The first 142 lines.
Hei, kau!
Kau yakin mau tampak seperti itu?
Ya, tentu saja! Cepatlah!
Astaga. Jangan menyesal nanti.
Ayo senyum!
"Namaku Konohamaru!"
SEKOLAH NINJA
FORMULIR PENDAFTARAN NINJA
Aku tidak bisa menentukan penampilanku.
Butuh tiga jam untuk menentukannya.
Tapi seperti yang bisa dilihat, itu lebih seperti karya seni.
Bagus, bukan?
Foto ulang.
Apa?
Foto ulang.
Berhentilah mengatakan itu!
Berubah!
Tolonglah, Tuan Hokage.
Jutsu Seksi, itu teknik yang cukup licik.
Omong-omong, Naruto, di mana ikat kepalamu?
Tidak akan kupakai sampai orientasi. Takut tergores.
Baiklah, tidak masalah.
Tapi Formulir Pendaftaran Ninja itu dokumen yang sangat penting
dan sangat dihargai oleh desa kita.
Kenapa kau mau berpenampilan seperti ini?
Karena...
Lagi pula, bagaimana aku tahu tentang semua itu?
Kakek! Bersiaplah untuk bertarung!
Aku akan menjadi Hokage Kelima!
Sakit!
Masalah datang silih berganti.
Sial! Apa ini perangkap?
Kau baik-baik saja, Tuan Muda?
Biar kukatakan bahwa tidak ada perangkap di sini.
Apa? Kenapa dengan bocah ini?
Apa?
Aku tahu anak ini. Dia bocah Rubah Ekor Sembilan itu.
Dia berandal yang tidak berguna.
Pasti kau yang melakukan ini kepadaku!
Kau yang jatuh sendiri, Bodoh!
Hei! Lepaskan dia!
Dia cucu dari Hokage Ketiga!
Dia langsung berhenti setelah tahu siapa diriku.
Dia seperti guruku, si Kacamata.
Dia sama seperti semua orang.
Kenapa?
Kau tak jadi memukulku?
Tidak bisa karena aku cucu Hokage, ya?
Aku tak peduli, Bodoh!
Orang ini...
Apa?
Astaga.
SEKOLAH NINJA
Dengar.
Kau cucu dari Hokage Ketiga.
Meski berandal itu memukulmu, jangan berhubungan dengannya.
Tidak ada gunanya berada di dekatnya.
Aku gurumu yang ternama, Ebisu,
dan tidak pernah salah tentang hal seperti ini!
Bukankah kau ingin menjadi Hokage Kelima?
Maka izinkan aku mengajarimu Ninjutsu
agar impianmu menjadi kenyataan.
Benar.
Tetaplah bersamaku agar kau mendapatkan jalan pintas menjadi Hokage Kelima.
Apa itu jelas, Tuan Muda?
Dia pergi!
Tampaknya dia pergi mengejar Naruto.
Gawat!
Ini buruk!
Tuan Muda!
Bagaimana dia bisa menjadi seperti ini?
Itu serangan tiba-tiba ke-20 hari ini.
Dan sekarang dia mengejar Naruto. Aku agak khawatir.
Kuharap dia tidak melakukan hal bodoh.
Apa?
Berhenti mengikutiku!
Ada apa lagi?
Penyamaranmu menyedihkan.
Kau bisa mengetahui penyamaranku.
Kau memang hebat.
Akan kuizinkan kau menjadikanku muridmu.
Tapi kau harus mengajariku Jutsu Seksi dahulu
yang kau gunakan untuk mengalahkan Kakek Hokage.
Kau pasti bercanda.
Kumohon setujulah, Bos!
Apa?
Bos?
Bos!
Baiklah, kalau begitu.
Dengar.
Untuk menjadi ninja yang hebat,
kau harus belajar mengendalikan Cat.
Cat?
Ya, Cat.
Bos, kurasa maksudmu Cakra.
Diam!
Begitulah ninja sejati menyebutnya!
Aku baru tahu itu!
Syukurlah dia bodoh.
Dengar. Cakra pada dasarnya berarti...
Pada dasarnya, itu energi yang dibutuhkan untuk memakai Jutsu.
Apa?
Dengan kata lain, Ninjutsu menggabungkan cakra,
energi fisik yang diakumulasi dari setiap sel tubuh
dengan energi spiritual yang disempurnakan melalui latihan dan pengalaman.
Energi yang terkumpul ini dikeluarkan dengan segel tangan.
Kupikir kau tahu semua itu,
ternyata hanya baca dari gulungan!
Banyak penjelasan dalam menyempurnakan teknik ninja,
tapi intinya hanya satu.
Apa itu?
Kerja keras dan keberanian.
Kerja keras dan keberanian?
Benar.
Jadi, bersiaplah untuk tugas menantang yang akan kuberikan.
Ya, Bos!
Bagus. Ayo mulai sekarang. Berubahlah.
Apa?
Biar kulihat dahulu seberapa banyak yang kau ketahui.
Tapi berubah menjadi apa?
Baiklah! Pertama, berubahlah menjadi wanita itu.
Itu sangat mudah, Bos.
Berubah!
Apa aku mirip dengannya?
Pakaiannya memang mirip...
Apanya yang mirip?
Tuan Muda.
Jika mau berubah menjadi diriku, cobalah lebih manis sedikit, ya?
Dia menakutkan.
Kenapa hanya aku yang dipukul?
TOKO BUKU SHUEIDOU
Baiklah! Berikutnya, kita akan cari tahu cara menjadi seksi.
Ya, Bos!
KLUB KESENANGAN PEREMPUAN MONTOK
Sudah kubilang tidak boleh baca di sini, Naruto!
Ini ujian terakhir. Kerahkan semua tenagamu!
Ya, Bos!
Berubah!
Naruto! Kau lagi!
Kenapa hanya aku yang selalu...
- Maaf. - Apa?
Itu karena aku cucu Hokage.
No comments yet. Be the first to leave one.