Navillera

Navillera (나빌레라)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

ㅡㅡ나빌레라ㅡNavillera E08 NF-360P/720P/1080P
A Commentary by DD_Movie
NF Retail [ RT 00:59:57 ] | t.me/ddmoviechannel

Tags

720p
720
1080
Published on: 2021-04-13
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SIM DEOK-CHUL

Buru-buru sampai tertinggal.

7 NOVEMBER KOMPETISI CHAE-ROK

5 OKTOBER, MINUM AMERIKANO DINGIN DIARE TIGA KALI

Ini pelanggaran HAM.

Seberapa banyak dia menulis?

SIM DEOK-CHUL 11, SILLIM-RO 3GA-GIL, GWANAK-GU

Kampungan sekali.

SIM DEOK-CHUL 11, SILLIM-RO 3GA-GIL, GWANAK-GU

NAMAKU SIM DEOK-CHUL. AKU MENGIDAP ALZHEIMER.

NAMAKU SIM DEOK-CHUL. AKU MENGIDAP ALZHEIMER.

Jadi, aku…

Benar, kau menderita Alzheimer.

Penyakit otak degeneratif paling umum yang menyebabkan pikun.

Pikun?

Lalu aku harus bagaimana?

- Kau datang sendirian? - Ya.

Harus beri tahu keluarga.

Seperti yang kau katakan bahwa terkadang melupakan hal kecil

dan itu dinilai sebagai kasus yang lambat,

tapi kita tak tahu yang terjadi selanjutnya.

Lebih baik beri tahu keluarga untuk dapat bantuan secepat mungkin.

Bisakah periksa sekali lagi?

Sekarang tahun berapa?

Tahun 2020.

Ingatlah tiga kata yang akan kukatakan,

lalu katakan kembali saat kuminta.

Bunga sakura. Mobil. Topi.

"Bunga sakura. Mobil. Topi."

- Seratus dikurangi tujuh? - Sembilan puluh tiga.

Baca A, B, C, D terbalik.

D, C, B, A.

Apa nama benda yang kupegang?

Pensil.

Sebutkan tiga kata yang kukatakan tadi.

Itu…

Itu…

Tunggu.

Itu…

Jika tak bisa beri tahu keluarga langsung, coba tulislah catatan.

Mulai dari apa yang dimakan, siapa yang kau temui.

Tulis semua hal kecil.

Jika dibiasakan menulis, itu akan sangat membantu.

Meski gejala makin parah, kau tak lupa hal yang dilakukan sebagai kebiasaan.

Sama seperti menggunakan sendok.

Namun, jika tidak ingat lebih dari beberapa hal yang ditulis,

kau harus datang ke rumah sakit.

Juga dilarang mengemudi.

TEATER JOONGANG

SIM DEOK-CHUL

Padahal hari ini begitu indah.

Sangat cerah dan jernih.

Kenapa aku?

Kenapa harus aku?

Ibu. Ayah.

Aku harus bagaimana?

EPISODE 8

SIM DEOK-CHUL

PAK SIM

Bisakah berhenti merayakan ulang tahunku?

Aku akan segera 40 tahun.

- Pakai ini. - Haruskah begini?

Begitu kau menikah, ibu akan berhenti.

Hei, Seong-gwan, kami berkumpul karena takut kau akan kesepian.

- Memangnya aku tak punya teman? - Memang tidak.

Lebih baik sekalian tak punya saudara… Ibu, katakan aku diadopsi.

- Kau selalu bicara sembarangan. - Astaga.

Kapan Ayah datang? Ini sudah larut.

Dia sedang mengambil foto, jadi, pulang terlambat.

Foto?

Foto kalian waktu itu?

Foto yang diambil di studio saat peringatan pernikahan kalian?

Benar, foto itu.

Ayahmu dan ibu tak punya foto berdua.

Kalian sudah tua, masih saja romantis.

Jika berusia 60 tahun lebih, aku tak mau berfoto lagi.

- Banyak kerutan, tak enak dilihat. - Sayang.

Maka jangan lakukan. Apa ibu berfoto agar terlihat cantik?

Aku membicarakan diriku. Maafkan aku, Ibu.

Kau terlalu banyak bicara.

Apa aku punya salah kepadamu?

- Selalu bicara seperti itu. - Aku pasti diadopsi.

- Kau sendiri yang mulai. - Kau yang mulai!

- Senyum. - Apa aku bilang

- kau menggangguku? - Bagus sekali.

Chae-rok.

Sedang apa di luar?

- Aku… - Masuklah.

Tunggu.

Bukankah kau datang untuk bertemu kakekku? Masuklah.

Tidak, aku tak perlu masuk.

Halo.

Astaga. Kau datang di waktu yang tepat.

Sapalah dia.

Pelatih balet ayah kalian.

- Namanya Chae-rok. Lee Chae-rok. - Begitu rupanya.

