The first 200 lines.
~ Episode 16 ~
Asam sekali.
Benarkah? Menurutku tidak terlalu.
Itu pasti Bibi.
Bibi.
Yizhou, Bibi datang.
Xiao Zhou.
Bibi, duduk dulu. Aku akan mengambilkanmu air.
Xiao Zhou.
Linlin benar-benar gadis yang baik.
Dia cantik,
dan juga sangat baik.
Bibi, ayo kita duduk di sana.
Ya.
- Ini minum dulu. - Terima kasih.
Oh iya.
Linlin.
Sewaktu menikah dengan Xiao Zhou, aku tidak memberikanmu hadiah pernikahan.
Ambil ini sebagai tanda dariku.
Bibi, aku tidak bisa menerima ini. Ini terlalu mahal.
Tolong terimalah.
Anggap saja ini adalah hadiah kecil dariku untuk menantuku.
Istriku tidak kekurangan barang-barang seperti itu.
Coba lihat siapa yang datang.
Bibi, jangan menghiraukannya.
Apa yang kamu lakukan disini?
Menurutku tidak seharusnya kamu bersikap begini terhadap tamumu.
Apa kamu ingin kita terus berdiri di sini untuk berbincang?
Ada yang bisa kubantu?
Ah Nan?
Lama tidak jumpa.
Ibu.
Ya Tuhan.
Siapa pagi-pagi begini?
Bisakah membiarkanku tidur?
Oemji, apa yang kamu lakukan disini?
Kenapa tidak telepon dulu sebelum kesini!
Ya Tuhan!
Kapan hari kamu mentraktirku makan, jadi kali ini gantian aku.
Dapurnya disana.
Kamu lihat apa!
Sebaiknya kamu bangun dan beres-beres.
Ibu,
makanlah sedikit.
Jarang-jarang kita bisa mencoba masakan Bibi Huang.
Kenapa kamu terus melihatku?
Aku hanya tidak menyangka...
kalau ternyata kamu adalah adik Ling Yizhou.
Jin Tian adalah anak tiriku.
Aku tidak ada hubungan dengannya.
Kita mungkin tidak berhubungan darah,
tapi aku selalu menganggapmu sebagai kakakku.
Iya kan, Kak?
Tidak. Aku tidak bisa.
- Jin Tian, apa kamu sudah selesai makan? Ayo kita pergi. - Ibu, jangan buru-buru.
Dia selalu merindukanmu bertahun-tahun ini.
Aku sering melihat dia bersedih ketika sedang melihat fotomu.
Meskipun dia sangat baik padaku,
tapi aku tahu dia hanya melampiaskan perhatiannya untukmu padaku.
Seseorang yang benar-benar dia rindukan adalah kamu.
Jin Tian.
Ibu, dia harus mengetahui semuanya.
Meskipun kamu tidak pernah kembali,
tapi kamu juga tidak pernah melewatkan masa pertumbuhannya.
Dia bahkan yang pertama kali tahu tentang pernikahanmu.
Benarkah?
Jadi kamu menyelidikiku?
- Xiao Zhou, tidak, bukan seperti itu. Aku hanya... - Ibu hanya mengkhawatirkanmu.
Apa kamu sudah selesai?
Aku tidak butuh kekhawatiran yang munafik seperti itu.
Jika kalian sudah selesai, kalian bisa pergi sekarang juga.
Aku benar-benar jijik melihat kalian berdua bertingkah seperti ibu dan anak di depanku.
Xiao Zhou,
bukan seperti itu.
Bibi,
aku akan mengantarmu dulu.
Aku akan membantumu.
Membantuku apa.
Bagaimanapun,
kita bersaudara.
Bukankah begitu, Kakak?
Bibi, mungkin butuh waktu bagi dia untuk menerimamu.
Aku tahu. Aku tidak menyalahkannya.
Situasi hari ini sedikit rumit.
Apa sebelumnya kamu sudah mengenal Jin Tian?
Ya, aku mengenalnya dengan tidak sengaja...
Ah Nan.
Nama lengkapku Nan Jin Tian.
Maaf.
Kakak sangat benci dengan identitasku, jadi aku tidak memberi tahumu.
Tidak apa-apa.
Hanya saja aku merasa sedikit terkejut.
Ada beberapa kerumitan yang lain juga. Lain kali aku akan memberitahumu.
Ibu sayang,
apa kamu mau mampir ke tempatku?
Tidak.
Kalau begitu aku akan mengantarmu ke hotel.
Sampai bertemu lagi.
Bagaimana kamu mengenalnya?
Maksudmu Ah Nan?
Kami tidak sengaja pertama kali bertemu di mall.
Lalu aku tahu kalau ternyata dia juga tinggal di komplek sini.
Eleven itu adalah anjingnya.
Jangan sedih.
Kenapa?
Karena aku harus membujukmu jika kamu bersedih.
Bagaimana caramu membujukku?
Seperti itu.
Apa itu efektif?
Sangat efektif.
Aku sudah sampai. Kamu bisa kembali sekarang.
Apa aku tidak diundang masuk? Ibu sayang.
Apa sebenarnya yang kamu inginkan?
