Revolutionary Sisters

Revolutionary Sisters (오케이 광자매)

Download Indonesian Subtitle

Release info

오케이-광자매-Revolutionary-Sisters-E71-E72-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-07-19
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku tidak percaya Ayah pergi ke TPA

hanya untuk mengambil jurnal lama.

Ayah menyembunyikannya di koper dan sekarang di beruang teddy.

Apa yang tertulis di dalam barang itu?

Ini jurnal tentang hidup ayah.

Tapi terima kasih untuk ini. Sekarang, ayo pergi.

Ayah.

Ada apa? Kenapa Ayah sampai mengorek sampah?

Tunjukkan saja apa pun isinya.

Ayah terlalu malu.

Ayah tidak mau putri-putri ayah tahu betapa menyedihkannya ayah.

Kalian bisa membacanya setelah ayah tiada.

Apa ada hubungannya dengan Ibu?

Bukan begitu!

Jangan seperti ini.

Ayah takut saat kalian mengeroyok ayah.

Ini salah.

"Episode 36"

Ada yang mencurigakan. Pasti ada sesuatu di dalamnya.

Kak Gwang Sik tidak lihat apa pun? Kakak sempat membukanya.

Kakak tidak punya cukup waktu untuk melihat apa pun.

Seharusnya aku membacanya saat kita membuka kopernya.

Bibi tahu sesuatu, bukan?

Bagaimana bibi tahu apa yang tertulis di jurnalnya?

Itu tidak ada hubungannya dengan Ibu, bukan?

Tentu saja tidak. Bibi rasa bukan itu saja.

Kalau begitu, mungkinkah itu tentang asetnya?

Asetnya?

Dia keturunan bangsawan.

Itu bisa berarti semacam warisan.

Mungkin karena dia tidak mau memberi kita.

Bibi yakin tidak tahu? Bibi tidak bisa menebaknya?

Bibi akan memberi tahu kalian jika tahu.

Lagi pula, apa pentingnya jurnalnya?

Dia orang yang memiliki rahasia yang ingin dia simpan.

Sebagai anak-anaknya, kalian tidak boleh meragukannya.

Tidak bisakah kalian membiarkan ini?

Siapa itu?

Kak Cheol Soo, ini aku.

- Bagaimana dengan para gadis? - Gwang Nam sudah pulang

dan dua lainnya punya rencana.

Bagaimana Kakak bisa berakhir di TPA?

Kakak harus membakarnya.

Aku tidak bisa. Aku harus menyimpan ini.

Aku hampir tidak bisa membuat para gadis berhenti bertanya.

Apa yang akan Kakak lakukan?

Aku akan mengurusnya, jadi, berpura-puralah tidak tahu apa-apa.

Bagaimana menurutmu?

Aku tidak tahu akan sebagus ini.

Ini bagus. Kamu yakin ini rumah kita?

Bibi Bong Ja membeli ranjang baru, tapi sisanya barang bekas.

Biayanya bahkan tidak mahal.

Astaga, kamu membuatku malu.

Tapi kamu tampak hebat!

Aku tidak bisa lihat fotoku sendiri tanpa merasa malu.

Untuk menjadi bintang, kamu harus merasa nyaman

di depan kamera.

Lihat kamarnya.

Ini dia!

Bagaimana menurutmu?

Kemarilah.

Ini pantas mendapat pelukan.

Tunangan siapa yang bisa secantik ini?

Tunanganmu.

Lihat ranjangnya. Bibiku yang membelikannya.

Ini nyaman.

Aku seperti berada di surga.

Aku tidak percaya ada rumah yang mampu kita sewa.

Bukankah ini kali pertama kita berbaring bersama?

Jantungku bisa meledak kapan saja.

Aku juga.

Besok, akhirnya aku bisa memanggilmu milikku.

Ini akan menjadi malam yang panjang.

Aku juga.

Mulai besok, aku akan menjadi seorang istri.

Ini sempurna, Pak.

Haruskah Kakak memerintahku padahal aku akan menikah besok?

Apa lagi sekarang?

Kita harus pergi ke suatu tempat.

Ikuti kakak.

Lihatlah. Ini hadiah pernikahanmu.

Apa?

Gedung ini.

Gedung ini adalah hadiahnya?

Ini dibangun atas namamu belum lama ini.

Kakak berniat memberitahumu saat kamu menikah.

- Kak Pung Jin... - Hanya Sa Chae dan kakak yang tahu.

Kakak juga akan memindahkan kantor ke gedung ini.

Itu akan selesai setelah kamu kembali dari bulan madumu.

Ki Jin.

selamat atas pernikahanmu.

Adik kakak.

- Kak Pung Jin! - Astaga.

Terima kasih banyak!

Aku tidak bisa menyerahkan Ttu Gi. Dia mungkin tidak mau ikut denganmu.

Serahkan dia. Kamu tidak merasa bersalah?

