The first 200 lines.
Sedang apa kau?
Apa kau ingin dia gagal dalam audisi komediannya?
Bukan begitu.
Cepat.
Apa yang harus kulakukan?
Nona muda, aku akan mulai.
Oke!
Terlihat bagus. Oke!
Menari, menari.
Sekarang waktunya menari.
Kupikir dia akan berhasil dalam audisi komediannya.
Sungguh?
Menarik sekali!
Foto pemakaman seperti apa itu?
Kau bersikap seperti Bong Gu akhir-akhir ini.
Kau suka Bom atau Bong Gu?
Ada banyak pilihan sulit di dunia ini.
Hindari mereka.
Siapa yang akan kau undang untuk pemakamanmu?
Kau sudah mengambil foto untuk pemakamanmu dan mengundang orang lain.
Rasanya seperti pemakaman sungguhan.
Karena kita ingin itu terlihat nyata, mari kita undang ibumu.
Bisakah kau pergi duluan?
Baik.
Ibu.
Kenapa kau sendirian? Dimana Bom?
Bom sedang berbicara dengan ibunya di telepon.
- Benarkah? - Bagaimana dengan Nenek?
Dia menyiksa Pak Jae Woong.
Menyiksa?
Enak sekali.
Sangat menyegarkan.
Tapi, Anda tahu, Nenek...
Kupikir Anda bisa berhenti sekarang.
Kau mengeluh tentang memiliki kemewahan yang terlalu banyak.
Diamlah. Tidur saja.
Baik.
- Terasa nyaman. - Nenek.
Ibu meminta Nenek untuk menemuinya.
Kenapa?
Aku tidak tahu.
Aku sangat ingin bangun.
Nenekmu sudah tiga kali berada di sini.
- Maafkan aku. - Tidak apa-apa.
Itulah yang terjadi saat kau sudah tua.
Anda baik-baik saja, Ajusshi?
Aku merasa kuat saat minum obat penghilang rasa sakit.
Tapi, aku seperti mayat saat obatnya habis.
Oh, ya.
Apa kau menggunakan taktik 19+ ke pada pacarmu?
Heol. Bagaimana Anda tahu, Ajusshi?
Aku bisa membayangkannya, bahkan tanpa melihatnya.
Jadi, apa kata pacarmu?
Apa ada efek negatifnya?
Aku mencoba melakukannya.
Tapi, kurasa aku tidak bisa melakukannya.
Meskipun begitu, kau sudah mencoba.
Ayolah, Ajusshi.
Bisakah Ajusshi menunjukkannya padaku, sekali saja?
Demonstrasi? Ya benar. Kenapa aku melakukannya untukmu?
Sekali saja.
Apa aku seperti bank untukmu?
Apa kau meninggalkan uang padaku?
Apa membelanjakan uang untukku terasa seperti pemborosan?
Jika aku mengatakan itu bukan pemborosan, bisakah kau mempercayaiku?
Tidak bisakah Ibu melakukan ini untuk putrimu? Aku putrimu, Bu.
Kau sekarang jadi kasar, ya?
Ibu sudah memberimu biaya hidup dan biaya sekolah, jadi apa lagi yang kau butuhkan?
Ibu tahu kau punya pacar sekarang.
Sepertinya kau memiliki lebih banyak hal untuk menghabiskan uangmu.
Membesarkan anak hanya sampai usia 20 tahun.
Kau harus mengurus diri sendiri setelah itu.
Aku tidak membutuhkannya sampai aku berusia 20 tahun. Aku akan mati saat itu.
Aku akan segera mati karena kanker otak!
Kenapa kau tampak sangat tidak sehat?
Kau tampak seperti orang yang sedang sekarat.
Ini tidak akan berhasil.
Ayo pergi bersamaku ke rumah sakit.
Nenek.
Kita perlu tahu apa penyakitnya untuk mengobatinya.
Demensia mempengaruhi ingatan tentang orang-orang terdekatmu terlebih dahulu.
Jangan memasukkannya ke dalam hati.
Ini mungkin untuk yang terbaik.
Nenek tidak perlu khawatir denganku.
Apa pengobatanmu berjalan dengan baik?
Begitu aku pergi ke Seoul, aku akan mendapat perawatan.
Jika kau kesakitan, jangan memikirkan siapa pun kecuali dirimu sendiri.
Orang-orang yang kau tinggalkan akan tetap hidup dan terus berjalan apapun yang terjadi.
Kadang, aku berharap Ajummha adalah ibuku.
Sudah.
Aku ingin membuatnya lebih cantik, tapi akan mengganggu pekerjaan Anda.
Aku akan membiarkannya seperti itu.
Ini cantik.
Aku tidak ingat kapan terakhir kali aku memakai cat kuku.
Apa Ajumma yakin suamimu masih hidup?
Entahlah.
Dia hilang saat berjuang di medan perang.
Dan dia belum kembali lebih dari 10 tahun, jadi bagaimana aku bisa yakin kalau dia masih hidup?
Itu akan sedikit berlebihan.
Lalu, kenapa Ajummha tidak mengatakan perpisahan padanya?
Tentu saja aku ingin melakukannya.
Tapi, aku tidak bisa karena ibu mertuaku.
