The first 200 lines.
Beraninya kamu selingkuh?
Sayang.
- Apa ini? - Astaga.
Ada apa ini?
Kamu mencurigai aku lagi?
Tidak masalah.
Terlepas dari semua itu, aku masih
mencintaimu.
- Sayang. - Berhenti.
Jangan mengambil foto. Berhenti.
- Jangan memotret. - Bu.
- Bom. - Tidak.
Aku tidak mencurigainya.
Mereka benar-benar curang. Aku melihatnya sendiri.
Hentikan, Ms. Kim.
Kenapa kamu menghancurkan kami?
Menghancurkan kalian?
Jangan menyangkalnya!
Ada buktinya di sini.
- Ada buktinya. - Bukti?
Aku punya bukti.
Park Yun Cheol.
Tamatlah kamu.
Di mana itu? Tadi itu di sini.
Sial.
Kamu yang melakukannya? Kamu menghapusnya?
Tidak apa-apa, Sayang.
Kamu pernah melakukan ini sebelumnya.
Aku harap kalian semua bisa memahami. Istriku...
Seperti ini karena dia sangat mencintaiku,
Berhenti berbohong.
Bisakah kamu berhenti, Reporter Kim? Apa urusannya ini denganmu?
Apa?
Aku...
Aku...
Tunggu.
Tunggu.
- Biarkan aku bicara. - Rupanya kamu di sini.
Lepaskan aku.
Anggota Dewan Park.
Proyek S City dihentikan.
Kamu sadar akan hal itu?
Astaga.
Kenapa kamu tiba-tiba menyebutkan itu?
Proyek itu dihentikan karena batasan ketinggian,
tapi kemudian tiba-tiba dilanjutkan.
Ada rumor itu terjadi karena kamu.
Kamu menerima suap atau hadiah dari CEO Misu Construction Choi?
- Apa? - Suap?
Astaga. Tidak.
Tidak.
Pak Lee, apa yang kamu bicarakan?
"S City"?
Misu Konstruksi mengirimmu dalam perjalanan ke Eropa?
Jawab aku.
- Sayang. - Anggota Dewan, jujurlah.
Katakan sesuatu.
- Apakah kamu menerima suap? - Benarkah?
- Jawab. - Ayo pergi.
Apa? Kenapa?
Tidak. Lepaskan.
Selanjutnya, mereka akan menanyaimu.
- Kita harus pergi. - Itu tidak benar.
Aku tidak mengambil apa pun dari siapa pun.
Aku Park Yun Cheol yang bersih dan jujur.
Kamu tidak datang ke sini untuk melapor tentang ini.
Mari kita bahas ini nanti.
- Sampai jumpa. - Permisi.
- Tunggu. - Jangan pergi.
Banyak orang bekerja keras dalam proyek itu.
Semuanya sudah selesai. Kamu tidak punya komentar?
- Itu tidak benar. - Maaf.
Kamu tidak punya komentar?
Tanyakan kepada CEO Choi apa yang terjadi.
Ya, Pak.
- Tunggu, Pak. - Ada komentar?
- Katakan sesuatu. - Kamu disuap?
Apa yang kamu lakukan?
Kamu memeras kami untuk mendapatkan pekerjaanmu.
Kenapa kamu memberi tahu Bom?
Juga meninju kekasihku?
"Kekasih"?
Beraninya kamu memanggil ayah Si Won begitu?
Teganya kamu.
Apa? Ini tidak bisa dipercaya.
Reporter Kim.
Kamu berbicara seolah-olah kamu adalah Bom.
Hei. Kamu pikir kamu ini siapa hingga berani menyerangku?
Seo Jin.
Hentikan selagi kamu punya kesempatan.
Apa yang kamu katakan?
Aku membuat
peluangku sendiri.
Paham? Kamu mengerti?
Bagaimana bisa kamu melakukan ini?
Kamu bisa mencoba berada di sisi Bom seumur hidupmu,
tapi kamu tidak akan mendapatkan apa pun dari itu.
Dia akan memperlakukanmu seperti budak seolah-olah itu alami.
Aku hanya
menjaga diriku dengan mengambil apa yang pantas aku terima.
Kamu jahat.
Kamu baru saja menamparku?
Kamu benar-benar membuatku jengkel.
Habislah kamu.
Apa?
