Faith

Faith (신의)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Faith (신의) Ep 15 KOR by Darksmurfsub Indonesia
A Commentary by DSS_Indo
For more subtitles, visit https://www.box.com/s/09d0d5e2109d2535ae5d

Tags

other
Published on: 2012-10-03
Downloads: 69
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Maaf, Anda siapa?

Orang-orang memanggilku Pangeran Deok Heung.

Aku adalah Sukbu (adik ayah) dari raja.

Kapan kau bertemu dengannya?

Beberapa hari yang lalu di istana.

Apa kau hendak menjadikanku sebagai Raja?

Aku tengah merencanakannya.

Jika dia bisa memecahkan isi buku itu,

ada kemungkinan baginya untuk menemukan jalan kembali ke Langit.

Tabib Agung mempercayainya demikian.

Tolong coba memecahkannya

bersama dengan Tabib Agung.

Bersiap-siaplah untuk pergi. Kita bertemu di tempat biasa.

Jenderal Wudalchi itu

Di istana ini pasti ada kerabatnya.

Jika pada ujung-ujung kertas ini diolesi racun.

Pengguna kertas ini tak akan menyadari mereka telah terkena racun.

Lalu penawarnya?

Tentu, ada padaku.

Apa yang harus saya lakukan?

Tabib Agung, di mana dia sekarang?

= Episode 15 =-

Tabib Agung.

Tabib Agung, cepatlah bangun!

Puan.

Puan.

Di sini.

Di sebelah sana.

Keadaan Tabib Agung tidak bagus.

Aku baru berencana mengirim orang untuk mencarimu.

Jadi baru saja racunnya menyerang?

Racun.

Apa racun?

Bagaimana kau bisa sampai kemari?

Dayang Choi yang memintaku datang.

Dia mengatakan sepertinya Tabib Agung diracuni.

Siapa?

Mengapa?

Jika terkena racun

bisakah dinetralisir?

karena kau sudah datang.

Tak berasa.

Jangan-jangan ini racun Seoghwa.

Aku punya obat ini.

Ini obat dari Tabib Agung.

Apa bisa dipakai?

Harus tahu apa racunnya dan bagian mana yang harus dikeluarkan racunnya.

Kudengar ke empat ujung kertas ini diolesi racun.

Aku akan membawa kertas ini. Meskipun aku bisa mengetahui jenis racunnya...

Aku tanya sekali lagi, bisakah dia diselamatkan?

Pergilah temui Pangeran Deok Heung.

Katanya dia menunggu di mulut jalan tempat terakhir kali kalian bertemu.

Pangeran Deok Heung.

Dia yang meracuni Tabib Agung.

Katanya jika ingin mendapatkan penawarnya carilah dia.

Dia sanggup bertahan berapa lama lagi?

Jika ini asli racun Seogjwa. Ujung jarinya akan mulai lumpuh.

Jika tangannya mengalami kelumpuhan, racun itu akan menjalar sampai organ vital dan jantung.

Jadi berapa lama dia akan bertahan!

Aku akan berusaha untuk menunda penyebarannya.

Namun paling lama hanya 1 hari.

Jenderal.

Perihal Tabib Jang,

Selidiki adakah orang yang tadi mengikutinya.

Baik, aku tahu.

Sampaikan pada paman guru,

Tabib Agung sakit parah, dia tidak bisa bergerak.

Kuharap dia bisa menjaga rumah itu.

Ya.

Sakit sekali...Yeong.

Jenderal.

Dia ada di dalam sendirian.

Di luar ada seseorang yang membuntuti,

jangan biarkan dia mendekat.

Kau kah orangnya yang bisa mendengar dari jarak jauh?

Kau datang.

Penawarnya, apa ada di tanganmu?

Aku sedang menunggumu.

Duduklah dulu.

Penawarnya.

Kau berani-beraninya menyentuh keluarga kerajaan.

Serahkanlah.

Jika begini tidak akan berjalan lancar.

Sampai saat ini, orang yang kubunuh sudah tak terhitung jumlahnya.

Setiap kali aku menebaskan pedangku, ada kenikmatan yang kurasakan.

Tapi...

hari ini aku

berencana memotong ke-4 anggota badanmu sedikit.

Jawablah dengan jujur.

Bagaimanapun aku hanya memilih satu di antara dua.

Penawarnya.

Di mana?

Buatku, jadi raja atau mati.

Kali ini hanya menodongkan belati, lain kali akan akan menikamkannya.

Jika aku mati, wanitamu juga mati.

