Release info

수요미식회 tvN Wednesday Food Talk E200 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Guest: Kim Eui-sung

Tags

other
Published on: 2019-03-29
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Selamat datang di episode ke-200 Wednesday Gourmet.

Selamat datang.

"Selamat bergabung di Wednesday Gourmet"

Akhirnya kita mencapai episode ke-200.

Terima kasih karena selama ini sudah mendukung acara kami.

Karena ini episode ke-200, kita kedatangan tamu istimewa.

Mereka bukan sekadar istimewa, tapi luar biasa.

Aku belum pernah melihat mereka tampil di acara ragam.

Aku akan memperkenalkan mereka.

Dia aktor unik.

Ini akting atau sungguhan?

Dikenal dengan peran jahatnya, dia Kim Eui Sung.

Senang bertemu denganmu.

Dia tamu luar biasa untuk acara ragam.

Duduk di sampingnya saja sudah membuatku takut.

Banyak orang terkejut

melihat kemampuan aktingnya yang luar biasa.

Dia aktris dengan energi luar biasa, Ko A Sung.

Halo.

Ini kali pertamaku melihatmu di acara ragam, A Sung.

Aku pernah tampil di sebuah acara,

tapi ini kali pertamaku di acara tanpa tujuan promosi.

Kamu tidak perlu mempromosikannya. Film barumu sukses besar.

- Benar. - Terima kasih.

Setiap film Eui Sung menarik 10 juta penonton.

Dia mendapat semua perhatian saat tampil di drama seri.

Saat aku tampil di film, penontonnya 10 juta orang.

Aku aktor dengan 10 juta penonton.

- Kita harus belajar darinya. - Rendah hatilah.

Aku terlalu terkenal untuk rendah hati.

Kudengar Chan Il berkontribusi besar dalam mengundang tamu hari ini.

Tidak juga.

- Hanya saja kami berteman. - Ya.

Sebenarnya aku belum lama mengenalnya.

Kami kali pertama bertemu di rekaman acara makanan dengan sepatu roda.

Saat itu aku tahu bahwa kami sebaya.

Kami punya banyak teman yang sama,

karena itu kubilang padanya, "Kita juga harus berteman."

Menyenangkan memiliki teman seperti Chan Il.

- Betul. - Tapi leverku sedikit menderita.

Luar biasa bisa melihat Eui Sung di sini,

tapi A Sung-lah aktris yang jarang kita lihat di acara TV.

Bagaimana bisa kamu ke sini?

Aku berteman dengan Eui Sung.

Perbedaan usia kami 27 tahun,

tapi dia bukan seseorang yang sangat konservatif.

Dia bisa bergaul akrab dengan anak muda sepertiku.

- Kalian berteman dekat. - Kami berteman.

Betul.

Bukannya awalnya anak muda merasa tertekan bergaul denganmu?

- Ya. - "Kenapa pak tua ini di sini?"

Bukannya awalnya mereka seperti itu?

- Dia terlihat mengerikan. - Lihat, dia memelototi Hyun Moo.

Aku tahu sekarang kalian akrab, tapi awalnya bagaimana?

- Jangan cari alasan. - Baik.

Aku pernah satu kali rekaman film dengan A Sung,

lalu kami minum bersama. Menurutku dia sangat keren.

Dia benar-benar sangat keren.

Dia sangat dewasa hingga bagiku dia tidak seperti anak muda,

maka kutanya, "Bagaimana jika kita berteman?"

Dia jawab, "Tentu!"

- Dia tahu cara meresponsnya. - Itu jawabannya?

Itulah awal pertemanan kami.

Sebenarnya Eui Sung sendiri

- adalah pecinta kuliner. - Ya.

Karena kalian berteman, dia pernah mengajakmu ke restoran bagus?

Soal itu, aku benar-benar memercayainya.

Kali pertama aku bertemu dia

saat kami rekaman film "Office".

Kami merekamnya di Busan.

Dia mengajakku ke semua tempat bagus yang tidak banyak diketahui orang,

saat itulah aku mulai memercayainya.

Menu pertama kami adalah milmyeon.

- Begitu. - Milmyeon?

"Menu pertama mereka bersama adalah milmyeon"

"Kombinasi kuah dingin dan gurih"

"Dengan bumbu asam manis"

"Milmyeon menu wajib coba di Busan"

"Menyesap"

Biasanya orang memakannya begitu saja

atau memotong mi terlebih dahulu,

tapi A Sung menyesapnya dahulu, baru memotongnya.

"A Sung menyesapnya, lalu baru memotongnya"

Dia keren sekali.

- Ide bagus. - Dia penikmat milmyeon yang keren.

Dia keren sekali.

Baik. Untuk episode ke-200 kita,

kami mengundang dua bintang film

dengan rekor 10 juta penonton yang juga pecinta kuliner.

Topik kita hari ini adalah...

Ada kedai camilan ini saat kita masih muda.

Mereka sering menjualnya di mobil. Kita mencocolnya dengan garam.

