Release info

펜트하우스-The-Penthouse-E07-E08-NEXT-VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-11-03
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Karakter, lokasi, insiden, organisasi"

"Dan latar belakang dalam drama ini hanyalah fiksi"

Lap semua yang dia sentuh berulang kali.

Itu membuatku jijik dan takut.

Baik, Pak.

Aku tidak percaya kamu orang semacam ini.

Apa maksudmu?

Aku tahu dia melakukan kesalahan.

Tapi dia masih muda. Bukankah itu agak kejam?

Maksudmu aku membuat kesalahan?

Kita harus memberi contoh untuk mendidik anak-anak kita.

Bukankah itu peran orang tua?

Yang kamu lakukan hari ini bukanlah perilaku dewasa.

Kamu mengambil GED, yatim piatu, tinggal di Desa Bosuk,

dan kamu mencari uang dengan menipu orang.

Apa SMA Seni Cheong Ah akan menerimamu?

Itu peringatanku agar kamu tahu diri.

Kamu bahkan mencoba mencuri gantungan kunci Seok Kyung.

Kamu pencuri dan penipu.

Kamu tidak pantas bersekolah dengan kami.

Dan tentu saja, penerimaanmu sebagai murid terbaik

di SMA Seni Cheong Ah akan dibatalkan.

Aku hanya bekerja keras dan hidup sulit.

Aku berusaha keras seperti orang gila.

Gula.

Hanya kamu yang kumiliki.

Maaf aku terlambat mengirim pesan. Kamu pulang dengan selamat?

Bagaimanapun, selamat.

Karena berhasil masuk ke SMA Seni Cheong Ah.

Dari yang kulihat darimu, aku yakin suaramu bagus.

"Ibu Seok Hoon dan Seok Kyung"

"Selamat karena masuk ke Cheong Ah, Dari ayah Jenny di Dubai"

- Terima kasih. - Terima kasih.

Miring sedikit ke kanan.

Naikkan ujung kirinya 10 cm.

Pastikan itu sudah diluruskan dengan sempurna. Baiklah.

"Yoo Jenny masuk ke SMA Seni Cheong Ah!"

Aku diterima, tapi kenapa ada nama Ayah dan Ibu di sana?

Itu sangat memalukan.

Biarkan ibu memakai nama ibu di spanduk sekali saja.

Itu terlihat manis.

Bukankah Ayah seharusnya pulang di hari penerimaanku?

Dia hanya mengirim pesan dan tidak menelepon. Aku kecewa.

Dubai sangat jauh.

Bisakah kamu sedikit pengertian?

Sebagai gantinya, dia mengirim banyak bunga.

Mari berfoto untuk Ayah.

Siap?

Senyum.

Jenny!

- Astaga. - Selamat!

Ini.

- Ada juga... - Terima kasih.

Ya, untukmu...

Hari ini, alih-alih makan siang sekolah biasa,

aku memesan prasmanan untuk dibagikan.

Aku juga menjadwalkan makan malam terpisah

untuk guru di tempat yang hanya menyajikan daging terbaik.

Astaga. Kamu sangat murah hati, Bu.

Aku punya sesuatu untukmu.

Astaga. Terima kasih banyak!

Sama-sama.

Kalau begitu, sampai jumpa.

"Yoo Jenny masuk ke SMA Seni Cheong Ah!"

Bae Ro Na, kamu yang pertama di daftar tunggu, bukan?

- Beraninya dia... - Yang pertama di daftar tunggu?

Astaga. Itu mengerikan.

Kamu bersikap sangat bangga dan percaya diri,

dan lihat dirimu sekarang.

Seharusnya tahu diri sebelum bertingkah.

Kenapa bermimpi mengirimnya

ke SMA Seni Cheong Ah padahal dia tidak berbakat?

Ro Na tidak kurang terampil. Putrimu yang kurang terampil.

Aku yakin ada yang salah.

Bagaimana bisa Jenny masuk, tapi Ro Na tidak bisa?

Kamu tidak lihat itu? Apa kamu masih berakting

seolah kamu korbannya setelah melihat itu?

Itulah yang sebenarnya dan itu adalah keadilan. Mengerti?

Omong-omong, kudengar ada yatim piatu masuk.

Kenapa kamu tidak mengunjunginya?

Siapa tahu?

Jika kamu memberinya banyak uang, mungkin dia akan merelakan slotnya.

- Selamat! - Bagus.

- Baguslah. - Aku iri.

- Aku bangga padamu. - Bagus.

Terima kasih atas camilannya.

Ini sangat lezat.

- Bukankah itu tampak lezat? - Ini enak.

Kamu mencicipi ini juga?

Kenapa kamu tidak ikut makan?

Ibuku mentraktir seisi kelas.

Aku sedang tidak mau bicara denganmu. Bisa menyingkir?

- Di mana kamu menaruh mainanmu? - Ada apa dengan mereka?

Aku yakin kamu berharap salah satu murid yang diterima

akan mati, bukan?

Lalu kamu akan masuk karena ada di daftar tunggu.

Kamu benar-benar terlihat seperti akan membunuh seseorang.

Tapi sayang sekali. Karena semua anak baru sudah dipilih.

