DOTA: Dragon's Blood

DOTA: Dragon's Blood

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

ㅡDOTA Dragons BloodㅡS1 Complete NF-360P/720P/1080P
A Commentary by DD_Movie
NF Retail [ EPISODE 1-8 END ] | t.me/ddmoviechannel

Tags

720p
720
1080
Published on: 2021-03-25
Downloads: 38
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 136 lines.

Pada awalnya, hanya ada Pikiran Primordial.

Dari pikiran ini, muncullah seluruh ciptaan.

Bintang, planet, kehidupan, dan kematian.

Tapi pada waktunya, Pikiran itu menjadi terbagi.

Dua pecahan, Radiant dan Dire, pikiran dan tindakan,

memperebutkan ciptaan dengan kekejaman yang tidak bisa didamaikan.

Kekacauan Tidak Terbatas mengikuti.

Para raja, para ratu.

Para dewa, para monster.

Mereka semua mencari kebijaksanaan di Pikiran Primordial yang hancur

dan kekuatan dari kegilaan yang tak terbayangkan.

Tapi di penjaranya di Foulfell,

iblis Terrorblade menatap kekacauan itu dan menemukan Kebenaran.

Terrorblade menemukan Ide.

Menggabungkan pikiran dan tindakan.

Menciptakan ulang kreasi dengan gambaran kegelapannya sendiri.

SUARA GUNTUR

Bram.

Apa yang dia lakukan?

Kenapa dia tak mau membunuhnya?

Diam. Awasi pria itu bekerja.

Dia tidak keluar.

Mereka selalu keluar.

Gila, bodoh…

Ini dia.

- Bedebah. - Hei!

- Menghina mangsaku lagi, kau selanjutnya. - Menghinanya?

Makhluk ini membunuh empat anak buahku, melukai lima orang lainnya.

Astaga! Satu lagi!

Bayi. Mati.

- Bayi. Hewan kecil. Anak-anak. - Diamlah, Kawan.

Seluruh sarangnya lenyap.

Mereka saling menghancurkan. Sepertinya mereka semua menggila.

Seolah mereka semua hilang akal dan saling menyerang, sekaligus.

Anak naga gila, bayi-bayinya juga, pasti baik-baik saja.

Sarang ini terbuka.

Bram.

- Ini digali oleh Eldwyrm. - Yang sedang tidur.

Bagaimana kau tahu?

- Kita belum mati. - Kalau begitu memang sedang tidur.

Bagus.

Sekarang adalah kesempatan kita. Sekarang kita bunuh monster itu.

Tidak. Kini kita berdoa dia tidak bangun.

Dan kapan kita kembali untuk membunuh yang besar?

"Bunuh yang besar?"

Kau tahu berapa banyak Kesatria Naga hidup

yang pernah melihat "yang besar" yang masih berapi di dalamnya?

Atau apa pun yang ada di dalamnya, tiap naga berbeda.

- Bram. - Satu. Sebanyak itulah.

Kalau begitu, kau takut.

Kita akan ke Benteng Naga besok pagi. Cari saran, temukan bantuan.

Tapi malam ini, aku berencana merayakan fakta bahwa aku masih bernapas.

Sebaiknya kalian juga. Terutama kau.

Pengecut.

Semua orang ini. Hanya untukmu.

Untuk itu.

Pagi ini mereka ketakutan, malam ini mereka merasa aman.

Aku hanya mengantarkan piala mereka.

- Davion! - Davion!

Astaga. Bukan untukmu.

Baiklah. Ini sedikit untukku.

Ayahmu seorang milisi.

- Benar, Tuan. - Dia pemberani.

Kau juga tampak pemberani.

Seperti dia.

Ini. Aku ingin kau memiliki ini. Taring naga.

Aku juga punya satu. Lihat?

Saat sudah dewasa dan siap, bawa ke Benteng Naga.

Mereka akan tahu apa artinya.