Apa yang ku inginkan?
Bukankah kamu selalu tahu apa yang ingin aku lakukan?
Lepaskan.
Jangan khawatir.
Aku tidak ingin berurusan denganmu sekarang.
Jika aku menyakitimu, ayahku akan mengejarku lagi.
Jauhi Xiao Zhou.
Maaf,
aku tidak bisa menjanjikan itu padamu.
Bagaimanapun juga, dia adalah mainan baruku.
Jangan berani menyakitinya.
Maka mari kita lihat seberapa jauh kamu bisa membelanya.
Tapi aku harus mengingatkanmu,
apapun yang kamu lakukan,
kamu tidak akan bisa menghentikanku.
Suatu hari,
aku akan buatmu menyaksikan,
dia berlutut di depanku.
Hanya memikirkan ekspresinya saja,
sudah membuatku sangat bersemangat.
Jangan lupa untuk menyalakan TV, Ibu sayang.
Menurutku kamu sudah bisa buka rumah makan ketika kamu keluar dari Perusahaan Ling.
Aku jamin kamu akan mendapatkan banyak uang.
Aku tidak akan pernah meninggalkan Perusahaan Ling.
Tapi hari gini tidak ada orang yang akan menghabiskan sepanjang hidup mereka bekerja hanya di satu perusahaan.
Aku akan.
Kamu tidak perlu bekerja terlalu keras untuknya.
Bos sudah banyak membantuku, jadi setidaknya ini yang bisa kulakukan untuknya.
Meskipun begitu, kamu tidak harus mengabdikan hidupmu kepadanya seperti ini.
Maksudnya?
Biar aku tanya padamu, sudah berapa lama kamu bekerja untuknya?
Delapan tahun.
Delapan tahun?! Bahkan pohon sagu akan berbunga saat itu.
Aku mohon padamu menyerah saja padanya.
Meskipun aku juga mengakui kalau Bos Ling itu memang sangat tampan,
tapi dia sudah ada yang punya.
Jika kamu tidak mengekang kegilaanmu (-pada Yizhou) segera, kamu akhirnya akan terluka.
Apa sebenarnya maksudmu?
Maksudku,
kamu tidak berhasil membuat Ling Yizhou menjadi gay bahkan setelah 8 tahun,
maka itu berarti dia benar-benar adalah pria yang lurus.
Jadi secepatnya menyerahlah.
Jadi maksudmu aku jatuh cinta dengan bosku?
Kamu tidak perlu menyembunyikannya.
Sebenarnya sudah lama aku mengetahuinya.
Tidak ada yang akan memperlakukan atasan mereka sebaikmu.
Harus bertanggung jawab atas pekerjaannya sekaligus mergabdikan hidupnya untuknya.
Aku pikir akan lebih baik untukmu meninggalkan perusahaan Ling secepatnya.
Keluarkan dari akal pikiranmu. Suatu hari kamu pasti bisa melupakannya.
Tidak.
Apa kamu bodoh?! Kamu sangat bodoh!
Ya Tuhan, aku tidak peduli denganmu!
Kenapa kamu melakukannya?
Untuk membuktikan orientasi seksualku.
Maksudmu... kamu bukan...
Tidak mungkin.
Lalu untuk alasan apa kamu memperlakukan Ling Yizhou dengan begitu baik,
dan mengabdikan seluruh hidupmu padanya.
Tanpa bantuan dana dari Perusahaan Ling, aku tidak akan bisa menyelesaikan kuliahku.
Dan jika bukan karena kebaikan dari Bos, aku tidak akan menjadi seperti aku hari ini.
Jadi, kamu melakukan semua ini untuk membalas kebaikannya.
Seperti itulah.
[Berita: CEO Perusahaan Ling, Ling Yizhou, bersikap dingin dan tanpa perasaan memperlakukan ibu kandungnya]
Semuanya adalah salahku.
Jika aku tidak ikut campur,
tidak akan seperti ini.
Tidak ada hubungannya denganmu. Jangan khawatir, Bagian Humas akan mengurusnya.
Aku selalu ingin bertanya,
apa sebenarnya yang terjadi antara kamu dan Ah Nan.
Waktu kecil, dia tinggal di sebelah rumah kami
Kami sering bermain bersama karena kami seumuran.
Jadi dia kenal dengan Chu Yan dan An Ran juga?
Lalu bagaimana...
Setelah ibunya meninggal,
wanita itu,
bersatu dengan ayahnya.
Di ultahku yang ke-8,
mereka pindah ke luar negeri bersama.
Yizhou,
Apa yang sedang kamu pikirkan?
- Mulai sekarang jaga jarak dengan Nan Jin Tian. - Kenapa?
Sebelumnya aku pernah memberitahumu,
bahwa semua kebetulan yang terjadi sudah diatur.
Kalian bertemu terlihat terlalu kebetulan.
Aku merasa ada yang aneh dengan Nan Jin Tian.
Kamu curiga kalau dia sengaja mendekatiku?
Tapi itu tidak masuk akal. Apa yang bisa menjadi alasan dia melakukannya?
No comments yet. Be the first to leave one.