The first 135 lines.
Selagi latihan bertahan hidup ini berlangsung,
Nitta bilang, teleponnya hilang, padahal dia sedang menunggu panggilan penting dari adiknya.
Jadi malamnya, kami berdua kembali ke gurun pasir.
Aku harus kembali.
Teleponmu?
Pokoknya, kalian duluan saja tanpaku.
Akan kutemukan dan kembali sebelum gelap.
Tak bisa kubiarkan.
Kita pergi bersama.
Sial.
Kenapa Nanba harus menjadi pemimpin hari ini?
Jadi kau menunggu panggilannya malam ini, 'kan?
Di teleponmu?
Ya, dari tadi itu yang kumaksud!
Berarti, teleponmu pasti menyala kalau berdering.
Akan lebih mudah dilihat saat malam.
Kami berangkat!
Aku juga punya adik laki-laki.
Dia pasti meneleponku hari ini.
Kami sudah tak bicara selama dua tahun.
Aku juga benci mengatakannya,
tapi mungkin kita buang-buang waktu saja.
Mungkin adikku takkan menghubungiku.
Begitulah dia.
Meskipun teleponku tak menyala,
mungkin saja kita sudah melewatinya.
Tenang sajalah, Nitta.
Mungkin kita takkan menemukannya dalam 4 km di depan.
Mungkin saja ada di dekat makanan kemarin.
Tunggu dulu.
Kenapa kau mengira begitu?
Kau lupa, ya? Ini soal ular itu!
Larilah, Nanba!
Kita harus cepat menempuh 4 km di depan.
Hah? Lari?
Tunggu dulu, Nitta.
Hei, Kakak.
Ayo kita mempelajari bintang di gunung itu lagi.
Memangnya, apa yang kauharapkan waktu itu?
Ketemu?
Ya, tadi menyala.
Adikku sudah menelepon.
Syukurlah.
Aku telah kehilangan kesempatan lagi.
Tadi telepon dari Kazuya, 'kan?
Ya.
Sepertinya kau tak bisa menelepon dia, ya?
Andai saja dia mudah mengangkat telepon,
takkan jadi sesulit ini.
Aku tak yakin
dia akan menelepon lagi.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Aku tak bisa lagi ingat
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
apa yang ingin kulupakan
Saat kuintip melalui teleskop
Aku sadar dunia kita ini kecil
Hanyalah sekeping dari alam semesta
Ini bukan sekali saja
Kita akan berjalan bersama
Saat kita melewati awan itu,
kita akan menggenggam dunia di jari kita
dan mengingat kembali yang telah kita lupa
#51 Batu yang Hidup
#51 Batu yang Hidup
Maaf membawamu jauh-jauh ke sini.
Ayo kita kembali.
Dibandingkan dengan hubungan kalian,
hal ini pasti menggelikan.
Bahkan kami tak bisa bicara di telepon.
Dalam benakku,
kalian, Nanba bersaudara, sangat sempurna.
Anggap saja hubunganku dengan Hibito bukan hal yang membuatmu iri.
Saat ini kami memang akrab,
tapi ada kalanya waktu terasa berat untuk kami.
Kami bertengkar hanya karena hal sepele.
Waktu itu, kami benar-benar saling pukul.
Hal itu dimulai karena salah bicara.
Kalian saling pukul?
Ya, kami saling pukul.
Waktu aku memukul Hibito,
aku bisa merasakan rasa sakitnya di pukul saat itu juga.
Aku juga masih ingat rasanya.
Aku lupa rasanya dipukul seperti apa, tapi...
Sejak saat itu, kami belum pernah bertengkar lagi.
Mungkin karena kami saling merasakan sakit satu sama lain.
Aku...
Aku tak pernah memukulnya balik.
Ayo!
Hentikan, Kazuya. Lepaskan!
Kau tak berhak memukul!
Aku merespons seperti pahlawan di TV,
merendah pada penjahat.
Kepada adikku sendiri.
Itu lebih buruk
ketimbang memukul.
Amerika.
Tinjauan Kembali Proyek Pengamatan Jupiter Jepang?
Pesan untuk siapa saja yang tertarik dengan penjelajahan luar angkasa. Dari kelima ASCAN yang saat ini berada di Houston. Serika Itou Ena Kitamura Mutta Nanba Reiji Nitta KenjiMakabe
Pesan?
Punya adik yang sangat berbakat itu bukan hal yang mudah, Nitta.
Aku sampai berkali-kali berharap semoga dia tak ada.
Karena kau sudah ceritakan perasaanmu, aku juga akan ceritakan.
Aku selalu ingin menjadi kakak sepertimu.
Kakak yang bisa membantu
mengarahkan adiknya yang tersesat.
Reiji Nitta
Pemirsa, selamat siang.
Aku Reiji Nitta.
Pesan untuk kalian?
Baiklah.
Hmm...
Setelah menjadi ASCAN,
kami mengunjungi fasilitas di Jepang yang berhubungan dengan penjelajahan luar angkasa.
Kami terinspirasi oleh penggemar luar angkasa yang bekerja di sana.
Setelah itu, kami akan tinggal di Houston dan Cape Canaveral.
Saat kami mengunjungi pusat luar angkasa di seluruh dunia,
dunia kita akan semakin terbuka.
Saat aku kecil,
duniaku terbatas hanya pada sekolah dan tempat kursus.
Rasanya sempit sekali kalau dibanding dengan dunia ini.
Mungkin itu sebabnya aku tak pernah lelah menatap bintang-bintang.
Itu alasannya aku ingin keluar dari planet ini.
Kalau kalian menonton ini...
Kalau kalian merasa tak ada tempat yang cocok untuk kalian...
Kalau kalian merasa terjebak di dunia yang kecil...
Tolong dengarkan aku.
Itulah perasaan yang membawa kami ke luar dari dunia kami.
Ah, lagi!
Ini luar biasa.
Banyak sekali bintang jatuhnya!
Lewat terus-terusan!
Hebat.
No comments yet. Be the first to leave one.