Aku juga akan membunuh monster suatu hari nanti. Sama seperti Ayah.

Sama seperti Ayah.

Davion melompat ke kiri, melompat ke kanan.

Terus berusaha menghindar saat makhluk buas itu menerjang!

Akhirnya, tahu dia dihajar, naga itu kabur ke bawah tanah!

Davion mengikuti.

Di sana, sendirian di kegelapan, dia membunuh monster itu!

Saat kami menemukannya, berlumuran darah musuh yang hitam dan bau,

dia bilang, "Malam ini, kita makan! Malam ini, kita minum!

Desa terselamatkan!"

Tentu aku memainkan peran penting.

Dia sudah mati ratusan kali jika aku tidak di sana.

- Seratus kali? - Setidaknya seratus kali.

Setidaknya!

Tenang. Aku akan kembali dengan gelas penuh untuk semuanya.

- Pelayan, satu gelas lagi. - Permisi.

Aku menunggu.

Maafkan aku. Aku mabuk. Aku tidak melihatmu di sana.

- Silakan layani wanita ini. - Terima kasih.

Pesan satu Icewrack putih.

Dua gelas, dingin, tapi jangan terlalu tajam.

Dua crown.

- Baunya tidak enak. Dan hangat. - Ini bir. Hanya itu yang kami punya.

Basah, masam, cukup tajam untuk memotong kepala beruang.

- Baunya seperti ibu. - Tapi…

- Dua crown. - Untuk ini?

- Aku yang bayar Icewrack putihnya. - Kalau begitu, gratis saja.

Tunggu. Jika kupesan, dua crown, jika dia memesan, gratis.

Ya. Dia Davion, Kesatria Naga

yang membunuh naga.

- Naga sialan ini. - Di antara yang lainnya.

Aku yakin banyak.

Tapi yang besar, kau meninggalkannya di lubang besar itu!

- Kau tak membicarakannya. - Kau mabuk.

Ceritakan semua padanya.

Katakan padanya bagaimana kau dengan beraninya kabur.

Jika semua kisahmu memang hebat,

- kau sudah membunuhnya. - Dengar, Bodoh.

Satu orang saja tak bisa membunuh Eldwyrm, tidak 10 atau 20.

Akan bodoh jika mencobanya.

Membangunkan monster itu berarti kematian bagi semua orang di sini.

Biarkan naga itu tidur.

Jika kau berkenan pergi, aku bicara dengan wanita itu.

- Sial. - Dia juga menganggapmu pengecut.

Icewrack putih.

Seharusnya hangat.

- Kedai manusia. - Hampir.

Ini tidak sepenuhnya netral.

Kurasa kau lebih suka lorong gelap atau di kaki bukit.

- Tempat layak merampokku. - Merampokmu?

Menemukan barang berharga bagi orang kaya lebih menguntungkan daripada mencuri.

Terataiku.

Teratai Selemene. Teratai perebut kekuasaan.

Aku tidak peduli.

- Aku hanya ingin itu jadi milikku. - Aku tidak punya terataimu.

Aku hanya punya nama. Pergi ke Pasar Gelap di Haupstadt.

Cari saja Nikdo. Dia akan mengatur sisanya.

- Kau berjanji akan membawanya. - Aku berjanji akan mencarinya.

- Sekarang, masalah pembayaranku. - Aku tidak membayar untuk sebuah nama.

Maka aku akan mencari Nikdo dan bilang tidak ada penawaran.

- Hati-hati di jalan, Nona. - Tunggu.

Aku tidak punya uang.

- Tapi aku punya barang berharga lainnya. - Maaf. Tidak tertarik.

Wanita manusia lembut, tapi terlalu mudah untuk ditemukan.

Itu bukan tawaranku. Ini.

Gelang ini. Tiaramu.

Aku tahu siapa kau.

More Indonesian subtitles for DOTA: Dragon's Blood

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left