Dia kekasihmu bukan?

Wanita yang disebut Tabib Agung itu

tidak punya banyak waktu tersisa.

Persyaratannya.

Setiap orang berkata hanya kaulah

yang paling tahu mengenai seluk beluk di dalam istana.

Yang bisa memerintah para anggota Wudalchi.

Apa yang kau inginkan?

Pusaka Kerajaan.

Stempel Giok Penguasa.

Tak peduli kau mengambilnya atau mencurinya

bawalah kemari, lalu aku berikan penawarnya.

Aku akan pergi mengambil Stempek Giok Penguasa, untukmu.

Sebentar lagi pagi, tunggulah sampai terang.

Bahkan tabib nomor satu di Goryeo tak bisa menyelamatkannya.

Sebentar lagi hari mulai terang.

Tolong kau di sini jagalah pedangku.

Di sini.

Tunggu sampai aku datang.

Harap tunggu sebentar.

Jenderal.

Lihat siapa ini?

Bukankah dia buronan yang melanggar hukum?

Apa Yang Mulia dalam keadaan baik?

Kau ada masalah apa?

Hamba punya satu permohonan.

Bukankah seharusnya aku yang terlebih dahulu meminta orang menangkapmu.

Yang Mulia.

Semuanya mundurlah.

Dia itu Choe Yeong.

Semua mundurlah.

Ada masalah apa?

Tabib Agung diracuni.

Racun?

Apa yang akan terjadi?

Jika saya ingin mendapatkan penawarnya

saya perlu benda milik Yang Mulia.

Milikku?

Perlu apa?

Tolong berikan pusaka kerajaan.

Pusaka kerajaan.

Stempel Giok Penguasa?

Hanya itu yang bisa menyelamatkan Tabib Agung.

Choe Yeong.

Kau begini apa karena kau tak tahu seberapa berharganya pusaka itu?

Dia, sampai berada di sini, karena Titah Yang Mulia.

Lalu atas Titah Anda juga, dia tertahan di sini.

Lagipula, dia telah menyelamatkan nyawa Sang Ratu.

Tanpa mengeluh dia telah menjadi pengikut Yang Mulia.

Saat ini dia

sedang sekarat.

Stempel Giok Penguasa, kumohon pinjamkanlah.

Kalau begitu, siapa yang meminta Stempel Giok itu?

Dia Pangeran Deok Heung.

Yang Mulia, dia tidak punya banyak waktu lagi.

Choe Yeong, kau berdiri menghadangku

hanya demi seorang wanita.

Memintaku merelakan Stempel Giok Penguasa?

Tidak bisa demikiankah?

Bukankah kau berkata aku ini Rajamu?

Bukankah kau menyerahkan dirimu padaku?

Anda berkata bahwa saya ini teman sekaligus rakyat Yang Mulia.

Sekarang seorang rakyatmu ini,

memohon bantuan dari Yang Mulia.

Apa Anda belum memahami

mengapa rakyat membutuhkan seorang Raja?

Relakanlah Stempel Giok Penguasa itu.

Pelambangan aku mendapatkan gelar Raja

adalah Stempel Giok Penguasa itu.

Sebenarnya siapa yang memberikan pusaka itu??

Dasar kau ini gila, ya!

Bisanya kau berbuat begini padaku.

Jika Anda tidak memberikannya, aku akan mengambilnya sendiri.

Tangkap orang itu!

Hamba laksanakan.

Yang Mulia.

Kau tidak bersenjata?

Tidak.

Hadanglah aku.

Seperti layaknya Wudalchi.

Bunyikan tanda bahaya!

Pergilah ke Istana Gangahnjeon.

Gangahnjeon.

Tunggu sebentar, kalian pergilah ke kantor Budang.

Pertama, grup A harus memblokir jalan.

Sedangkan Grup C menjaga kantor Budang.

Siap.

Sebenarnya ada apa?

Tak disangka Jenderal datang menyusup.

Harus dicegah.

Sekarang dia musuh yang akan mencuri Stempel Giok Penguasa.

Bagaimana kita bisa menghadangnya?

Musuh tak bersenjata.

Tidak perlu takut menyerangnya.

Musuh tak bisa mencelakai kita.

Jika diteruskan

Anda bisa terluka.

Coba saja.

Serang.

Pergi ke Budang, apa sebenarnya target musuh?

Stempel Giok Penguasa.

Di sini tempatnya.

Kita harus mencegahnya.

Setitik pun tidak boleh kosong.

Siap.

More Indonesian subtitles for Faith

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left