The first 200 lines.
Thing menyampaikan suratmu.
Aku kaget kau masih mau menemuiku setelah tiba-tiba kabur malam itu.
Jadi, apa ini kencan?
Ini kejutan.
Saat datang ke Nevermore, aku tak memikirkan soal cinta.
Tapi saat kau menciumku,
kebenaran terungkap dan semuanya menjadi jelas.
Padahal Xavier memperingatkanku, tapi kuabaikan.
Ironis, ya?
Ironis itu menjebak Xavier atas pembunuhan
dan Hyde asli membantuku memenjarakannya.
Tunggu, kau berasumsi...
Aku tak berasumsi. Aku yakin.
Kinbott mungkin tahu rahasiamu saat sesi terapi.
Jadi, dia bebaskan Hyde-mu.
Kenapa kau membunuhnya?
Kukira Hyde loyal kepada tuannya.
Wednesday. Kau ngawur.
Di Hari Bakti, aku pamit ke rumah pertemuan lama.
Apa kau disuruh Kinbott memata-mataiku?
Saat Rave'N,
kau menguping kami membahas gua, lalu kau mengabari Kinbott.
Eugene mungkin melihat Kinbott.
Lalu dia menyuruhmu mengurus Eugene.
Aku salut, Tyler.
Kau melukai diri di rumah Gates,
pengalihan yang cerdik.
Cukup. Sadar, tidak, ucapanmu keterlaluan?
Aku bukan monster.
Kalau curiga aku monster,
kenapa kau nekat memanggilku ke hutan untuk melabrakku sendirian?
Kata siapa aku sendirian?
Aku tak paham lelucon jahat apa ini, Wednesday.
- Aku mau pergi. - Sebentar...
Kau ikut dengan kami.
Akhirnya sadar.
Aku di mana?
Di sini takkan ada yang mendengar jeritanmu.
Kenapa aku dirantai?
Pertanyaan konyol.
Wednesday, ini ngawur. Aku orang biasa.
Tak sepenuhnya benar.
Kau kenal dia?
Andai aku tak fokus ke ibuku yang mendominasi foto ini,
aku pasti mengenali wajah ibumu.
Ayahmu jatuh cinta dan menikahi orang buangan.
Ibuku orang buangan, tapi bukan berarti aku monster.
Menurut rekam medis ibumu...
- Kau mencurinya? - Thing yang mencuri.
Dia ambil di garasimu. Ternyata ayahmu suka menimbun.
Depresi pascapersalinan memicu kondisinya.
Ibuku menderita gangguan bipolar akut.
Kau bohong.
Dia Hyde.
Dan ayahmu hidup dalam ketakutan,
cemas kondisi ibumu menurun kepadamu.
Kalian serius diam saja aku diperlakukan begini?
Teman-teman, Enid baru kirim pesan.
Thornhill mulai curiga.
Kapan dia akan berubah jadi makhluk itu?
Aku bukan monster.
Kau monster.
Aku menerawangnya di Weathervane.
Jadi, ini gara-gara terawanganmu setelah kita berciuman?
Memang terawangan bisa dipercaya?
Wednesday, mau apa kau?
Siksaan ringan. Tenang, takkan ada bekas luka.
- Wednesday, sebentar. - Tunggu. Kau serius?
Cuma satu hal yang dipahami Hyde.
Rasa sakit.
- Tunggu! Wednesday! - Wednesday!
Cukup. Aku tak ikutan!
- Kami juga. - Tidak.
- Tunggu. - Tak mau.
Wednesday, kesepakatannya tak begini.
- Ayo temui Weems, jelaskan semua. - Weems tak akan membantu.
Tyler selalu bisa menghindari ayahnya.
Kalau begitu, urus sendiri.
Jangan tinggalkan kami berdua! Kumohon!
SERIAL NETFLIX
Saat kucecar soal ibunya atau topik sensitif, dia mengamuk,
tiba-tiba dingin dan apati.
Seperti berubah jadi orang lain.
Aku makin khawatir.
Luka trauma kehilangan ibunya
mungkin lebih dalam dari dugaanku.
- Halo? - Sheriff Galpin.
Ada masalah.
Masalahnya adalah Wednesday Addams.
Untuk apa Kinbott, alias Laurel Gates, memperalatmu?
Wednesday, kumohon.
Tyler, potongan tubuh di rubanah rumah Gates,
untuk apa dia mengoleksinya?
Aku tak paham. Kenapa kau begini?
Mari tes refleksmu.
