The first 200 lines.
Pada tahun 1928, wanita dipandang sebagai aksesoris untuk dipamerkan...
barang yang tak bisa beropini atau membuat keputusan.
Hidup tidak mudah untuk siapapun, tapi lebih lagi untuk seorang wanita.
Jika kau wanita yang hidup di tahun 1928,
kebebasan seolah mustahil diraih.
Untuk khalayak, kami hanya istri dan ibu rumah tangga.
Kami tidak punya hak untuk punya mimpi atau ambisi.
Untuk mencari masa depan, banyak wanita harus pergi jauh...
Kau tak boleh ke mana-mana!
...dan lainnya harus menantang norma masyarakat sovinis yang terbelakang.
-Biarkan dia sendiri! -Jangan ikut campur!
Jangan ikut campur!
Akhirnya, kami semua, kaya atau miskin menginginkan hal yang sama:
kebebasan.
Dan kalau, untuk mencapainya, kami harus melawan hukum,
kami bertekad melakukannya, apapun konsekuensinya.
Hanya mereka yang berjuang demi mimpinya yang dapat meraihnya.
Atau begitu yang kami kira...
Apa yang kami tak tahu adalah takdir punya banyak kejutan untuk kami.
-Ayo! -Cepat!
Argentina menunggu.
Ayolah!
Kau belum pernah naik kapal.
Kau pikir kau bakal lolos?
Jangan bergerak. Ini antara Gimena dan aku.
-Dia tak mau melihatmu lagi. -Biar dia yang bicara.
Kalau kau teriak, akan kubunuh kau.
Tenang dulu, kumohon.
Tidak sampai kau katakan ke temanmu kau ikut denganku.
-Dia tidak akan. -Dia akan menurutiku!
Kalau tidak, pertama kubunuh dia, lalu kau.
Baik, kuturuti maumu, tapi turunkan pistolmu, oke?
Gimena, tidak, kumohon...
Lihat aku.
Kau tak seharusnya di sini.
Aku seharusnya tak mengajakmu. Maafkan aku.
-Itu mimpi kita dulu. -Itu mimpi kita.
-Masih mimpi kita. -Wanita yang bebas.
Jadi kau di jalan dengan dua mayat,
tapi kau tak tahu apa-apa soal itu.
-Mengapa aku harus percaya padamu? -Karena aku bicara jujur.
Alba Romero, 25 tahun. Tersangka pencurian dan penipuan...
dan sekarang pembunuhan.
Kau tahu apa yang terjadi apa pembunuh?
Tiang gantungan.
Kecuali kalau berkooperasi.
Bagaimana?
Dengan melakukan keahlianmu...
mencuri.
Tapi kali ini, untukku. Bagaimana menurutmu?
SERIAL ASLI NETFLIX
GADIS-GADIS KABEL
Pencakar langit baru milik satu-satunya perusahaan telepon di negara ini.
Tiga belas lantai, lebih dari 30 juta meter kabel,
ribuan pegawai, eksekutif, operator switchboard,
800 lowongan pekerjaan...
dan satu brankas penuh uang untuk dicuri.
Kumohon, nona-nona...
Selamat datang di kantor utama baru Perusahaan Telepon.
Maaf masih berantakan. Kami masih berberes.
Mulai hari ini, banyak layanan perusahaan
dan juga koneksi telepon di kota,
Jadi mohon perhatian kalian.
MIMPI-MIMPI
Kandidat operator switchboard, berbaris di sebelah kiri dan sebut namamu.
Selamat datang di Perusahaan Telepon. Ada yang bisa kubantu?
-Ya, aku datang untuk tes. -Untuk operator switchboard.
Sebutkan namamu, dan aku akan cek.
-Lidia. -Lidia?
-Lidia Aguilar. -Aguilar.
Maaf, kau tidak di daftar pendek.
-Daftar pendek? Kupikir kami datang-- -Kau bukan satu-satunya.
Terlalu banyak yang melamar, jadi mereka membuat daftar pendek.
-Maaf, Lidia. Terima kasih sudah datang. -Oh, baiklah.
Namamu?
Lidia Aguilar.
Tes dimulai pukul dua belas.
Siapapun yang tidak di aula pada waktunya tidak akan ikut tes.
Ada 390 pelamar untuk 12 posisi.
Duabelas wanita beruntung akan mendapat pekerjaan terbaik di hidup mereka.
Jadi siapkan dirimu.
Tolong ikuti aku.
Kalian berada di gedung paling modern di Madrid.
Tiga belas lantai ditujukan untuk Perusahaan Telepon.
Di lantai pertama, resepsionis dan departemen pemasaran.
Di lantai keempat dan kelima, layanan administrasi.
Di lantai ke-6 dan ke-7, ruangan switchboard,
dimana pelamar terpilih akan mendapat kehormatan bekerja.
Selanjutnya, 2 lantai dengan ruang mesin, kantor pemeliharaan dan teknik.
Di atas ini adalah lantai-lantai untuk acara dan rapat.
Dan terakhir, kantor manajemen di lantai ke-13.
PERUSAHAAN TELEPON
KANTOR MANAJEMEN
-Terima kasih. -Terima kasih, Tn. Cifuentes.
