The first 124 lines.
Begitu ya, jadi kau cuma pasrah seperti ini?!
Bagus sekali!
Chi-Chinatsu-san, kita seharusnya tidak melakukan ini!
Tapi sepertinya... agak sedikit berbau.
Eh?
Baunya seperti bunga pete, atau mungkin seperti cumi-cumi.
A-aku minta maaf...
Tak perlu minta maaf, tapi beritahu aku lain kali!
Eh?
Artinya aku, Chinatsu-onee-san,
akan jadi pelayan oral, sebagai pengganti tangan kananmu..
Kau sudah gemetaran. Itu sebabnya anak laki-laki sangat imut!
Chi-Chinatsu-san!
Pelirmu berdenyut-denyut!
Apa kau pengen ngecrot?
Aku tahu kau menahannya!
Kalau ekspresimu seperti itu, aku jadi ingin melahap kontolmu...
A-Aku mau-!
Karena kamu sudah berusaha menahannya, Onee-san akan memberimu kenikmatan...
yah begitu, kau boleh ngecrot di mulutku seperti ini...
Eh, aku minta maaf!
Perjaka, kamu masih sangat energik!
Hei perjaka,
Eh?
Apa kamu ingin mencicipi memekku?
I-itu-!
Sebenarnya, aku sudah basah kuyup...
Lihatlah?
~Apakah kamu menyukai wanita nakal? ~
『 1 』
Hei... Jilat aku. Jilat memekku.
Aku akan menggosok kontolmu seperti ini!
Chi-Chinatsu-san-!
Perjaka, kontolmu makin ngaceng!
Gimana rasanya?
Hai perjaka, apa kau mau melepas keperjakaanmu selagi kita ngewe?
Apa?
Seperti yang kubilang, apa kamu crot di dalam? Gak mau?
B-Bukan! Tolong lanjutkan!
Aku bakal bikin kamu keenakan...
Kontolmu masuk ke dalam rahimku-!
rasanya sudah mentok ke dlam-!
I-Ini luar biasa! Sempit banget, rasanya enak banget!!
Punyamu juga keras banget...!
Merangsang sekali! Diamlah seperti itu-!
Kau tak perlu melakukan apa pun!
T-Tapi-!
Serahkan saja pada Onee-san!
Hei, bisakah kamu mendengar suara cabulku?
memekku...!
sepertinya suaranya karena lendir dari memekku!
Chinatsu-san-!
Onee-san pasti makin bergairah karena ini!
Lihatlah? Rahimku serasa bergetar jika seperti ini!
Jika kamu melakukan itu, aku akan-!
Chi-Chinatsu-san!
J-Jangan! Tahan dulu!
Bakal gak nikmat kalau kamu ngecrot secepat ini-!
Terusin! Rasanya enak banget!
Kontolmu terasa luar biasa!
Chinatsu-san-!
Kamu terlalu bersemangat!
Kalau kamu seperti itu-!
Aku bakal-!
A-aku... aku akan-!
Kamu pengen ngecrot, kan?
Kurasa bakal bikin aku nikmat banget!
Biarkan keluar-!
Keluarkan spermamu ke dalam rahimku-!
- A-aku-aku keluar, - Aku ngecrot, aku keluar..-!
Spermamu kebanyakan...
U-Um, aku minta maaf...
Tidak apa-apa, akulah yang menyuruhmu mengeluarkannya.
Yang harus kamu lakukan adalah memberitahu Onee-san kapan kamu ingin melakukannya lagi.
Lalu kita bisa melakukan hal seperti ini lagi...
Maksudku, kita bakal ngelakuin sesuatu yang lebih menggairahkan selanjutnya!
Pada musim panas ini, aku, Moroboshi Ryuuichi,
berada dalam situasi harem selama liburan.
Aku hidup mandiri saat aku menjadi mahasiswa...
Namun, beberapa hari yang lalu...
Apartemen tempat aku tinggal terbakar habis...
Itu sebabnya aku kembali pulang untuk tinggal bersama ibu tiriku. Namun...
Karena dia terlalu muda dan naif, dia memiliki empat penghuni lain yang tinggal bersamanya.
Mereka adalah: kakak kelas Chinatsu-san,
dan Kaede-san yang merupakan dosen di universitas yang sama.
Bersama Manami-san, yang bekerja di restoran keluarga setempat,
dan Lisa, adik perempuan ibuku sekaligus teman masa kecilku.
Dalam situasi harem ini, aku diperlakukan seperti mainan oleh mereka...
Dalam banyak hal.
Oh? Ryuuichi-kun belum turun ya?
Oh ya. Dia datang lebih lambat dari biasanya, kan?
Mungkin aku terlalu serakah tadi malam...
Oh? Chinatsu-kun, itu komentar yang tidak bisa aku abaikan...
Apa maksudmu?
Untuk apa kamu serakah?
Oh, betapa menariknya! Jangan bilang padaku kalau kamu sudah...
Apa?! Apa yang sedang kita bicarakan?
Itu bukan urusan perawan sepertimu, Lisa.
Jadi perawan tidak masalah!
Ngomong-ngomong, apa yang kalian bicarakan?!
Kelihatannya menyenangkan jika dilihat dari sini, tapi bukankah kalian perlu segera berangkat?
Kurasa kamu benar. Sudah hampir terlambat.
A-Aku harus pergi ke pekerjaan paruh waktuku!
Sepertinya semakin menarik jika, aku juga ikut mencicipinya!
Siapa yang menyangka hal seperti itu bakal terjadi?
Ryuuichi-san~!
Apa kamu di sana?
Iya, aku sedang mandi di dalam!
Sudah kuduga~!
Aku akan segera keluar!
Pintunya terbuka?
Eh?
Rasanya cukup elegan untuk sauna di pagi hari ya!
Jangan-! Anu, Manami-san! Aku masih sauna!
Tentu saja! Itu sebabnya aku mau masuk!
Eh?!
Aku ingin sauna bersamamu, Ryuuichi-san!
Kalau begitu, itu...
Kamu sungguh perkasa, Ryuuichi-san!
Aduh maaf-! sudah ngaceng...
Tidak apa-apa!
Kamu ngaceng saat melihatku telanjang...
Aku sungguh senang!
Kau tidak harus melakukan itu-!
No comments yet. Be the first to leave one.