King the Land

King the Land (킹더랜드)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

King the Land S01E13 1080p NF WEB-DL DDP2 0 H 264-Archie
A Commentary by Luh_Fil
NF Version

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Published on: 2023-07-29
Downloads: 84
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

KING THE LAND

- Dasar kau ini. - Ada-ada saja.

Makanannya tiba.

Kami hendak menghidangkan makanan.

Silakan.

Kau staf teramah nomor satu, 'kan?

Lama tak jumpa.

Selamat siang, Pak. Apa kabar?

Mendengar julukan nomor satu,

kelihatannya dia staf hebat.

Tidak.

Pak Han yang terlalu memujiku.

Kalau begitu, kami hidangkan sup terlebih dahulu.

Kita tak perlu bicara panjang lebar sebab semua sudah diputuskan.

Won juga sudah mapan.

Jadi, jangan tunda lagi. Menikahlah dengan Yu-ri tahun ini.

Maaf. Mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Apa kau terluka?

Kau tidak apa-apa?

Maafkan aku.

Jawab. Apa kau terluka?

Apa?

Tidak, aku baik-baik saja.

Ini bahaya. Menyingkirlah. Biar aku yang bersihkan.

Tidak, biar aku saja.

Biar aku saja.

Maaf, Pak Gu.

Biar aku yang bersihkan.

- Sa-rang, kau masuk saja. - Tidak.

- Biar aku… - Sa-rang?

Maafkan aku.

- Paman. - Ya.

Bersulang.

- Ini enak. - Sungguh?

EPISODE 13

Aku sempat takjub melihat sandiwara Won

di acara 100 tahun kemarin,

tetapi dari sikapnya hari ini, rupanya bukan sandiwara.

Dia benar-benar mencemaskan para staf.

Itulah alasan aku menyukai Won.

Melihat kebaikannya kepada orang macam itu,

jelas dia berbeda dengan orang-orang yang sok keren di luar.

Kau yang lebih keren karena menyukai sisi baiknya itu.

Jadi, biar aku dan Pak Han yang menyiapkan segalanya.

Kalian asal tahu saja.

Baik, Ayah.

Won.

Kenapa tak menjawab?

Aku…

Aku…

mencintai orang lain.

Kenapa kau tidak fokus?

Maafkan aku.

Kenapa kau bisa bergabung di King The Land?

Maaf.

Biar aku yang menyajikan hidang utama dan Sa-rang membantuku.

Mustahil kutugaskan dia lagi usai memecahkan piring di depan Komisaris.

Biar kugantikan posisimu. Kau di lantai dua saja.

Apa lantai dua tidak terlalu sulit untuk anak baru?

Makanya, itu menjadi tugasmu.

- Ha-na. - Ya?

Sejak kapan King The Land menjadi seceroboh itu?

Rasanya zamanku tak begitu.

Lantai dua kamar paling ujung.

Jangan buat salah.

Baik.

Kukira Won masih kekanak-kanakan. Ternyata sudah dewasa

sampai kenal cinta.

- Kau sungguh mencintainya? - Ya.

Bagus.

Pria juga harus bisa mencintai.

Kita tidak sedang membahas siapa yang kau cintai,

melainkan pernikahan

antara kau dan Yu-ri, jadi, kita bahas urusan kalian berdua saja.

Sudah kukatakan sejak awal.

Mohon maaf,

tetapi aku tidak pernah menaruh hati kepada Yu-ri sekali pun.

- Begitu pula seterusnya. - Won.

Tidak apa-apa.

Mencintai dan putus cinta adalah hal yang lazim.

Jadi, Paman tak perlu menghiraukannya.

Won.

Kau boleh mencintai dia sepuasnya, lalu akhiri hubungan kalian.

Bagaimanapun, kita pasti menikah.

Dia putriku, tetapi aku takjub dengan kegagahannya.

Karena itu, aku memilih Yu-ri.

Dia hebat.

Kalian…

tidak peduli, padahal aku mengaku mencintai orang lain.

