The Wind Blows

The Wind Blows (바람이 분다)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

바람이분다ㅡThe Wind BlowsㅡE04 NEXT-VIU
바람이분다ㅡThe Wind BlowsㅡE04 WEB-DL VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2019-06-05
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 4"

"Aku pamit, aku ada urusan lain."

Apa ini?

Bukan apa-apa.

Kenapa?

Tidak, lupakan saja.

"Permintaan Cerai dengan Kesepakatan Bersama"

Kenapa ini ada di kamar mandi?

Apa kamu akan tetap bertingkah seperti ini?

Jangan menyentuh dokumenku.

Su Jin.

Izinkan aku bertanya sesuatu.

Apa?

Katakanlah kita bercerai, lalu

bagaimana kamu akan hidup sendiri?

"Katakanlah kita bercerai"?

Ini hidupku dan pilihanku.

Bagaimana aku akan hidup sendirian?

Bahkan orang tuaku tidak pernah menanyakan itu kepadaku.

Kenapa? Karena selama ini aku baik-baik saja hidup sendiri.

Siapa kamu memperlakukan aku seperti ini?

Kenapa kamu marah?

Bukan itu maksudku.

Aku benci saat kamu seperti ini.

Kita seharusnya bercerai. Kenapa tidak bilang saja?

Kamu tidak menginginkan anak, bukan?

Kamu ingin tetap hidup mudah dan nyaman.

Jika kamu juga ingin bercerai, bilang saja.

Berhenti menanyakan aku.

Tidak mungkin.

Itu tidak mungkin terjadi.

Su Jin, mungkin aktingmu buruk.

Tidak, bagus. Aku sangat tenggelam sampai ingin menangis.

Kamu bilang air mata wanita bisa membuat pria syok

dan membuat nalarnya hilang sementara.

Ya. Pria mana yang tidak terpengaruh oleh air mata wanita?

Hidup ini tidak seperti yang kita lihat di film.

"AnFix Media, Brian Jeong"

Su Jin. Do Hun tidak

tertarik pada pria, bukan?

Itu gila.

Kalau begitu, pasti ini.

Aku yakin dia punya wanita lain. Benar, bukan?

- Poin bagus. - Tidak, dia tidak punya.

- Tahu dari mana? - Wanita punya intuisi, kamu tahu.

Itu jelas bukan alasannya.

Rencanamu gagal.

Ayo kita buat rencana lain.

Astaga, ini gila.

Tidak ada yang salah dengan skenarioku,

dan aku tidak bisa merevisinya tiba-tiba seperti ini.

Kalau begitu, kita akan mengakhiri proyek ini begitu saja?

Seharusnya kamu langsung mendekati dia saja.

- Tapi bagaimana caranya? - Mobil.

Sudah diambil untuk perbaikan, bukan?

Bengkel.

Baik, aku mengerti.

Aku akan segera merevisinya.

Aku akan membuat tawaran yang tidak dapat dia tolak.

Halo.

- Kamu datang cepat. - Ya, ada apa?

Wanita di sana bilang dia yang menyebabkan kecelakaan

dan membayar biaya perbaikan.

Jangan main mata dengannya.

Kamu akan langsung pergi. Jangan menoleh ke belakang.

Baru setelah itu, dia akan menggigit umpannya.

Aku sudah bilang tidak apa-apa.

Aku tidak keberatan.

Kamu sudah mendapatkan kontrak untuk skenario baru?

Tidak, aku meminjam uang dari teman sekamarku.

Ambil ini.

Tidak, aku tidak bisa.

Ayo, ambil saja. Setelah meneken kontrak untuk skenario baru,

kamu bisa mengganti uangku.

Terima kasih, tapi aku tidak mau belas kasihanmu.

Aku minta maaf tentang semuanya.

Sekarang apa? Jangan hentikan aku.

- Tidak, tolong hentikan aku. - Tunggu.

Ini bahkan tidak banyak. Ambillah

dan buatlah skenario yang bagus.

Aku tidak bisa menerima bantuan seperti itu tanpa alasan.

Aku tidak butuh uang ini, kamu boleh ambil atau tinggalkan.

Kalau begitu, setidaknya izinkan aku mentraktirmu makan.

Kalau tidak, aku tidak bisa menerima ini.

Memancing adalah kelemahannya.

Dia akan sangat ingin memberikan pendapatnya.

Jadi, tokoh utamanya seorang pemancing?

Ya. Kenapa?

- Membosankan? - Tidak, bukan itu.

Aku suka memancing.

Benarkah?

Apa ada sesuatu di wajahku?

Aku jatuh saat aku mendaki.

Kamu dahulu suka mendaki?

Ya.

Tapi aku berencana untuk mulai memancing sebagai gantinya.

Kamu suka memancing?

Sejujurnya, aku belum pernah.

