The first 200 lines.
SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.
Pelapor anonim ini mengeklaim
mereka juga memiliki skandal
terkait Presiden Interim Park Mu-jin.
Mereka bukan mengincar kabinet Yang Jin-man.
Targetnya Presiden Park.
Pak.
Ada sesuatu
yang terpikir oleh Anda?
Terkait pekerjaan
atau kehidupan pribadi Anda.
Jika Anda beri tahu kami, itu lebih baik.
Jika kita bergerak lebih dulu,
kita bisa mencegah masalah ini meledak.
Sebagai tambahan, pelapor ini mengatakan akan merilis skandal
terkait Presiden Park besok.
Pak.
Bisa beri tahu kami?
Maaf.
Saat ini,
belum ada yang terpikirkan.
Tak ada yang perlu dijelaskan.
Tidak ada.
Maka pihak sekretariat
akan mengandalkan itu.
Sebentar.
Bu Jeong, kau juga tidak ada ide?
Spekulasi? Ada yang terpikir olehmu?
Kecuali kau berencana menyelesaikan ini sendiri
untuk menyelamatkan wajah Presiden dan kehormatannya,
menurutku itu sangat konyol,
sebaiknya kau bicara.
Dia menghabiskan waktunya di kampus.
Entah apa yang pelapor itu miliki,
tetapi ini takkan jadi skandal politikus yang biasa kau hadapi.
Aku takkan cemas jika dia politikus macam itu.
Kau tahu apa tindakan mereka?
Meskipun putra tunggal mereka patah kaki,
mereka akan mengirim petisi untuk pendaftaran militer.
Mereka memaksa anak yang cedera masuk militer?
Demi mengurangi peluang diserang?
Di Korea, tak ada yang lebih merugikan selain menghindari militer.
Itu tindakan politikus berpengalaman.
Untunglah...
- keluargaku tidak begitu. - Apa?
Dengan politikus hijau seperti Presiden Park,
kita tak tahu ke depannya,
betapa pun baiknya perilaku mereka.
Kau tidak tahu?
Aku hanya ingin melindunginya. Itu saja.
Aku yakin yang ingin kau lindungi
adalah tingkat kepuasan calon presiden Park Mu-jin.
Kau belum menyerah mempertahankan partai berkuasa
atau Pak Presiden, dalam hal itu.
Pak.
Ini dari Pasal 9 UU Pengamanan Presiden.
"Tak seorang pun dari Dinas Rahasia
yang boleh membocorkan informasi rahasia."
Aku taat peraturan.
Aku sangat ingin Anda mengetahuinya, Pak.
Terima kasih.
Permisi.
Pak Kang.
Ya, Pak.
Kehebohan publik terkait skandal Presiden Park
akan memengaruhi negara ini.
Gedung Biru belum memberikan keterangan...
Sudah ada kabar dari Sekretariat?
Belum ada.
Ada yang ingin kau sampaikan kepada mereka?
Si-wan, kau pulang lebih awal.
Kau lapar?
Ibu berganti pakaian dahulu.
Ibu.
Ibu tahu sesuatu, 'kan?
Kak, coba lihat ini!
- Aku... - Si-jin, ayo main di kamar.
Ayo.
Adakah yang perlu
Ibu sampaikan?
Presiden Park berhati-hati
karena tak menganggap kita orangnya?
Meski begitu,
dia perlu memberitahumu.
Maksudku, kau kepala staf kepresidenan.
Aku paham alasannya tak percaya kita.
Staf Gedung Biru.
Pelapor itu pasti salah satu investigator internal Urusan Sipil.
Tolong temukan pelapor itu secepat mungkin.
Kita harus bertindak sebelum media melaporkannya.
Orang yang mengeklaim tahu tentang skandalnya muncul.
- Masa? - Dia ingin bicara denganmu.
- Pak Cha. - Baik.
Ayo.
Ada apa, Nona Woo?
Skandal Presiden Park.
Informasinya akan dirilis besok.
AKTA PERKAWINAN
Masalahnya, rencana pelapor itu takkan berhasil
karena aku akan menampilkan berita eksklusif sebelumnya.
AKTA PERKAWINAN
Foto ini.
Aku juga di sana, bukan?
Bersama Ibu.
- Apa? - Skandal Ayah di berita itu.
Tentang aku, 'kan?
Bukan, Si-wan.
Foto ini
tak terkait denganmu.
Ini masalah orang dewasa.
Apa yang kau pikirkan?
Aku...
bukan anak kecil.
Apa aku...
anak kandung...
Ayah?
Tentu saja.
Jangan berkhayal macam-macam dan asal menyimpulkan
seperti ayahmu.
Siapa lagi ayahmu?
Ayah dan anak sama saja.
Kemarilah.
Hanya kau
putra ibu dan Ayah.
Pernahkah ibu membohongimu?
Ya.
Halo, Pak Cha.
Baik, kita bertemu di sana.
Pak.
- Apa ini... - Pak...
Sial.
Ini...
Apa ini benar?
Ini adalah...
akta kelahiran Si-wan, dan menunjukkan...
semua detail tentang pernikahan dan perceraian
antara Bu Choe dan mantan suaminya.
Menurut dokumen-dokumen ini,
Bu Choe,
yang sudah menikah, hamil Si-wan dengan Anda,
yang saat itu lajang.
Benarkah dia anak di luar nikah?
Apa alasan perceraiannya...
Maksudku, apa pernikahannya hancur
karena Anda?
Ini konyol.
Apa ini benar?
Pak.
Itu...
benar.
SKANDAL EPISODE 9
Ponselmu bisa saja dilacak.
Satu lagi.
DAFTARKAN KENDARAAN BERSAMA BARU
SINKRON KUNCI DIGITAL
Sudah kubilang.
Mobil ini belum lunas, jadi tolong...
Berhati-hati kali ini.
Tolong jangan membuat kejutan.
Aku takkan mengucapkan terima kasih lagi.
Kenapa tidak? Itu gratis.
Kau harus terus membantuku untuk sementara ini.
Aku tak bisa menjadi seniormu.
Kata-kata saja tak cukup.
Coba cari rekaman CCTV di TKP.
Kita harus melihat wajahnya dan memastikan sama dengan sketsa.
Baiklah.
Kau bilang akan ke rumah Han-mo, bukan?
- Ya. - Sebentar.
Aku mengirim foto keluarganya. Siapa tahu perlu.
Dia pasti punya alasan tiba-tiba mengaku membunuh Myung.
Kau mogok makan?
Kenapa kau menolak makan?
Matikan kameranya sebentar.
Jangan rekam atau pantau kami.
Sepuluh menit saja.
Han-mo.
Kini, hanya ada kita di ruangan ini.
Tatap aku.
Kau tahu apa ini, bukan?
Talium.
Ini dipakai meracuni Myung Hae-joon.
Orang-orang di SBI menemukan ini.
Di rumah Na-gyeong.
Ini akan menjadi bukti kuat bahwa kalian bersekongkol.
Apa...
Apa maksudmu?
Aku melakukannya sendiri.
Seorang diri, aku.
Kapan? Bagaimana caranya?
Dengar, Kawan.
Di DSSC, kalian selalu bersama.
Na-gyeong pun mengakuinya.
Pak, kau kenal siapa Na-gyeong. Dia adalah...
Agen Han bukan tipe orang
yang akan melakukan kejahatan itu.
Semua bukti tak langsung,
tapi ini membuktikan sebaliknya.
Tidak, ini... Ada yang tak beres. Ini berarti...
Kami korban rencana seseorang. Aku yakin itu, Pak.
No comments yet. Be the first to leave one.