Release info

The First Responders S02E05-NEXT-DSNP
A Commentary by Anangkaswandi
Durasi 01:10:41

Tags

other
Published on: 2023-08-18
Downloads: 41
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Penafian

Karakter, tempat, organisasi, dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi

Adegan melibatkan aktor cilik direkam dalam situasi aman

Adegan hewan direkayasa

Dan direkam sesuai panduan kesejahteraan hewan

Detektif Jin!

Apa?

Kau menolak posisi sebagai kepala tim investigasi BIN

dan kembali ke Kantor Polisi Taewon?

Aku tidak suka warna gedungnya.

Aku juga tidak suka bunyi klakson itu.

Omong-omong,

kau sudah melihat ini?

Kenapa kau menanyakan dia lagi?

Ada yang mencurigakan soal ini.

Tolong periksa kondisinya.

Hei, Detektif Jin.

Kau berhubungan dengan ayahmu belakangan ini?

Tidak, kenapa?

Ini salinan laporan yang berisi semua hal tentang kasus ini.

Terima kasih.

Tapi kenapa kau ingin melihat

dokumen kematian Anggota Majelis Ma, padahal kasusnya sudah ditutup?

Ini tidak akan merepotkanmu.

Anggap saja pertemuan ini tidak terjadi.

Bukan apa-apa. Pergilah.

Jika kau tidak akan mengatakan apa pun, jangan bertanya mulai sekarang.

Motor yang keren.

Rapport Building: Proses membangun kepercayaan antara tersangka,

saksi, dan penyidik selama penyelidikan

Chundong

Bibi, kau di dalam?

Kenapa kau membiarkan pintunya terbuka saat cuacanya dingin?

Bibi?

Kau di sini?

Bibi. Bibi.

Bibi.

Bibi! Bibi!

Bibi, kenapa... Bibi, bangunlah!

Siapa pun... Siapa pun, tolong aku!

Bibi!

Bibi, kumohon!

Kurasa TKP-nya agak mencurigakan.

Seseorang mati seperti ini,

tapi TKP-nya terlalu bersih.

Tidak ada setetes darah pun.

Kalau dipikir-pikir, tidak ada setetes darah pun.

Tidak ada jejak sepatu, hanya jejak kaus kaki.

Tapi semuanya jejak parsial.

Bagaimana dengan ponsel korban? Harus diperiksa secara forensik.

Aku sudah mencari ke mana-mana...

tapi tidak ada.

Apa?

Dia sedang dibawa keluar.

-Astaga, bagaimana ini bisa terjadi? -Astaga.

-Astaga. -Dia baik-baik saja semalam.

Sudah kuduga sesuatu akan terjadi padanya.

-Sayang sekali. -Benar sekali.

-Kau merokok lagi? -Baiklah, aku tidak akan merokok.

-Berhentilah merokok. -Astaga.

Apa ada yang melihat atau mendengar hal aneh semalam?

Orang-orang sibuk bekerja, tidak mungkin peduli dengan orang lain.

Apa ada tetangga

yang dekat dengan mendiang?

Aku sering bertemu dengannya, tapi tidak terlalu mengenalnya.

Maaf, tapi aku juga cukup sibuk.

Ya. Halo?

Menurutku,

dia meninggal karena stres dan amarah.

Dia mengacaukan seluruh lingkungan dengan mengajak bertengkar.

Akibatnya, dia dijauhi oleh semua orang.

Semua orang di vila ini

pernah bertengkar dengannya.

Termasuk dirimu?

Sayang, apa itu kau?

Ayah Chul.

Bukan, aku duda.

Bukankah sudah kubilang hidup akan sulit jika kau pergi?

Lihat wajah tampanmu menua.

Keriput sekali.

Padahal kelebihanmu hanya penampilanmu.

Kenapa Chul tidak ada di sini untuk menyambut ayahnya?

Chul!

Ayahmu datang.

Chul. Chul!

Boleh kami lihat entri terbaru Buku Keluhan dan Catatan Keamanan?

Itu akan lebih akurat daripada interogasi dalam menyelidiki dendam.

Catatan? Tidak ada yang seperti itu.

Apa maksudmu? Kau menyimpan catatan harian dan keluhan.

Kalaupun aku memilikinya,

itu berisi informasi pribadi para penghuni.

Aku tidak bisa merilis informasi itu begitu saja.

Bahkan seseorang dari manajemen Apartemen Mijoong

pernah dipecat karena merilis catatan manajemen.

Kau terlalu ketat.

Kami polisi.

Lupakan saja! Aku tidak peduli kalian polisi.

Tidak ada hal begitu. Jadi, jangan membuat keributan, pergilah.

Astaga, ada apa dengan lingkungan ini?

Tunggu. Permisi, Pak!

Cukup. Tidak ada yang bisa kutunjukkan.

Astaga, hentikan. Pergilah.

