Release info

수요미식회 tvN Wednesday Food Talk E198 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Guest: Ahn Hyun-mo

Tags

other
Published on: 2019-03-15
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Selamat datang di Wednesday Gourmet episode 198.

Selamat datang.

"Selamat datang di Wednesday Gourmet"

Untuk topik hari ini,

kita sering menyebutnya

pabrik yang tidak hanya dilewati para pelajar

sepulang sekolah.

Dengan sepiring tteokbokki pedas dan eomuk panas,

semasa sekolah dahulu kita bisa merasakan kenyamanan.

Dengan berlalunya waktu pun, rasa ini masih terkenang di hati.

Inilah sajian berbahan dasar tepung di depan sekolah wanita.

Ya.

"Sepulang sekolah"

"Para gadis bersama kelompok teman pergi ke sana"

"Inilah makanan kecintaan yang memuaskan lapar gadis SMA"

"Tteokbokki pedas"

"Dan jjolmyeon asam"

"Nasi goreng yang dicampur dengan saus tteokbokki"

"Dan tonkatsu yang renyah"

"Semua orang memiliki kenangan sajian berbahan dasar tepung"

"Sajian berbahan dasar tepung di depan sekolah wanita"

Kami sudah mengundang tamu istimewa untuk topik hari ini.

Hidup pernikahannya dengan Rhymer belakangan ini ramai dibicarakan.

Dia si pintar seksi yang memiliki kecerdasan dan kecantikan.

Dia mantan penerjemah reporter, Ahn Hyun Mo.

- Senang bertemu kalian. - Selamat datang.

"Selamat"

- "Selamat" - Terima kasih.

Kamu baru merayakannya sekarang?

- Sudah satu setengah tahun. - Aku baru bertemu usai dia menikah.

Dia masih di sana untuk pernikahanku.

Begitu, ya.

Kehidupan pernikahannya sangat manis

hingga dia makin bahagia setiap hari.

Dia makin cantik setelah menikah. Dia komedian Lee Su Ji.

"Lee Su Ji"

- Nyanyilah untukku juga. - "Selamat"

"Selamat"

- Terima kasih. - Aku dipaksa melakukannya.

- Terima kasih. - Hentikan.

Topik hari ini menu berbahan dasar tepung di depan sekolah wanita.

Semua orang pasti memiliki satu restoran sajian berbahan tepung

yang sering dikunjungi semasa sekolah dahulu.

Apa sajian berbahan dasar tepung kesukaanmu, Su Ji?

Tteokbokki? Jjolmyeon? Ramyeon?

Benar, kue beras. Aku selalu berlari semasa sekolah dahulu.

Bahkan selama istirahat dan sepulang sekolah.

- Yakin kamu berlari? - Kue beras saja?

Ya, berlari untuk membeli sate kue beras.

- Maksudmu yang ini? - Ya.

Bagian luarnya tergoreng renyah.

"Kue beras digoreng dalam minyak panas"

Bagian luarnya dilapisi saus pedas manis.

Aku bertemu pemilik restoran itu

selama istirahat di gerbang.

Dia memberikan satu kue beras itu.

- Seperti lubang anjing. - Benar.

"Pertemuan dengan sate kue beras mendebarkan seperti film mata-mata"

"Satu sate kue beras cukup untuk menceriakan hari sekolahmu"

Saat aku makan segigit, sausnya memenuhi wajahku.

Aku berlari untuk mengambilnya setiap istirahat.

Apa sajian favoritmu, Suk Chun?

Kesukaanku adalah corn dog.

- Corn dog? - Ya.

"Suara mendesis corn dog saat digoreng menyenangkan hati"

"Digoreng dalam minyak banyak dan membawa aroma minyak manis"

Corn dog

di depan sekolah memang sangat nikmat.

Sajian itu ditutupi dengan gula.

- Digulung dengan gula? - Ya.

"Gulung corn dog goreng di atas gula"

Kemudian tiba-tiba,

ada corn dog yang tampak aneh.

Tampilannya bergelombang.

"Corn dog bergelombang"

Sajian itu disebut corn dog jelek.

- Seperti pemukul goblin. - Benar.

"Corn dog kentang dengan potongan kentang"

Ukurannya sebesar ini.

Aku menuangkan saus di atasnya

dan menjilatnya terlebih dahulu,

lalu menggigitnya. Rasa manis kentangnya

dan sosis di dalamnya sangat enak.

Aku tidak bisa melupakannya.

Karena saat bersekolah kita tidak punya banyak uang,

kita berbagi satu corn dog dengan beberapa teman.

Kita semua makan segigit, tapi orang terakhir

mengambil sosis yang kusimpan...

Aku sering dipukul karenanya.

Beberapa orang menariknya, bukan menggigitnya.

Itu benar.

Aku masih tidak mengerti bagaimana mereka bisa melakukannya.

"Teman mengesalkan yang mencuri sosis yang kamu simpan untuk akhir"

Sosisnya enak sekali, tapi di bagian bawahnya...

- Bagian kerasnya? - Yang menempel di tusuk sate?

Aku tidak akan pernah memberikannya.

