Release info

해피ㅡ선데이ㅡ1박2일ㅡ1N2DㅡE 534
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-01-29
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Pergi ke Kuba dan Kazakhstan"

"Pantai Varadero, tempat liburan terkenal di Kuba"

"Mereka memperebutkan camilan"

"Mereka mengorbankan diri demi mengamankan camilan mereka"

"Apa yang akan dilakukan Tim Kuba selanjutnya?"

"Tim Kazakhstan tiba di Ushtobe"

"Dengan mata mereka sendiri"

"Mereka menyaksikan jejak warga Korea Rusia"

"Dengan ketiga saudari itu"

"Mereka akan bermain tebak kata"

"Hanya satu orang yang akan tidur di luar ruangan"

"Siapa dari mereka bertiga yang akan tidur di luar ruangan?"

Kalian sekarang akan berpasangan.

Para wanita akan memilih.

"Mereka mendadak gugup"

"Siapa yang akan dipilih para saudari itu?"

Satu, dua, tiga.

"Mereka masing-masing memilih satu orang"

Astaga.

"Pilihan mereka tidak ada yang sama"

"Tim Tertua"

"Tim Tengah"

"Tim Termuda"

Sekarang kita akan memutuskan urutannya.

Haruskah kami yang memutuskan?

- Kamu saja. - Yang termuda lebih dahulu.

Kurasa dia pandai melakukan ini.

Kurasa juga begitu.

- Kalian punya 100 detik. - Kita pasti bisa.

"Dengan perlahan, dia mengatakan bahwa dia siap"

"Akankah kecocokan mereka bagus?"

Bersedia, siap, mulai.

"Dia menjelaskan dengan penuh semangat"

Apa?

"Dia tidak bisa menjawab pertanyaan pertama"

Tunggu. Ulangi lagi.

"Tidak dapat dimengerti"

"Kamu merebusnya dengan banyak air"

"Itu masuk ke sup"

"Dia tetap tidak tahu"

- Kamu menyantapnya di sini. - Kamu menyantapnya?

- Ya. - Kamu menyantapnya di sini?

"Jawabannya adalah doenjang"

- Ya, kamu menyantapnya. - Nasi.

- Nasi. - Astaga, ini sulit.

Kamu menyantapnya setiap hari.

Kamu menaruhnya di dalam sup.

Daging! Domba, kuda... synced by @sultan khilaf

Daging domba.

Lewat!

"Celaka"

"Apa kata berikutnya?"

Warnanya putih dan berbulu halus.

Domba!

"Puas"

"Kata berikutnya adalah guru"

Dia menulis seperti ini.

Papan tulis.

Dia menulis?

Cucuku pergi ke sana.

"Dia memberinya petunjuk lain"

- Sekolah. - Itu benar.

- Guru. - Ya.

"Dia senang telah memberinya petunjuk itu"

Apa berikutnya?

Kami tidak punya ini di Kazakhstan.

Rupanya seperti ini

dan kamu mengupasnya seperti itu.

"Dia menjelaskannya dengan sangat baik"

- Seperti ini. - Es krim. Jagung.

- Apa? - Kamu mengupas apa?

"Mendengus"

Dia sama saja memberimu jawabannya.

Tidak kali ini.

- Apa itu ada di Korea? - Di Korea?

"Jong Min menggelengkan kepalanya"

- Bagaimana? - Di Korea?

"Melirik"

- Tidak di Korea. - Sesuatu yang kamu kupas?

Apa itu kepala domba?

Kepala domba?

Bentuknya seperti ini.

- Dan... - Pisang!

"Dia sudah kelelahan"

"Kereta"

Benda itu panjang dan akan berhenti dengan membuat bunyi.

"Inilah yang dia jelaskan"

Lewat.

"Dia langsung menyerah"

- Lima detik. - Ini sulit.

Ombak menerjang.

- Ombak, laut. - Kamu melihat ombak.

Waktumu habis.

Itu bukan laut... Apa kamu tidak bisa lebih cepat?

"Dia menyalahkan Jong Min"

Apa salahku?

Astaga.

"Tebak kata sama sekali tidak mudah"

Joon Young berhasil menebak tiga.

Ini menantang.

Siapa berikutnya?

Yang tertua kedua.

Baiklah, bagus.

"Mari kita mulai!"

"Tim Tengah penuh energi"

"Mereka menggemaskan"

Mari kita mulai babak kedua.

"Apa mereka akan tampil dengan kompak?"

Bersedia, siap, mulai.

Dahulu waktu aku kecil,

aku sering memakan ini.

Suamiku juga.

Itu membuatmu bersemangat.

Lautan sempit

dan langit tidak begitu tinggi.

"Jawabannya adalah vodka"

Sedikit saja pun akan membuatmu mabuk.

"Sedikit saja pun..."

"Berputar"

Sedikit saja pun...

Kamu mulai bersikap seperti ini.

"Kamu menjadi seperti ini"

"Jong Min tidak tahu"

Dan...

Leher!

"Petunjuk penting"

Leher.

Vodka!

"Dia akhirnya berhasil menebaknya"

Luar biasa.

Berikutnya ini.

Aku tidak punya anak anjing di halamanku.

"Lugas"

"Aku?"

Benarkah?

Anjing? Anak anjing!

Itu benar.

"Penata rambut"

Ini tidak ada di lingkunganku.

Untuk berdandan, aku harus pergi ke pusat kota.

- Pusat kota? - Ya, pusat kota.

Salon!

Dia sangat pandai.

Ya, benar.

Aku punya pohon ini di halamanku.

Itu menggantung dari pohon.

Aku bisa memetik satu saat memasuki halaman.

Kesemek.

Bukan!

Itu menggantung dari pohon.

Pohon? Jujube, kesemek...

Itu menggantung dari pohon.

Aku memetik sebuah dan memakannya di tempat.

"Apa yang akan dikatakan Jong Min?"

Jeruk. Jeruk keprok.

Itu satu suku kata.

Lewat.

Sayang sekali.

Di Kazakhstan,

sering turun salju.

Aku seperti ini.

Ski? Seluncur?

Aku memakai ini.

Sepatu bot hujan? Sepatu bot!

Aku tidak bisa keluar rumah saat turun salju lebat.

- Turun salju lebat. - Ya, turun salju.

Kamu butuh ini saat salju turun.

- Turun salju lebat. - Diam!

- Turun salju lebat. - Kamu melihat jejak kaki.

Lewat.

Apa itu?

"Dia sungguh tidak tahu"

"Apa yang Joon Young tidak tahu?"

"Lantai ondol"

"Bagaimana dia akan menjelaskan sesuatu"

"Yang bahkan Joon Young pun tidak tahu?"

Ondol rupanya.

Ini tidak dihitung. Dia menyebutkan kata itu.

Astaga, maafkan aku!

"Sayangnya, dia menyebutkan kata itu"

"Jadi, mereka harus melanjutkan"

"Katanya adalah elang"

"Dia sudah mirip elang"

Kami punya ini di negara kami.

Ini terlalu mudah.

Dia ada di atas di pegunungan.

"Dia sangat mendetail"

Burung? Elang.

"Dia menebak kata itu dengan mudah"

Waktumu habis.

Aku menebak empat dengan benar.

Aku mengalahkan Joon Young.

Aku setidaknya di peringkat kedua.

"Joon Young hampir tidur di luar ruangan"

Kurasa kata-kataku sangat rumit.

Ini sulit.

Yang ini terlalu mudah, jadi, kita lewati saja.

Itu sungguh tidak adil!

Ayo.

"Selagi semua orang ikut tertawa"

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left