Kenapa? Ada apa?

Kenapa kau mengikutiku?

Kau orang mesum atau pencuri?

Sama sekali tidak. Aku dalam perjalanan pulang.

Aku tahu semua hal dan semua orang di Gedung 103.

Aku baru pindah hari ini.

Tapi aku tidak melihat truk pindahan.

Begitu rupanya. Tapi rumahku tepat di belakangmu.

Permisi. Jangan, kumohon. Jangan meniupnya.

Permisi.

Di sini.

Lihat?

Selamat malam.

Aku polisi.

Ternyata dia memang tinggal di sini.

Makanlah sebelum basi.

Sudah basi.

Halo, Bibi.

Semangkuk ramyeon pun harus dimakan dengan kimchi.

Tapi aku tidak akan bisa menghabiskan ini sendirian.

Bukankah kau sibuk menangkap pembakar berantai atau semacamnya?

Kudengar bagian atas tangki septik Apartemen Mijoong meledak.

Astaga, dasar bedebah.

Makan ini dan selalu waspadalah.

Tangkap bedebah yang menyulut kebakaran, ya?

-Ya? -Ya, baiklah. Terima kasih.

-Makanlah, ya? -Baiklah, sampai jumpa.

-Sampai jumpa. -Terima kasih!

Maafkan aku, Bibi.

Aku pasti...

akan menangkap bedebah yang melakukan ini.

Ada autopsi besok.

Aku menunggumu, Detektif Jin.

Bagaimana rasanya dikeluarkan dari organisasi?

Sepertinya makin banyak lelucon yang kau pelajari sejak menolak promosi

dan kembali ke posisimu sebelumnya.

Kau percaya kematian Anggota Majelis Ma adalah kasus kematian mendadak?

Tidak ada pengunjung pada hari kematiannya.

CCTV, riwayat ponsel,

dan hasil forensik komputer bersih.

Tidak ada bukti bahwa itu bukan kematian mendadak,

jadi, jangan ikut campur.

Bagaimana jika pelakunya orang yang cukup terampil untuk mengubah

bunuh diri menjadi pembakaran-pembunuhan?

Seberapa banyak yang kau tahu tentang dalang Ma Taehwa?

Aku tahu satu hal.

Itu bukan sesuatu yang bisa ditangani orang sepertimu.

Kau masih menyesal karena kehilangan sumber penghidupan?

Sampai kapan kau akan berbohong, Ayah?

Ada pepatah lama yang berbunyi...

"Jangan ambil pisau yang jatuh."

Jangan ikut campur

selagi ada kesempatan.

BFN Badan Forensik Nasional

Pukul berapa autopsinya akan dimulai?

Pukul berapa autopsinya dimulai?

Ada apa kemari, Pak Kepala Tim Investigasi BIN?

Kau kesal? Dan kau.

Kenapa terus mengirimiku pesan? Kau begitu merindukanku?

Kau sudah datang. Ayo.

Kenapa dia? Padahal aku di sini.

Dia mengenal korban.

-Ayo. -Baiklah.

Kau bisa menunggu di luar jika tidak nyaman.

Aku baik-baik saja.

Kau bilang jangan libatkan perasaan soal barang bukti.

Kau ingat bangkai kucing yang kau autopsi sebelumnya?

Itu ditinggalkan di depan rumah orang ini.

Kedua kasus ini berkaitan.

-Akan kupertimbangkan. -Baiklah.

Mari lakukan pengamatan eksternal dulu.

Di atas dahi,

ada fraktur depresi lingkaran berdiameter 2,5 cm, laserasi di kulit kepala.

Kalau begitu, bukankah dia dipukul dengan palu?

Bukankah palu rumah tangga berdiameter 2,5 cm pas?

Apa aku tidak perlu mengautopsi?

Kurasa kau sudah tahu jawabannya.

Tidak, kami minta maaf. Ayolah, Pak.

Ada zat asing putih di separuh wajah,

berpusat di sekitar fraktur depresi.

Tidak ada kelembapan.

-Kikislah untuk melakukan analisis kimia. -Baik, Bu.

Tolong lupnya.

Ada kemerahan pada kulitnya.

Tidak ada bukti kebakaran di TKP, bukan?

Ya, benar. Kenapa? Apa itu luka bakar?

Aku akan melakukan biopsi kulit.

Itu akan memberi tahu kita kerusakan apa yang terjadi.

Aku akan mengangkat jaringan kulitnya.

Mari periksa livor mortis.

Livor mortis: Perubahan warna ungu pada kulit setelah kematian

Ada livor mortis di sisi belakang tubuh,

berpusat di belakang dan bokong,

jadi, tidak ada perubahan posisi setelah dia meninggal.

Tidak ada pendarahan konjungtiva.

Lubang mulut dan hidungnya bersih.

Kita harus membedahnya untuk mencari tahu.

Pisau bedah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left