Teksturnya sangat kenyal.

"Potongan besar sundae kenyal"

"Cocolkan garam, lalu santap"

Saat aku dewasa, aku memakannya dengan kaldu daging

bersama daging lembut.

Banyak orang menyukainya

dalam sup bersama bagian daging lainnya.

Sajian yang mengingatkan kita pada masa lalu, sundae.

"Sundae"

Astaga.

Aku yakin semua orang Korea

sudah menikmati sundae sejak kecil.

Kamu punya kenangan indah tentang sundae?

Aku punya kenangan indah tentang sup sundae,

belum terlalu lama,

- sekitar lima tahun lalu. - Begitu.

Aku suatu kali pergi ke Busan dan merekam satu film seharian

di mulut Sungai Nakdong.

Saat itu sangat dingin,

angin laut luar biasa kuat dan dingin.

Begitu rekaman selesai,

aku mau kembali ke Seoul dengan kereta di Stasiun Busan.

Tubuhku rasanya membeku.

- Bisa terjadi. - Aku rekaman seharian.

Tubuhku tidak kunjung hangat.

Aku lapar dan tidak bisa naik kereta dalam keadaan seperti itu,

karena itu aku ke restoran gukbap daging dekat stasiun dahulu.

Di sana aku makan gukbap daging dan sundae.

"Dia pergi ke restoran gukbap daging untuk menghangatkan tubuh"

Rasanya benar-benar berbeda.

Aku menyadari kalau sajian itu adalah makanan para buruh.

Sajian untuk buruh.

Kupikir sup itu terasa lebih enak lagi

setelah hari dingin dan melelahkan.

Menurutku begitu.

Hal seperti itu bisa terjadi.

Terkadang sajian terasa berbeda usai hari melelahkan dan panjang.

A Sung, kamu sendiri menyukai sundae?

Aku yakin kamu di sini karena menyukainya.

Bagaimana?

Aku mengalami kejadian yang sama dengannya.

Aku merekam satu drama seri saat berusia 13 tahun.

Saat itu cuaca sangat dingin.

Aku sudah merasa sangat lelah.

Sutradara sangat perhatian,

katanya, "Makanlah yang bisa menghangatkan tubuhmu."

Lalu aku memakan sup sundae.

- Saat usiamu 13 tahun? - Ya.

Usia yang sangat dini untuk mencicipinya.

Bagaimana dia tahu sundae enak?

- Kamu kelas enam. - Ya.

Pantas saja dia berteman dengan Eui Sung.

Aku harus menghormatinya.

Kurasa itu kali pertamaku

- mencicipi sup sundae. - Sepertinya.

"Dia mencicipi sup sundae untuk kali pertama di usia 13 tahun"

Saat aku mencicipi supnya, rasanya energiku kembali.

"Sup sundae mengembalikan energinya"

- Dari perutmu. - Saat itulah aku menyadari

sajian itu untuk para buruh.

Kamu menyadarinya di usia 13 tahun.

Dini sekali.

Aku merasa sundae

memiliki semacam stereotip

kalau sup sundae sajian untuk orang dewasa.

Bukannya anak muda juga menyukai sup sundae?

Ya, banyak orang menyukai sup sundae.

Ya, banyak orang.

Aku menyukainya.

- Chan Il, kamu menyukai sundae? - Tentu saja.

Sundae enak

jika dibeli dari pasar tradisional.

Kamu menikmatinya di Pasar Tongin?

Ya, itu kampung halamanku.

"Pasar penuh sajian berlimpah dan lezat"

Aku mengikuti ibuku ke pasar

karena ingin makan sundae.

Ibuku menyukai sundae, karena itu kami selalu menikmatinya di sana.

"Sundae baru matang"

Di pasar tradisional,

mereka memotongnya di atas talenan dan langsung menghidangkannya.

Betul.

Aku menikmati hati sejak masih kecil.

Aku sudah mencicipinya sebelum usiaku 8 tahun.

Aku tidak suka hati.

Sejak saat itu dia tahu dia harus menjaga kesehatan levernya.

- Dia sering minum-minum. - Kamu tidak makan hati?

Aku masih tidak bisa memakannya.

Benarkah?

Memangnya enak? Teksturnya sangat kering.

- Rasanya gurih. - Ya.

Hati segar

benar-benar sangat nikmat,

tapi memang benar

yang kering tidak terlalu nikmat.

- Aku paham maksudnya. - Yang segar lembut.

Ya, kamu harus memakannya saat baru matang.

- Aku belum makan yang enak. - Cicipilah yang nikmat.

- Benarkah? - Ya.

Sundae mengingatkan pada kenangan lama.

Kami hari ini juga memakannya banyak.

Aku paling menyukai yang dicampur tteokbokki.

- Celupkan ke sausnya. - Betul.

"Sundae sangat cocok"

"Dipadukan dengan tteokbokki"

"Celupkan dalam saus pedas manis tteokbokki"

"Kombinasi sempurna"

Makin kenal, makin nikmat.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left