Tadinya aku sempat kecewa,

tetapi setelah dipikir, aku tak perlu kecewa

sebab aku pun

sama sekali tak peduli dengan pernikahan yang dibahas di sini.

Aku mohon pamit dahulu.

Selamat bersenang-senang, Pak Han.

Kau juga, Yu-ri.

Ya, kita bicara lagi nanti.

Kupikir Won itu lembek,

ternyata tangguh juga.

Ya, 'kan, Ayah?

Kian lama, kian menarik, 'kan?

Aku suka dia.

Maafkan Won.

Tidak masalah.

Lagi pula, dia pasti jadi suamiku.

Paman tenang saja sebab aku tidak akan menyerahkan dia

kepada orang lain.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat…

Kita bicara sebentar.

Kenapa kau tak terima teleponku?

Ponselku ada di loker. Aku sedang bekerja.

Maaf, kau harus mendengar pembicaraan tadi.

Kita bahas itu nanti.

Apa kau marah?

Tidak.

Namun, aku agak kaget.

Itu tidak benar.

Mengerti?

Ya.

Kita bicara nanti. Aku harus segera mengantar ini.

Omong-omong, kenapa kau bekerja di sini?

Ini bukan hotel.

Aku juga heran.

Jelas-jelas aku bekerja di hotel.

Bisa tolong minggir, Pak Gu?

Baiklah.

Segera hubungi aku sepulang kerja.

Kutunggu.

Dah.

Hidangannya sudah siap.

Hidangannya sudah siap.

Permisi, kusiapkan hidangannya.

Permisi, aku mau menyiapkan hidangan.

Astaga!

Kau bodoh, ya?

Kau lucu juga.

Ekspresimu lucu sekali.

Siapa kau?

Beraninya memanggilku, "Kau?" Panggil aku Tuan Muda.

"Tuan Muda" apanya? Minta maaf.

Kumaafkan jika kau minta maaf sekarang.

Minta maaf itu tugas kalian.

Aku tak perlu minta maaf.

Anak macam apa kau?

Ini kesempatan terakhir. Kuhitung sampai tiga.

Kenapa aku harus minta maaf?

Satu,

- dua… - Tiga.

Memang kau bisa apa?

Minta maaf.

Kenapa? Kau tahu siapa aku?

Aku tak peduli.

Anak tak sopan sepertimu harus dimarahi.

Cepat minta maaf!

Hentikan!

Aku tak akan memaafkanmu jika tak berhenti.

Aku yang mestinya memaafkan, sedangkan kau minta maaf.

Sorry! Puas?

Pakai bahasa Korea!

Maaf. Maafkan aku!

Sulit dipercaya.

Awas kau. Aku tak akan tinggal diam.

Akan kubuat kau menyesal.

Kau salah pilih orang.

Aku tidak pernah menyesal.

Sa-rang.

Ya, aku Cheon Sa-rang.

Antar Tuan Muda ke bawah. Pak Komisaris mencarinya.

- Apa? Siapa? - Tuan Muda Ji-hu,

anak Bu Direktur.

Kau Ji-hu?

Pak Komisaris mencarimu.

Mari kuantar turun, Tuan Muda.

Ini enak.

Hai, Ji-hu!

Lama tak bertemu.

Apa kabar, Kakek?

Astaga, kau Ji-hu rupanya.

Kau tumbuh amat dewasa.

Benar juga. Makin besar, kau makin mirip pamanmu.

Pujianmu berlebihan.

Dia tidak pernah bermanja-manja sejak kecil.

Cucuku memang hebat.

Aku yang merasa terhormat bisa terlahir sebagai cucu Kakek.

Lihat cara bicaranya.

Mana mungkin aku tak menyayanginya?

Kerja bagus, Semua.

Terima ini dengan rasa syukur.

Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.

Kau sendiri juga sadar kau tak berhak dibayar, 'kan?

Maafkan aku.

Semua berjalan lancar, jadi, mohon toleransimu.

Dia sudah kewalahan mengurus lantai dua.

Andai kau terpilih lagi menjadi anggota Tim Impian,

latih dahulu kemampuan dasarmu.

More Indonesian subtitles for King the Land

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left