The first 200 lines.
Bu!
Ikutlah ke Tokyo.
Apa aku bisa tinggal
di tempatmu?
Apa aku benar-benar
bisa tinggal bersamamu?
Ayo kita tinggal di Tokyo bersama.
Seperti di TV!
Itu sangat keren!
Kau pria sejati!
Jadi, ibumu ikut ke Tokyo?
Seharusnya begitu.
Apa maksudmu?
Jawabannya tak seperti harapanku.
Ma bukan anak kecil lagi.
Dia sudah dewasa sekarang.
Eiko, apa kau benar-benar akan meninggalkan kami?
Jika kesepian, kau bisa kembali kapan saja!
Aku akan menunggumu dengan perut kosong.
Eiko!
Apa kau merasa cukup?
Ini akan menjadi saat terakhir kita minum bersama.
Aku tahu ibuku.
Dia akan menolaknya.
Itu sama sekali tak praktis.
Aku harus mencari nafkah untuk menghidupi ibuku
dan membayar pemindahan perusahaan.
Apa dia mau ikut?
Kenapa kau menanyaiku?
Kau harus siap kapan saja!
Aku tahu itu.
"Beri tahu aku kebohonganmu"
Lama tak jumpa.
Apa kau akan pergi ke Tokyo?
Untuk wanita berumur enam puluhan,
kau butuh orang untuk menemanimu.
Aku sudah punya.
Dengan Ma di sisiku,
aku bisa tinggal di mana saja.
Aku ikut ke Tokyo.
Benarkah?
Apa kau sudah memutuskan?
Aku harus pergi.
"Rumah Sakit Nakamuta"
Bu!
Ma!
-Maaf membuatmu menunggu. -Tak apa-apa.
Bangunan ini sangat tinggi.
Ayo.
Ini.
Ayo.
Baiklah.
"1995, Tokyo"
"Sasazuka"
Baiklah.
Kita sudah sampai.
Astaga!
"Arena Bowling Sasazuka"
Tempatnya besar!
Ini cukup untuk kita berdua.
Dapurnya juga tampak bagus!
Di mana Baka?
Dia masih di apartemen lama.
Ini kamarmu, Bu.
Ini kamarku.
-Apa ini tempat kerjamu, Ma? -Ya.
Biar kubersihkan.
Apa kau hanya membawa ini, Bu?
Hanya barang-barang yang penting.
Hanya ini barang kepunyaanku.
Kenapa kau masih menyimpan lemari lama ini?
Ini sudah usang.
Ini tak usang.
Bu...
Ini uang untukmu.
Aku tak punya banyak setelah pindah.
Kurasa hanya ini yang bisa kuberikan.
Ini.
Aku harus segera menemukan pekerjaan.
Tak mudah mendapatkan pekerjaan di Tokyo.
Kau harus memulihkan diri terlebih dahulu.
Ma?
Ya?
Apa aku bisa tinggal di sini untuk waktu yang lama?
Kau sudah di sini.
Kalau begitu...
Terima kasih telah menerimaku.
Kau hanya bisa tahu arti seseorang bagimu
saat kau kehilangannya.
Cukup.
Carilah pacar.
Aku bisa membantumu.
Masaya?
Aku pulang! Ini hadiahmu.
Tezuka!
Lama tak jumpa.
Ke mana saja kau?
Aku dari Asia dan Timur Tengah, lalu berkeliaran.
Masih menjalani kehidupan yang bebas!
Di mana idiot itu?
Baiklah...
Apa dia tak bisa membayar sewanya lagi?
Dia pindah.
Apa?
Dia tinggal bersama ibunya di Tokyo.
Ayo, ayo!
Semuanya didiskon!
Harganya mahal!
Sudah enam tahun
sejak aku meninggalkan ibuku di usia 18 tahun.
Ma!
Ibu dan aku...
Ma!
Kami memulai hidup baru di Tokyo.
Ma!
Nanti kau terlambat ke tempat kerja!
Aku terlambat!
Aku terlambat...
Ayo sarapan dulu.
Aku membuatkanmu acar dedak beras
dan kumasukkan kubis ke dalam sup miso hari ini
Apa kau mau pergi ke pasar?
Sayuran di Tokyo sangat mahal!
Aku sangat terkejut!
Rambutmu berantakan lagi!
Hentikan!
Aku harus pergi!
Tunggu!
Ada lubang di celanamu.
Lepaskan.
Hentikan! Memang begitu modelnya!
Kau tak bisa bekerja dengan celana berlubang!
Lepaskan.
Cukup! Jangan membuatku mengirimmu kembali ke Chikuho.
Meski kau ingin, aku tak punya rumah untuk kembali.
Saat Mei, ada yang bilang kalau...
-Jangan lupa makan siang, Bu. -Aku tak mau.
Hidup di kota atau desa...
Ma!
Tidak berbeda.
Kapan kau pulang?
Aku tak tahu.
Ma!
Kau mau makan malam apa?
Tolong hentikan.
Ma,
jaga dirimu!
Ini tentang
dengan siapa kau sekarang.
"Tokyo Tower: Episode 6"
"Kencan kelima"
Jika kau bisa melihat cahaya di Menara Tokyo mati bersama,
kau akan bahagia selamanya.
Ambil Jalur Keio dari Sasazuka ke Omotesando.
Ambil Inokashira sebelum Meidaimae untuk ke Shibuya.
Lalu, ambil Jalur Tokyo Metro Ginza.
Apa aku bisa menemukan rumah sakitnya?
Tak masalah.
Saat kau pergi ke Omotesando, mungkin kau harus rapi.
Ingat itu.
Sekarang kau mirip orang Tokyo!
Ya, aku anak kota.
Aku tinggal di desa seumur hidupku.
Sekarang saat umurku 60 tahunan,
tiba-tiba aku menjadi penduduk Shibuya.
Bu.
Matikan televisinya.
Kenapa remotenya dibungkus plastik?
Supaya tak berdebu.
Cara yang efisien.
Apa kau bisa berhenti melakukan ini?
Kenapa dijahit?
Lihatlah! Lubangnya besar!
Kenapa kau berpakaian rapi?
Aku akan pergi kerja.
Tidak, biar aku yang mengangkat!
Halo?
Aku naik.
Kenapa dia sopan sekali?
Itu pacarnya. Mereka akan keluar.
Pacar?
Ma, kau punya pacar?
Diam!
Maaf, bukan apa-apa.
-Tunggu... -Halo?
Terima kasih telah menjaga Ma.
Aku ibunya.
Hai, Bu!
Apa kalian mau keluar?
Apa kau mau berkunjung ke tempat kami?
Nanti kubuatkan makan siang.
Tidak, bukan apa-apa!
Aku akan pergi.
Akan kutunggu!
Maaf!
Maaf.
Baiklah.
Apa kita bisa pergi?
Apa itu?
Bu!
No comments yet. Be the first to leave one.