The first 200 lines.
Jangan menelannya, Gina, ini penelitian.
Ayo sayang, tiduri aku.
Kenapa kau menatapku?
Aku melihatnya di TV, laki-laki suka semburan.
Saat kau menghabiskan rokok itu,
40 juta laki-laki di dunia mengalami ejakulasi.
Saat ini, 80 juta orang sedang bercinta.
Bayangkan itu.
Layarnya membuat mataku berdarah.
Maaf, teman-teman. Gerobakku terlambat.
Ya, itu terasa enak,
ya kan?
Nih, sobat.
Kisah yang menyedihkan.
Istrinya mencampakkannya dan meninggalkannya bersama anaknya yang penderita asma.
Kita berikan dia blowjob, itu akan menenangkannya.
Teman-teman, ada yang kakinya diberi cat kuku merah?
Tentu.
Semua orang, lepaskan kaus kaki dan keluarkan jari kaki untuk diperiksa.
Oke.
Kita perlu bertindak.
BOLEH KUMASUKAN KE DALAM MULUTKU?
Aku tahu kau melihat melalui lubang kunci
saat aku mandi dan menyentuh tubuhku.
Kirimkan sext ke Simona yang manis
di 88-25-300
aku akan membukakan pintu untukmu.
Bobo!
Bu Vera, ada apa?
Ini bukan apartemenmu. Apartemenmu ada di lantai bawah.
- Dia bilang ini bukan apartemenku. - Apartemenmu satu lantai di bawah.
Janko, kau membuat burung itu keluar.
Bagaimana kita menangkapnya?
Dina!
Dina!
Nak, kau melihat perempuan lewat di sini?
Lidahmu kemasukan embun beku?
Aku baru saja ke sini 20 detik yang lalu.
Oke.
Kau suka melihat melalui lubang kunci, kan?
Apa lagi yang membuatmu terangsang?
Kau bisa menceritakan apa saja padaku.
Aku jadi basah sekarang.
Aku menyentuh tubuhku sambil memikirkanmu.
Katakan sesuatu, pria tampan. Kenapa kau selalu diam saja?
Pantat, vagina, payudara kecil, kaki.
Aku mencukur semuanya sementara kau melihat lewat lubang kunci.
Tidak ada sehelai rambut pun yang tersisa.
Bukankah aku manis?
Aku mau kau mengirimiku pesan,
cintai aku, bercintalah denganku.
Dan aku harus memanggilmu apa, tikus kecil?
Aku Bobo.
Apa yang kau inginkan saat Natal, Bobo kecilku?
Kau tidak kecil.
Kau besar, kan?
Aku punya payudara besar.
Yang sangat besar.
Dan lubang kecil yang rapat.
Aku yakin kau bisa datang berkali-kali.
Boleh aku menyentuh penismu?
Aku mau melihatmu menyentuh penismu.
Aku bosan dengan omong kosong ini.
Siapa yang membuatmu bosan, Koni?
Aku butuh minum. Ini menyiksaku.
Kau mau kembali ke Jerman dan bekerja di konstruksi?
- Lebih cocok untukmu. - Jangan main-main denganku, Nak.
Menjauhlah.
- Koni... - Jangan bicara padaku.
- Diam! - Itu "schnauzer."
Apa ini, kelas bahasa Jerman?
Aku dapat yang besar.
Aku hanya memikirkanmu, tikus kecilku.
Kirimkan aku poto yang lucu.
Kau membuatku bergairah, Bobo.
Aku bermain dengan temanku yang manis.
Zeleni!
Kenapa Pak Bobo mengirimimu foto burung? Sial.
Seorang laki-laki pernah memintaku memasukkan hamster ke dalam celananya,
untuk menggigitnya.
Lihat, tulis Zeleni,
"Kirimkan aku foto yang lucu."
Dan lelaki itu mengiriminya seekor burung parkit.
Apa-apaan? Maksudnya foto penis.
Penis yang ereksi, demi Tuhan.
Lihatlah teman-temanku.
Ini yang mereka kirimkan padaku.
Andi.
Kenapa tidak ada yang mengirim unggas padaku?
Zeleni, ke mana kau pergi?
Hilang lagi ya?
Mungkin orang Austria itu menyukai burung.
Orang Austria menyukai hal-hal aneh.
Michael.
Itukah penismu?
Kau mengizinkanku membelainya?
Zeleni, benarkah.
Aku tidak bisa menghubunginya. Kau punya nomor barunya?
Dia menghapus semua media sosialnya. Kau paham maksudnya.
Bisa kau memintanya bicara denganku?
- Setidaknya dia berutang itu padaku. - Apa?
Aku yakin kau berutang padanya.
