Scare Campaign

Scare Campaign

Download Indonesian Subtitle

Release info

Scare Campaign 2016 720p WEB-DL x264-FGT Ganool
A Commentary by Zolren
Selamat menonton :)

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
720p
720
ganool
Published on: 2016-10-05
Downloads: 43
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Subtitle Indonesia oleh XTNN Subtitles

Aku pernah melakukan pekerjaan yang aneh sebelumnya, tapi tidak seperti ini.

Ya, ini operasi yang unik.

Selama masa-masa sibuk kami menyimpan angka lebihnya di sini.

Itu tujuan utama tempat ini.

Selamat malam, Suze.

Tempat ini bisa disebut dengan fasilitas tambahan.

Tapi kebanyakan waktu tempat ini sunyi seperti kuburan.

Dan ini bagian "pengemasan."

Jadi jika ada kiriman malam ini, itu akan ditaruh di sini.

Dan para petugas bagian koroner akan mengurus sisanya besok pagi.

Tempat ini banyak isinya?

Kau merasa takut, George?

Tidak. Petugas keamanan sering menangani situasi yang mengerikan.

Itu pekerjaan kami.

Bagaimana dengan hantu atau hal-hal paranormal?

Bagus.

Banyak orang merasa takut dengan tempat ini.

Beberapa orang mendengar sesuatu pada saat tengah malam.

Melihat beberapa hal bergerak.

Bangunan tua memang sering mengeluarkan bunyi.

Sama seperti para "tamu" kita di sini.

Maksudmu kaku mayat?

Ya, tubuh kita melakukan hal-hal yang gila setelah kita mati.

Aku pernah melihat mayat-mayat duduk tegak.

Seolah-olah mereka akan kembali hidup.

Pria terakhir di shift malam ketakutan melihat itu.

Tapi kantor agenmu bilang kau seorang pria yang tangguh.

Jadi kurasa kau mungkin bisa mengatasi beberapa hal menakutkan di malam hari.

Ini pusat operasi. Semua yang kau butuhkan ada di sini.

Teh, kopi.

Dan aku yakin kau akan membutuhkan ini.

Aku lebih memilih tetap terjaga.

Baiklah.

Jika mobil jenazah datang tekan saja tombol ini.

Hubungi aku jika ada masalah.

Tapi seperti yang kubilang, sunyi seperti di kuburan.

Halo?

Halo?

Aku akan membukakan pintu.

Halo?

Kau baik-baik saja?

Astaga!

Angkat, angkat!

- Halo? - Ada masalah di sini.

- George? Ada apa? - Ada sebuah kiriman. Seorang wanita.

- Dia membuka matanya! - Oke...

Kau harus percaya padaku!

Sebentar, George. Aku akan login ke dalam sistem.

Sial.

George, kau masih di sana?

Mungkin itu hanya imajinasimu.

Tidak, aku baru saja melihatnya!

Dia mengincarku!

Aku yakin pasti ada penjelasan yang logis untuk...

Ada apa, George?

George?

Kau masih di sana? George?

George, bicaralah padaku.

Bagus, Emma, teruskan. Siapkan suara raungan setan.

Siaga.

Nyalakan.

Apa yang sedang dia lakukan?

Dia punya pistol.

Ayako, pergi dari sana sekarang juga.

Dia tidak bisa mendengarmu.

Em!

Bagian pengungkapannya jadi kacau.

Kita masuk bagian akhir.

- Tony, Suze? - Ya, bos?

Aku akan turun sebentar lagi. Kita harus selesaikan ini.

Baik.

Tampilkan JD.

JD, maaf, kawan.

- Kita tidak akan pakai itu. - Serius?

Aku membuatnya dengan resep khususku.

Seperti itulah dunia pertunjukkan, kawan.

Berhenti! Jangan!

Aku tahu keadaan cukup membingungkan saat ini.

Dia bukan hantu?

Bukan, dia hanya seorang aktor yang dibayar dengan murah sepertiku.

- Sekarang tolong berikan pistol itu padaku. - Bagaimana bisa kau cepat sekali kemari?

Aku dari tadi ada di sini memperhatikanmu, George.

Tolong...

Berikan pistol itu padaku sebelum keadaan memburuk.

Pistol itu membuatku merasa aman.

Hei, hei, kami berhasil membuatmu takut.

Ada apa ini?

Dia buang air kecil di celana?

- Aku mau pulang. - Em.

- Tidak apa-apa. - Em.

Kau ada dalam acara Scare Campaign, George.

- Apa? - Ya, langsung menyusuri lorong.

Aku dalam sebuah acara TV?

Aku dalam sebuah acara TV?

Aku ada di acara itu? Aku masuk TV.

Benar, George. Berikan senyuman ke arah kamera dan melambai.

- Oke. Apa kabarmu hari ini? - Baik, terima kasih.

- Baik? - Ya.

Aku harus melihat ke arah kamera atau ke arahmu?

Jangan khawatir tentang itu. Kita mengobrol saja dulu.

Lalu baru kita ke pokok persoalan.

Kau suka film horror, Abby?

- Tentu saja, siapa yang tidak suka? - Kau tidak merasa takut?

Serius?

Bagus, bagus. Karena keadaan di set terkadang cukup menegangkan.

Para aktris lebih merasa takut dibandingkan dengan sang korban.

Serius?

Itu terdengar menyenangkan bagiku.

