The first 200 lines.
KERETA PARA JUTAWAN
Latihan selesai
Siapa kau? Dari mana asalmu?
Tidak, ini hanya salah paham
Apa yang kau lakukan di sini?
Dia mencuri arlojiku
Dia juga mencuri cincin emasku
Tidak, ini pasti salah paham
Tangkap dia.
Ayo menari
Mulai!
Senyum sedikit.
Tangkap dia!
Hampir saja.
Loi Fook, ambil uang ini dan belilah tanah.
Lepaskan aku sekarang, dan tangkap lagi nanti.
Sama saja.
Kelemahan terbesarku adalah adil dan jujur
Uangmu adalah barang bukti untuk menghukummu.
Ching Fong Tin?
Ching Fong Tin?
Ching Fong Tin?
Lepaskan aku! Lepaskan aku!
Takkan kulepas!
Lepaskan aku sekarang atau kita mati berdua
Biar saja
Kita mati bersama!
Ching Fong Tin, suatu hari kau akan kutangkap, tunggu saja.
Kalian tunggu aku di tepi sungai
Aku akan ke Shanghai mengejar kereta. lalu kita cegat saat tiba di sungai.
Kita akan berkoordinasi dari dalam Ingat, jangan serakah.
Baik.
Kalian ikut denganku, sisanya ikut mereka.
Baik.
Ayo pergi! / Ayo!
Ayo!
Kereta akan berangkat dari Shanghai Kamis tiba di Chengdu dalam 20 hari.
Semua penumpangnya orang kaya dan pejabat tinggi tapi yang terpenting,
Duta besar Jepang, Yukio Fushiki ada di sana membawa peta makam Raja Qin.
Yukio Fushiki seakan-akan mengunjungi Chengdu tetapi tujuan sebenarnya
adalah membawa peta ke Guangzhou.
Kita curi petanya lalu berikan pada Shi Yu.
Orangnya akan memindahkannya dari sana
Jika berhasil, masing-masing kalian akan diberi imbalan 100,000 dolar
100,000 dolar!
Benar, kalian juga berhak atas barang-barang berharga penumpang.
Jadi bagaimana rencanamu!
Aku akan naik kereta dari Shanghai bersama bosmu.
Semoga anak buahmu siap
Tentu saja.
Tapi pembajakan kereta akan menarik perhatian polisi dengan cepat.
Jangan khawatir, lokasi pembajakan kereta kita sepi
Tak ada seorang pun dalam jarak tiga mil dari sungai
Jadi seharusnya bukan masalah
Ada sebuah kota kecil terdekat bernama Han Shui.
Tapi beberapa mil jauhnya dan terpencil
Itu bukan ancaman untuk kita.
Jika kereta itu bisa membuatku kaya aku siap meski menghadapi tentara
Baik, aku setuju.
Kau tahu aku peduli denganmu.
Mengapa tiba-tiba dingin?
Kembalilah, dalam setahun kau bisa dapat uang banyak
Kau juga bisa menikah
Kenapa menunggu setahun, aku mau menikah sekarang.
Hentikan!
Hentikan! ada orang melihat.
Lanjutkan, anggap aku tak ada.
Kau belum pernah melihat orang ciuman?
Jujur saja, aku belum pernah lihat.
Kau telat kawan, kami baru saja selesai. Maaf ya!
Tak perlu minta maaf
Aku pun tidak bayar menonton kalian, jadi tidak masalah.
Aku permisi.
Ching Fong Tin, tunggu.
Apa maksudmu?
Kau mau aku terus berutang budi padamu?
Apa? berutang budi padaku?
Kau telah menyelamatkan kami berlima
Setidaknya izinkan aku ikut bersamamu
Kenapa.. apa aku tak pantas untukmu?
Kau pantas.
Aku sudah tidur dengan banyak wanita
Tapi kau beda.
Aku mau hubungan kita spesial.
Kuharap kau tulus
Tapi aku tidak mau menunggu lama.
Jangan takut, aku pun tidak mau kau bertambah tua.
Nah, pergilah tidur.
Cuaca cerah kembali, sepertinya akan berubah panas.
Pak, teman-teman sudah siap.
Kami hanya menunggu perintahmu untuk membakar.
Bagaimana dengan petugas damkar? apa mereka masih tidur?
Untuk apa pedulikan mereka. kita hendak merampok bukan?
Apa kau tidak berpikir?