Permisi.
Nona, apa yang kau lakukan di sini?
Aku di sini untuk tes operator.
Seseorang berkata di sini tempatnya, tapi kami tidak melihat siapapun.
Yang kau cari di sini kalau kau pria berjas
melamar posisi eksekutif akun, yang mana kau bukan.
Tes operator switchboard di lantai 6.
Pintu-pintu akan tertutup dalam 2 menit. Dan peringatan...
Tepat waktu hal terpenting di sini. Terima kasih.
Baiklah. Ricardo Rodríguez?
Sayang, lebih baik kau lewat tangga.
Mereka menutup pintunya. Kita ditinggal.
Tes dimulai pukul 12:00
Aku hampir tersesat tiga kali di stasiun.
Tidak, kau tak bisa...
Ya?
Permisi, kami di sini untuk tes operator switchboard.
-Kalian terlambat. -Aku tahu.
Aku tahu tepat waktu hal terpenting di sini.
Lalu kenapa kau mengetuk?
Untuk mencari tahu apakah memahami adalah yang kedua.
Lihat dia.
Langsung dari stasiun dengan kopernya.
-Enam ratus kilometer untuk kemari. -Lima ratus lima puluh.
Dan akibat terlambat 1 menit, harus pulang bertangan hampa.
Itu salahku... Nona Millán.
Maaf.
Aku menawarkan diri untuk menemani mereka karena aku membawakanmu dokumen ini,
dan aku salah memberitahu lantainya.
-Kau salah memberitahu? -Ya.
Kesalahan pertama selama 2 tahun bekerja padaku.
Kau lihat, pekerja kami sangat pengertian.
Tapi, sayangnya untukmu,
Ángeles tidak memutuskan apa kalian boleh masuk.
Aku yang memutuskan.
-Terima kasih. -Ya, terima kasih.
Jika aku pulang ke desa tanpa mengikuti tes--
Ángeles, bukan?
Kau pasti malaikat pelindung kami.
Aku tak akan menyebut begitu.
Sini.
Permisi.
Apa ada cara lolos tanpa tes?
Tidak.
Selamat pagi.
Nona-nona.
Aku lihat ini hari yang hebat untuk perusahaan.
Apa kalian datang untuk tes?
Akan sangat sulit memilih.
Andai kami bisa beli lebih banyak switchboard untuk kalian.
Terima kasih.
Aku tak mau membuat kalian lebih gugup lagi,
jadi semoga beruntung.
Remedios Fuentes, terpilih. Lucía Villar, tidak terpilih.
Marta Rodríguez, terpilih. Laura Sarmiento, terpilih.
Verónica Sánchez, terpilih. Ángeles Montes, tidak terpilih.
Carlota Rodríguez de Senillosa, terpilih.
María José Pando, terpilih.
María Inmaculada Suárez, terpilih.
Selamat untuk yang terpilih.
Permisi.
Maaf, namaku tidak dipanggil.
-Kau tidak lulus. -Apa? Aku mau lihat daftarnya.
Hasilnya tidak untuk umum, tapi hasilnya adil.
-Aku berhak untuk-- -Kau tidak berhak apa-apa!
Kau tidak lulus, titik.
Semua baik-baik saja?
Nona Aguilar, di mana kau bersekolah?
Tidak ada. Belajar sendiri.
-Belajar sendiri? -Ya.
Pernahkah kau belajar apapun sendiri?
Jujur saja, aku tidak pernah belajar.
Tapi jangan beritahu ayahku.
Aku tak mau dia berpikir dia membuang uang untuk sekolah asramaku.
Aku berpikir, setelah mengerjakan tes dengan baik,
kau tak tahu kenapa kau tidak dipilih.
Lenganmu.
-Apa? -Lenganmu tidak cukup panjang.
Ada banyak pelanggan, switchboard itu besar,
dan kadang operator harus mengurus dua switchboard.
Harus kukatakan...
Lenganmu kurang 2 cm dari standar minimal.
Jika boleh sedikit lancang, Don Carlos, persyaratan ini omong kosong.
-Maaf? -Trinidad Seijo,
operator di kota asalku,
mengurus seluruh wilayah, hampir 300 pelanggan,
dengan satu tangan.
Dia hanya punya satu tangan.
Jadi bukan soal ukuran, tapi keterampilan.
Kenapa kau ingin jadi operator?
Kau mau aku berkata ini pekerjaan terbaik di dunia.
Tapi kita sama-sama tahu itu bohong.
Pekerjaanmu lebih baik.
Tapi, sayang, aku diberitahu tidak lowongan.
Wanita berkarakter, pandai bicara dan berselera humor.
Bukan yang pertama kau temui, aku yakin.
Beberapa...
tapi entah apa ada yang sepertimu.
Tidak, tidak ada.
Carolina, temani nona ini ke bawah.
Beritahu Sara dia masuk daftar.
-Selamat datang, Nn. Aguilar. -Terima kasih.
Lain kali jika ingin membuat manajer terkesan,
jangan berkata kau ingin posisinya.
Dan lain kali kau ingin membuat wanita terkesan,
jangan membuatnya merasa kau hanya tertarik pada ukurannya.
No comments yet. Be the first to leave one.