Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 16 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton:):) Kunjungi www.sultankhilafsub.wordpress.com. Follow IG: @sultan_khilaf_sub:):)

Tags

other
Published on: 2017-12-19
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 16"

"Lembar Pendaftaran Kontes Resep Rahasia Grup WL"

Apa ini?

Apa? Mungkin amplopnya tertukar.

"Pendaftaran Kontes"

Hei, San Deul.

Hari ini Go Woon akan menjalani dialisis, bukan?

Dia baik-baik saja?

Ya, dia menjalani prosedurnya seperti jagoan.

Itu sebabnya aku merasa lebih sedih.

Lalu bagaimana dengan kontes resep itu?

Aku memeriksanya, tampaknya kamu harus mendaftar hari ini.

Itu sebabnya aku di sini untuk menyerahkan pendaftaran.

San Deul, aku sangat gugup.

Jangan khawatir. Kamu sudah berusaha keras.

Lihat saja. Kamu pasti akan lolos.

Kamu mempunyai keberuntungan itu di tahun ini.

Kamu mulai terdengar seperti peramal.

Bagaimana kamu tahu?

Ayolah, indra keenamku kuat.

Kamu harus memercayaiku.

Apa? Kamu masih batuk?

Kurasa begitu. Kondisiku belum membaik.

Itu karena kamu tidak makan dengan benar.

Hubungi aku setelah urusanmu selesai.

Aku akan mentraktirmu makan malam karena telah lolos kontes.

Baiklah. Sampai jumpa.

Silakan serahkan portofolio ke meja sebelah kanan

dan lembar pendaftaran ke meja sebelah kiri.

Banyak orang yang menunggu,

jadi, persiapkan semua dokumennya terlebih dahulu.

Baik.

Ini menarik.

Jadi, begini caramu muncul di hadapanku lagi.

- Halo? - Kamu Nona Choi Go Ya?

Ya, itu aku.

Kamu baik-baik saja? Kamu basah kuyup tempo hari.

Siapa kamu?

Suaraku tidak begitu mudah dilupakan.

Kamu tidak mengingatku?

Aku pria yang kamu siram dengan air.

Apa? Kenapa pria ini meneleponku?

Kamu ingin tahu alasanku meneleponmu?

Jika kamu masih marah karena aku menyirammu,

aku sungguh meminta maaf atas perbuatanku...

Tunggu, kenapa aku meminta maaf?

Dia sudah membalas dendam.

Kamu benar. Kenapa kamu meneleponku?

Tidak ada yang perlu kubicarakan denganmu.

Pertama, mari bertemu.

Apa? Kenapa dia ingin menemuiku?

Kenapa aku harus menemuimu?

- Aku yakin kita harus bertemu. - Tidak ada alasan untuk bertemu.

Kamu punya alasan untuk bertemu.

Maaf, tapi aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu.

Jika ada yang ingin dikatakan, katakan saja lewat telepon.

Tunggu.

Bagaimana kamu mengetahui nomorku?

Kamu menulisnya di resumemu.

Resumeku?

Sepertinya kamu belum memeriksanya.

Lembar pendaftaranmu ada padaku.

Tunggu, kamu sungguh menyimpannya?

"Lembar Pendaftaran Kontes Resep Rahasia Grup WL."

"Nama pendaftar, Choi Go Ya."

"Keluar dari Universitas Gaya, Jurusan Bahasa Korea."

Haruskah kulanjutkan?

Kamu di mana?

Kini kamu mengerti.

Artinya kita bisa bertemu, bukan?

Ya, itu sangat penting karena aku harus menyerahkannya hari ini.

Kedengarannya bagus.

Dokumen yang kamu ambil dariku juga sangat penting.

Itu kontrak senilai dua juta dolar.

Berapa?

Dua juta?

Ya, biar kuberi tahu.

Jika tidak mengurusnya hari ini, aku akan kehilangan dua juta dolar.

Jadi, kita harus bertemu, bukan?

Kapan kita bisa bertemu?

Lupakanlah. Kamu di mana sekarang? Aku akan ke sana.

- Tidak. - Kenapa?

Sejujurnya,

aku meninggalkan dokumenmu di tempat lain.

Itu pasti ada di rumah.

Kirimkan alamatmu, aku akan ke sana sekarang.

Sungguh? Kamu harus datang, ya.

- Harus. - Baik.

Aneh.

Aku tidak pernah mengeluarkan dokumen apa pun dari tasku.

Sebentar lagi dia pasti tiba di sini.

"Kelas Memasak Jang Ok Ja"

Jangan berterima kasih kepadaku.

