sudah datang. - Apa itu?

Itu untuk kami?

Tidak, ini ulang tahun Sun Bin. - Untuk ulang tahun Sun Bin.

Astaga. - Bagaimana jika

terbakar? - Bagaimana jika terbakar?

"Perayaan ulang tahun lebih menarik sambil minum-minum"

"Dia menyukainya"

Aku sungguh tidak tahu.

"Sun Bin sayang"

"Selamat ulang tahun"

Menetes. - Terima kasih.

Kita harus berfoto. - Orang-orang di belakang...

Terima kasih.

"Saatnya memotret anggota termuda"

Aku akan memotretmu dengan sangat bagus.

Manis sekali.

"Memotret anggota termuda"

Ini seperti pesta ulang tahun pertama si bungsu.

Bagus.

Astaga. Aku sama sekali tidak menduganya.

Mari makan sekarang. - Terima kasih.

Selamat ulang tahun.

Kelihatannya enak. Ini sudah siap dimakan?

Jika terlalu pedas, celupkan ke mayones.

Terima kasih. Itu ekor? - Selamat menikmati.

Ya. - Satu lagi.

Dia menyuruh kita mencelupkan ekornya ke dalam mayones.

Benarkah? Di sini. - Ya.

Tolong bawakan mayones.

Ya. - Mayones.

Ini enak.

Ekornya siap dimakan. - Sudah siap.

Pedas? Enak? - Ini pedas dan enak.

Benarkah? Sudah siap dimakan.

Tulangnya sudah dibuang. - Bukankah begitu?

Ya. - Cepat cicipi.

Cepatlah.

"Daging ekor"

Kamu pernah mencobanya? - Belum.

Ini kali pertamaku.

Aku...

Pedas? - Aku menyukainya.

Aku suka makanan pedas. - Baiklah. Aku akan mencobanya.

"Ini yang kumaksud"

Kamu menyukainya? - Aku menyukainya.

Aku menyukainya.

Sudah lama aku tidak memakannya.

Enak sekali. - Bukankah begitu?

Samgyeopsal dingin juga terdengar enak.

Orang-orang makan itu setelah ini. - Itu setelah ini.

Bagaimana dengan sashimi sapi truffle?

Mari kita pesan juga. - Kita juga harus makan nasi goreng.

Ya. Kita bisa makan semuanya. - Enak sekali.

Pembukanya ada di antara botol. - Terima kasih.

Kamu bisa membukanya dengan sendok?

Pak. Boleh dibuka dengan sendok?

Selamat menikmati. - Kita sudah lama tidak melihatnya.

Hei. Perhatikan langit-langitnya.

"Sun Bin pernah merusak lampu"

Belakangan ini sering kulakukan. - Kamu merusak lampu sebelumnya.

"Meletup"

Lihat? Kamu melihatnya?

Belakangan ini sering kulakukan. - Ya.

Sampai hari ini, Sun Bin membuka lebih banyak tutup botol

dibanding usianya. - Sun Bin.

Aku senang sekali

karena ini acara ragam pertama yang hanya berisi kita.

Sayang. - Kita pernah tampil di acara lain.

Tapi ini acara realitas pertama kita.

Ini acara ragam yang hanya berisi kita.

Ini lebih menarik.

Sudah lama. - Kita harus memilih gunung bagus.

Gunung.

Gunung?

Memilih gunung yang bagus?

Aku suka mendaki gunung.

Jadi, aku mendaki Gunung Cheonggye

sejak usiaku 21 tahun.

Aku cepat seperti tupai terbang saat itu.

Itu sepuluh tahun lalu. Aku saat itu sangat energik

dan lebih sehat.

Kurasa aku lebih sehat secara mental saat itu.

Jadi, aku biasa menyebut diriku

tupai terbang Gunung Cheonggye.

Ini akan menjadi pengalaman berharga

untuk mendaki bersama mereka.

Aku belum pernah mendaki gunung di Seoul.

Aku agak khawatir.

Tidak mudah pergi sendiri,

tapi akan menyenangkan jika mendaki dengan teman-temanku.

Kupikir ini akan menjadi kesempatan bagi kami bertiga

untuk membuat kenangan sendiri.

Kami akan berhati-hati dan berusaha tetap aman.

Mari mencapai puncaknya.

"Ini kisah gadis kota yang mendaki"

Mereka beralih dari peminum menjadi pendaki.

"Lokasinya di gunung musim dingin yang tertutup salju"

Apa yang menanti mereka

di gunung musim dingin yang seputih kertas?

Ada berapa gunung di Seoul?

Bukankah jumlahnya banyak?

Gunung Bukhan, Cheonggye, Acha, Gwanak.

Di mana Gunung Maebong?

Kamu sering mendaki? - Di dekat Oksu-dong.

Apa? Itu juga gunung. - Kamu manis sekali.

Itu bukan gunung bagi pendaki. - Apa? Kalau begitu, bukit?

Gunung Maebong ada di belakang gedung apartemenku.

Tepat di belakangnya.

Itu sebabnya mudah didaki. - Lebih rendah daripada apartemenmu.

Aku pernah mendaki Gunung Eungbong.

Itu bukan gunung.

Maaf, Gunung Eungbong.

Makanlah.

Kenapa kamu suka gunung?

Apa alasanmu? - Aku?

Saat tubuhku lelah, aku tidak punya kekhawatiran.

Itu tidak menyelesaikan masalah,

tapi saat lelah, aku melupakan kekhawatiranku.

Kita sudah melakukan ini sejak kecil,

tapi meski aku melakukan apa yang aku suka...

Aku senang mendapat perhatian dari publik,

tapi terkadang itu berlebihan.

Lalu, aku pergi ke Gunung Cheonggye untuk kali pertama.

Orang-orang di gunung memperlakukanku dengan sama

meski mereka mengenaliku. - Kamu hanya pendaki bagi mereka.

Mereka memperlakukanku tanpa perbedaan.

Mereka tidak berkata, "Itu Han Seon Hwa!"

Dan menatapku dengan takjub

atau menyambutku dengan berlebihan.

"Halo, Seon Hwa," lalu mereka hanya melewatiku.

"Kamu Han Seon Hwa, bukan?" lalu mereka hanya lewat.

Itu memberiku kenangan indah.

Aku merasa nyaman secara fisik dan mental.

Pada saat itu, gunung adalah temanku.

Sebesar itulah artinya bagiku.

Ada yang ingin kulakukan.

Aku ingin mencoba ramyeon kemasan atau mi gelas.

Tentu saja. - Tentu saja. Itu harus.

Aku selalu ingin mencobanya.

Karena cuacanya dingin, rasanya pasti enak.

Ya, lalu celupkan gimbap ke dalam kuahnya.

Celupkan gimbap, - Benar.

gimbap yang agak dingin, - Ya!

lalu seruput. Aku suka itu. - Benar sekali.

"Deklarasi Sun Bin"

Dalam perjalanan, seperti yang kukatakan,

mungkin aku akan sering berbaring. - Benar.

Kamu sudah tahu, bukan? - Ya.

Jika kamu melakukannya, aku akan meninggalkanmu di sana.

Satu-satunya harapanku adalah kamu tidak meninggalkanku.

Kamu boleh berbaring.

Tapi semua orang memiliki kecepatan langkah

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left