The first 200 lines.
Ji Seok.
"Episode 94"
Bibi melakukan hal ini tanpa sepengetahuanku?
Itu...
Kamu pasti salah paham.
Lagi pula, Bibi pernah melakukan hal yang lebih buruk.
Apa yang pernah bibi lakukan?
Bibi tidak tahu?
Bibi menghancurkan keluarga orang lain.
Apa yang kamu bicarakan? /- Bibi berselingkuh
dengan pria yang istrinya sedang mengandung.
Kamu...
Bukan seperti itu, Ji Seok.
Itu tidak benar.
Bibi berharap itu tidak benar.
Sayang sekali.
Aku mengetahui kebenarannya.
Siapa yang mengatakannya?
Siapa yang memberitahumu ini?
Sapa? /- Bibi.
Apa? /- Bibi bilang
ingin menunjukkan kartu keluarganya agar aku percaya.
Kenapa?
Jika kamu tidak memercayai bibi,
mari kita melihat kartu keluarganya.
Jadi, aku melakukan pemeriksaan latar belakang
terhadap Choi Tae Pyung.
Lalu apa?
Dia bukan pria lajang.
Dia seorang ayah yang punya anak-anak.
Ji Seok.
Tolong dengarkan bibi.
Bibi bisa menjelaskan. /- Bibi mau berbohong lagi?
Bibi juga mau berbohong kepada istriku?
Bibi akan melakukan apa padanya? Bibi berani
menyulitkannya?
Ji Seok.
Ini sebabnya Bibi harus berhenti saat kusuruh.
Bibi mengerti sekarang?
Itu alasannya Bibi tidak bisa kembali bersama kami.
Kita sudah selesai.
Ji Seok.
Bibi menutupinya
demi kamu.
Demi aku?
Jika mencemaskanku, seharusnya Bibi tidak melakukan
hal buruk ini sejak awal.
Jangan berusaha menipuku.
Ji Seok.
Namun,
Bibi harus bersyukur semuanya berakhir begini.
Jika bertemu dengan istriku,
Bibi akan dipermalukan di depannya.
Ji Seok.
Jangan menyebut namaku lagi.
Bibi sudah terhapus dari ingatanku.
Jika mau melupakan Bibi,
aku pasti sudah melakukannya.
Jadi,
jangan pernah bertemu lagi.
Ji Seok.
Ibu baru ingat,
bagaimana soal kepindahan
adikmu kemari?
Dia tidak pindah.
Kamu tidak apa-apa dengan itu?
Sampai hari ini,
hidupku baik-baik saja, berpikir bahwa dia tidak ada.
Tapi jika cemas,
kamu harus memastikan keadaannya.
Tidak ada yang akan menyalahkanmu karena melakukan itu.
Pak Min.
Kamu tidak pulang?
Sepertinya tidak bisa.
Kenapa?
Jangan ke kafe. Langsung pulang.
Aku akan pulang setelah membereskan ini.
Ji Seok.
Apa kamu
mengatakan semuanya kepadanya?
Bisakah kamu
memelukku?
Itu pasti sulit.
Kini sudah berakhir.
Jangan pikirkan dia lagi.
Hapuslah dia dari ingatanmu.
Aku sudah melakukannya.
"Rumah Sakit Hanguk"
Masuk.
Dokter Han.
Bu Oh datang kemarin untuk memberikan ini kepada Anda,
tapi aku lupa menyampaikannya.
Maafkan aku. /- Tidak apa-apa.
Ibumu menyukai bunga ini.
Tolong berikan kepadanya mewakiliku.
Astaga.
Bibi tidak tahu?
Bibi menghancurkan keluarga seseorang.
Bibi berselingkuh
dengan pria yang istrinya sedang mengandung.
Astaga.
Astaga.
Aku tidak mau hidup lagi.
Halo.
Ini aku, Han Jae Woong.
Ya.
Aku ingin bertemu denganmu.
Kapan kamu sempat?
Ya,
sekarang.
Ya, sekarang.
Aku punya waktu sekarang.
Ibu. /- Ya.
Kamu mau berangkat kerja?
Ya, Ji Seok sudah lebih dahulu karena ada sidang.
Begitu.
Begini...
Ini.
Apa ini.
Terima kasih telah memberi pelajaran kepada pemilik anjing
yang bebal itu kemarin.
Ini hadiah untukku?
Bukan.
Lalu?
Itu
untuk ibumu.
Ibuku?
Kami bersyukur kamu bergabung dalam keluarga ini.
Ibu ingin berterima kasih karena dia memberikan anak yang cerdas dan baik
sebagai menantu ibu.
Ibu. /- Hentikan.
Ibu membenci hal-hal seperti itu. Ibu pergi dahulu.
Terima kasih.
Akan kupastikan untuk memberikan ini kepada ibuku.
Ibu.
Ya.
Beberapa hari lalu,
saat aku ke rumah sakit untuk dialisis ginjal dengan Kakak,
ada
wanita aneh menyapaku.
Wanita aneh?
Siapa dia?
Itu kali pertama aku melihat dia.
Tapi,
saat aku ingin menyapanya kembali,
kakakku melarangku melakukannya.
Begitu, ya?
Ya, Go Woon bilang begitu.
Kamu melarang dia menyapa balik.
Siapa wanita itu.
Oh Na Ra. /- Siapa?
Kenapa wanita bedebah itu menyapa Go Woon?
Jangan cemas, Ibu.
Kini wanita itu sangat tidak bahagia,
dan dia akan lebih menderita nanti.
Dia akan jatuh semakin dalam.
Tunggu.
Kenapa tiba-tiba Jae Woong ingin menemuiku?
Apa mungkin dia mendengar sesuatu dari Ji Seok.
Astaga.
Bagus. Aku memang ingin melihatmu, Oh Na Ra.
Kamu muncul seperti ini untukku.
Pergilah.
Beraninya kamu muncul dan menyapa putraku?
Kenapa kamu marah karena aku menyapanya?
Baiklah, lain kali aku akan berpura-pura tidak mengenalnya.
Jadi, tolong berpura-puralah kamu tidak mengenalku.
Astaga. Lihat caramu berpakaian.
Apa?
Kamu memakai pakaian mewah dari kepala sampai kaki.
Apa gunanya? Toh hidupmu sudah hampa.
Hei. /- Apa perkataanku salah?
Kudengar kamu bangkrut.
Kamu bilang kamu bahagia setelah menghancurkan keluarga orang.
Bisa-bisanya kamu berakhir begini?
Astaga.
Kurasa dewa benar-benar ada,
melihat mereka menghukum orang sepertimu.
Omong-omong, anggaplah dirimu beruntung.
Jika aku melihatmu lagi,
aku akan mematahkan hidungmu
alih-alih membuat lebam di matamu seperti kali terakhir.
Tapi hidungmu sudah rata.
Tutup mulutmu.
Ini mulutku sendiri, ada masalah?
Hiduplah sesuai derajatmu.
Astaga.
Kamu bangkrut dan tidak punya uang.
Jadi, kenapa kamu berlagak seperti nyonya konglomerat?
Kamu sudah bangkrut. /- Astaga.
Kamu bersikap seperti mengetahui segalanya.
Aku senang melihatmu seperti ini.
Astaga, wanita gila itu.
Aku sangat lega melihat dia mendapatkan ganjarannya.
Astaga, aku merasa sangat lega.
Astaga.
Jika ini bukan rumah sakit Jae Woong,
aku pasti akan menjambak rambut Woo Yang Sook.
Astaga.
Apa dia
No comments yet. Be the first to leave one.