Kamu berkali-kali masuk sel tahanan

dan putrimu tinggal di panti asuhan.

Aku tahu karena pernah tinggal di panti asuhan.

Kamu tidak perlu memberitahuku.

Memikirkan Ttu Gi menghancurkan hatiku.

Kamu membesarkan seorang putri

yang bilang ingin percaya bahwa orang terlahir sebagai orang baik.

Sesulit itulah hidupnya.

Ayah dan anak tumbuh di panti asuhan yang sama.

Bagaimana bisa kamu tidak tahu siapa ayah dari bayimu?

Sekacau apa hidupmu?

Aku tidak bisa membiarkan orang seperti itu membesarkan putriku.

Aku tahu aku bukan ibu yang baik,

tapi aku tetap tidak bisa membiarkanmu memilikinya.

Apa yang akan terjadi kepadaku?

Hanya dia yang membuatku tetap waras.

Lantas, aku tidak punya pilihan. Aku akan mengambil tindakan hukum.

Apa?

Aku akan menuntut atas 20.000 dolar yang kamu curi,

atas hak asuh, dan melakukan semua yang aku bisa.

Aku pria yang menepati janjiku.

Kakakku pun tidak berdaya saat aku bersikap keras kepala.

Daripada itu,

tidak bisakah kita hidup seperti saat kamu tidak tahu?

Jangan ganggu Ttu Gi dan aku.

Jika terus begini, aku akan kabur bersamanya.

Begitu kamu kabur dariku dengan Ttu Gi,

aku akan melaporkanmu ke polisi. Anggap ini peringatan.

Tentukan pilihanmu dalam pekan ini.

Bang Gi. Ibu hampir sampai. Sampai jumpa.

Hei, Oh Taeng Ja. Kamu ketahuan.

Kamu pikir tidak apa-apa pergi dengan uangku?

Kamu pikir aku tidak akan bisa menemukanmu?

Tunggu, Sayang. Jangan terlalu keras kepadanya.

Jangan terlalu keras apanya?

Hei! Berhenti di sana!

Astaga, celanaku.

Sayang. Sayang!

- Baek Won! - Hei.

Baek Won.

Apa?

Berhenti.

- Apa? - Siapa dia?

Apa yang terjadi? Mari kita bicarakan.

Siapa kamu? Jangan ikut campur.

Kemarilah. Berengsek!

Aku kakaknya.

Apa? Dasar penipu.

Sayang, dia kakaknya. Urus dia. Aku akan menangkapnya.

Astaga.

Aku bersumpah akan memenjarakan kalian berdua.

Kemarilah!

Astaga.

Beraninya kamu...

- Baek Won. - Kemarilah.

Kapan kamu akan mengembalikan uangku?

- Kembalikan uangku. - Hei.

Taeng Ja.

Lari. Aku akan mengurus mereka.

Berhenti di sana. Berhenti!

Lepaskan aku, Pak.

Sial!

Kamu... Astaga.

Lepaskan aku. Lepaskan!

Astaga.

Astaga.

Sial.

Apa yang dia lakukan? Astaga.

Terima kasih.

Jika bukan karenamu, aku pasti sudah dibawa ke kantor polisi.

Mereka menyebut kita penipu saat kamu mengaku sebagai kakakku.

Kita tidak terlihat seperti penipu.

Tidak ada yang terlihat lebih baik daripada kita.

Wanita sialan itu.

Apa yang harus kita lakukan? Dia bilang akan menelepon polisi.

Kantor polisi yang paling menakutkan.

Kamu kabur membawa uangnya?

Kamu tahu bagaimana.

Andai aku punya tongkat sihir pada saat seperti ini

agar bisa menjadi orang baru.

Aku ingin melupakan semua masa laluku.

Aku merasakan hal yang sama.

Mereka bilang kamu tidak bisa hidup bahagia usai berdosa, dan itu benar.

Kamu akhirnya dihukum.

Kamu juga melakukan banyak dosa?

Kamu tua dan miskin, tapi baik.

Aku sama sekali tidak baik.

Lihat aku.

Aku berakhir seperti ini karena sedang dihukum.

Sudah terlambat bagiku untuk menyesali perbuatanku.

Aku akan pergi ke Tiongkok.

Kamu sudah memikirkan perkataanku?

Bisakah aku dapat pekerjaan jika pindah ke Tiongkok?

Aku akan membawa Ttu Gi.

Aku kenal banyak orang di sana.

Kamu tidak perlu khawatir soal mencari nafkah.

Kamu mungkin tampak kurang ajar, tapi hatimu baik.

Menjadi orang baik tidak bisa mendatangkan uang.

Kurasa ada yang salah dengan ini.

Coba kulihat.

- Halo. - Halo.

Kami ingin mengganti pintu kamar mandi.

Baiklah. Silakan lewat sini.

Yang ini bagus.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left