Dasar pemula.

- Apa maksudmu? - Kamu tidak tahu?

23 siswa diterima ke jurusan nyanyian klasik.

Mereka lebih dahulu memilih anak-anak dari keluarga kaya,

lalu menerima beberapa orang genius hanya agar tampak adil.

Itu artinya mereka tidak akan pernah memilih anak sepertimu.

Seseorang yang bahkan tidak mampu membeli gaun bagus

tidak cocok untuk SMA Cheong Ah.

- Yoo Jenny! - Selain itu,

aku hanya mengatakan ini karena kasihan.

Tapi SMA Seni Cheong Ah tidak pernah menerima orang di daftar tunggu.

Jadi,

berhenti melamun dan menyerahlah.

Besok adalah orientasi untuk murid yang diterima.

Dalam beberapa hari, kami akan merayakan di Hera Palace.

Kamu iri?

Hei, Eun Byeol.

Pemberitahuan masa orientasi SMA Seni Cheong Ah?

Tentu saja, aku juga tahu.

Pukul berapa kamu akan berangkat?

Pukul 08.00? Kalau begitu, aku juga akan pergi.

- Eun Byeol? - Mau pergi bersama?

"Ujian Praktik Masuk SMA Seni Cheong Ah"

Kurasa Eun Byeol melakukan kesalahan.

Apa itu penting?

Kakeknya adalah direktur sekolah ini.

Dia benar-benar mengacau.

Biarkan aku bertemu Bu Cheon Seo Jin.

Aku harus mengatakan sesuatu kepadanya. Kumohon.

Berapa kali aku harus bilang tidak?

Kamu tidak bisa masuk tanpa membuat janji temu.

Berhentilah membuat keributan dan pulanglah.

"Soprano Ha Eun Byeol"

Hei.

Apa yang kamu lakukan?

"SMA Seni Cheong Ah Nyanyian Klasik"

Hei!

Bae Ro Na. Apa yang kamu lakukan?

Kamu mengenalnya?

Dia adalah daftar tunggu nomor satu.

Apa yang kamu lakukan di sini, membuat keributan?

Kamu Ha Eun Byeol, bukan?

Apa yang kamu lakukan?

Aku melihatmu meninggalkan ruang ujian sambil menangis.

Bukankah kamu membuat kesalahan?

Apa maksudmu?

Kenapa aku melakukan kesalahan?

Kamu masuk karena koneksi ibumu

bahkan saat kamu membuat kesalahan dan mengacau. Benar, bukan?

Kakekmu adalah direktur SMA Cheong Ah.

Masih ada lagi, bukan? Katakan.

Lepaskan. Itu tidak benar. Lepaskan. Kamu keliru!

Hentikan ini!

Apa ini?

Hanya ini cara agar aku bisa bertemu denganmu.

- Apa? - Katakan padaku kenapa

aku tidak diterima.

Aku tidak membuat kesalahan seperti Eun Byeol,

dan aku menyanyikan tiap kata dan nada dengan sempurna.

Kenapa aku tidak diterima?

Rilis skornya.

Aku tidak akan menerima hasilnya sampai aku melihat skornya.

Kamu sama seperti ibumu.

Kamu bersikap seperti korban.

- Apa? - Terimalah.

Kamu tidak cukup baik.

Bagaimana dengan dia dan kesalahannya?

Itu bukan kesalahan yang buruk.

Ujian masuk adalah memilih orang yang memiliki potensi.

Kamu tidak pandai bermusik.

Jadi, berhenti bertingkah dan pergilah.

Tidak. Aku yakin ujian praktiknya dicurangi.

Aku tidak akan pernah menerimanya.

Ujian praktik dicurangi? Kamu bersikeras pada pernyataan itu?

Bukankah kamu sudah memilih siapa yang harus diterima sebelum ujian?

Bukankah itu alasan Eun Byeol masuk meski membuat kesalahan?

Jika kamu tidak segera pergi, kamu akan diseret keluar.

Kamu juga menyuap tutorku, bukan, Tante?

"Tante"?

Kamu tidak mengajariku. Aku tidak bisa memanggilmu "Guru".

Astaga.

Aku tidak akan bergerak sampai kamu menunjukkan skornya.

- Hei. Apa yang kamu lakukan? - Eun Byeol.

Berdiri. Berdiri!

Eun Byeol!

Eun Byeol! Kamu baik-baik saja?

- Lenganku. - Lenganmu kenapa?

"Kantor Polisi Gangnam Seoul"

Ro Na. Ro Na, kamu baik-baik saja?

- Ibu. - Kamu terluka?

Apa yang terjadi pada tanganmu?

Eun Byeol-ku yang terluka.

Gadis bodoh itu sangat kuat.

Apa?

- Apa yang kamu lakukan pada anakku? - Astaga.

Ayolah.

Mulai sekarang, kamu bisa bicara denganku.

Tolong urus ini, Pengacara Lee.

Aku tidak mau berdamai. Jadi, tuntut dia sesuai hukum.

Kenapa kamu membiarkannya pergi?

Jangan sampai mereka pergi sebelum kami cerita dari sisi kami!

Kenapa kita tidak bisa melakukan itu?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left