The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Apa maksud Ibu?
Da Ya, kamu sudah pulang?
Ibu.
Bukankah Ayah tewas dalam kecelakaan mobil?
Da Ya, itu benar.
Bibi baru saja mengatakannya.
Ayah dibunuh.
Apa aku bilang begitu?
Astaga. Kenapa aku bilang begitu?
Siapa yang membunuh ayahku?
Siapa?
Da Ya.
Itu tidak penting sekarang.
Kenapa tidak penting?
Ayahku tidak tewas dalam kecelakaan mobil,
tapi ada yang membunuhnya.
Siapa yang membunuh ayahku? Kenapa?
Untuk apa? Kenapa?
Astaga. Da Ya.
- Da Ya. - Astaga.
- Da Ya, bangun! - Astaga.
Da Ya!
- Astaga. - Da Ya!
Astaga. Da Ya.
Astaga.
Nyonya Park ada di dalam?
Ya, kenapa?
Aku harus bicara dengannya.
Masuklah.
- Baik. - Ya.
Ya, Pak Kang.
Aku baru mau meneleponmu.
Aku senang kamu datang.
Ada apa?
Pergilah ke rumah Sekretaris Kim.
Apa? Rumah Sekretaris Kim?
Ya, antarkan abalone bumbu kepada Sekretaris Kim.
Bawakan abalone bumbunya jika sudah siap.
Baik, Nyonya.
Waktu itu, Sekretaris Kim
sangat menyukai abalone bumbu.
Aku membuatkannya kali ini dan rasanya ternyata enak.
Pak Kang.
Ada masalah?
Kamu tampak amat pucat.
Bukan apa-apa.
Ini.
Aku menyiapkan pollock bakar, gochujang tumis,
dan lauk lainnya juga.
Benarkah?
Bagus.
Bilang jangan sampai dia tidak makan teratur.
Dia tidak pernah menerima apa pun yang kuberikan,
jadi, aku harus membalasnya setidaknya seperti ini.
Ayo.
Baik, Nyonya.
Pak Kang amat bijaksana.
Benar, bukan?
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Ya.
Mari antarkan lauk lezat ini kepada Do Ran
dan melihatnya untuk kali terakhir sebelum aku berhenti bekerja.
Jangan melirikku dan pulang lebih dahulu.
Tidak apa-apa.
Direktur Wang juga belum kembali dari lab.
Kenapa kalian masih di sini?
Tidak perlu mengkhawatirkanku.
Aku harus memeriksa rencana bisnis baru.
Sampai jumpa besok.
Baiklah, Pak. Sampai jumpa besok.
Sampai jumpa, Pak.
Dia menurunkan matanya dan bahkan tidak menatapku.
Ini sangat tidak nyaman.
Tinggallah sebentar, Sekretaris Kim.
Aku harus bicara denganmu.
Masuk ke ruanganku.
Kenapa dia tidak masuk?
Apa? Kenapa dia tidak mengangkat teleponnya?
Apa yang terjadi? Kenapa dia tidak ada di sini?
Dia tidak membaca pesanku?
Direktur Wang.
Direktur Wang.
RJP.
Seperti ini?
Lalu apa?
Itu hanya lelucon?
Bagaimana bisa dia bercanda seperti itu?
Halo, Pak.
Kamu di mana sekarang?
Dalam perjalanan pulang.
Aku di dekat perhentian bus.
Perhentian bus?
Aku mengirimmu pesan menyuruhmu ke ruanganku. Kamu tidak lihat?
Tidak.
Aku harus menemuimu dan memberitahumu sesuatu sekarang.
Tampaknya kamu masih marah kepadaku
karena kejadian kemarin.
Aku sudah bilang tidak mau
membahas masalah itu lagi.
Kecuali ini urusan kantor mendesak, akan kututup teleponnya.
Sekretaris Kim. Do Ran.
Ada apa dengan wanita ini?
Aku tahu itu berlebihan untuk dianggap lelucon,
tapi berani-beraninya dia menutup telepon atasannya?
Dia memang mendendam.
Tapi aku menelepon
untuk meminta maaf.
Kamu baik-baik saja?
Kamu sudah sadar sekarang?
Ibu.
Kenapa tidak memberitahuku?
Kenapa berbohong Ayah tewas
dalam kecelakaan mobil?
Ibu khawatir kamu syok seperti ini.
Ibu ingin kalian berdua tumbuh dengan ceria
tanpa ada kebencian atau pengalaman menyakitkan
walaupun tidak punya ayah.
Mendiang ayahmu pasti menginginkan hal yang sama.
Tapi Ibu tetap harus memberi tahu kami.
Aku tidak tahu
dan amat membenci Ayah.
Da Ya.
"Dia seharusnya lebih hati-hati mengemudi."
"Kenapa dia tidak berhati-hati?"
"Kenapa dia mengalami kecelakaan mobil seperti orang bodoh
dan membuatku menyedihkan?"
Aku begitu membencinya.
Andai Ibu memberi tahu yang sebenarnya kepadaku,
aku tidak akan membencinya
dan kesal kepadanya.
Da Ya, ibu minta maaf.
Maaf.
Kenapa minta maaf?
Ibu dan Ayah tidak berbuat salah.
Siapa orang itu?
Siapa yang membunuhnya?
Da Ya, tenanglah.
Apa gunanya mengetahui itu sekarang?
Apa maksud Ibu?
Aku tidak akan membiarkan mereka.
Kakak.
Kenapa tidak bilang apa pun?
Kakak tidak penasaran?
Kenapa tidak menanyakan apa pun?
Kakak pasti kesulitan juga
karena tidak punya ayah.
Da Ya.
Mari hidup seperti selama ini saja.
Ayahmu tidak akan bangkit
walaupun ibu beri tahu siapa pembunuhnya.
Orang itu dihukum penjara.
Dia akan terjebak di sana seumur hidupnya.
Dia akan dihukum sampai mati.
Jadi, Da Ya,
mari lupakan ini.
Mari kubur saja.
Ibu...
Ibu.
Ibu.
Ibu...
Bagaimana kondisi Da Ya?
Dia lelah karena menangis, lalu tertidur.
Maaf.
Aku tidak tahu mereka semua di rumah.
Apa yang harus kita lakukan?
Lebih baik seperti ini.
Mereka juga nanti akan mengetahuinya.
Aku merasa lega sekarang.
Tetap saja, maaf.
Melihat Da Ya menangis,
aku merasa gelisah.
Aku yakin perasaanmu lebih buruk lagi.
Benar.
Aku sudah berpisah dengannya saat dia masih bayi.
Apa susahnya ini?
Pak Kang.
Ada apa kemari?
Halo.
Aku kemari melaksanakan tugas dari Nyonya Park.
Tugas dari Nyonya Park?
Soal aku?
Dia menyuruhku mengantarkan ini.
Ini cukup berat. Apa ini?
Abalone bumbu dan lauk dari Nyonya Park.
Dia menyiapkannya karena kamu menyukainya waktu itu
dan menyuruhku menyampaikan pesannya.
Dia mau kamu makan teratur dan bekerja dengan baik.
Sungguh?
Ya.
Aku amat terharu sampai mau menangis.
Aku tidak percaya seseorang peduli denganku seperti ini.
Tolong bilang kepadanya aku bersyukur.
Baik, akan kusampaikan.
Sehat-sehatlah.
Pak Kang, tunggu.
Ada apa?
Ada yang mau kuberikan kepada Anda.
No comments yet. Be the first to leave one.