The first 200 lines.
SEMUA KARAKTER TEMPAT KEJADIAN DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKSI
Di sini rupanya.
Menurutmu,
bukankah ada sesuatu di antara Jae-eon dan Na-bi?
Hei. Terus terang, kenapa Na-bi mengencani pria seperti Jae-eon?
Kenapa? Na-bi cantik.
Maksudku, masalahnya adalah Park Jae-eon.
Dia tak pernah serius.
Maka itu kuakhiri usai beberapa kencan dengannya.
Serius? Kau mengakhirinya?
Ya, aku berhasil lepas darinya, tapi kuyakin Na-bi akan sulit.
Rumor dirinya sudah tersebar.
Na-bi murid rajin, tapi akhirnya malah begini.
Ya, benar.
- Sudah mengambilnya? - Ya, ayo pergi.
Masih lembur? Sebentar lagi aku sampai.
Apa ada wanita lain yang kau kencani?
Tidak ada.
Benarkah?
Permisi.
Apa kau Park Jae-eon?
Benar.
Begitu rupanya.
Dasar bajingan!
Pak, apa yang kau lakukan?
- Minggir! - Tolong hentikan!
Aku tak mengerti kenapa kau semarah ini.
Kenapa kau tak ada kabar?
Sebenarnya, aku…
Menyingkirlah!
Ada apa?
Na-bi!
Kemari kau, Bajingan!
Hentikan, Jae-eon!
- Berengsek! Minggir! - Tunggu, Pak!
- Minggir kau! - Jangan, Pak!
- Kenapa melakukannya? - Ada apa ini?
Kenapa melakukannya?
Kenapa?
- Kenapa kau melakukan hal itu? - Polisi?
Aku di Universitas Hongseo, ada seorang pria…
- Sol, tahan dia! - Kenapa melakukannya?
- Segeralah datang! - Kau tak apa?
Kenapa?
Ya Tuhan.
MESKI AKU TAHU TIDAK AKAN ADA YANG BERUBAH
POLISI
Mari kita pergi.
Kenapa? Aku penasaran…
Maksudku, aku mencemaskan mereka.
Hubungi aku jika ada masalah.
Ya, pulanglah.
Kami pergi.
- Hati-hati. Dah. - Telepon kalau butuh bantuan.
KANTOR POLISI HONGSEO
Beraninya kau menyentuh pacar orang?
Jika masih mengganggu adikku,
aku benar-benar akan membunuhmu, Berengsek.
Nona.
Kau seumuran adikku, maka kuberi saran.
Jika ingin menjalin hubungan, temuilah pria yang tepat
Jika memacari pria sepertinya, hidupmu bisa hancur berantakan!
Kau mau bilang apa sebelumnya?
- Apa? - Lain kali saja.
Aku mau pulang.
Kau terluka? Ayo ke rumah sakit.
Tak apa. Urus dirimu saja.
Apa yang sedang mereka bicarakan? Mungkin mereka sedang bertengkar.
Seharusnya aku tak melaporkannya. Masalah menjadi makin rumit.
Tidak. Itu hal bagus.
Jika tidak, Na-bi bisa terluka.
Benar, 'kan?
Saat Na-bi menengahi Jae-eon dan pria tadi,
itu mengagumkan.
- Padahal dia juga ketakutan. - Benar.
Na-bi harusnya marah pada Jae-eon,
tapi malah membelanya.
Kurasa karena dia sangat menyukainya.
Aku harus pulang.
Sampai jumpa besok.
Kuantar sampai rumah.
Sikapmu aneh hari ini. Mau katakan sesuatu?
Kita belum selesai bicara.
Tidak perlu.
Kita selalu berbaikan seperti ini.
Berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Kali ini, sepertinya tak bisa begitu.
Maaf karena merahasiakan
program pertukaran pelajar.
Aku lebih sedih saat kau bilang hubungan kita hanya sebatas ini.
Hei. Kau yang katakan…
Baiklah. Aku minta maaf.
Aku juga minta maaf karena kesal saat festival kampus.
Kenapa tak meminta maaf karena tak memberi tahu soal pria itu?
Hei, itu tak adil.
Kami tak punya hubungan seperti itu.
Lalu, hubungan kalian seperti apa?
Obati lukamu.
Terima kasih.
Kau lihat banyak hal buruk hari ini.
Kau juga menjagaku saat sakit.
Anggap ini balas budiku. Aku mau pulang.
Kita tak akan menemuiku lagi?
