The first 200 lines.
"Semua Karakter Tempat Kejadian Dalam Drama Ini Sepenuhnya Fiksi"
Ye-bun sangat mirip dengan Mi-ok.
Bukan hanya wajahnya,
tapi juga kepribadiannya.
Dia sangat kuat
dan pemberani.
Sama persis dengan Mi-ok.
Seseorang yang pergi seperti itu sungguh tak berbakti.
Kakek.
Kakek!
Kakak.
Kakek!
- Pak! - Kakek.
- Kakek! - Kau bisa mendengarku?
Pak!
Harus bagaimana lebih dahulu?
Kita harus menyiapkan pemakaman dan pakaian berkabung.
Atau haruskah kita menghubungi orang-orang lebih dahulu?
Bibi sudah mendaftar ke layanan pemakaman. Haruskah kita menghubungi mereka dahulu?
Bibi.
Aku akan mencari tahu.
Bagaimana kondisi Pak Jung saat dibawa ke rumah sakit?
Dia sudah kehilangan banyak darah karena luka tusukan di jantungnya.
Dia juga tak sadarkan diri, jadi, kami melakukan operasi.
Apa yang terjadi?
Kurasa
kau tidak bisa langsung mengadakan pemakaman.
Kenapa?
Mereka perlu lakukan autopsi untuk pastikan penyebab kematiannya.
Selain itu, karena kasusnya masih dalam penyelidikan,
dan kakekmu masih berstatus tersangka,
mereka butuh penyelidikan lebih saksama.
Kau bisa beri tahu mereka kalau kakekku tak bersalah.
Bahwa kakekku bukan pembunuhnya.
Itu prosedurnya.
Kita memang harus mengikuti prosedur.
Namun…
aku tidak ingin meninggalkan kakekku
sendirian di tempat yang tidak diketahui siapa pun.
Aku tahu karena aku pernah sendiri.
Tak akan kubiarkan dia lama di sana.
RUMAH SAKIT PUSAT MUJIN
BEDAH SARAF
Halo, aku dari Unit Kejahatan Kekerasan di Kantor Polisi Mujin.
Apa maksudmu penyakit Parkinson?
Penyakit Pak Jung Ui-hwan telah berkembang ke stadium tiga.
Saat kali pertama ke rumah sakit kami,
dia mengalami tangan gemetar dan kaku.
Kadang dia terjatuh karena sulit menjaga keseimbangan,
dia juga tidak bisa berjalan dengan baik.
Meskipun kami telah memberinya pengobatan,
tapi aku yakin dia pasti mengalami ketidaknyamanan dalam kesehariannya.
Apakah dia akan kesulitan memegang sesuatu jika tangannya bergetar?
Dia bahkan kesulitan memegang pulpen
karena berada pada tahap awal kekakuan.
Jadi, maksudmu,
dia bahkan tidak bisa memegang senjata?
Itu menurut pendapat medisku.
Apa menurutmu seorang pria lansia dengan penyakit Parkinson
bisa menusuk pria berusia 20-an hingga puluhan kali?
Orang tua itu kesulitan berjalan dan bergerak lambat.
Bagaimana dia bisa menyerang korban yang mengendarai sepeda motor?
Lalu, mana mungkin seseorang yang bahkan tidak bisa memegang pulpen
membuang wanita seberat 52 kilogram ke laut?
Kurasa semua itu tidak mungkin.
Bagaimana jika kasus Anggota Dewan Cha tidak berhubungan dengan kasus lainnya?
Apa?
Dibandingkan dengan korban lain,
lukanya jauh lebih tepat sasaran.
Mungkin bukan dilakukan oleh pembunuh yang sama.
Tidak.
Pembunuhnya pasti berevolusi seiring berjalannya waktu.
Kami temukan bekas luka para korban makin saksama pada tiap pembunuhan,
meski sedikit.
Pembunuhnya satu orang. Dia orang yang sama.
Jadi, maksudmu,
Anggota Dewan Cha juga termasuk korban dari pembunuhan berantai
dan Pak Jung bukan pembunuhnya?
Pak Jung Ui-hwan bukan pelaku pembunuhan Anggota Dewan Cha.
Dia adalah saksi yang dibunuh oleh pembunuh berantai dan dijebak.
Namun, kita tak boleh mengabaikan
bahwa Pak Jung memiliki motif untuk membunuh Dewan Cha.
Untuk membalaskan putrinya.
Motif yang tidak bisa diabaikan.
Bedebah ini sedang mempermainkan kita dengan motif para korban!
Dia mulai menikmatinya sekarang.
Dia akan membunuh lebih banyak orang
dan tidak memerlukan alasan untuk membunuh lagi.
Kita tidak boleh terbawa permainannya!
