The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 38"
Apa?
Dia menyebarkan selebaran mencari Ji Sup di dekat rumah Hae Rim?
Hentikan dia. Lakukan apa pun.
Singkirkan semua selebaran. Jangan sampai ada yang tersisa!
Ji Sup,
kamu akhirnya tertangkap basah istrimu?
- Siapa? - Ini aku. Mi Ryung. Yang Mi Ryung.
Terima kasih sudah hidup, Jae Wook.
Apa kamu bilang, "Yang Mi Ryung"?
Kamu mendapatkan pesanku, bukan?
Aku diculik. Dikurung.
Tolong jemput aku. Tolong selamatkan aku, Jae Wook.
- Aku di Yangpyeong... - Maaf.
Aku tidak mengenal nama itu.
Halo?
Jae Wook.
Jae Wook.
Kini kamu mencuri ponselku?
Satu panggilan saja. Izinkan aku menelepon sekali.
Hentikan.
Duduk diamlah sebelum kupanggil orang kemari.
Tidak. Lepaskan aku! Tidak!
Keluarkan aku! Keluarkan aku dari sini!
Yangpyeong?
Itu rumah liburan tempat Jae Wook berada.
Wi Sun Ae,
kamu membuat Yang Mi Ryung
salah satu domba korbanmu juga?
Bagaimana?
Bagaimana bisa mereka tampak sama persis begini?
Kang Jae Wook. Han Ji Sup.
Kalian berdua kembar?
Tanpa keajaiban,
Pak Kang Jae Wook tidak akan pulih.
Jangan bilang Jae Wook adalah Han Ji Sup.
Dia bukan hanya mirip, tapi sama persis.
"Han Ji Sup, Koo Mi Hong, Ki Suh Ra"
Kamu kira aku tidak ada kerjaan?
Mana mungkin aku mengenal seseorang seperti itu?
Jangan percayai aku,
perbaikilah sikapmu.
Itu konyol.
Tidak mungkin.
Bagaimana bisa itu terjadi? Bagaimana?
Cari seseorang untukku.
Namanya Han Ji Sup.
Siapa kamu?
Kamu Jae Wook atau Ji Sup?
Kapan kamu datang?
Apa itu?
Kukira kamu hanya bisa berbahasa Inggris.
Kapan kamu belajar bahasa Mandarin?
Aku belum bilang?
Aku punya teman dari Beijing saat belajar di luar negeri.
Kami sering bergaul,
jadi, aku bisa bahasa Mandarin.
Aneh.
Jae Wook yang kukenal
amat kesulitan di New York karena bahasa Inggrisnya buruk.
Kamu ada perlu apa?
Omong-omong,
kamu ingat orang yang bernama Han Ji Sup?
Han Ji Sup?
Korban penipuan mal
yang menghilang sehingga ibunya yang mengklaim kompensasinya.
Kedengarannya familier.
Kenapa?
Istrinya, Ki Suh Ra...
Aku berniat menemuinya.
Untuk apa? /- Aku sudah memikirkannya,
dan tidak enak karena memberikan kompensasinya kepada ibunya.
Ki Suh Ra itu istrinya.
Aku merasa kita seharusnya memberikan uangnya kepadanya.
Aku mau meminta maaf.
Apakah itu penting?
Yang berlalu biarlah berlalu.
Nama anaknya Hae Sol.
Dia punya putri berusia lima tahun. Aku tidak enak.
Kudengar dia sedang hamil anak kedua juga.
Silakan saja kalau begitu.
Aku sebentar lagi ada rapat.
Baik. Akan kupertimbangkan.
Semoga rapatmu lancar.
"Orang Hilang"
Apa ini?
Ini selebaran mencari Ji Sup.
Aku tahu. Kurasa Suh Ra akhirnya sudah gila.
Dia benar-benar gila sejak keguguran.
Bagaimana bisa dia mencari orang yang sudah dikebumikan?
Maksudmu, Suh Ra mencari Ji Sup?
Lihat. Selebaran ini baru.
Mungkin kegugurannya
terlalu mengejutkan baginya.
Itulah maksudku. Aku yakin kini dia menyebarkan ini.
Dia pasti punya alasan.
Jangan panik dan tanyakan saja kepadanya.
Ibu rasa dia akhirnya menyerah
usai bicara dengan saksi itu. Kenapa dia melakukan ini lagi?
Itulah maksudku.
Mungkin kita harus memeriksakannya ke rumah sakit?
