The first 200 lines.
Ya.
Kenapa?
Baik...
Kami tak tahu sedang di mana.
Kami melewati tanda “Miryang, 5 km lagi.”
Jeon Do-yeon
Apa? Dari mana aku datang?
Aku tidak yakin.
Song Kang-ho
Aku tidak terlalu memperhatikan.
Sebentar.
Kami di...
Jalur 20, jalan antara Miryang dan Chongdo.
Dekat tikungan ke jalur 58.
Ya, ya.
Kau pasti bisa.
Lampu darurat mobilnya sudah nyala. Kau akan tahu.
Semoga berhasil!
Terimakasih!
Halo? Kau tahu kami di mana?
Tolong lebih cepat.
Jun!
Jun!
Hiruplah udara segar di luar.
Aku akan menurunkanmu.
Ada apa?
Bangun! Bangun!
Kau kotor sekali!
Berputar.
Di sini indah'kan?
Apanya yang indah?
Sinar matahari.
Jun, ini adalah kota ayah waktu kecil.
Kau ingat dia selalu mau pindah ke sini?
Tapi ayah tak ada di sini.
Benar sekali.
Tapi kita saling melengkapi.
Oh, kita bersama!
Benar, kita selalu bersama!
Hei, bocah.
Kenapa rambutmu?
Berapa umurmu?
Kau mengalami hari yang buruk?
Punya permen karet?
Permen karet? Tak punya.
- Pertama kali ke Miryang? - Ya, benar.
Berkunjung?
Tidak, kami akan tinggal di sini.
Kau akan tinggal di sini?
Di sini Jong-chan, kau baik saja?
Aku sedang bekerja.
Klienku, dia dari Seoul.
Dia mencari tempat tinggal di sini.
Untuk hidup dan bekerja.
Sejenis sekolah piano.
Apa?
Ayolah!
Ok, bagus!
Dia menjual real estate, sahabatku.
Seperti apa Miryang itu?
Seperti apa?
Kumulai dari mana?
Populasi setempat sedang menurun.
Itu sudah pas.
Kita mendekati Busan, logatnya mirip.
Bicara kami cepat.
Sudah banyak yang pindah dari sana.
Apa kau tahu arti dari Miryang?
Apa artinya?
Kami tidak hidup dengan artinya, Miryang ya Miryang.
Dalam bahasa China, artinya...
“sinar matahari rahasia.”
Bagus'kan?
Sinar matahari rahasia?
Kedengarannya bagus.
Hari ini berangin.
diterjemahkan oleh: D A N D E R
Banjarmasin, 23 Mei 2014.
Sebelah kanan.
Selamat pagi.
Hai.
Kau memakai celana pendek di dalam rokmu?
Seperti yang dipakai cheerleader?
Tidak.
Cuma celana biasa?
Bagus untuk cuaca panas'kan?
Bukankah itu celana?
Zaman sekarang wanita memakainya.
Itu bukan celana.
Kau tahu celana cheerleader.
Yang kecil dan ketat.
Tapi dia bilang miliknya cuma yang biasa.
Kau melihatnya? Aku juga mau melihatnya.
Jika aku menoleh sedikit...
Aku melihatnya!
Nyonya Lee.
Kuharap kau mau menerima sekolah piano kami.
Bagus!
Minumlah kopi bersama kami.
Itu baru diantar.
Tn. Shin juga di sini.
Jadi kau sudah buka sekarang?
Itu bagus, lokasi yang pas, harga sewa rendah.
Apa Tn. Shin bangga. Kopi?
Tidak, terimakasih. Kami mau pergi.
Bocah.
Mau permen karet?
Apa kabar?
Kuharap kau mau menerima sekolah piano kami.
Kau dari Seoul?
Kau sudah dengar tentangku.
Tak banyak yang berubah di sekitar sini.
Suamiku lahir di sini.
Sungguh?
Maaf.
Setiap kali aku lewat sini, aku selalu berpikir...
bahwa toko ini akan lebih bagus
jika kau mendekorasinya lagi.
Sebelah sini tak kebagian sinar matahari.
Dan di sini terlihat agak suram.
Warna yang cerah akan membuat toko ini terlihat lebih bagus.
Aku mengerti, desain sangatlah penting zaman sekarang.
Jadi, kau mau aku mendekorasi ulang?
Cat warna yang baru akan membuat toko ini lebih indah.
Aku akan mempertimbangkannya.
Semoga usahamu lancar.
Kau sudah makan?
Aku lagi kerja, kau mengerti?
Bukankah kau belajar piano?
Kau harus mengganti gurumu.
Temanku baru membuka sekolah piano.
Dia lulus dari akademi musik di Seoul.
Dia memenangkan hadiah dalam kompetisi piano.
Dia orang yang tepat, jika kau mengerti maksudku.
Satu-satunya di Miryang.
Sekolah Piano June.
June nama yang bagus.
Seperti nama bulan ke 7 dalam bahasa Inggis.
Kau harus belajar.
Istrimu?
Jangan mengkhawatirkannya.
Dia selalu mendengarkanku.
Ya, aku juga sibuk.
Apa itu?
Piagam. Bagus'kan?
Aku tak pernah mendapatkannya.
Kau pernah mendapatkannya. Bilang saja begitu.
Warga sekitar akan terkesan. Mereka semua akan berpaling padamu.
Tak ada alasan untuk membohongi mereka.
Ngomong-ngomong...
Tak perlu repot-repot mencarikanku murid. Bukankah banyak hal yang harus kau lakukan?
Kau tak perlu mengkhawatirkanku.
Ok?
Young-mi, kau suka main piano?
Bukankah gurumu hebat?
Latihan lebih giat.
Lalu bersenang-senanglah.
Tn. Kim.
Aku menghargai kepedulianmu.
Sama-sama, senang bisa membantu.
Berusaha menjadi orang baik, itu saja.
Itu salah. yang benar re, fa.
Tidak tahu, tidak tahu, tidak tahu!
Tahu tidak, tahu tidak, tempe tidak!
Aku tidak tahu, aku tidak tahu.
Elocution!
Buka mulut, sama-sama.
Seperti mawar merah.
Beri salam orang lain dengan nada yang sopan!
Biarkan surga mendengar kita!
Buka mulut kalian lebih luas. Dan bilang halo!
Beri salam dengan suara yang merdu.
Bersuara dengan keras dan jelas!
Sampai jumpa.
- Bilang halo, Se-min. - Halo.
Tolong buka pintunya.
Sekolah piano harusnya lebih baik di Seoul.
Aku ke sini bukan hanya karena membuka sekolah piano.
Aku pindah ke sini karena aku suka Miryang.
Suamiku lahir di kota ini.
Kudengar Jun tak punya ayah.
Tapi itu terlalu pribadi...
Dia kecelakaan di jalan.
Suamiku selalu berkata...
tak ada yang diinginkannya selain kembali ke sini.
Dia bilang anak-anak harus berjalan di bumi yang sebenarnya.
Aku setuju.
Jadi aku memutuskan pindah ke sini
untuk mewujudkan keinginannya.
Aku akan membuat rumah di sini. Aku sedang berbelanja.
Jika kau tahu ada tanah yang bagus, tolong beritahu aku.
Tanah yang bagus?
Akan kucarikan.
Tunggu sebentar.
Jangan ke mana-mana!
Halo.
Yang sopan.
Halo.
Kau anak SMP?
Jawab dia.
No comments yet. Be the first to leave one.