Karena itulah, aku kesulitan menulis skrip.

Aku bergabung dengan klub memancing dan membaca forumnya,

tapi tidak mengerti apa-apa.

Sulit belajar teknik memancing dengan membaca.

Cara tercepat adalah belajar dari seorang ahli.

Ya, sepertinya itulah masalahnya.

Maaf kami sudah tutup.

Ini aku.

Aku yakin kamu bisa merasakannya.

Apa dia hanya menganggapmu sebagai orang yang menyenangkan?

Atau kamu berpikir dia benar-benar menyukaimu?

Entahlah.

Ya ampun. Kurasa aku tahu jawabannya.

Wajahmu menjelaskan semuanya.

Do Hun jelas tergoda.

Itu sebabnya kamu terlihat cemas.

Omong-omong, kamu tidak menghapus riasan itu?

Aku bahkan tidak tahu dengan siapa aku berbicara sekarang.

Kamu bahkan tidak mengenali suaraku?

Suamimu pun tidak bisa.

Itu karena aku menyamar sebagai wanita lain.

Dia hanya berpikir suaranya mirip.

Tapi kamu berbeda.

Astaga, siapa orang ini?

Aku ingin terlihat seperti orang yang berbeda juga.

Boleh aku meminta penata rias itu untuk mengubahku juga?

Maaf.

Astaga.

Kamu pulang malam. Kamu minum?

Su Jin.

Aku...

Aku dengar jalur kereta api di Pocheon akan segera ditutup.

Kamu sudah lihat?

Belum, aku hendak melihatnya. Setelah kita bercerai.

Pak Jeong!

Ya.

Lewat sini.

Tahu dari mana aku ke Bali bersama Hwang Nam Jun?

Aku mendengarnya dari Reporter Choi "Entertainment 24".

Apa? Lalu akan ada artikel tentang itu?

Film kita akan gagal jika skandal kencanmu ketahuan.

Itu sebabnya aku segera meneleponmu.

Jika kamu tidak kembali hari ini,

wartawan pasti akan mengambil fotomu di sana,

dan akan terpampang di internet besok.

Terima kasih sudah menyelamatkan aku dari situasi itu.

Rezeki karyawanku bergantung kepadamu,

juga hidup mereka yang menginvestasikan jutaan dolar

karena kamu.

Aku tidak peduli siapa yang kamu kencani,

tapi pastikan tidak membahayakan citra publikmu sendiri.

Kamu orang pertama yang mengatakan itu kepadaku.

Kamu punya pacar?

Punya?

Berkunjunglah kapan saja.

- Ya? - Ya.

- Ibu. - Ya?

Ambillah ini.

- Astaga, tidak. Ibu punya uang. - Kumohon ambillah.

Tidak banyak.

Ini banyak sekali.

Belakangan, Ibu menghabiskan cukup banyak uang.

Terima kasih. Akan ibu gunakan dengan baik.

Kamu tidak perlu mengantar keluar. Kenapa kamu mengikuti ibu keluar?

- Ambil ini. - Apa itu?

Aku membeli tas untuk Ibu.

Astaga. Jadi, kamu lebih suka membelikan ibu

daripada meminjamkan milikmu?

Astaga, aku bilang bukan itu.

Apa pun itu, terima kasih.

Apa mereknya?

Bu, aku minta maaf.

Untuk apa?

Ini palsu?

Astaga. Ini bukan palsu. Ada sertifikatnya di dalam.

- Lalu kenapa kamu minta maaf? - Ingin saja.

Karena tidak meminjamkan tasku kepada Ibu dan...

Ibu tahu.

Jangan melakukan hal yang nantinya membuatmu meminta maaf.

Jangan terlambat makan,

dan pastikan Do Hun minum obatnya.

- Baik. - Kalau begitu, ibu pergi.

Su Jin.

Ibu sama sekali tidak mengkhawatirkanmu.

Mengalahlah sedikit dan jangan bertengkar.

Jalani hidup yang bahagia.

Sampai jumpa.

Awas ledakan!

Ya! Tangkapan bagus.

Jadi, itu?

Ya. Aku tidak suka kacang merah.

Haruskah kamu mengeluh? Aku sudah membelinya untukmu.

Luar biasa. Tapi di mana kepalanya?

Kusembunyikan agar tidak ada yang bisa melihatnya.

Kapan Pak Jeong pulang dari bandara?

Bandara? Dia bertemu Pak Oh di perusahaan distribusi kami.

Perusahaan distribusi? Sudah dijadwalkan ulang sore ini.

Dia ke bandara untuk bertemu Choi Seung Hyun.

Dia sudah meneken kontrak. Kenapa dia pergi ke bandara?

Karena dia cantik.

Ada apa?

Maaf. Aku tidak bisa sekolah di luar negeri denganmu.

More Indonesian subtitles for The Wind Blows

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left