The first 200 lines.
SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.
Kalau begitu, tepati janjimu.
VIP.
Siapa dalang serangan itu?
VIP adalah...
VIP adalah...
aku.
Apa katanya?
VIP adalah aku.
Bukan orang lain.
Aku, orang yang duduk di depan Anda.
Kau mengatakan kau sendiri yang merencanakan pengeboman itu
dan melaksanakannya?
Aku menentang kebijakan Presiden Yang terhadap Korut dan merencanakannya.
Aku tak menyetujui kebijakan ekonominya dan mendanainya.
Aku membencinya karena berkompromi dengan kenyataan
dan ikut dalam pengeboman.
Pemerintahan Presiden Yang
tidak disambut di mana pun.
Selain itu,
negara ini menciptakan banyak orang yang ingin membalas dendam.
Orang-orang itu bersedia
mewujudkan rencanaku.
Akan tetapi,
rencana itu mungkin terjadi...
karena di awal dan akhir serangan itu,
Anda, Park Mu-jin,
terlibat di dalamnya.
Park Mu-jin.
Anda membantu menuntaskan serangan itu.
Konferensi pers Presiden Park besok pukul 14..00, bukan?
Ya.
Masa jabatannya akan usai sehari lagi, persisnya 24 jam.
Konferensi pers besok mungkin membahas pengunduran dirinya,
tetapi sebenarnya untuk mengumumkan
pencalonan dirinya.
Dia menumpas kudeta
dan berhasil menangkap tersangka utama pengeboman.
Untung dia bisa memberikan hasil nyata di akhir masa jabatannya.
Semoga elektabilitasnya terdampak.
Pak Cha.
Kita sudah menerima elektabilitas para calon presiden
untuk hari ini.
Bagaimana elektabilitas Presiden Park?
Sebelas persen.
Itu...
Tidak masalah.
Kita bisa bekerja lebih keras di masa kampanye resmi.
Mau bekerja lebih keras bagaimana lagi?
Presiden Park mengungguli Bu Yun dengan 11 persen,
sekali lagi menjadi calon terpopuler.
Saat publik tahu mereka bekerja sama,
sepertinya elektabilitas dia langsung naik.
Astaga.
Kukira elektabilitasnya 11 persen.
Pak Cha,
kelihatannya kau tak terkejut sama sekali.
Kau bahkan tidak tersentak. Apa kau manusia?
Kalian harus menyewa pengacara.
Aku akan menuntut kalian
atas usaha pembunuhan akibat kelalaian.
Aku hampir kena serangan jantung.
Sekarang dia seperti manusia.
Presiden sudah melihat hasilnya?
Belum.
Dia belum kembali.
Dia pergi?
Kukira jadwalnya sore ini kosong.
Apa maksudmu?
Bagaimana aku membantu menuntaskan serangan itu?
Sepertinya Anda tak menduga ini,
padahal Anda yang paling diuntungkan dari pengeboman.
Kau mengaku sebagai VIP.
Kalau begitu,
maksudmu kau memanfaatkanku untuk menuntaskan rencanamu?
Aku
tak pernah bertemu denganmu.
Pengeboman itu tak terjadi
karena orang yang merencanakannya saja.
Seseorang yang tahu itu akan terjadi,
tetapi mengabaikannya, juga bertanggung jawab.
Orang itu...
menuntaskan serangannya melalui Anda.
Siapa orang ini?
Grasi.
Aku mau Anda menjanjikan grasi kepadaku.
Setelah itu, akan kuberi tahu.
Aku akan memberitahukan
siapa yang menuntaskan pengeboman melalui Anda.
PILIHAN TERAKHIR EPISODE 16
Dia bisa kuberi grasi?
Ya, berdasarkan Amandemen ke-79, kita bisa klaim
kurangnya hak mendakwa.
Tetapi, masalahnya adalah
hanya presiden yang berwenang untuk memberikan grasi.
Waktu Anda satu hari,
dan ini bulan pemilihan.
Meski kini Anda memimpin dalam pencalonan...
Janjiku
bisa tak berarti sekarang.
Meski memungkinkan secara hukum, apa ini pilihan tepat?