Tunggu, Bu. "Lee Chae-rok"?

Siapa itu Lee Chae-rok?

Benar, Lee Chae-rok!

- Duduklah. Halo. - Senang bertemu denganmu.

Dia sungguh pelatih balet. Lihat bajunya.

- Ya. - Aku baru selesai latihan.

Minum air dan tenanglah…

- Sial! - Astaga. Maafkan aku.

Aku baru melihat balerino.

Tubuhmu bagus.

Kita bertemu lagi.

- Ya. - Apa?

Kalian saling kenal?

Kelihatannya kau juga kenal.

Aku tak mengenalnya.

Kenapa kalian masuk bersama?

- Itu… - Saat aku magang, dia juga di sana.

- Kebetulan sekali. - Ya.

- Bagus. - Tak mungkin kau seorang pemagang.

Pekerja paruh waktu?

Penari pasti banyak waktu luang.

Selain melatih balet, kau juga bekerja.

Justru waktu luangmu lebih banyak

dengan ikut campur urusan orang.

- Apa? - Hentikan, Seong-san.

Kau tidak sopan di depan pelatih.

- Tidak masalah. - Masalah buatku.

Jangan bersikap kasar di depan tamu ibu.

Jika terus begini di depan ayahmu, lebih baik pulanglah.

Astaga, Ibu. Apa salahku?

Baiklah.

- Sepertinya Ayah sudah tiba. - Apa?

- Ayah. - Aku terlambat, ya?

- Ayah datang. - Halo.

Apa? Chae-rok.

Apa terjadi sesuatu? Ada perlu apa kemari?

Untuk memintamu datang lebih pagi.

Latihan ditambah 30 menit.

Tiga puluh menit? Tunggu. Kau datang untuk mengatakan itu?

Aku sudah mengatakannya. Aku pamit pulang.

Mau ke mana? Makanlah sebelum pergi.

- Benar, makanlah. - Ya.

- Kepiting bumbu kami sangat enak. - Benar, duduklah.

- Eun-ho, geserlah. - Duduk di sana.

Kau berubah, Ki Seung-joo.

Apa lagi sekarang?

Kau datang ke sana demi Pak Sim.

Kau tahu cara menghibur seseorang.

Kau akhirnya menjadi manusia?

Mungkin belum, tapi aku tulus menyemangatinya.

Kenapa tiba-tiba?

Dia elegan.

Orang tua itu

mengerahkan tenaga untuk mengangkat tangan dan kakinya.

Bahkan bukan repertoar, dia hanya melakukan center,

tapi membuatku tersentuh.

Menurutku itulah esensi balet.

Penonton bisa takjub melihat 32 putaran fouetté, tapi tidak tersentuh.

Kau makin dewasa.

Aku sudah lama dewasa. Hanya baru menyadari saja.

Kau mampu menjadi pembimbing.

- Namun, bayarannya sedikit. - Aku tidak mau.

Cobalah daging tanpa cangkang. Sungguh enak.

Ambil yang banyak. Seperti ini.

Baik.

Benar, seperti itu.

Sudah berapa tahun menari balet?

- Sekitar empat tahun. - Begitu rupanya.

Empat tahun belum lama, 'kan?

Pendidikan seni dan jasmani biasanya dimulai dari usia enam atau tujuh tahun.

- Aku terlambat memulai balet. - Begitu, ya.

- Kau pandai menari balet? - Seong-suk.

Tentu.

Ini sifat aslimu?

Aku menyukaimu. Kau diterima.

Bagaimana dengan Ayah?

Jangan tanya hal tak penting.

Benar, kenapa tanyakan hal yang sudah pasti.

Sepulang mendaki saja, badanku terasa sakit semua.

Menari balet di usia Ayah tentu lebih melelahkan.

Pak Sim debut hari ini.

Debut? Di mana?

Ayah, benarkah?

Apa? Bukan hal besar. Aku hanya tampilkan sedikit tarian di depan orang.

Astaga.

Itu disebut debut.

Pak Sim tampil di depan penari pro di yayasan balet.

Dia tampil luar biasa dan mendapat tepuk tangan meriah.

Dapat tepuk tangan meriah?

Hebat. Ayah memang yang terbaik.

Itulah maksudku.

Setiap orang harus menantang dirinya.

Seketika aku menjadi bersemangat. Aku merasa senang.

Ibu, boleh minum arak ginseng?

Astaga, lihat dirimu.

Kenapa suka sekali mabuk di rumahku?

Terakhir kali juga habiskan arak rasberi sendirian.

Ibu memang yang terbaik!

Minum sedikit saja.

- Astaga, Ibu, lihat dia. - Arak ginseng datang.

- Jangan terlalu banyak. - Arak yang dibuat mertuaku sendiri.

Ada yang mau minum?

- Mau makan lagi? - Sudah cukup.

Minumlah segelas.

More Indonesian subtitles for Navillera

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left