Memang menyenangkan. Aku suka padamu.

Dia cocok bukan?

Bisa tolong teriak untukku, Abby?

Teriakan macam apa?

Itu teriakan yang bagus.

- Itu teriakan yang bagus, bukan? - Aku tidak siap untuk itu.

Em, ini Abby. Ratu teriakan Scare Campaign berikutnya.

Kau akan jadi seorang bintang, nona muda.

- Jangan terlalu serius menanggapinya, Abby. - Tidak akan.

Em akan mengurus dan menuntunmu.

Suze, tanda tangan kontrak dan bawa dia ke ruang ganti pakaian.

Dick ingin menunjukkan sesuatu padamu jika kau ada waktu sebentar.

Oke.

Hei, Ab, aku tidak sabar ingin membuat sejarah di dunia TV denganmu.

- Sama-sama. - Selamat.

- Marcus, aku perlu bicara... - Ya? Ada apa?

Hei, bos. Ada beberapa ide untuk episode penutup.

Barva atau Blair?

Bagaimana menurutmu, Em?

- Blair membosankan. - Benar, kita pakai Barva.

- Abby akan terlihat menyeramkan memakai itu. - Benar.

Wanita baru kita adalah penggemar horror. Kau akan menyukainya.

- Marcus, aku perlu bicara... - Vicki? Sial.

Halo, Vicki, benar-benar sebuah kejutan yang menyenangkan.

Dalam 10 hari. Memangnya ada apa?

Dia ingin mengadakan rapat.

- Bagaimana, Dick? - Lihatlah.

Aku mencoba tidak menampilkan pistolnya sebisaku.

Mengubah ukuran beberapa rekaman.

Menambahkan efek suara. Suara gemuruh, gema.

Ini bukan rekaman yang paling bagus, tapi bisa kita pakai.

Baiklah. Sorot wajah sang korban lalu tampilkan credit akhir.

Marcus, aku berhenti.

Vicki ingin mengadakan rapat. Beritahu yang lainnya.

Syukurlah.

Mungkin kau hanya akan merobeknya, tapi ini.

- Minggu kemarin adalah pemicu terakhir? - Ya, benar.

Astaga. Kau selalu mengatakan hal yang ingin kukatakan sebelum keluar dari mulutku.

Aku yang bertanggung jawab atas beberapa kalimat terbaikmu.

Aku tidak sedang dalam karakterku saat ini, Marcus.

Kau sedang dalam sebuah karakter.

Dan hari ini kau memerankan seorang aktris muda yang sensitif

yang memutuskan dia terlalu baik untuk acara ini.

Kita hadapi saja. Ini acara TV yang cukup menghibur selama 3 tahun terakhir.

Tidak.

Aku seorang manusia yang khawatir suatu hari kita akan mengerjai orang yang salah.

Ayolah, Em. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan.

Aku sudah memikirkan segalanya.

Kau pikir aku tidak tahu dia punya pistol? Pistol mainannya?

Entahlah, Marcus. Mungkin kau tahu, mungkin juga tidak.

Ayolah, kita tahu prank terbaik adalah yang sedikit melenceng dari naskah.

Kau tidak perlu repot-repot melakukan semua ini.

Apa maksudmu?

Jika kau ingin putus denganku, katakan saja.

- Kita sudah putus berbulan-bulan lalu. - Tidak.

- Yang benar? - Hanya pernah sekali atau dua kali berkencan.

Sekali atau dua kali?

Pikiranku sedang sedikit kacau saat ini, tapi kali ini aku serius.

Jadi hubungan kita sudah selesai?

- Aku sedang bicara tentang acara ini. - Acara ini?

Ya, dan juga kita. Astaga, aku tahu ini akan sulit.

Ayolah, Em. Kau tahu aku membutuhkanmu.

Tidak bisa dengan orang lain.

Kau seperti Reville dan aku adalah Hitchcock.

Kau memang lebih cantik darinya, tapi... Kau tahu maksudku.

Kita syuting episode penutup dan season ini selesai.

Tidak ada lagi korban dan kejutan.

Lalu akan kuberikan kau berkatku untuk kembali ke dunia komunitas teater.

Teater dan pendidikan, brengsek.

Oke, ini dia. Rumah sakit jiwa Glenn Dale.

Bangunan terlantar, tempat terpencil. Penuh dengan nilai produksi.

Kalian akan menyukainya.

Seperti apa tempat ini dulunya?

Tempat itu ditutup pada tahun 90-an. Beberapa tempat masih terhubung.

Secara teknis ini adalah sebuah tantangan.

Tapi kau tidak akan bisa menemukan tempat lain yang seperti ini.

Dia datang.

Aku suka wanita ini.

Aku takut padanya, tapi aku menyukainya.

- Secara seksual. - Siap-siap, tim.

- Untuk mendengar kabar baik. - Aku akan mencatat segalanya.

- Selamat pagi, semuanya. - Selamat pagi, Vicki.

Kau tidak akan bisa memikat kami dengan pujian.

Tapi aku tidak akan menolaknya.

Aku kemari bukan untuk mengelus egomu, Marcus. Malah sebaliknya.

Ini pasti akan menyenangkan.

Ada sesuatu yang aku ingin kalian lihat.

Album foto pribadimu?

Tunjukkan pada kami sebelum ada di 4chan.

Langkah yang cerdas.

Kami mengawasi. Kami merekam.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left