Kita akan merampok disaat para damkar sibuk memadamkan api
Jangan dimulai, sampai ada perintahku.
Pak mereka sudah siap membakar.
Apa maksudmu sudah siap?
Kau suruh bakar, kami siap membakar
Apa? membakar?
Maksudmu, aku selaku Kepala Polisi menyuruhmu membakar?
Pak jangan khawatir.
Dia tuli, dia tidak mendengar kita
Kau yakin?
Tanya saja
Hei Jelek, kau bisa mendengarku?
Apa? bicara yang keras.
Kalian harus hati-hati.
Hei kau mau kemana? / Ada api!
Itu tetangga, bukan urusan kita.
Terus bekerja.
Tapi apinya bisa membesar!
Itu di seberang jalan, takkan berpengaruh pada kita.
Kembali bekerja.
Kebakaran... kebakaran!
Kebakaran! Atapku kebakaran!
Kebakaran!
Ayo!
Minggir! Minggir! Cepat!
Hau, amankan lokasi! / Baik!
Yuen, ke sisi kiri / Baik!
Lau, ke sisi kanan. / Baik!
Yiu, tangganya? / Kutinggalkan di rumah pak.
Cepat ambil! / Baik!
Tolong! Tolong aku!
Ambil terpal.
Cepat lompat!
Ayo.
Aku tidak bisa! / Kamu bisa!
Ambil tandu. / Baik!
Jangan takut, ayo!
Pak tangganya tidak sampai.
Gunakan tehnik ketapel!
Tangkap.
Siu Lan jangan takut, tutup matamu
Kurasa tidak ada bedanya
Siap! 1, 2, 3.
Siu Lan, kau baik saja? / Aku baik saja.
Terus siram. / Baik!
Ayo beraksi.
Aap itu?
Ini syal, agar tidak dikenali Paham?
Goblok! mereka mengenali seragam kita.
Ikuti saja perintahku!
Mantap, rencana kita berhasil penjaganya tidak ada
Kita rampok semua, tiada yang menghalangi
Ayo cepat!
Ada apa ini?
Apa mau kalian?
Mau kami? / Tanyakan ke bos.
Bos, sudah aman, ayo masuk.
Bagus, rupanya kamu / Apa maumu?
Mauku? aku mau semuanya!
Bercinta dengan adik atau sepupumu itu kemauanku.
Tapi sekarang, aku mau semua uangmu!
Yiu, Lok.
Ada apa? / Bantu memompa!
Ayo cepat.
Kami dirampok!
Ayo!
Tunggu, tunggu aku. Bantu aku!
Tinggal naik saja. / Tidak semudah itu.
Ayo jalan.
Dimana kudanya? / Sudah pergi.
Kita bagaimana? / Lari saja!
Polisi? / Memang kenapa?
Iya, kapolsek juga ikut bukan kami saja.
Bos, bagaimana ini?
Penjarakan mereka.
Bos, mereka akan mengejar kita
Bos, kita tidak naik kereta?
Bukan naik, tapi lompat
Kereta Chengdu lewat sini hari ini.
Peralatan siap?
Siap / Masih beberapa jam lagi.
Kita istirahat dulu
Keretanya tidak berhenti di sini
Kalau berhenti untuk apa melompat, bodoh!
Dasar bodoh.
Pak bicaralah, mereka menunggumu.
Aku harus bilang apa? Tidak ada pengaruhnya!
Jika tidak bicara, warga bisa rusuh.
Warga kota sekalian, ini hari yang sedih.
Apa yang terjadi hari ini adalah tragedi.
Semua tabungan kita di Bank, lenyap.
Semua cita-cita kita, musnah.
dan harus aku akui bahwa pemulihan berjalan lambat
dan jujur, aku tidak melihat alasan untuk tinggal di sini lagi.
Untuk itu, aku mengajak kalian untuk pindah.
Kemasi barang-barangmu, tinggalkan Han Shui untuk hidup yang baru.
Itu satu-satunya cara untuk masa depan kalian.
Terima kasih.
Kau gila? Kita tak bisa meninggalkan kota.
Tidak ada pilihan lagi!
Biar aku bicara.
Semuanya tenang!
Kapolsek pelakunya, ia mencuri uang kita.
Dia harus bertanggung jawab / Benar!
Dia mencuri jerih payah kita
Kita banting tulang untuk itu. Itu hak kita! / Benar
No comments yet. Be the first to leave one.