Kamu baru saja memukulku?
Habislah kamu.
Kamu tahu tubuh ini sangat hebat dalam bertarung?
Kemarilah!
- Kemari. - Diam.
Aku akan menghajarmu.
Hei, awas kamu!
Kamu! Habislah kamu.
Kamu sudah membuatku kesal selama beberapa waktu.
Astaga.
Berhenti. Tolong hentikan.
- Aku belum selesai! - Berhenti, jangan manja. Ayo.
Jangan seperti anak-anak. Ayo.
Ayolah. Ayo.
Aku belum selesai.
Hei!
Bagaimana dia bisa menyebut ibumu mengkhayal
untuk menutupi perselingkuhannya?
Dia lebih jahat dariku.
Ibu.
Jangan dengarkan dia.
Ya ampun.
Apa yang sedang terjadi?
Kamu benar-benar mengalami delusi?
Tidak mungkin.
Kenapa aku harus curiga kepadanya padahal aku tidak menyukainya?
Aku sama sekali tidak menginginkan orang seperti dia.
Tapi kamu meninjunya.
Itu karena...
Bagaimanapun, memang benar dia berselingkuh,
dan dia pantas dipukul.
Ya, Reporter Kim.
Tidak, tentu saja tidak.
Aku tidak tahu apa maksudmu,
tapi asal kamu tahu saja, tidak seperti itu.
Ayolah, Reporter Kim.
- Aku pergi dahulu. - Tunggu, bawa Si Won bersamamu.
Antar dia pulang untukku. Kamu harus pulang.
Makin berantakan sebuah keluarga,
anak kecil sepertimu harus berada di rumah.
Ibu mau ke mana?
Mencari bahan untuk liputan eksklusif.
- Keluar. - Aku tidak mau.
Aku tidak ingin pergi ke rumah Bo Mi.
Silakan keluar.
Aku melalui hari yang berat hari ini.
Aku sangat malu kepada para tetangga.
Tunggu, itu aku.
Apa yang kamu lakukan di sini?
Aku senang kamu di sini. Bawa dia bersamamu.
Kenapa kamu berbicara dengan santai kepadaku?
Kenapa kamu menangis di depannya? Tidak tahu malu.
Berhenti menangis.
Kenapa kamu memukulnya dengan tubuhku?
Bagaimana jika ada rumor aneh?
Kamu hanya peduli tentang dirimu bahkan dalam situasi ini?
Itu karena aku frustrasi.
Kamu harus mencari momen yang tepat untuk menghancurkannya.
Sekarang semua orang berpikir kamu mengalami delusi.
Astaga. Mereka pikir aku mengalami delusi?
Astaga...
Kamu begitu siap untuk kembali ke tempat asalmu.
Lihat dirimu sekarang.
Kamu.
Keluar dari rumah tubuh ini sekarang.
Kenapa? Kenapa melampiaskannya kepadaku?
Salahmu sendiri kamu bodoh dan mudah tertipu.
Hentikan.
Ada untungnya tubuh kita tertukar.
Kamu tahu suamimu berselingkuh.
Kamu juga tahu temanmu yang mengkhianatimu.
Jangan menangis karena mereka.
Bercerailah.
Bercerai? Bagaimana kamu bisa mengatakan itu?
Lalu, bagaimana dengan Si Won?
Jangan jadikan dia alasan. Aku tahu kamu yang takut.
Tidak, aku tidak takut!
Hari ini ulang tahunku,
tapi aku disebut mengalami delusi dan mereka berselingkuh.
Itu pasti hadiah ulang tahun agar kamu menjalani kehidupan baru.
Kenapa kamu memukulku saat aku bersikap baik?
Kamu gila?
Kamu kasar!
Karena itulah jangan korbankan hidupmu untuk keluargamu.
Aku tidak tahu hari ulang tahunku
dan aku tidak punya keluarga, jadi, aku sangat bahagia.
Aku tidak punya keluarga yang akan menyakitiku.
Tutup mulutmu!
Astaga.
Tunggu!
Hei! Tunggu! Tahan!
Astaga, hati-hati. Hati-hati, Soon Nyu.
Aku Sarah Kang. Aku menyingkirkan nama itu sejak lama.
Suster.
Kamu tahu cara tanda tangan?
No comments yet. Be the first to leave one.