Pengeboman itu menelan 300 korban.
Publik menderita luar biasa.
Bagaimana bisa dia minta grasi?
Dia takkan bisa diampuni.
Kurasa kita bisa memberinya grasi
jika bisa mengetahui kebenaran pengeboman itu.
Kita harus meninggalkan catatan sejarah yang jelas
tentang pelaku dan alasannya.
Aku setuju.
Jika Anda dapat mengetahui kisah di balik serangan itu,
berikan dia grasi.
Jika Pak Kim mulai bicara hari ini,
Anda akan tahu kebenaran
di balik serangan itu dalam masa jabatan Anda, Pak.
Aku yakin itu akan membantu dalam pemilihan.
Bagaimana menurutmu, Pak Han?
Aku menentangnya.
Sentimen nasional akan menentang pemberian grasi ini.
Dengan pemilihan di depan mata,
mengambil keputusan yang bertentangan dengan sentimen nasional itu bahaya.
Terlebih lagi, Wali Kota Kang dan Bu Yun
akan menyinggung grasi itu untuk kampanye mereka.
Mereka akan menyebutnya
penyalahgunaan kekuasaan.
Mereka akan membuat kontroversi selama pemilihan.
Janganlah mengharapkan grasi,
pemilihan sudah dekat.
Calon yang memimpin,
seperti kau ketahui,
takkan mengambil keputusan yang memengaruhi elektabilitas.
Masa jabatan Presiden Park tersisa satu hari saja,
dan kau terkurung di sini.
Presiden Park tak punya alasan untuk buru-buru memberimu grasi.
Jadi, mulai sekarang, mau mengaku atau membuat kesepakatan,
kau harus bicara denganku.
Jika tidak secara legal,
bisakah kuselesaikan secara politik?
Apa yang Presiden Park rencanakan?
Dia mau menemuiku sebagai calon, bukan wali kota Seoul.
Dia bilang ingin menemui kita sebagai calon presiden,
bukan sebagai presiden juga.
Pasti ada alasannya.
Anda ingin kami mempertimbangkan grasi?
Hanya presiden yang berhak memberi grasi.
Melalui pemilihan presiden bulan depan,
salah satu dari kita
mungkin jadi presiden.
Siapa pun dia,
jika Pak Kim dijanjikan grasi,
dia akan mengungkap kebenaran di balik serangan.
Anda mau dia bicara,
tetapi melarang kami bicara.
Karena ketiga calon presiden setuju,
Anda tak mau kami memanfaatkannya di kampanye kami.
Akankah kalian setuju?
Tunggu.
Ini memberikan beban berat untuk diemban secara politis.
Ini bukan amnesti untuk tahanan politik.
Dia pengebom kejam.
Kenapa kita harus beri dia kesepakatan
atas nama kita?
Karena serangan ini
tidak dimulai dari satu orang jahat.
Hal yang lebih penting selain menghukumnya adalah
membongkar kebenaran di balik pengeboman.
Bukankah...
kita bertanggung jawab mencari tahu?
PERJANJIAN
Ini akan membuat Pak Kim bicara.
Aku akan buat dia bicara
karena ada perjanjian ini.
Kuharap begitu.
Jawab aku.
Apa maksudmu berkata Presiden Park menuntaskan serangan itu?
Kenapa? Ada apa?
Kau kenapa?
Sial.
Lekas hubungi ambulans!
- Aku menemaninya. - Baik.
Kami juga pergi. Ikuti kami.
Ayo.
Mungkinkah Pak Kim mengidap penyakit jantung kronis?
Kenapa dia tiba-tiba gagal jantung?
Aneh.
Dia akan segera sadar.
Apa yang terjadi?
Putar balik!
Ji-won? Kami kehilangan jejak ambulans itu.
Cari tahu keberadaannya.
Ya, kami di lampu merah di persimpangan.
Tunggu.
Astaga. Kau tahu mengemudi?
Ambulans itu...
Minggir.
Minggir!
Aku tak bisa melacaknya.
- Aku tak melihatnya. - Cepat pinggirkan mobilmu.
Helikopter akan segera tiba.
Angkat tangan! Jangan bergerak!
No comments yet. Be the first to leave one.