The first 124 lines.
Mengatakan kebenaran... Sangat sulit.
Itu karena jauh di dalam diri mereka...
... semua orang hanya melihat hal yang mereka suka.
Dugaan awal, aspirasi dan prasangka.
Orang yang berada di depanmu, siapa yang tahu orang seperti apa dia?
Tidak ada yang bisa memastikannya.
Mungkin... bahkan dirinya sendiri.
QC & Timing: SacredCultivator
Timing & Japanese Subs: furransu
Special thanks to Vulcan300...
Diterjemahkan oleh Jabet
Resync by salmanzz10
Usui-san?
Dia dilukai sesuatu.
- Ichinose telah membunuh Usui. - Kubilang bukan aku!
- Haru, hentikan! - Bukan aku!
Apa ini? Kenapa kamu memiliki ini?
Itu... Kompres yang aku kenakan pada Usui-san.
Tersisa 5. Dengan kata lain, hanya satu yang digunakan.
Yang bisa hanya Usui-san.
Percaya padaku, bukan aku.
Ichinose!
Haru!
Jika benar Ichinose-san dijebak berarti pelakunya masih di antara kita.
Ayo kembali. Kita pasti akan selamat. Seseorang akan menyelamatkan kita.
Bus dengan para murid melewati Fujinomiya di Shizuoka!
Episode 9
Itu akan bengkak. Kompress dulu.
Apa?
Hanya tersisa 4.
Kamiya, dia bohong pada kita?
Tersisa 5.
Kenapa aku melakukan ini?
Dia bilang tersisa 5 kompress, lalu kenapa?
Tidak mungkin itu semua hanya rencana untuk mengelabui Haru....
Itu tidak mungkin, kan? Dia tidak akan...
Kenapa kamu bertanya padaku?
Ekspresi Kamiya menjengkelkan saat itu.
Usui merasa disudutkan dan menjadi tidak bisa diprediksi.
Bagaimana jika yang dikatakan oleh Kamiya membuatnya murka?
Itu bukan kesalahan kita jika dia tidak bisa mengatasinya, kan?
Jangan mendekat! Jangan lebih dekat dari itu!
Usui berada di posisi dimana dia sulit diprediksi tindakannya.
Namun, kamu tidak bisa dekat dengan Kamiya saja.
Siapa pun yang tiba-tiba dekat dengannya...
... bisa berbalik padanya.
Kamiya!
Ada sesuatu yang ingin kutanyakan.
Ternyata bus yang membawa para murid tidak mengarah ke Yamanashi...
... tetapi mengarah ke Shizuoka.
Kita bisa mengkonfirmasi bahwa supir bus itu....
... dan murid Kamiya Chieko berada di toko swalayan di Fujinomiya, Shizuoka...
... berkat kamera keamanan.
Dengan bantuan dari kepolisian Shizuoka...
... kita saat ini menyisir area tersebut dari darat dan udara.
Kita telah menyiapkan bus transportasi...
... untuk semua wali murid untuk ikut ke Shizuoka.
Igarashi!
Riko-chan, Yutaro, Mamiko... Apa yang kalian lakukan disini?
Kumohon, bawa kami ke Chie-oneechan.
Tapi... Aku sudah bilang, itu tidak mungkin.
Kumohon! Aku ingin bertemu dengan Chie-oneechan!
- Kumohon bawa kami! - Kumohon bawa kami!
3 hari sudah berlalu sejak terungkapnya bus SMA Hino menghilang...
... tapi bus itu belum ditemukan.
Semua orang berharap para murid segera diselamatkan.
Lihat, hanya ada 4.
Ketika aku menghitungnya, ada 5.
Lalu, bagaimana...?
Itu mengingatkanku, pagi ini...
Aku tidak sengaja melihat Hinata-kun dekat barang-barang.
Apa?
Kamu sedang apa?
Aku mencari plester. Jariku terluka.
Hinata?
Aku tahu.
Apa itu benar?
Kamiya!
Itu yang sebenarnya.
Kenapa tidak bilang terus terang?
Bukan kamu yang melakukan itu pada Usui.
Jika seseorang sudah diragukan, tidak ada gunaya dia menjelaskannya.
Namun...
Tidak ada bukti aku yang melakukannya.
Jadi sudah diputuskan laki-laki ini adalah pelakunya.
Dia pasti mengambil kompres lain...
... hanya untuk membuat kita mencurigai Kamiya.
Dia pengecut yang hanya bisa memainkan trik murahan.
Apa yang kamu lakukan?
Hanya mencari sesuatu yang kuhilangkan.
- Apa itu? - Itu tidak penting.
- Sesuatu untuk diminum? - Bukan.
Aku dengar jarimu terluka. Apa kau baik-baik saja?
- Apa? - Kamiya bilang padaku.
Itu hanya goresan, jadi jangan khawatir.
Kenapa? Dimana kamu terluka?
Ada apa denganmu? Kamu bertingkah aneh.
Hey, Hinata... ingin pergi ke sungai?
Tentu.
Apa kamu membawa baju ganti?
Iya. Igarashi, Aku ingin pipis.
- Aku juga. - Apa?
- Kalian mau pipis! - Bocor, bocor!
Aku mengerti, aku mengerti. Riko-chan, tolong tunggu sebentar.
Sensei.
Bukankah bagus? Skorsingmu dibatalkan.
Tetap saja masih pengasuh bayi.
- Igarashi, cepat! - Baik, baik.
Permisi. Ayo cepat, semua orang menunggu.
Kamu akan sakit perut jika kamu minum terlalu banyak!
Omo.. Jangan mengejutkanku seperti itu.
Maaf.
Jadi sudah diputuskan laki-laki ini pelakunya.
- Apa? - Tidak ada.
- Apa aku menawan? - Apa? Jangan bodoh.
Aku hanya becanda.
Konno!
- Itu kamu. - Apa kamu yakin ingin berhenti dari klub?
Kenapa? Meskipun kamu perenang cepat.
Tidak. Waktu putaranku bahkan lebih buruk.
Aku sudah sampai batasnya.
Renang sendiri akan jadi menyakitkan bagiku suatu hari nanti.
Aku hanya berjuang.
Aku bukan perenang handal.
No comments yet. Be the first to leave one.