- Aku di sini! - Jauhi putraku! Jatuhkan.
Jatuhkan.
KANTOR SHERIFF WILAYAH JERICHO
Tanda tangan di sini.
Sheriff Galpin tak menuntutmu atas penculikan.
Itu mengejutkan, mengingat situasinya.
Wajar tidak menuntut.
Sejak kapan kau tahu?
Maksudmu?
Saat aku menyerahkan cakar itu, kau sudah tahu faktanya?
Wednesday, cukup.
Xavier Thorpe-lah Hyde-nya.
Berkatmu, kami dapat bukti. Karena itu kuberi keringanan.
- Tyler juga akan mengkhianatimu. - Ayo pergi.
Keluar.
Wednesday, tunggu.
Tyler! Kau mau apa?
Bicara dengannya.
Tadinya dia temanku.
Kita di kantor polisi. Aman.
Jangan lama-lama.
Apa maumu?
Bertanya.
Seperti apa rasanya?
Rasanya apa?
Kalah.
Awalnya,
aku bangun telanjang,
berlumuran darah,
bingung apa yang terjadi.
Tapi seiring waktu,
aku mulai ingat
semuanya.
Suara jeritan mereka,
kepanikan di mata mereka,
dan ketakutan yang begitu mengakar.
Dan aku menikmatinya.
Kau tak tahu apa yang akan menimpa.
Sheriff Galpin tak akan menuntut, dengan syarat
tapi kau harus dikeluarkan dari Nevermore.
Yang lain tak terlibat.
Aku bertindak sendiri.
Kau mengaku tak punya teman, tapi kau melindungi mereka.
Mereka tak punya nyali untuk bertindak.
Maksudmu menculik dan menyiksa?
Jangan sampai.
Ibu sadar, 'kan? Tyler membunuh enam orang dengan keji,
lalu mengumpulkan potongan tubuh mereka.
Andai kau membahasnya dengan Ibu,
alih-alih main hakim sendiri,
kita bisa bekerja sama.
Oh, sejak kapan rasa saling percaya dan kekompakan kita kuat?
Ibu kagum akan kemandirian dan keyakinanmu pada instingmu.
Tapi itu berarti kau tak sabaran dan impulsif.
Kelakuanmu mempersulit posisi Ibu dan sekolah ini.
Tyler-lah Hyde yang dicari.
Dia menjebak Xavier. Dia akui sendiri di hadapanku!
Ibu sulit percaya.
Ibunya orang buangan.
Dia alumnus di sini, Ibu pasti ingat.
Dia seorang Hyde!
Ya, Francois. Dia wanita baik.
Ibu tak pernah tanya identitasnya!
Beri aku waktu. Akan kubuktikan mereka Hyde.
Waktumu habis.
Cukup sudah negosiasinya, Wednesday.
Kemasi kopermu.
Nanti kami kirimkan kopernya. Berpamitanlah.
Kau naik kereta sore besok.
Maaf Nevermore tak bisa membimbingmu, Wednesday.
Ibumu pasti akan sangat kecewa.
Aku pun kecewa.
Xavier.
Waktu kita sempit.
Thing mendistraksi sipir dan meretas CCTV.
Kenapa kau di sini?
Kau bukan Hyde itu.
Tyler memanfaatkanku demi menjebakmu. Dialah Hyde sebenarnya.
Tahu dari mana?
Dari terawanganku saat dia menciumku.
Syukurlah kau bisa bermesraan, sementara aku difitnah.
Harusnya aku memercayaimu.
Tampaknya kau punya ikatan batin dengan Hyde,
aku ingin lihat gambarmu yang bisa jadi petunjuk.
Kau butuh bantuanku?
Hidupku sudah kau hancurkan!
Tidak.
Kucoba menjadi temanmu.
- Malah begini akibatnya. - Ini bukan soal kita.
Ya, soal dirimu!
Setiap kau terlibat, ada saja korban.
Kau toksik.
Bisamu cuma memperparah keadaan.
Tyler mengingatkan ada hal buruk...
Sudah lihat, masa bodoh!
Ingin menghentikan kasus ini? Pergilah.
Pergi yang jauh dan jangan kembali.
Paham?
Tak ada kau, tak ada petaka.
Itu cara menolong semua orang. Paham?
Pergilah.
Pergi!
Tak kusangka akan merindukan
matamu yang datar dan menyeramkan.
Tanpamu, rasanya tak akan sama.
No comments yet. Be the first to leave one.