- Aku harus memakannya. - Bagian yang berharga.

- Bagian yang berharga. - Benar.

- Berharga. - Mengerti maksudku, bukan?

Aku masih ingat

eomuk itu.

Yang ditusuk sate.

"Sate eomuk besar dalam sup panas"

Setiap orang memiliki selera yang berbeda.

Bukannya yang bulat panjang...

- Yang datar. - Benar.

- Yang bergelombang. - Itu yang enak.

Rasanya sangat enak.

Terutama yang terendam.

"Eomuk yang terendam saus memang yang ternikmat"

Bukan yang baru jadi.

Seleramu sepertiku.

- Benarkah? - Aku suka yang sudah terendam.

Harus terendam lama.

Saat diangkat, sudah membengkak.

- Lembek. - Sudah lama terendam

- hingga terlepas dari tusuknya. - Benar.

Aku lalu mencelupkannya dalam kecap.

Itu yang terbaik.

"Celup eomuk yang sudah terendam dalam kecap asin"

"Asin tapi lembut"

Saat kita mencelupkannya,

liur semua orang tercampur.

- Menciptakan reaksi kimia. - Benar.

Kurasa karena itulah rasanya enak saat aku muda dahulu.

Zaman SD dahulu.

Selalu ada panggangan tteokbokki di sebelah eomuk.

Tteokbokki mendesis terpanggang di atasnya.

Aku tidak hanya memakannya saat makan siang,

tapi juga sepulang sekolah, bahkan memesannya untuk dibawa pulang.

"Tteokbokki pedas manis dengan saus merah"

Dengan berlalunya waktu,

saat hanya tersisa sedikit,

si pemilik memasukkan bahan baru.

Dia memasukkan air dan kue beras baru.

Aku menghentikannya.

Tteokbokki yang lembek terasa sangat nikmat.

- Benar. - Juga,

saat sausnya lengket di penggorengan.

- Dia kemudian mengoreknya. - Rasanya sangat kaya.

Si pemilik tidak pernah mau memberikannya padaku.

Dia sama sekali tidak memberikannya padaku

karena dia harus menyimpannya

untuk membuat porsi baru.

Aku mau saus kecap yang lama.

- Benar. - Mereka memerlukan sausnya.

- Saus yang lama. - Yang lama.

"Di tteokbokki yang sudah direbus, masukkan kue beras yang direndam"

"Campur merata untuk mendapatkan seporsi tteokbokki baru"

Dia akan menyimpannya sampai penghujung hari.

Ada lagi.

Kalau tteokbokki terlalu lengket,

dia menambahkan sesendok sup eomuk.

Kemudian berdesis.

Kupikir sup itu akan membuatnya terasa hambar,

- tapi ternyata jadi sempurna. - Benar.

Itu kaldu untuk semua.

Saat sekolah dahulu,

pemilik restoran juga pergi bekerja dan membuka restoran.

- Kalian bersiap bersama. - Ya.

Saat kelas pertama dimulai,

dia memasukkan kue beras dan saus.

"Masukkan kue beras kenyal dalam kaldu yang sudah dibuat"

"Setelah memasukkan saus gochujang"

"Dan bahan-bahan lain"

"Rebus sampai matang"

"Untuk melengkapi tteokbokki yang terasa nikmat"

Saat anak-anak selesai sekolah, kue beras terendam saus itu

dan si ibu menyiapkannya untuk anak-anak.

Aku langsung berlari ke sana begitu sekolah selesai,

tapi rasanya sedikit terlalu pedas untuk anak kecil,

karena itu aku selalu punya segelas air

untuk sedikit menyingkirkan saus pedasnya.

"Beberapa anak merendamnya dalam air untuk mengurangi saus"

Aku makan satu dengan saus utuh, satu lagi dengan yang sudah dicuci.

Aku juga membuang daun bawang. Saat masih kecil,

aku tidak terlalu menyukainya,

sekarang aku suka semuanya,

tapi kalau dahulu, aku tidak makan daun bawang.

Aku ingat sesuka apa aku pada tteokbokki.

Bagaimana denganmu, A Young?

- Kamu pelanggan suatu tempat? - Aku dahulu bersekolah

di SMP di Gwacheon.

Ada satu pasar di bawah jembatan

dan ada satu kedai tteokbokki di sana.

Dahulu harganya 50 sen per porsinya.

Aku ke sana untuk makan tteokbokki

bersama teman-temanku sepulang sekolah.

Kamu tahu piring berwarna hijau itu?

Kami memesan dua porsi,

berarti total harganya satu dolar.

Kami terkadang menambahkan pangsit goreng sebagai taburan.

"Jangan lupa tambahkan pangsit goreng"

Rasanya terbaik saat...

Kamu tahu, sup eomuk biasanya hanya tambahan,

tapi saat sepotong eomuk tidak sengaja tertuang ke sana...

"Potongan eomuk gratis akan mewarnai harimu"

- Rasanya enak sekali. - Seperti menang lotre.

- Benar. - Itulah yang terbaik.

Aku waktu itu takut si pemilik meminta bayarannya

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left