Aku tahu. Aku akan membalasnya, aku sekarang bekerja untuk orang Jerman.
Jika kau bisa mengatakan itu padanya.
Dia tidak ada di sini, jika kau ingin tahu.
Kalau tidak, aku tidak akan membuka pintunya.
Oke, setidaknya bisa kau memberi ini?
Aku membelinya untuk hadiah ulang tahunnya.
Kau membuat rumahku menjadi dingin.
Jaga dirimu baik-baik dan jangan ganggu Dina.
Vlatka...
Zeleni.
Kau perlu punya rumah susun.
Keterampilan berbahasa?
Inggris, Jerman?
Jerman.
Kau membaca iklan lowongan pekerjaan.
- Kau mengerti apa yang kita lakukan di sini? - Ya.
Aku mengerti.
Aku perawat.
Aku dulu bekerja di bangsal jiwa.
Aku sudah pernah melihat semuanya.
Darah, luka, nanah.
- Dan kotoran juga. - Benar.
Ibuku menderita Alzheimer dia tidak bisa hidup sendiri
jadi aku berhenti dari pekerjaanku di Wina dan sekarang aku butuh pekerjaan baru,
yang fleksibel.
Untuk pekerjaan ini kau harus berpikir jernih.
Kami punya perempuan yang mau menikahi klien.
Aku berpikiran jernih.
Terkadang lebih dari yang seharusnya.
Baiklah.
Kalau begitu,
selamat datang di bangsal jiwa kami.
Ini Zeleni, kau akan bertemu dengannya nanti.
Dia berkirim pesan dengan lelaki Austria.
Kau juga bisa melihat apa yang ditulis lelaki Bobo ini padanya.
Jika seseorang mencoba menipu klien,
aku akan melihat semuanya di sini.
Pak Bobo lagi? Kau mempermainkannya?
Kau anggap aku ini siapa?
Aku perempuan yang baik.
Musketeers, perkenalkan Jana, rekan barumu.
Zeleni, tunjukkan yang harus dilakukan.
Kau satu-satunya yang normal.
Sialan, kita punya perempuan sungguhan.
Perempuan sejati, tak bisa dipercaya.
- Benarkah? - Tapi kau bos kami, Liza.
Itu beda.
Aku perempuan, bajingan.
Aku Koni.
Tidak perlu jabat tangan. Ada lima laki-laki yang meraba payudaraku.
- Aku Jana. - Ini pekerjaan kotor, Jana.
Benar kan, Profesor?
Dia tidak bicara pada kami. Dia bangsawan Inggris.
- Silakan duduk. - Memo, bisa kau membantu Jana?
Ada seseorang yang harus datang.
Baiklah.
Saat ini aku sedang mengobrol dengan lima... tujuh laki-laki.
Ini kategorinya.
MILF, mesum, BDSM, remaja, nenek-nenek...
Memo juga tertarik pada nenek-nenek.
Semua obrolannya dalam bahasa Jerman?
Benar. Hanya Profesor dan aku yang mengobrol dalam bahasa Inggris.
Mereka semua pernah tinggal di luar negeri dan aku seorang mahasiswa.
Memo itu jenius kita.
Suatu hari nanti dia akan menerjemahkan buku sungguhan.
Ini model kita. Laura Hot, Barbie Bizzare.
Nona Lisa.
KENTOTIN AKU! KUMOHON
Para pendengar yang budiman, berhati-hatilah saat berkendara, jalanan berlumpur dan licin.
Ini adalah malam yang panjang.
Kau sendirian?
Kau tinggal sendiri?
Bayangkanlah aku datang padamu.
Nomor yang anda coba hubungi tidak menerima panggilan saat ini.
Kau mau main?
Haruskah aku berbaring di sampingmu?
Kau punya penis yang besar?
Apa yang kau mau kulakukan?
Kau mau aku datang?
Aku tinggal di Wolfsberg.
- Kau tahu di mana itu? - Lihat, Bobo.
Sedikit noda.
Aku sering ke Wolfsberg.
Pacarku yang manis tinggal di sana.
Dia sering memijatku. Seluruh tubuhku.
Aku biarkan dia menyentuhku di mana pun dia mau.
Haruskah aku bertanya padanya
apa kau bisa bergabung dengan kami?
Satu foto lagi?
Aku terus menyentuh tubuhku,
Aku tidak bisa berhenti.
Aku basah.
Aku basah sekali.
Aku menaruh kepala pancuran di antara kedua kakiku
dan kubayangkan itu tanganmu.
Aku di Wolfsberg hampir setiap hari,
tapi aku tidak bisa memberitahumu kenapa.
Beranikah kau bertemu denganku
No comments yet. Be the first to leave one.