Kamu meminta itu karena ingin menemukan orang yang berbakat.

Aku senang bisa membantu.

Tentu saja, tetap sehat.

Siapa itu?

Ha Ji Na.

Ibu masih berhubungan dengannya?

Bukankah dia aktris yang menikahi pria kaya?

Dia pasti meminta bantuan Ibu.

Dia meminta ibu menjadi juri dalam sebuah kontes

yang diadakan perusahaannya.

Begitu rupanya.

Bagaimana Nenek bisa mengenalnya?

Dia sudah kembali ke Korea?

Kupikir dia sedang di Tiongkok.

Dia masih tinggal di sini.

Dia memperluas bisnis distribusi makanannya ke Tiongkok

dan ingin membuatnya mengglobal.

Kedengarannya hebat.

Jadi, bagaimana Nenek bisa mengenalnya?

Astaga, apa yang kupikirkan?

Aku meninggalkan supnya mendidih di kompor.

Sulit kupercaya.

Percaya apa?

Nenek tidak melihatnya?

Bibi memperlakukanku seperti aku tidak ada.

Lagi pula kenapa kamu melantur?

Dia tidak menerima

jika ada yang berbicara buruk soal putranya.

Perkataanmu benar-benar omong kosong.

Apa yang telah kulakukan?

Maksudku putranya adalah pria hebat

sehingga banyak wanita aneh yang bisa tertarik kepadanya,

bahkan wanita yang tidak sebanding dengannya.

Jika dipikirkan, Nenek lebih buruk daripada aku.

- Memangnya nenek bilang apa? - Nenek selalu mengatakan

hal yang sama kepada ibuku.

"Di mana kamu menemukan wanita macam dia?"

"Aku tahu kamu anakku, tapi seleramu sangat buruk."

Diam.

Kak Go Ya di mana?

Dia keluar untuk menyerahkan pendaftaran atau semacamnya.

Kamu pasti lelah setelah menjalani dialisis.

Kenapa kamu tidak tidur?

Aku sudah cukup tidur.

- Kakak sedang apa? - Menurutmu apa?

Kakak mencoba melepaskan cincin ini.

Astaga, kenapa tidak mau lepas?

Di mana Kakak mendapatkan cincin itu?

Kakak membuat pria membelikannya lagi?

Pikirmu kakak apa?

Belum lama Kakak menerima rompi bulu dari pria beristri

dan membuat keluarga itu berantakan.

Kali ini berbeda.

Kakak menabrak seorang pria di bus

dan cincinnya masuk ke jari kakak.

Kakak ingin mengembalikannya, tapi tidak tahu caranya.

Jadi, untuk sementara kakak menyimpannya.

Kenapa memakainya di jari Kakak?

Entahlah.

Kenapa kakak memakainya dan terlibat masalah ini?

Tidak mau lepas?

Tidak. Jari kakak mati rasa.

Biar kulihat.

Kak Go Ya, sudah menyerahkan pendaftarannya?

Tidak. Sepertinya itu tertinggal di rumah.

Sudah kuduga Kakak tidak akan bisa menyerahkan pendaftaran itu.

Doaku telah terkabul.

Hei!

Lepaskan.

Di mana itu?

Mungkinkah di toserba?

"Pengacara Min Ji Seok"

Kenapa dia belum datang?

Apa dia akan datang?

Tentu saja. Kubilang kontrak itu senilai dua juta dolar.

Tunggu.

Di mana amplop itu tertukar?

Apakah...

Di mana ponselku?

Di mana?

Dasar ceroboh.

Mungkinkah...

- Aku mencari sesuatu. - Baik.

Astaga.

Aku harus mengingat di mana amplop itu tertukar.

Kedai makanan.

Kedai makanan.

Halo. Kamu tahu kapan kedai makanan ini buka?

Kedai makanan di sana?

Ya. Saat ini tutup. Kamu tahu kapan mereka buka?

- Ini akan tutup untuk sementara. - Apa?

Pemiliknya menjalani operasi lutut. Sementara dia tidak bisa bekerja.

Apa?

Bisakah aku meminta nomor teleponnya?

Aku tidak mempunyai nomor teleponnya.

Kami bahkan jarang menyapa saat berpapasan.

Benar.

Saudarinya mempunyai kedai camilan di perempatan ujung jalan.

Terima kasih.

Kak Yang Sook.

Kak Yang Sook.

Kak Yang Sook, bisa kita berbicara?

Kak Yang Sook.

Kak Yang Sook.

Di sini ada instruktur yang bernama Oh Na Ra, bukan?

Itu...

Wanita ini. Aku ingin menemuinya.

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left