RUMAH DUKA PINTU MASUK
Aku sudah menyewa pakaian berkabung.
Kau bisa tanyakan kepada pegawai di sini.
Aku juga menjadwalkan keberangkatan untuk prosesi dan pemakaman.
Kau bisa lihat dan mendiskusikannya lebih lanjut dengan staf rumah sakit.
Lalu, kau perlu foto untuk pemakaman.
Carilah foto kakekmu yang bagus.
Kuyakin tidak ada.
Dia benci difoto.
Dia begitu benci difoto,
tapi kapan dia mengambil foto pemakamannya?
Hei, Gwang-sik.
Duduklah di sini.
Kemarilah.
Kalian datang lebih awal.
- Ya. - Ya.
Ya.
Rupanya kau datang bersamanya.
- Halo. - Ya.
Tentu, kami tidak terpisahkan.
Omong-omong, kapan kalian akan menikah?
Segera.
Jika Dokter Jung masih hidup
dia akan dengan senang hati meresmikan pernikahan kalian.
Dokter Jung!
Dokter Jung!
Sudahlah.
Jika kau meratapi kematiannya,
keluarga yang sedang berkabung pasti akan sedih.
Aku tahu sikapku berlebihan,
tapi aku tidak bisa berhenti menangis.
Saat kali pertama pindah ke sini,
semua orang menatapku sinis karena aku seorang cenayang.
Hanya Dokter Jung yang memperlakukanku seperti orang normal.
Dia benar-benar orang baik.
Tetap saja,
sungguh melegakan dia bisa membersihkan namanya.
Rasanya tidak adil dia pergi seperti itu.
Bayangkan jika dia juga dijebak.
Yang benar saja?
Siapa di sini yang mencurigai Dokter Jung?
Omong-omong, apa yang akan terjadi ke depannya?
Kudengar akan dilakukan penyelidikan ulang.
Kenapa?
Aku harus pergi.
Aku harus memperbaiki mesin pemerah susu besok pagi.
Ayo bangun.
Aku belum selesai makan.
Bangun saja.
Kenapa?
Kita harus segera pergi.
- Baiklah. - Sampai jumpa.
- Dah. - Dah.
Kim Seon-woo tidak ada di sini.
Benar.
Halo, Detektif Moon.
Halo.
Kau datang sendiri?
Di mana Kim Seon-woo?
Entahlah.
Aku tidak melihatnya sepanjang hari ini.
Begitukah?
Sejujurnya,
aku tidak bisa menjelaskan kepada kalian mengapa Kim Seon-woo adalah pelakunya.
Namun, itu akan segera terungkap.
Jadi, kau meminta kami untuk membuntuti Kim Seon-woo sampai semuanya terungkap?
Aku tidak akan kehilangan dia kali ini.
Apa?
Kalian terus melakukan sesuatu tanpaku?
Detektif Na.
Aku minta bantuanmu.
Baiklah.
Dia banyak berubah dibandingkan saat pertama ke sini.
Dalam hal apa?
Jika sebelumnya dia bedebah tengik,
sekarang dia hanya sebatas bedebah.
Kak Jong-muk.
Aku benar-benar…
tidak bisa memahami ayahku.
Jika dia berpikir bahwa Kak Ju-man telah mencelakai Mi-ok sejak awal,
kenapa dia terus menempel di sampingnya?
Dia pasti kesulitan dan menderita
berusaha untuk membuktikan
bahwa Mi-ok tidak bunuh diri.
Dia pasti lebih menderita jika memang Cha Ju-man yang membunuhnya.
Itu sebabnya dia terus berada di samping Cha Ju-man.
Dia pasti telah menyelidiki kasus pembangunan kembali
dan mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk menjatuhkannya.
Itu berarti perasaan ayahku sudah seperti di neraka selama bertahun-tahun ini.
Dia terus menahan luka hatinya hingga menderita penyakit,
tapi dia tak pernah bercerita sedikit pun kepadaku atau Ye-bun.
Dia pasti berusaha untuk melindungi kalian berdua.
Dia pasti ingin menanggung
beban balas dendam yang menyakitkan itu sendirian
agar kau dan Ye-bun bisa hidup dengan damai.
Aku memahami perasaannya.
Ayahku yang malang.
Sedang apa di sini?
Kau harus tidur.
Aku baik-baik saja.
Kau yakin tidak mau makan? Kau belum makan seharian.
Ok-hui.
Aku terus berpikir…
mengapa aku mendapat…
kekuatan ini.
Kurasa ibuku…
memberikannya kepadaku agar aku bisa…
memahami perasaan Kakek.
Meski begitu…
aku tidak pernah…
menggunakan kekuatan ini kepada Kakek.
No comments yet. Be the first to leave one.