Diam. Cukup.
Dia kehilangan suaminya,
lalu bayi dalam kandungannya.
Kuharap Suh Ra baik-baik saja.
Kamu di mana saja sampai sekarang?
Kamu tahu sesibuk apa kita?
Kita harus membawakan obat-obatan Pak Kang Choon Duk
dan mengganti bohlam Pak Ko Dong Man.
Ada antaran juga.
Maaf. Aku seharusnya menelepon.
Aku sudah meneleponmu.
Apa yang kamu lakukan sampai tidak mendengar ponselmu?
Maaf. Aku menyebarkan selebaran untuk mencari suamiku.
Aku bisa membantumu.
Ini masalahku.
Aku tidak mau membebanimu dengan urusan pribadiku.
Pikiran bos teralihkan dan dia tidak datang ke kantor.
Apa gunanya mengamuk ke pegawaimu?
Karena ini urusan penting bagiku.
Aku melihat seseorang yang mirip dengan suamiku yang kukira tewas.
Apa yang lebih penting lagi bagiku?
Tolong pahami.
Kamu tidak pernah berpikir
bahwa itu mungkin bukan suamimu?
Berpikirlah rasional.
Kamu sedang sangat terpuruk.
Setelah kehilangan bayimu karena kecelakaan,
kamu melampiaskan rasa syok itu ke pria yang mirip suamimu.
Kamu melampiaskan stresmu ke sasaran yang salah.
Kamu memperlakukanku seperti pasien
karena kamu dokter?
Aku bukan dokter.
Aku hanya pegawai.
Jangan mengubah topiknya.
Katamu sekarang aku sudah gila.
Bukan begitu, tapi berpikirlah rasional.
Jika suamimu masih hidup,
kenapa dia tidak pulang ke keluarganya?
Itu pasti suamiku.
Kenapa kamu tidak percaya? /- Lalu bagaimana jika bukan?
Kamu mau apa?
In Wook, ini urusanku.
Ini tidak ada hubungannya denganmu.
Tidak ada?
Aku tahu kamu akan sesakit apa.
Kenapa kamu mengkhawatirkanku?
Memangnya salah jika pegawai mengkhawatirkan bosnya?
Bos terlalu teralihkan pikirannya dan tidak melakukan pekerjaannya.
Apakah kamu akan mampu membayar upahku?
Bagaimana dengan tiket pesawatku?
Jika itu alasanmu melakukan ini, jangan khawatir.
Kamu akan dibayar. Tidak akan kulewatkan upahmu,
jadi, jangan khawatir.
Apa itu?
In Wook tidak pergi ke Amerika?
Tidak. Tidak ada catatan dia meninggalkan Korea
atau pun masuk Amerika.
Lantas, dia kini di mana?
Katanya dia di sekitar sini.
Apa itu dia?
Permisi.
Anda memesan makanan, benar?
Kakek.
Apa yang kamu tunggu? Berikan makanan kakek.
Apa? Ya, tentu saja.
Maaf.
Aku ada urusan, jadi, tidak bisa pergi ke Amerika.
Minum kuahnya juga. Nanti Kakek tersedak.
Rasanya enak.
Bagaimana Kakek mengenal mereka?
Mereka terkenal dengan makanan bungkusnya.
Aku mengantre di sana selama 20 menit untuk membeli ini.
Kamu menyombong soal itu?
Maaf.
Kakek tidak akan mengungkit masa lalu
dan akan bilang satu hal saja.
Kembalilah ke rumah sekarang juga.
Kakek.
Kakek akan bilang satu hal lagi.
Kamu harus pulang
dan mulai bekerja di perusahaan besok.
Kakek punya cukup kuasa untuk memberikanmu jabatan.
Aku tidak bisa.
Apa?
Aku puas dengan hidupku sekarang.
Putra sulung Grup Gangin, lulusan sekolah kedokteran,
sudah puas dengan menjadi anak buah?
Kamu mau membunuh kakekmu?
Aku tidak bisa berhenti sekarang.
Ada orang yang harus kubantu. /- Benarkah?
Kamu amat memikirkan orang lain,
tapi tidak peduli apa yang terjadi kepada kakekmu satu-satunya?
Jika kamu sungguh ingin melakukan pekerjaan itu,
hubungan keluarga kita putus dan hiduplah sesukamu.
Kakek.
Hidup kakek ada di tanganmu.
Kakek akan segera menghilang seperti harapanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.