Release info

Mushoku Tensei - S2 - E01 [1080p HEVC]
A Commentary by Popopupo1
Untuk releasan Nyaa, Judas, Asw, Anime Time, Jangan lupa berikan Ratings ya*Ig : @Sebastianus_Ariston20

Tags

1080
HEVC
Published on: 2023-07-10
Downloads: 33
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 149 lines.

Mantap!

Sial.

Gas lagi, dah.

Kau curang, ya?

Mana ada?

Yakin?

Iya, iya. Lihat saja, nih.

Wah, kayaknya aku lagi hoki.

Ampas.

Maaf, deh.

Paling-paling juga main curang.

Keluarkan saja semua.

Ya sudah, lanjut.

II

Mushoku Tensei

Jobless Reincarnation

Dari tadi kamu berulang kali menghela napas.

Ada apa?

Mohon maaf.

Untuk apa kamu mau pergi ke utara?

Kenapa Anda bertanya?

Wilayah yang kita tuju adalah wilayah berbahaya.

Tapi sepertinya kamu bukan petualang pengawal seperti kami.

Dibilang seorang penyihir pun, kamu belum dewasa.

Maaf, apa saya harus menjawab pertanyaan Anda?

Suzanne sudah baik-baik bertanya, kok, kamu malah enggak sopan?

Sara, dia tidak bermaksud untuk cari ribut.

Dia mirip.

Tapi kamu mengkhawatirkannya dari kemarin, kan?

Karena anak itu terlihat murung.

Saya ke utara untuk mencari ibu saya yang menjadi korban bencana teleportasi.

Tetap saja, kamu tadi enggak sopan.

Terus, apa kamu punya rencana dalam mencarinya?

Tanah utara itu lumayan luas, lo.

Entahlah. Yah, saya cari saja sebisanya.

Kamu punya petunjuk?

Kalau mau, aku bisa memberitahumu selama perjalanan.

Oh... Boleh, silakan.

Oke, buka telingamu lebar-lebar dan dengarkan aku.

Negeri yang ada di tanah utara mayoritas memang miskin,

tapi ada yang dijuluki Tiga Negeri Sihir lebih makmur dari negeri lain.

Kerajaan Ranoa yang sangat getol akan pendidikan sihir.

Kesultanan Neris yang menekuni pembuatan alat sihir.

Lalu, Kesultanan Basherant yang giat meneliti teknik sihir.

Itulah tempat yang kita tuju.

Tiga negeri ini bersekutu dan bekerja sama untuk memajukan ilmu sihir.

Sudah paham?

Akhirnya kumpul juga.

Ah, lelah banget. Ayo!

Perjalanan yang melelahkan, ya.

Dingin.

Saya mau menyewa kamar untuk satu bulan.

Ah, oke.

Terima kasih.

Tolong tanda tangan di sini.

Kamu bisa pakai kamar paling pojok di lantai tiga.

Biayanya...

Hei! Nak?

Eris...

Jangan begini terus.

Ini bukan perjalanan patah hati.

Aku harus mencari Zenith.

Oh, datang juga kau.

Duitnya lumayan, lo.

Serius?

Wah, ada bocah ingusan.

Dia anak baru?

Paling-paling cuma mau main-main.

Apa coba?

Kenapa sendirian?

Kayaknya lemah banget.

Permisi. Apa saya boleh meminta formulir pembubaran kelompok?

Iya, baik.

Maaf...

Mohon bantuannya.

Terima kasih kerja keras Anda.

Hei, dia...

Mungkin kelompoknya dibabat habis.

Kasihan. Hanya dia yang masih hidup.

Saya mau ambil yang ini.

Eh?

Maaf, apa tidak membentuk kelompok dulu?

Tidak, saya mau sendirian.

Eh?!

Tapi permintaan ini

tidak bisa diterima sendirian.

Dikit-dikit berisik banget.

Tinggal kasih apa susahnya?

Ada apa, nih?

Kamu sedang berdebat?

Saya tidak bermaksud berdebat.

Sudahlah. Aku sudah dengar garis besarnya.

Kamu butuh uang untuk mencari ibumu yang hilang.

Karena itu, kamu mencoba ambil misi mustahil ini, kan?

Tidak.

Tapi raut wajahmu tidak mencurahkan semangat.

Tampangmu menyiratkan masa bodoh dengan hidup, mati pun tak apa.

Jadi, bagaimana?

Mau mengambil misi itu bersama kami?

Bersama?

Kami juga baru sampai di sini dan belum terbiasa.

Aku mengusulkan untuk bekerja sama karena kita sama-sama belum paham tempat ini.

Tidak, saya bisa sendiri.

Bergerak sendirian itu ada batasnya, kan?

Kamu perlu mengandalkan orang lain.

Lebih baik bergabung dalam kelompok dan hidup lebih lama.

Kalian juga setuju, kan?

Iya.

Bagaimana denganmu, Sara?

Iya, deh.

Aku tahu, kok.

Memang disertai banyak alasan, tapi pada akhirnya cuma karena simpati.

Kamu memang terlihat muda, tapi lumayan jago, kan?

Apa keahlianmu?

Seperti yang bisa Anda lihat, saya seorang penyihir.

Saya ahli dalam menunjang garda depan.

Kebetulan sekali.

Kelompok kami butuh satu orang lagi di garda belakang.

Baik. Mohon kerja samanya.

Sudah diputuskan, ya.

Oke, persiapkan semuanya hari ini, lalu berkumpul di gerbang utara besok.

Untuk formasi, bisa kita bicarakan saat berangkat nanti.

Baik.

Mau sampai kapan cemberut begitu?

Masih saja bertingkah seperti bocah.

Berisik, ah.

Tuh, kan? Mirip.

Sip, ayo!

Hei.

Misi kali ini duitnya lumayan.

Iya, ayo kita selesaikan dan minum sampai puas!

Kamu masih kurang mabuk?

Ada alkohol yahud dari Asura, tahu.

Aku, sih, enggak peduli. Jangan aneh-aneh, ya.

Oke, serahkan padaku.

Aku yang sekarang sudah setara dengan Tujuh Kuasa Agung.

Wah, kamu pagi sekali.

Aku kira kamu akan telat kalau melihat keadaanmu kemarin.

Saya hanya bangun lebih awal.

Saya Rudeus Greyrat, seorang penyihir.

Saya bisa menggunakan sihir tanpa merapal.

Mohon bantuanmu, ya.

Aku Suzanne.

Wakil ketua Counter Arrow, posisiku di garda depan.

Wakil ketua? Anda bukan ketua kelompok?

Kalau maksudmu "manajer" memang iya, tapi ketua sebenarnya bukan aku.

Salam kenal, saya Timothy.

Saya ahli dalam serangan sihir dan bertugas di garda belakang.

Begini-begini, aku ketua kelompok ini.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left