Aku masih ingin berteman denganmu.
"Teman"?
Sebenarnya apa arti teman bagimu?
- Apa maksudmu? - Kenapa berbohong padaku?
Katamu, tak mengencani wanita lain selain aku.
- Apa itu begitu penting? - Hei.
Apa maumu dariku?
Benar.
Kau cuma ingin gadis bodoh agar kau bisa…
- Ada apa denganmu? - Kau bertanya?
Kau selalu menarik garis batas padaku seperti ini.
Kau cuma mau menemuiku saat butuh,
tapi enggan terikat?
Jangan khawatir.
Aku tidak akan merepotkanmu.
Bukan begitu!
Lalu, apa hubungan kita?
Bukankah sejauh ini kita tak bermasalah?
- Kenapa tiba-tiba… - Benar.
Maaf karena tak acuh dan sok keren selama ini.
Sejak bersamamu, aku tak pernah mendengar hal baik tentangmu.
Meski tahu kau tak serius padaku, aku pura-pura tak peduli
karena…
Karena…
Aku menyukaimu.
Aku tak bisa melanjutkannya. Kita akhiri saja.
Apa?
Lucu, ya?
Padahal memang tak ada hubungan yang harus diakhiri.
Yu Na-bi.
Terima kasih memberiku kesempatan untuk meluruskan semua ini.
Baiklah. Mari kita akhiri.
Pilihan ada di tanganmu.
Astaga. Bahkan sampai akhir…
kau sungguh seorang bajingan.
Setelah dengar Jae-eon berselingkuh dengan Na-bi,
wanita itu datang ke kampus sambil marah-marah.
- Astaga, dia memergoki mereka? - Ya.
Jadi, wajah Jae-eon babak belur karena dipukul wanita?
- Benar. - Yang kudengar seorang pria.
- Mungkinkah Jae-eon… - Mustahil!
Kau yakin soal itu?
Kudengar Na-bi yang memukul Jae-eon.
Ada yang melihat mereka bertengkar di tengah malam.
Untuk apa Na-bi memukul Jae-eon?
- Karena marah dia berselingkuh! - Itu konyol.
Se-yeong, jika itu ulahnya, Na-bi sudah bisa jadi atlet UFC.
Seharusnya Na-bi bahagia setelah meninggalkanku.
- Yang benar saja! - Kalian konyol.
Reaksi apa itu?
Baru lihat rambut diwarnai?
- Kau bukan main. - Cantik sekali.
Aku kehabisan kata mengomentarimu.
Dia sungguh pencari perhatian.
Kenapa? Itu bagus.
Jelek, ya? Penata rambut bilang ini bagus.
Memang bagus, tapi cukup mengejutkan.
Warnanya sangat bagus. Rambutmu diputihkan dahulu?
Ya, hampir aku botak.
Namun, Bit-na,
apa kau dengar sesuatu tentang Na-bi dan Jae-eon?
Diamlah. Na-bi datang.
- Ada Sol juga. - Hei!
Kalian berdua tak ikut lokakarya?
Bit-na, warna rambutmu berubah. Terlihat bagus.
Terima kasih, tapi jangan ganti topik!
Tak kusangka kalian tak datang.
Kalian benar-benar mengkhianatiku.
Ikutlah bersama kali.
Semua profesor tidak ikut.
Kita bisa bercengkerama sepuasnya!
- Entahlah. - Sol, ayolah ikut.
Bisakah kau ajak Ja-eon untuk ikut juga?
Kujamin semua akan ikut jika Ja-eon ikut.
Bilang saja sendiri. Jangan suruh Na-bi.
Namun, mereka berdua dekat.
Omong-omong, kenapa wajah Jae-eon terluka?
Luka apa?
Na-bi, kau pasti tahu. Jae-eon bertengkar dengan siapa?
Kumohon berhenti menanyakanku tentang Jae-eon.
Aku juga tak terlalu kenal.
- Hei. - Astaga, kau sedang apa?
Ayo, bekerja.
Kau datang?
Aku minta maaf.
Entah kenapa dia bisa salah paham
sampai menggila seperti itu.
Kau marah padaku, ya?
Sampaikan juga maafku untuk pacarmu.
- Pacar? - Katanya kemarin kau bersama seseorang.
Dia bukan pacarmu?
Jika ada masalah…
hubungi aku, meski tak ada hal khusus.
Tidak akan. Itu lebih baik untuk kita.
Benar.
Nam Gu-hyun?
Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.