The first 200 lines.
Angsa-angsa gembul itu sudah tiba.
Para wanita lajang yang kaya di kota ini sudah datang.
Ayo, kita peras mereka.
Perantara Jodoh Meng tiba.
Cantik sekali.
Saat ini,
aku sangat sedih.
Yang hadir dalam pertemuan jodoh yang diadakan oleh aku, Meng Lingshu
adalah para gadis lajang.
Kalian menantikan cinta,
tetapi tidak menemukan caranya.
Kalian mengidamkan jodoh yang indah,
tetapi terbelenggu oleh ikatan etika,
tidak berani menyatakan cinta.
Aku sangat memahami perasaan kalian.
Percayalah padaku.
Aku pasti akan membantu kalian.
Jadi,
di tiap musim,
kami akan merekomendasikan seorang pria idola.
Bagi gadis yang membeli buku jodoh,
aku, Meng Lingshu sendiri akan menjadi perantara jodoh untukmu,
agar kau menjadi wanita yang paling bahagia di kota Fengcheng.
Sekarang pertemuan jodoh resmi dimulai.
Kami persilakan pria idola musim ini, Helan Hongchen.
Bos, kau ya?
Helan Hongchen.
Usia 26 tahun.
Petugas termuda Kantor Polisi
kota Fengcheng sejak dulu.
Anak angkat dari Tang Que, Kepala Pengawas Kantor Polisi.
Menguasai sastra dan silat, penangkap penjahat yang lihai.
Bisa dibilang ketampanannya bisa dibandingkan dengan Pan An.
Kemampuannya sangat tinggi, seluruh tubuhnya penuh cahaya.
Tidak peduli apakah kau seorang perawan,
atau janda muda,
berapa banyak uang yang kau miliki untuk membeli buku jodoh dia,
aku akan punya sebanyak cara itu
untuk membuatnya bersedia
menikahimu dengan meriah.
Apa aku juga boleh?
Usia bukan masalah, yang penting niat.
Aku yakin kau bisa.
1001 tahil.
1002 tahil.
1003.
1004.
1005, 1006.
1007, 1008.
5000 tahil.
Banyak sekali.
Siapa ini?
Kaya sekali ya.
Nona ini, 5000 tahil?
Bukankah ini Nona Lanruo?
Ya.
Hadirin, apa ada penawaran yang lebih tinggi?
Kalau tidak ada, berarti...
10000 tahil.
Siapa?
Merunduk!
Merunduk!
Semuanya merunduk!
Jangan bergerak!
Pe... pe... pe...
Pe...
Perampokan!
Betul! Perampokan!
Tertawa.
Geledah!
Geledah!
Mana uangnya?
Keluarkan!
Keluarkan!
Keluarkan!
Jangan macam-macam!
Bos, pelat emasnya besar sekali.
Ki... Ki...
Kantor Polisi.
Letakkan pedang itu!
Itu Petugas Helan!
Ma... ma... ma...
Maaf sudah mengganggu.
Mau mati ya?
Mundur.
Jangan kejar.
Satu petugas yang kejar, satu gadis akan mati.
Kucing...
Kucing Malam.
Kau sudah tahu Kucing Malam nama besarku,
Masih tidak cepat berlutut?!
Hajar dia!
Wah!
Pendekar Kucing Malam!
Pegang!
Berhenti!
Petugas Helan.
Sedang pikir siapa?
Kak.
Apa kau tahu siapa yang menolongku semalam?
Siapa?
Pendekar Kucing Malam.
Kau tidak tahu.
Dia sangat ganteng.
Kak, permennya datang lagi.
Katakan.
Sebenarnya pria gila mana
yang terus kirim permen buatmu?
Hanya permainan si gembel.
Tidak punya uang, masih menginginkan gadis.
Tetapi kau juga tidak boleh buang.
Sayang sekali.
Aku masih mengantuk.
Aku mau lanjutkan mimpi yang tadi.
Kak, kau tidak boleh tidur lagi.
Hari ini pernikahan Juragan Wu dari Rumah Sutra.
Dia masih menunggumu untuk memberimu uang jasa makcomblang..
Suruh mereka dua hari lagi baru menikah.
Tidak bisa, kalau kau tidak pergi,
Juragan Wu pun tak berani masuk ke kamar pengantin.
Terserah dia mau masuk tidak.
Suamiku.
Aku bersalah padamu.
Aku tidak mendidik putrimu dengan baik.
Biro Jodoh Huanxi ini akan hancur di tangannya.
Ibu.
Suamiku.
Pakai masker sambil menangis, bisa lebih cepat tua.
Lihatlah kau ini.
Apa kau terlihat seperti makcomblang?
Juragan Wu dan gadis penjual tahu,
pasangan ini tidak cocok, tetapi kau berani menjodohkan mereka.
Aku sedang ajari kau etika jadi perantara jodoh.
Kalau ikuti etika perantara jodoh,
keluarga kita sudah mati kelaparan sejak dulu.
Uang untuk beli masker Ibu
didapatkan dari etika profesi aku.
Kalau kau tidak mau, lepas saja.
Aku lupa, aku sedang masak sup jamur putih.
Aku ambilkan semangkuk buatmu.
Lingling, bantu aku ganti pakaian.
Siap.
Hati-hati.
Aduh, anak-anak ini.
Hati-hati.
Perantara Jodoh Meng tiba.
Sudah datang.
Ayo, ayo, ayo.
Perantara Jodoh Meng, akhirnya kau datang.
Tuan kami
sedang buru-buru ke kamar mandi.
Sebentar lagi tiba.
Buru-buru untuk buang air atau buru-buru masuk ke kamar pengantin?
Apa tulang bosmu masih kuat?
Cepat lapor.
Kalau tunggu lagi, ada biaya tambahan.
Siap, aku segera lapor.
Gawat! Gawat!
Juragan...
Juragan dan nyonya baru tewas.
Hah?
Cepat periksa.
Lingshu.
Ketua, ini sudah kejadian kedua.
Pasangan suami istri pemburu yang semalam itu,
juga tewas dengan penuh misteri.
Kau persilakan Lan ke sini.
Baik.
5000 tahil sudah datang.
Aku pikir, kenapa akhir-akhir ini Nona Lanruo
begitu rajin?
Petugas Helan.
Nona Lanruo.
Silakan masuk.
Tabib Lanruo.
Ini bunga apa?
Kenapa mekar di tubuh manusia?
Hati-hati.
Ini sejenis bunga beracun.
Namanya "bunga anggrek Youlan".
Tetapi racun apa yang ada di dalamnya,
aku harus ambil sampel untuk diperiksa.
Jarum Perak Kucing.
Pasti perbuatan Kucing Malam.
Kucing Malam?
Bukankah dia seorang pendekar?
Pendekar apa?
Biasanya selalu sembunyi-sembunyi,
sama sekali tidak hormat pada Kantor Polisi kami.
Kalau menurutku,
dia pasti sekomplotan dengan penjahat itu.
Karena mereka tak membagikan uang panas dengan baik.
Waktu itu, kalau bukan karena Ketua kami tiba tepat waktu,
mungkin kesucianmu sudah tidak bisa dipertahankan.
Bagaimana keadaan di sana?
Di sini tidak ada apa-apa.
Tolong!
Cepat! Kejar! Kejar!
Cepat!
Kayu Jinnan.
No comments yet. Be the first to leave one.