Dia menunggu seumur hidupnya, berharap anaknya kembali.
Untuk mengambil itu darinya...
Dia mungkin saja sudah meninggal.
Bu, dimana Nenek?
Bukankah dia ada di kamarnya?
- Bom, kau juga tidak melihatnya? - Tidak.
Aigoo.
Aku sering pergi ke Hospice. Kenapa kau repot-repot mengantarku ke sini?
Shi Kyung mungkin menunggumu, jadi kalian berdua bisa pergi ke sekolah.
Aku ingin pergi denganmu, Nenek, jadi aku menyuruh Shi Kyung untuk pergi lebih dulu.
Sungguh?
Bahkan saat kau masih kecil, kau mengikutiku, dan memanggilku "Nenek."
Apa kau sangat menyukai nenekmu?
Nenek, kau ingat aku mengikutimu kesana-kemari saat masih kecil?
Tentu saja! Aku ingat semuanya.
Aigoo.
Gadis yang sangat baik.
Anak yang baik. Gadis yang baik.
Enak, 'kan?
Kau masih kecil saat itu.
Kau menumpahkan begitu banyak air mata karena ayahmu.
Aku merasa sangat sedih untukmu.
Kau mengingatkanku pada Shi Kyung dan Shi Young.
Jadi, aku sangat menyukaimu.
Saat aku memikirkannya, itu semua berkat Nenek,
aku bisa melewati masa-masa itu dalam hidupku.
Itulah sebabnya namaku Duk Boon.
Bahkan nama Nenek adalah yang terbaik.
Ketika aku memikirkan kepada siapa aku harus berterimakasih,
Nenek adalah orang pertama yang kupikirkan.
Itu tidak seberapa dibandingkan dengan namamu.
Tapi...
Siapa namamu?
Bom... Kim Bom.
Benar, benar!
Bom! Bom, Bom. Benar.
Aku...
terus melupakan banyak hal akhir-akhir ini.
Kau harus pergi. Shi Kyung pasti menunggu.
Baik, aku akan kembali sepulang sekolah nanti.
Tidak perlu.
Pergilah bergaul dengan Shi Kyung sepulang sekolah.
Aku akan kembali lagi.
Nenek harus menungguku, jadi kita bisa pulang bersama.
Baiklah.
Aku pergi.
Astaga, wanita yang cantik.
Aku sangat ingin dia menjadi menantuku.
Ini foto pemakamanmu?
Apa kau bercanda?
Meskipun itu hanya berpura-pura, tetap saja itu adalah pemakaman.
Itu adalah saat untuk berkabung dan mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang telah meninggal.
Mengucapkan selamat tinggal tidak harus menjadi hal yang menyedihkan.
Tidak bisakah kita melakukannya dengan tersenyum?
Bagi orang yang masih hidup dan yang sekarat, ini adalah kenangan terakhir yang akan mereka dapatkan.
Bahagia mengucapkan selamat tinggal dengan cara yang menyenangkan.
Seperti sebuah perayaan terakhir.
Aku belum pernah melihat Bom berbicara dengan semua orang.
Bom sudah berubah akhir-akhir ini.
Tidak... apa dia menjadi aneh?
Oh, sebuah perayaan terakhir. Itu bukan konsep yang buruk.
Ya, aku merasa senang dengan hal itu.
Kakekku mengatakan kepadaku bahwa sudah dari dulu, pemakaman untuk orang-orang berusia di atas 60 tahun
seperti perayaan.
Bom berusia 18 tahun.
Lee Shi Kyung, katakan ini padaku.
Jika Bom harus meninggal besok lusa,
apa kau bisa melihat foto pemakaman ini, tertawa, dan mengucapkan selamat tinggal?
Entahlah.
Aku tidak pernah memikirkannya.
Bom!
Aku akan memeriksannya. Tunggu disini, Shi Kyung.
Sejak kapan Bom dan Shi Young sangat dekat?
Bom! Bom!
Hei, ada apa denganmu?
Bersandarlah padaku. Kau baik-baik saja?
Ayo... kemari.
Sebentar Shi Young.
Aku akan memanggil Dokter Lee.
Shi Young. Pertama, putar kepala Bom ke samping.
Periksa apa ada makanan di mulutnya.
Berbahaya jika makanan masuk ke saluran pernapasnya.
Tidak ada makanan.
Apa ada orang di sekitarmu?
- Tidak. - Bagus.
Pastikan tidak ada orang di sekitar saat Bom datang, jadi dia tidak akan terguncang.
Baik, aku akan melakukannya.
Bom.
Shi Young dan Bom. Kemana perginya mereka?
Oh, ya. Ponselku.
Apa kau yakin tidak perlu pergi ke rumah sakit?
Ya, dan maafkan aku karena kau harus melihatku seperti itu.
Dan juga, terima kasih.
Kau tahu, kau terlalu keras kepala.
Jika itu aku, tentu saja aku akan memberitahu keluargaku.
Aku juga berpegangan pada Ga Ram dan menangis karena itu.
Aku sangat sering menangis saat masih kecil, jadi aku tidak suka menangis.
Dan juga, aku tidak punya banyak waktu lagi. Kenapa menghabiskannya untuk menangis?
No comments yet. Be the first to leave one.